Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Sampaikan Strategi Pariwisata Bali di Era Baru

BALIILU Tayang

:

de
PEMBICARA: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, saat menjadi pembicara pada acara Konferensi Pariwisata Internasional Bali ke-5 2021 yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Pariwisata Unud, secara daring pada Selasa (16/11). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, berkesempatan untuk menjadi salah satu pembicara pada acara Konferensi Pariwisata Internasional Bali ke-5 2021 dengan tema Suffering and Strategy: Tourism in New Era yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Pariwisata Unud, secara daring pada Selasa (16/11).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memaparkan bahwa sebagai provinsi yang sangat bergantung pada sektor pariwisata yang sebelum Covid-19, berkontribusi terhadap perekonomian Bali 53% dan rata-rata lebih dari 1 juta pekerja di sektor pariwisata (sementara penduduk Bali 4,2 juta orang).  Tentu saja, Covid-19 telah memberikan waktu yang sulit dan sulit bagi Bali. Kunci untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi di Bali di pandemi Covid-19 adalah memulihkan sektor kesehatan terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar ISI Denpasar mengatakan bahwa saat ini Bali telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 (menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan). Selain itu, dalam menangani Covid-19, Pemprov Bali juga telah menyiapkan 62 rumah sakit yang direkomendasikan untuk kasus Covid-19.

Untuk itu diperlukan koordinasi yang solid antar-semua tingkat pemerintahan, Pemerintah Pusat (Jakarta) dengan Bali (tingkat Provinsi dan didukung dengan tingkat kabupaten/kota dan desa) dan sampai sekarang Pemprov Bali selalu menjalin koordinasi dengan baik dengan seluruh pihak.

Dalam pembukaan Bali untuk wisatawan asing, Wagub Cok Ace juga melaporkan dimana Bali telah mempercepat program vaksin Covid-19 untuk menciptakan herd immunity (70% masyarakat Bali), menargetkan 3.405.130 orang.  Per 11 November 2021, komunitas yang divaksinasi fase 1 adalah 100,64% dan fase 2 adalah 87,28%.  Ada kerjasama yang terintegrasi dengan TNI/Polri, swasta dan institusi pariwisata.  Sasaran vaksinasi adalah tenaga kesehatan, pekerja publik, orang lanjut usia, serta remaja (12 tahun hingga 17 tahun).

Selain itu, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan para wisman maka Sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan untuk kesiapan fasilitas pariwisata telah dilakukan. Industri pariwisata Bali seperti hotel, agen perjalanan, transportasi pariwisata termasuk atraksi wisata telah menerima sertifikat CHSE untuk memastikan klien/tamu mereka akan memberikan keramahan dalam adaptasi protokol kesehatan.  Ada 1.576 fasilitas pariwisata yang telah mendapatkan sertifikat CHSE.  Jumlah ini terus meningkat, karena Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengalokasikan 1.200 kegiatan CHSE, 200 untuk hotel dan 1.000 untuk bisnis non-hotel di Bali).

Bali memiliki banyak tempat wisata alam terbuka yang akan disukai oleh para wisatawan, kami memiliki pantai yang bersih dan indah (seperti Sanur di Denpasar, Pantai Virgin di Karangasem atau pantai kawasan Nusa Dua di Kabupaten Badung. Wisatawan dapat melakukan kegiatan di luar ruangan, seperti jalan-jalan dan belajar  budaya dan kehidupan tradisional Bali di desa wisata/wisata berbasis masyarakat kami memiliki Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli (dikenal sebagai desa terbersih di dunia) dan Pinggan Sunrise Spot (yang terletak di atas bukit di mana anda dapat melihat matahari naik di atas desa berkabut). Tempat wisata ini juga menerapkan standar CHSE.

Selain tempat-tempat wisata tersebut, tentunya Bali menawarkan kepada mereka tempat-tempat belanja dimana mereka dapat menemukan produk-produk lokal.  Dan dalam situasi pandemi, kreativitas masyarakat Bali semakin meningkat.  Bali sudah mulai menggalakkan tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif atau produk ekonomi berbasis inovasi dan ide-ide baru masyarakat setempat.

Di sisi lain, dalam memudahkan pelacakan penyebaran Covid-19 di Bali maka, seluruh masyarakat menggunakan sistem digital yaitu aplikasi PeduliLindungi. Sampai saat ini aplikasi PeduliLindungi terdaftar dan terinstal: 737 hotel; 241 restoran; 125 tempat wisata;  dan 92 mal/supermarket. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi di fasilitas umum yang telah menginstal aplikasi PeduliLindungi adalah 9.322.

Sedangkan untuk kesiapan Bali membuka diri untuk wisman, dimana Bali telah menyiapkan 53 hotel di kawasan Sanur, Ubud, Nusa Dua dan Tuban.  Mereka telah menyediakan persyaratan sebagai tempat karantina.

Wagub Cok Ace juga menyampaikan bahwa persyaratan negara yang bisa datang ke Bali memenuhi kualifikasi sebagai berikut: Laporan WHO terkait dengan tingkat kepositifan < 5%, jumlah kasus terkonfirmasi < 20 per 100.000 populasi, kesiapan infrastruktur Bali untuk menerima wisatawan asing, pengaturan TCA (pengaturan koridor perjalanan) / MRA (perjanjian pengakuan bersama), potensi kunjungan dan pertumbuhan wisman yang tinggi dari dalam negeri dan tersedianya penerbangan langsung ke Indonesia.

Sedangkan persyaratan untuk wisatawan yaitu divaksinasi lengkap, menampilkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan tes RT PCR, dapatkan izin visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya ke Bali, Indonesia, tunjukkan bukti booking hotel karantina dan akomodasi lanjutan serta transportasi wisata yang telah diverifikasi oleh CHSE (pengantaran dari bandara ke hotel karantina), memiliki asuransi kesehatan senilai minimal USD 100.000 yang dapat menanggung kasus Covid-19 dan bersedia menjalani proses karantina selama 3 hari 2 malam.

“Sampai saat ini saya ingin meyakinkan seluruh masyarakat internasional bahwa orang yang divaksinasi di Bali sudah tinggi (pekerja pariwisata 100%). Penerapan standar CHSE di fasilitas pariwisata dan fasilitas umum lainnya. Disiplin masyarakat Bali untuk menerapkan protokol kesehatan tertinggi di Indonesia (92%) menurut survei Kementerian Kesehatan RI. Untuk itu saya berharap masyarakat internasional yakin dan percaya terhadap Bali, dimana Bali aman untuk dikunjungi,” pungkasnya. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca