Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Terima Kunjungan Politeknik Negeri Manado, Dekan FP Unud Sampaikan Tata Kelola Pariwisata Bali

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA KUNJUNGAN: Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Dr. I Nyoman Sunarta, M.Si., menerima kunjungan Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., dari Politeknik Negeri Manado, Selasa (16/11), bertempat di ruang rapat BM 1, kampus Sudirman Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Dr. I Nyoman Sunarta, M.Si., menerima kunjungan Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., dari Politeknik Negeri Manado, Selasa (16/11), bertempat di ruang rapat BM 1, kampus Sudirman Denpasar.

Dekan Sunarta didampingi Plt. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, yang juga Wakil Dekan Bidang Informasi dan Kemahasiswaan, Dr. Nyoman Sukma Arida, M.Si., sedangkan Rudolf Estephanus bersama Beldie Aryona Tombeg, S.T., M.Ars. dan Yollanda Lydia Lagarens, S.S., M.Hum.

Lydia Lagarens mewakili Politeknik Negeri Manado menjelaskan, tujuan kunjungan ke Bali untuk menimba ilmu dan pengalaman dari Fakultas Pariwisata dalam pengembangan kepariwisataan di Bali, untuk dijadikan pembelajaran dalam pengembangan pariwisata di Kota Manado yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan. 

“Kami dari akademisi mengusung pentahelix, dimana akademisi juga dilibatkan dalam pengembangan pariwisata. Tujuan kami disini untuk sharing ilmu pengetahuan tentang bagaimana industri pariwisata itu. Dengan dibantu oleh para akademisi, sehingga industri pariwisata di Kota Manado nanti, dan secara khusus di Sulawesi Utara menjadi maju seperti yang ada di Bali,” kata Lagarens.

Selama rangkaian kunjungan lima hari di Bali, selain dilaksanakan dalam bentuk kelas sehari, empat hari berikutnya dilaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa destinasi wisata di Bali. Kelas ini dikemas dalam bentuk workshop yang dipandu oleh Saptono Nugroho, S.Sos, M.Par, dosen Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.

Ada tiga tema pembicaraan dalam workshop ini.  Tema pertama tentang ‘’Pengembangan Lingkungan Pendukung Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Era Next Normal’’ yang dibawakan oleh Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Nyoman Sunarta.

Dalam paparannya, Dekan Sunarta menjelaskan perihal paradigma-paradigma dasar dalam pariwisata beserta problematika yang disebabkan oleh tata kelola pariwisata yang keliru. Sunarta juga menekankan pentingnya tata kelola pariwisata yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan stakeholders kepariwisataan, termasuk alam, agar kesalahan pengelolaan pariwisata di Bali tidak terulang kembali di daerah lain.  

Pemaparan materi kedua oleh Dr. Sukma Arida, S.Si, M.Si. melalui penayangan video yang menampilkan dampak-dampak ekologis dari pengembangan pariwisata di Bali selama ini.

Selanjutnya pemaparan materi oleh I Made Adikampana, ST., M.T. dengan tema ‘’Lingkungan Binaan Destinasi Pariwisata’’. Adikampana memaparkan secara detail konsep-konsep seputar destinasi pariwisata dan aspek-aspek penting dalam perencanaan pengembangan destinasi pariwisata.

Usai pertemuan, Dekan FP Unud kepada tim media mengungkapkan kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa pariwisata sudah mulai menggeliat. Tidak hanya di Bali saja, tetapi juga di daerah lain.

“Itu artinya, pariwisata di Indonesia sudah mulai menggeliat sehingga mereka membutuhkan tenaga-tenaga pendidikan pariwisata dan tidak hanya dibutuhkan di Bali saja, sehingga ingin juga membuka sekolah-sekolah pariwisata akademik yang ada di daerahnya,” ujarnya seraya berharap agar semakin banyak kegiatan semacam ini kedepannya. 

Pihaknya juga berharap FP Unud semakin banyak memiliki networking, sehingga makin dikenal. Itu yang paling penting.  Karena, semakin banyak orang yang berkunjung ke FP, kita justru semakin senang.  Karena kita tidak perlu promosi kemana-mana.  Mereka yang akan mempromosikan kita. ‘’Namun, tuntutan bagi kita, kita harus memberikan mereka yang terbaik sehingga nanti apa yang mereka dapat dari kita bermanfaat bagi mereka dan dia bisa berkembang nantinya,” ungkapnya. 

Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, direncanakan akan ada kegiatan lagi pada 22 November mendatang dengan tim yang lainnya. (dwi/nia/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca