Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Terjadi Penurunan Kualitas, Gubernur Koster: Perlu Ditata Ulang agar Taksu Bali tetap Kuat

BALIILU Tayang

:

de
SOSIALISASI PROLEGNAS 2020: Gubernur Koster tata ulang taksu Bali tetap kuat

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali I Wayan Koster menandaskan bahwa Bali belakangan sedang mengalami perubahan drastis. Terjadi penurunan kualitas di berbagai bidang sehingga harus ditata ulang agar taksunya, auranya tetap kuat. Demikian dikatakan Gubernur Koster saat Sosialisasi Prolegnas 2020 oleh DPR RI di Gedung Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran Senin (17/2) pagi.

‘’Bali wilayahnya kecil, penduduknya pun hanya 4,2 juta jiwa. Namun melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang kami canangkan dengan beberapa bidang prioritas, kita sedang giat menata ulang pondasi pembangunan Bali melalui langkah yang fundamental dan komprehensif.  Ini penting untuk menjaga citra dan kualitas Bali sebagai destinasi dunia, dengan salah satu prioritasnya adalah pembagunan di bidang lingkungan,’’ ujar Gubernur Koster.

Dikatakan, dalam menata pembangunan di bidang lingkungan kebijakan yang diambil seperti Pergub pembatasan sampah plastik, yang kini sudah terhitung berhasil. ‘’Kita sudah bisa zero plastik, di hotel, supermarket, dan tempat wisata. Lima duta besar datang dan mengapresiasi kebijakan tersebut dan menyatakan ingin meniru Bali,’’ ungkapnya.

Demikian pula dengan kebijakan Bali energi bersih dan penggunaan kendaraan motor listrik berbasis baterai. Begitu juga program kebijakan pengolahan sampah berbasis sumber, dimana program-program ini akan dijalankan satu per satu.

Kebijakan di bidang budaya, Gubernur menegaskan bahwa kebijakan budaya tujuannya guna memperkuat budaya dan adat tradisi. Bali hanya punya budaya, tak punya gas, emas, perak. Harus tegak betul budaya di Bali sebagai satu-satunya kekayaan. Pemajuan dan penguatan kebudayaan Bali, dikelola dengan kuat dan baik, agar Bali bisa survive. Dan ini jangan sampai kehilangan momentum.

Ditambahkan,  jumlah wisatawan ke Bali total 6,3 juta orang yang juga setara 100 triliun rupiah devisa. Tapi hingga saat ini kontribusinya belum ada untuk Bali, masih jauh dari harapan. Misalnya, Bali masih terkendala oleh masalah lingkungan dan kemacetan.

Terkait isu corona, Gubernur memastikan Bali masih aman dan bahkan wisatawan meningkat dengan menyasar wisatawan Eropa, Amerika, dll, kecuali China yang sekarang sedang ditutup penerbangannya. Ia menegaskan Bali tidak ada guncangan di sektor pariwisata seperti yang diisukan dan terlihat di medsos. Ia juga memastikan bahwa pemerintah pusat sangat mendukung pemulihan pariwisata Bali.

‘’Kami dari Bali titip aspirasi ke baleg, usulan RUU Provinsi Bali. Saat ini Bali masih dipayungi UU no 64  tahun 1958 dimana masih menggunakan konsederan UUD Sementara 1950, Bali artinya masih negara bagian sunda kecil,’’ ungkapnya.

‘’Sekarang kita kembali ke NKRI. UU yang menaungi Bali saat ini  bertentangan dengan spirit konstitusi. Ini yang mendorong kami berupaya agar Bali diselaraskan dengan UUD yang berlaku sekarang. Sesuai konteks dan kebutuhan di Bali,’’ tegasnya seraya mengatakan RUU tersebut masuk ke daftar komulatif terbuka, dan kami terus memohon dukungannya.

Sementara itu Ketua Tim Kunker Baleg H Ibnu Multhazan menyebutkan Gubernur Koster ini ‘paket lengkap’. Pernah di legislatif, sekarang mengemban tugas eksekutif. Karena itu masyarakat tak perlu khawatir masalah penanganan isu corona. ‘’Saya yakin Bali akan dapat wisatawan, karena hanya wisatawan asal China yang dibatasi,’’ Multhazan meyakinkan.

Dikatakan, bahwa untuk program sosialisasi membentuk 6 tim sosialisasi prolegnas. Dimana sasaran kunjungan ke perguruan tinggi untuk mendekatkan baleg dan programnya dengan akademisi, guna memperkuat draft UU.  RUU harus tersosialisasi sejak awal. Ada banyak manfaat untuk akademisi mahasiswa, dan masyarakat, terutama untuk proses pertama pembentukan UU.

Ada total 248 RUU yang akan dibahas dan masing-masing punya slot untuk dimasukkan prolegnas prioritas tahun 2020. Kenapa tidak semua masuk slot 50 prioritas? Multazhan memastikan bahwa yang jelas tidak ada patgulipat. Masing-masing komisi memutuskan mana yang prioritas. Ditambah lagi masukan dan usulan pemerintah dan DPD. Prosesnya lalu dievaluasi lagi untuk menaikkan prolegnas-nya.

Multhazan juga mengapresiasi kepada Gubernur dan jajaran saat berkunjung ke baleg untuk memaparkan RUU Provinsi Bali. ‘’Kami sambut baik langkah tersebut. RUU Provinsi Bali yang telah diajukan ini sudah jadi agenda kita. Masyarakat bisa memberikan masukan. Partisipasi sangat dibutuhkan. RUU Provinsi Bali tidak masuk prolegnas karena secara umum tidak seperti papua yang meminta Otsus sejak 2001, sifatnya memperkuat UU yang lama. Namun tetap akan dibahas segera. RUU ini juga perlu lebih banyak sosialisasi kepada masyarakat,’’ ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Majelis Agung Desa Adat, OPD terkait, rektor/pimpinan perguruan tinggi, akademisi, perwakilan BEM fakultas di lingkungan Unud. (*/balu1)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa!

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek PLTS Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana.
ANTUSIAS: Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Istana Kepresidenan mengapresiasi luar biasa atas antusiasme dan sambutan hangat warga Kabupaten Jembrana, Bali, saat menyambut kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Ribuan warga lokal hingga anak-anak sekolah memadati sepanjang rute dari lapangan Gilimanuk tempat pendaratan Heli Kepresidenan sampai dengan Monumen Lintas Laut tempat dilaksanakannya groundbreaking.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya disela obrolan singkat bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyatakan rasa terima kasihnya atas ketertiban dan energi positif yang ditunjukkan masyarakat Jembrana. Istana menilai suasana hangat tersebut mencerminkan kedekatan yang kuat antara pemimpin dan rakyatnya.

Bupati Kembang pun menyambut baik apresiasi dari pihak Istana tersebut. Ia menegaskan bahwa antusiasme warga merupakan bentuk rasa bangga dan kerinduan masyarakat terhadap hadirnya orang nomor satu di Indonesia di tanah Mekepung tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme masyarakat Jembrana. Kehadiran Bapak Presiden membawa angin segar dan harapan baru bagi kemajuan daerah kami, khususnya di bidang infrastruktur dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Kembang.

Ia menambahkan, pemerintah daerah dan seluruh warga Jembrana siap mendukung penuh agenda strategis nasional yang tengah digulirkan pemerintah pusat di Jembrana, Bali. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama percepatan pembangunan di Bali Barat.

“Apresiasi dari Istana ini milik seluruh warga Jembrana. Ini membuktikan bahwa keterlibatan dan keramahan warga kita mendapat tempat tersendiri di hati Bapak Presiden,” pungkasnya.

Disisi lain, kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Jembrana ini dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa berkapasitas 100 (Gwp),

Pengembangan PLTS skala masif ini menjadi tonggak sejarah baru. Tidak hanya mempercepat transisi energi bersih nasional, proyek ini menjadi jawaban mutlak bagi kemandirian energi di Bali.

Peresmian PLTS Gilimanuk menjadi bagian dari peluncuran dan groundbreaking program PLTS yang tersebar di 14 lokasi.

PLTS Gilimanuk dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM). PLTS Gilimanuk akan memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 100 Gwp, sementara BESS yang disiapkan memiliki kapasitas 1.000 megawatt hour (MWh).

Dengan kapasitas tersebut, PLTS Gilimanuk diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 470 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Turut hadir pada kesempatan itu, Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Wakil Pangloma TNI, Direktur Utama PLN beserta jajaran, Gubernur Bali beserta Forkopimda Prov dan Kabupaten Jembrana serta instansi terkait. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda PAUD Gianyar Monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD, Tekankan Pendidikan Ramah Anak

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar.
MONITORING: Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke jenjang Sekolah Dasar (SD) berjalan secara menyenangkan, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Monitoring juga dirangkaikan dengan kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan sekolah turut dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai nasionalisme, kebersamaan, serta semangat gotong royong kepada anak-anak sejak usia dini.

Melalui Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal, satuan pendidikan didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan suasana sekolah dasar tanpa tekanan dan tetap menikmati proses belajar.

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan penguatan transisi dari PAUD ke jenjang SD sekaligus memantau perkembangan anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami mengunjungi dan melihat langsung untuk memantau anak-anak, sekaligus memonitor pelaksanaan penguatan transisi PAUD ke SD kelas awal. Setiap tahun kami memiliki program MPLS di tujuh kecamatan,” ujar Surya Adnyani.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang TK dan PAUD hingga pendidikan dasar, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Ini bukan saingan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyediakan pendidikan kepada anak-anak Gianyar. Kita patut bangga karena pondasi generasi bangsa dimulai dari pendidikan tingkat PAUD hingga jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Dalam monitoring tersebut, Surya Adnyani juga melihat secara langsung bagaimana proses transisi anak dari PAUD menuju SD berlangsung. Menurutnya, komunikasi antara orang tua, anak, dan guru menjadi hal penting dalam mengetahui perkembangan serta kebutuhan masing-masing anak.

Ia juga mendorong penerapan tujuh kebiasaan anak indonesia hebat untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, serta Tidur Cepat. Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan teknologi, khususnya telepon seluler, agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Surya Adnyani menegaskan, pendidikan anak usia dini perlu dilaksanakan secara holistik dan integratif dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Pelayanan tersebut diberikan tanpa membedakan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus atau dalam pendidikan inklusif.

“PAUD holistik integratif bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga pemenuhan layanan dasar anak, termasuk kesehatan dan kebutuhan gizinya. Semua anak harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama, baik anak yang berkembang secara umum maupun anak dalam pendidikan inklusif,” jelasnya.

Selain itu, Surya Adnyani juga menegaskan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) tidak menjadi persyaratan wajib bagi anak untuk masuk SD dan tidak seharusnya menjadi beban bagi peserta didik di kelas awal. Proses pembelajaran perlu dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

Berbagai program turut mendukung penguatan transisi PAUD ke SD di Kabupaten Gianyar. Program tersebut antara lain Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Gelari Gianyar Wajar (Gerakan Gianyar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah), Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), Seragam Gratis PAUD Negeri (SERGAP NEGRIKU), Bunda Gianyar Pandai, Pemberian Makanan Tambahan Gizi Seimbang Stunting Berkurang (PMT GIRANG), penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pemberian sarana penunjang pembelajaran serta field trip atau pembelajaran di luar kelas.

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan bantuan sarana penunjang pembelajaran berupa tas sekolah, tumbler, dan kotak makan kepada 100 anak, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak inklusif. Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menciptakan layanan pendidikan yang ramah anak, inklusif, sehat, dan menyenangkan sejak jenjang PAUD hingga sekolah dasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lomba Mewarnai dan LKBB Tongkat Ramaikan Rangkaian Hari Pramuka di Buleleng

Published

on

By

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga dan Lomba Ketangkasan Baris-berbaris Tongkat bagi Pramuka Penggalang di GOR Bhuana Patra.
LOMBA: Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng saat menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng menggelar serangkaian kegiatan menarik dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65. Salah satunya pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra, semarak kreativitas dan kedisiplinan berpadu lewat digelarnya Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang.

Ketua Panitia Made Suartha saat ditemui di sela-sela kegiatan membeberkan bahwa kegiatan pagi ini diikuti oleh Pramuka Siaga yaitu adik-adik tingkat sekolah dasar dari sembilan kecamatan di Buleleng. Sebanyak 82 orang peserta yang mendaftar secara online tumpah ruah di GOR Bhuana Patra menuangkan imajinasi dan ekspresi kreatif mereka dalam Lomba Menggambar.

Menurut Suartha, ajang ini disiapkan sebagai wadah penyaluran kreativitas dengan sistem penilaian terpisah antara regu putra dan putri, konsisten dengan prinsip satuan terpisah di tubuh Pramuka.

Di arena terpisah, ketegangan dan kekompakan tersaji lewat LKBB Tongkat yang melibatkan 16 regu Pramuka Penggalang dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mengandalkan tongkat pramuka sebagai instrumen utama, para peserta berlomba memamerkan kelihaian formasi, ketepatan aba-aba, serta keselarasan gerak.

“Tujuan kami mengarahkannya adalah menunjukkan kekompakan mereka, kemandirian mereka, dan kebersamaan mereka. Sehingga dengan kebersamaan dan kemandirian itu, mereka akan memberikan yang terbaik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan,” jelas Made Suartha.

Rangkaian agenda Kwarcab Buleleng tahun ini menurutnya merentang dari aksi sosial kemanusiaan hingga adaptasi teknologi digital. Menurutnya, Pramuka dituntut untuk hadir adaptif di tengah dinamika zaman tanpa kehilangan akar karakter kebangsaan.

“Kegiatan eksplor dan berbagai program kami tunjukkan bahwa kegiatan pramuka itu tidak hanya tepuk tangan, tidak hanya berkemah. Itu untuk menemukan kemandirian. Di samping itu pula, kita ada sentuhan dengan teknologi, seperti misalnya turnamen e-Sport Mobile Legends, justru itu yang kita lombakan untuk adik-adik di Penggalang,” kata Made Suartha.

Sebelum gelaran lomba hari ini, dirinya mengatakan Kwarcab Buleleng telah lebih dulu menggerakkan roda organisasi lewat peluncuran Bumbu Kemanusiaan serta program Bedah Rumah yang kini telah merampungkan 95 persen pengerjaannya di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, dan Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Seluruh rangkaian kegiatan padat tersebut, lanjut Suartha, bermuara pada tema besar tahun ini: “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai manifestasi nyata peran strategis Pramuka dalam membina anak-anak berkarakter tangguh yang siap menyongsong satu abad Republik Indonesia.

Melalui kombinasi kreativitas seni, penguasaan teknologi digital, ketangkasan baris-berbaris, serta kepekaan sosial, kata Suartha Kwarcab Buleleng membuktikan bahwa tunas-tunas kelapa di Bali utara tidak sedang berjalan di tempat. Mereka tengah memancang sauh, merajut asa, dan menyiapkan langkah paling mantap menuju masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca