Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tim Ahli Lingkungan FKP Unud Paparkan Hasil Kajian Sampah Laut di Perairan Pesisir Barat Badung

Hasil Kerja Sama BRIDA Badung dan FKP Universitas Udayana

Loading

BALIILU Tayang

:

Ahli lingkungan unud
PAPARKAN HASIL KAJIAN: Tim Ahli Lingkungan dari FKP Unud memaparkan hasil kajian yang telah dilakukan di Ruang Rapat BRIDA Kabupaten Badung, yang dihadiri Kepala BRIDA Dr. Suambara Yasa, Pada Senin, 4 September 2023. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Wilayah pesisir barat Kabupaten Badung merupakan daerah tujuan wisata di Indonesia seperti, Pantai Kuta, Pantai Legian, Pantai Seminyak dan Pantai Canggu. Sebagai daerah tujuan wisata, wilayah tersebut seyogyanya dapat memberikan rasa nyaman bagi wisatawan, utamanya akibat dari pencemaran sampah di laut.

Namun setiap tahun wilayah di sepanjang pesisir barat Kabupaten Badung mendapat ancaman sampah yang terbawa dari perairan Selat Bali serta bersumber dari aktivitas di sekitarnya. Sampah yang berada di perairan dan terakumulasi di pesisir akan menjadi pemandangan yang tidak baik dan sekaligus dapat mengganggu dan bahkan membahayakan bagi manusia, biota, mamalia laut beserta ekosistemnya. Ancaman sampah bagi wilayah pesisir barat Badung dapat berdampak bagi kehidupan masyarakat, baik dari aktivitas nelayan maupun pariwisata.

Oleh karena itu, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Badung (Bali) bekerjasama dengan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana untuk melakukan kajian sampah laut, khususnya pada perairan pesisir barat Kabupaten Badung. Kegiatan penanganan sampah laut ini sudah dilaksanakan selama enam bulan, namun kajian ini sudah dilakukan melalui penelitian kolektif selama kurang lebih 5 tahun ke belakang, dengan I Gede Hendrawan, S.Si.,M.Si., Ph.D. selaku Wakil Dekan I Fakultas Kelautan dan Perikanan yang sekaligus memiliki keahlian penelitian dalam bidang sampah laut dan lingkungan pesisir. I Gede Hendrawan pada kajian ini akan menjadi koordinator peneliti dalam pelaksanaan kajian penanganan sampah laut di wilayah pesisir laut Kabupaten Badung dengan tim dosen di lingkungan FKP yaitu Prof. I Gusti Bagus Sila Dharma, Ir. Ngurah Putra Dirgayusa, M.Si, Putu Satya Pratama Atmaja, S.Kel, M.Si, Ni Luh Gde Rai Ayu Saraswati, S.Pi, M.Env.Sc, Putu Yogi Darmendra, S.Si, M.Sc.

Baca Juga  Hadirkan Guru Besar FEB UGM, Prodi Ilmu Akuntansi Unud Gelar Webinar Nasional SSC

Pada Senin, 4 September 2023, Tim Ahli Lingkungan dari FKP Unud memaparkan hasil kajian yang telah dilakukan di Ruang Rapat BRIDA Kabupaten Badung, yang dihadiri oleh Kepala BRIDA Dr. Suambara Yasa, tim perumus ahli kebijakan lingkungan Kabupaten Badung, serta SKPD terkait. Dalam paparannya, Ketua tim ahli lingkungan, I Gede Hendrawan, Ph.D menyampaikan bahwa dari 10 pantai yang ada di wilayah pesisir barat Bali, Pantai Kuta memang menjadi pantai yang memiliki kondisi sampah terbanyak. Hal tersebut diakibatkan oleh beberapa hal, seperti pola arus yang mengarah ke wilayah tersebut pada musim barat, geomorfologi wilayah pesisir barat Bali, serta waktu tinggal (residence time) yang berpengaruh terhadap menumpuknya sampah laut di wilayah tersebut.

“Musim barat merupakan puncak tertinggi ditemukannya akumulasi sampah yang terdampar di Pantai Kuta, dengan hampir 80%-nya adalah didominasi oleh jenis plastik. Sesuai dengan analisis yang kami lakukan, sampah tersebut terdampar karena pola pergerakan arus dari beberapa wilayah di perairan Jawa seperti Situbondo, Banyuwangi, bahkan dari wilayah Bali seperti Buleleng dan Jembrana,” imbuhnya.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, rekomendasi yang diberikan dibagi ke dalam beberapa aspek seperti sumber daya manusia, teknologi, pendanaan, dan kebijakan yang dipecah kembali untuk jangka waktu pendek (5-10 tahun), menengah (10 – 25 tahun), hingga panjang (> 25 tahun). Selain itu, penekanan rekomendasi yang disampaikan adalah penerapan bantuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan drone sebagai sistem mitigasi awal untuk mengurangi tumpukan serta timbulan sampah di wilayah perairan tersebut.

“Pendekatan kolaboratif, baik dari segi pendanaan dan penelitian untuk mengetahui solusi yang efektif perlu dilakukan, tidak hanya dari skala nasional, bahkan sampai tingkat internasional juga sangat perlu, mengingat permasalahan sampah terutama plastik adalah permsalahan bersama yang perlu diatasi secara kolektif dan kolaboratif,” tutup I Gede Hendrawan, Ph.D., selaku ketua tim kajian.

Baca Juga  Prodi IKL FKP Unud Ikuti Sertifikasi Pilot Drone

Dengan kajian ini, diharapkan dapat meminimalisir permasalahan sampah laut yang terdampar di wilayah pesisir Kabupaten Badung, khususnya pada saat musim barat yang secara langsung berdampak pada kondisi ekologi perairan, ekonomi dalam hal pariwisata, dan estetika yang sudah ada di Pulau Bali sebagai daerah pasiwisata. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tim PKM PM Elingan Raga Gelar Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat di Puskesmas II Denbar
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  Prodi TP FTP Unud Gelar Pendampingan Penyusunan RPS

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi BESTIE Buleleng

Published

on

By

Sosialisasi BESTIE Buleleng bersama DWP
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng terus memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng dalam pertemuan rutin DWP Buleleng yang terselenggara di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat penting bagi para anggota, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua untuk melindungi anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta memberikan pemahaman agar anak mampu melindungi diri dari situasi yang membahayakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, selaku narasumber, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini, komunikasi antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga  Terima Warga Kwanji, Ketua DPRD Badung Fasilitasi Usulan Warga

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng, sebuah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menginspirasi remaja untuk memiliki empati dan menjadi tutor bagi teman sebaya. Program ini dijalankan melalui tiga langkah, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan pada anak dapat menghubungi layanan WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang peduli, meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca