Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tindak Lanjut Instruksi Presiden, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Ikuti Rakornas Dana Transfer Daerah

BALIILU Tayang

:

mahendra jaya
RAKORNAS: Rakornas Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2025, dibuka dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, yang didampingi Pj. Gubernur Mahendra Jaya dan Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Kemendagri Sumule Tumbo, Kamis (6/2) di Kuta Paradiso Hotel. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali S. M. Mahendra Jaya mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2025, Kamis (6/2).

Rakornas yang berlangsung di Kuta Paradiso Hotel melibatkan Sekda, Kepala Bappeda, BPKAD, dan Inspektorat Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia, yang sebagian hadir langsung dan sisanya mengikuti secara daring. Rakornas ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 yang juga berimplikasi pada dana transfer ke daerah. Khusus dana transfer ke daerah, Inpres tersebut dijabarkan dalam SE Bersama Mendagri dan Menkeu mengenai Tindak Lanjut Arahan Presiden Mengenai Pelaksanaan Anggaran Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2025.

Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyambut baik pelaksanaan Rakornas karena bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam mengambil langkah, kebijakan, dan penyesuaian dalam tata kelola pelaksanaan APBD 2025. Menurutnya, langkah penyesuaian penting untuk dilakukan dalam mengimplementasikan SE Bersama Mendagri dan Menkeu RI.

Terkait dengan SE Bersama itu, Mahendra Jaya menyampaikan bahwa Pemprov Bali telah mengambil sejumlah langkah, yaitu menerbitkan surat pemberitahuan kepada seluruh perangkat daerah agar melakukan penundaan proses pengadaan barang/jasa dan atau penandatanganan kontrak barang/jasa yang pengadaannya bersumber dari dana transfer ke daerah. Penundaan ini dilakukan hingga ditetapkannya PP Menkeu mengenai dana transfer ke daerah. Sejalan dengan itu, saat ini Pemprov Bali sedang melakukan proses penyesuaian APBD 2025 dan menyiapkan rancangan Perda tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2025.

Masih dalam sambutannya, ia juga menyampaikan terima kasih karena Kemendagri memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan Rakornas. Pj. Gubernur berharap, suasana Bali memberi vibrasi positif sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Selain itu, di sela-sela Rakornas, ia mengundang para peserta untuk meluangkan waktu menikmati keindahan Bali.

Baca Juga  Peluncuran Vaksinasi PMK 2025, Bali Diharapkan Jadi Zona Hijau

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam upaya menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Ia meminta pemerintah daerah menyesuaikan program dengan visi Asta Cita yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto. “Update regulasi dan kebijakan di daerah untuk menerjemahkan visi tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fatoni juga memberi penekanan pada kebijakan efisiensi yang saat ini tengah ditempuh Presiden Prabowo. Mengacu pada instruksi presiden, Gubernur, Bupati, dan Walikota diminta melakukan penghematan dengan membatasi belanja untuk kegiatan yang bersifat seremonial, mengurangi belanja perjalanan dinas, serta membatasi belanja honorarium. Selain itu, dana hibah langsung, baik berupa uang, barang, maupun jasa, agar diberikan lebih efektif. Daerah diminta memfokuskan anggaran belanja pada target kinerja layanan publik.

Rakornas melibatkan 290 peserta secara offline dan sebanyak 1.356 peserta mengikuti secara daring. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional dan Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Kemendagri. Sedangkan dari Kementerian Keuangan RI dihadirkan Direktur Dana Transfer Umum, Direktur Dana Transfer Khusus, Direktur Dana Insentif Otsus, dan Keistimewaan. Rakornas dibuka dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, yang didampingi Pj. Gubernur Mahendra Jaya dan Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Kemendagri Sumule Tumbo. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

BPR Kanti Gelar Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026

Penguatan Peran Lembaga Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Loading

Published

on

By

seminar nasional BPR Kanti
SEMINAR: Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba bersama para narasumber di acara Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026, yang berlangsung di Pusdiklat BPR Kanti, Batubulan Gianyar, Senin, 8 Desember 2025. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Menutup tahun 2025, BPR Kanti menggelar Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026, yang mengangkat tema “Penguatan Peran Lembaga Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional“. Seminar berlangsung di Pusdiklat BPR Kanti, Batubulan Gianyar, Senin, 8 Desember 2025.

Hadir sebagai narasumber Dr. Roberto Akyuwen (Direktur Utama PT LRT Jakarta/Kepala OJK Jabodebek dan Provinsi Banten 2022-2025); Viraguna Bagoes Oka (Mantan KPW BI Bali-Nusra 2007-2010, praktisi BPR); Ir. Bakri, SE., MM. (Ceo LSP Microfinance Indonesia-BRI Institute); Franky Suhenda (Direktur Utama Jaringan BPR Nusantara), dan Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana (Regional Chief Economist BNI Wilayah 8).

Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun penting bagi perjalanan transformasi lembaga keuangan di Indonesia, termasuk bagi BPR. “Kami bersyukur atas dukungan berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan mitra–mitra strategis di daerah,” ujarnya.

Arya Amitaba menegaskan bahwa seminar ini adalah wujud komitmen BPR Kanti untuk mengembalikan dan memperkuat kolaborasi yang selama ini terjalin, serta memastikan bahwa BPR tetap hadir sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat dan relevan menghadapi tantangan ekonomi nasional.

“Kami melihat bahwa BPR memiliki peran vital, terutama dalam mendorong ekonomi kerakyatan, memperluas inklusi keuangan, dan menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal,” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan panjang pengembangan lembaga keuangan, banyak dinamika telah dilewati. Sejak krisis 1998 hingga berbagai perubahan regulasi, kita belajar bahwa ketahanan sistem keuangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga pada kemampuan lembaga–lembaga lokal seperti BPR dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Terima Kunjungan Kehormatan Wagub Jiangxi

Langkah-langkah penguatan yang dimulai melalui berbagai lembaga masyarakat dan lembaga agama pada awal 2000-an, kemudian berlanjut dengan penguatan digitalisasi pasca 2021, menunjukkan bahwa BPR harus terus beradaptasi untuk bertahan dan berkembang.

“Di Bali, kami turut menjadi bagian dari perjalanan ini. BPR Kanti berkomitmen untuk menjadi lembaga keuangan yang selalu ada solusi, bermakna, religius dan bermanfaat, sebagaimana nilai yang kami pegang sejak awal,‘‘ tegasnya.

Saat ini, sebut Arya Amitaba bahwa BPR tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Digitalisasi bukan lagi opsi, tetapi keharusan. Karenanya pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT Jaringan BPR Nusantara, untuk memperkuat sistem layanan, meningkatkan keamanan data, dan memastikan proses operasional berjalan lebih cepat dan efisien.

“Kami percaya bahwa BPR yang kuat adalah BPR yang mampu memanfaatkan teknologi, namun tetap mempertahankan sentuhan humanis yang menjadi kekuatan utamanya,“ ucapnya.

Menuju Outlook Ekonomi 2026

Memasuki 2026, BPR Kanti optimis bahwa peran BPR akan semakin penting. Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada pemerataan akses pembiayaan, penguatan UMKM, dan kemampuan lembaga keuangan lokal untuk menjaga sirkulasi ekonomi di daerah.

Melalui forum ini, pihaknya berharap lahir gagasan, strategi, dan rekomendasi konkret yang dapat menjadi bahan bagi para regulator maupun pelaku industri dalam mempersiapkan arah kebijakan di tahun-tahun mendatang. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Posyandu Paripurna Tahap Kedua di Denpasar Selatan Resmi Ditutup

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Dorong Sinergitas dalam Melayani Masyarakat

Loading

Published

on

By

Posyandu Paripurna Denpasar
TUTUP POSYANDU: Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menutup Posyandu Paripurna Balita, Ibu Hamil dan Lansia Kota Denpasar Tahap Kedua pada Senin (8/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Posyandu Paripurna Balita, Ibu Hamil dan Lansia Kota Denpasar tahap kedua yang berlangsung di dua lokasi di Kecamatan Denpasar Selatan resmi ditutup pada Senin (8/12).

Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menutup Posyandu Paripurna tahap kedua ini di dua lokasi berbeda. yakni di Banjar Pembungan, Kelurahan Sesetan dan Banjar Peken, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut yakni Ketua TP-PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara beserta jajaran TP. PKK Kota Denpasar.

Lokasi pertama yang disambangi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa yakni Banjar Pembungan, Kelurahan Sesetan. Ny. Ayu Kristi dilokasi ini didampingi Bendesa Adat Sesetan, Made Sudama, Lurah Sesetan, Wayan Gede Gita Prayudi dan Perwakilan Puskesmas 1 Densel. Di lokasi ini kegiatan Posyandu diikuti  sebanyak 40 orang Lansia, 60 Balita dan 6 ibu hamil. Kegiatan dibantu oleh tim dari Puskesmas 1 Densel.

Sementara lokasi kedua yang dikunjungi yakni di Banjar Peken, Kelurahan Serangan diikuti sebanyak 45 Balita, 60 orang Lansia, dan 2 Ibu Hamil. Kegiatan dibantu oleh tim dari Puskesmas 3 Densel. Dilokasi ini juga diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Di sela-sela kegiatan, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa  menyampaikan terimakasih atas partisipasi dari semua pihak. Baik dari para ibu hamil, balita, dan lansia serta peran aktif tak kenal lelah para Kader PKK yang telah mensukseskan kegiatan Posyandu Paripurna Tahap Kedua Kota Denpasar Tahun 2025, sehingga layanan dasar kepada masyarakat Kota Denpasar bisa berjalan lancar hingga saat ini.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan TP-PKK Kota Denpasar kami menyampaikam ucapan terima kasih atas partisipasi semua pihak. Posyandu Paripurna ini sebagai wadah memonitor secara dini masalah yang ada di masyarakat, tidak hanya terkait masalah kesehatan tapi juga ranah sosial dan lainnya,” ujar Ayu Kristi Arya Wibawa.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Hadiri Penyerahan DIPA 2025 dan Peluncuran E-Katalog 6.0

Dijelaskan pula bahwa, peran Posyandu saat ini tidak meliputi masalah kesehatan saja, karena  mulai awal bulan Januari tahun 2026 pelaksanaan Posyandu di Kota Denpasar sudah bertransformasi dari layanan kesehatan dasar menjadi pusat pelayanan terpadu. Hal ini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) meliputi Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas).

Ny. Ayu Kristi juga menyampaikan, nantinya masayarakat dapat melaporkan permasalahan yang meliputi enam SPM ini dan akan diteruskan Kader Posyandu mulai ke Perbekel/Lurah, Camat dan OPD terkait.

Dalam kesempatan tersebut Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa juga  mengucapkan terimakasih kepada para Kader Posyandu yang sudah mengawal berjalannya Posyandu Paripurna di Kota Denpasar. Semoga rangkaian pelaksanaan Posyandu Paripurna di Kota Denpasar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan semoga selanjutnya dapat terselenggara secara berkelanjutan. “Sinergitas antara TP PKK Kota Denpasar dan juga para kader Posyandu ini merupakan dasar utama dalam upaya memberikan layanan kesehatan bagi ibu hamil, lansia serta balita di Kota Denpasar,” ucap Ayu Kristi.

Sementara Lurah Sesetan, Wayan Gede Gita Prayudi menjelaskan, kegiatan posyandu rutin dilakukan di banjar yang ada di wilayahnya. Dalam pelaksanaanya kegiatan ini mendapatkan pendampingan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk pemeriksaan dan pemantauan. Dijelaskan pula bahwa fokus Posyandu yakni pemantauan Stunting dan upaya penurunan angka stunting. Pihaknya berkomitmen untuk terus memaksimalkan  pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Harapan kami kegiatan posyandu ini dilaksanakan berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi warga kami dan secara umum masyarakat Kota Denpasar, utamanya fokus kegiatan seperti menurunkan angka stunting di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TPA Suwung Ditargetkan Tutup Desember 2025, KLH Bali Matangkan Langkah Teknis

Published

on

By

penutupan TPA suwung
PEMBAHASAN: Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, I Made Rentin, memimpin pembahasan teknis penutupan TPA tersebut bersama pemerintah kabupaten/kota terkait dan pemangku kepentingan lainnya di Kantor Dinas KLH Provinsi Bali, Denpasar, Senin (8/12). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI terkait penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung yang selama ini masih menggunakan sistem open dumping. Penutupan total ditargetkan rampung paling lambat 23 Desember 2025.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, I Made Rentin, memimpin pembahasan teknis penutupan TPA tersebut bersama pemerintah kabupaten/kota terkait dan pemangku kepentingan lainnya di Kantor Dinas KLH Provinsi Bali, Denpasar, Senin (8/12).

Rentin menjelaskan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 921 Tahun 2025 tentang penerapan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah untuk menghentikan sistem pembuangan terbuka di TPA Suwung. Keputusan tersebut diterbitkan pada 23 Mei 2025 dan memberi batas waktu 180 hari untuk menghentikan praktik open dumping.

“TPA Suwung hanya boleh menerima sampah residu. Sampah organik dan anorganik wajib diselesaikan di sumbernya, mulai dari rumah tangga hingga desa dan kelurahan,” ujar Rentin.

Sebagai langkah transisi, pemerintah mendorong optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber melalui penguatan peran TPS-3R, TPST, dan program Teba Modern. Pemanfaatan mesin pencacah, dekomposer, serta teknologi pengomposan dipercepat, termasuk optimalisasi operasional Pusat Daur Ulang (PDU) dan penyediaan mesin insinerator yang telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Denpasar dan Badung, dua daerah yang selama ini masih membuang sampah ke TPA Suwung, telah mulai mengurangi volume pengangkutan ke TPA. Kabupaten Badung dinilai cukup progresif karena melibatkan desa-desa secara masif dalam penguatan TPS-3R dan TPST.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa kunci utama penyelesaian persoalan sampah terletak pada pemilahan sejak dari sumber. Pasca-23 Desember 2025, TPA Suwung hanya akan berfungsi sebagai lokasi pemrosesan akhir sampah residu.

Baca Juga  Peluncuran Vaksinasi PMK 2025, Bali Diharapkan Jadi Zona Hijau

Pembahasan teknis itu dihadiri Koordinator Tim Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Prof. Luh Riniti, jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca