Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tindak Lanjuti Arahan Gubernur Koster, Pemprov Bali Siapkan Mekanisme Gas LPG 3 Kg Murah di Masyarakat

BALIILU Tayang

:

dewa indra
Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Hiswana Migas Bali melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra (24/1) bertempat di Ruang Rapat Setda, Kantor Gubernur Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Menindaklanjuti arahan Gubernur Bali Wayan Koster terkait dengan adanya Disparitas harga gas LPG 3 Kg sebagai dampak dari Peraturan Gubernur Bali No. 63 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Gubernur Bali No. 48 Tahun 2014 tentang Harga Ecer Tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kilogram, Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Hiswana Migas Bali melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Selasa (24/1) bertempat di Ruang Rapat Setda, Kantor Gubernur Bali.

Sebelumnya ramai diberitakan bahwa LPG 3 Kg mengalami kenaikan hingga mencapai 25 ribu rupiah di tingkat pengecer. Namun hal ini dibantah oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, IB Setiawan. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Gubernur terakhir telah ditetapkan bahwa HET LPG 3 Kg di tingkat pangkalan adalah 18 ribu. “Kalau di pangkalan sudah ditetapkan 18 ribu maka di pengecer ada margin 2 ribu itu masuk akal,” ungkap Setiawan.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali mendorong adanya stabilitas harga Gas LPG 3 Kg agar tidak mengalami peningkatan terlalu signifikan dan harga ecer yang dinikmati masyarakat tidak lebih dari 20 ribu rupiah.

dewa indra
Hismawa Migas saat survei ke pedagang gas LPG 3 Kg. (Foto: ist)

Sementara itu Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Bali, Dewa Ananta mendorong masyarakat untuk dapat membeli gas LPG 3 Kg langsung pada pangkalan atau pada SPBU terdekat. Ia juga menjamin tidak ada permainan harga di tingkat pangkalan, harus sesuai dengan HET yang telah ditentukan. “Bilamana ada pangkalan yang sudah diatur keberadaannya menjual lebih dari 18 ribu siap ditindak karena sudah ada payung hukumnya,” ungkapnya. Penyesuaian HET LPG 3 Kg menurutnya tidak terlepas dari beban biaya operasional distribusi tabung Gas LPG 3 Kg yang dirasa perlu dilakukan penyesuaian.

Baca Juga  RADIASI Ke-31 Himafi FMIPA Unud Harap Tingkatkan Semangat Kekeluargaan

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra meminta agar monitoring dan pembinaan terus dapat dilakukan tidak hanya pada tingkat pangkalan namun juga pada tingkat pengecer. “Jika ada pelanggaran akan diberikan surat peringatan dan jika melakukan pelanggaran lagi akan ditindak secara hukum,” tegas Dewa Made Indra memberikan arahan kepada Kasatpol PP Bali. Ia juga meminta agar keberadaan pangkalan Gas LPG 3 Kg disampaikan secara luas kepada masyarakat.

“Kalau perlu buat surat kepada Bupati/Walikota untuk diteruskan kepada Camat dan Kepala Desa tentang keberadaan pangkalan ini. Semacam mengedukasi masyarakat. Ini loh ada pangkalan, belinya disini,” ungkap Made Indra.

Di samping itu Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Hiswana Migas Bali bekerja sama dan akan melakukan inventarisasi sebaran pangkalan Gas LPG 3 Kg sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat hingga tingkat terendah. Harapannya masyarakat dapat menjangkau pangkalan Gas LPG 3 Kg dengan mudah sehingga dapat memperoleh harga yang lebih murah yaitu 18 ribu rupiah sesuai dengan Pergub yang telah ditetapkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Lantik Direktur BLUD Taman Budaya, Bupati Sanjaya Dorong Pengelolaan Fasilitas Publik Lebih Profesional

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik Direktur BLUD Taman Budaya di Wantilan Singasana RJ Bupati.
LANTIK: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat melantik Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Budaya yang berlangsung di Wantilan Singasana RJ Bupati, Kamis (13/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mendorong penguatan tata kelola aset daerah agar mampu memberikan pelayanan publik yang semakin optimal. Upaya tersebut ditandai dengan dilantiknya Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Budaya oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam acara yang berlangsung di Wantilan Singasana RJ Bupati, Kamis (13/8).

Pada kesempatan tersebut, I Gusti Gede Krishagung Sunda Dewata Putra, S.E., resmi dilantik sebagai Direktur BLUD Taman Budaya. Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta Jero Bendesa Adat Kota Tabanan.

Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menghadirkan pola pengelolaan fasilitas publik yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Keberadaan BLUD Taman Budaya diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan berbagai fasilitas, khususnya Gedung Kesenian I Ketut Marya, sehingga tidak hanya terjaga dari sisi pemeliharaan, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya para seniman dan pelaku kegiatan kreatif.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa pembentukan BLUD Taman Budaya bukanlah sebuah gagasan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari kebutuhan untuk menjawab berbagai persoalan dalam pengelolaan fasilitas publik. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya membangun fasilitas, tetapi juga harus memastikan fasilitas tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. “Ini adalah ada sebuah ide gagasan dan terobosan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sangat luar biasa demi pelayanan masyarakat Tabanan yang kita cintai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menambahkan proses birokrasi yang kurang optimal cender menghambat pelayanan dan proses pemeliharaan fasilitas umum dan sosial yang ada. “Jujur kita akui, selama saya menjadi Wakil Bupati dua periode, banyak yang saya lihat perlu dioptimalisasi dalam pelayanan. Pemerintah memang mampu membangun berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, tetapi dalam pengelolaan dan pemeliharaannya terkadang masih terkendala birokrasi yang cukup panjang. Ini bukan karena OPD tidak baik, tetapi proses birokrasi tersebut yang terkadang membuat pelayanan menjadi terhambat.” imbuhnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu Berhasil Sembuhkan Pasien WNA, Tingkatkan Citra Pariwisata di Mata Dunia

Mengambil contoh pengelolaan Gedung Kesenian I Ketut Marya, Bupati Sanjaya menekankan dalam pengelolaan fasilitas umum ini membutuhkan perhatian secara menyeluruh yang dirasa tidak cukup diampu oleh satu perangkat daerah namun memerlukan perhatian secara inklusif mulai dari pemeliharaan, kebersihan, penerangan, keamanan hingga pengelolaan berbagai kegiatan. Kondisi tersebut membutuhkan tata kelola yang lebih fleksibel dan responsif.

Melalui pengelolaan berbasis BLUD, pihaknya berharap sumber-sumber pendapatan yang diperoleh dapat kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan fasilitas. Terlebih, dengan adanya berbagai event dan aktivitas di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya dan sekitarnya turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Pendapatan dari sektor parkir, UMKM, serta pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut tercatat mengalami peningkatan. Bupati Sanjaya meyakini kehadiran BLUD Taman Budaya dapat menjadi salah satu terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di sekitar fasilitas yang dikelola. Ke depan, pola serupa juga diharapkan dapat diterapkan pada fasilitas lain yang masih dikelola pemerintah, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan selamat kepada Direktur BLUD Taman Budaya yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan dedikasi, sehingga mampu membawa pengelolaan Taman Budaya semakin baik serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujud Nyata Pengabdian TNI AD untuk Masyarakat Buleleng, Pangdam IX/Udayana Resmikan Jembatan Garuda

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, Buleleng.
RESMIKAN JEMBATAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan Jembatan Garuda sepanjang 60 meter yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kamis (13/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui karya nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di Kabupaten Buleleng, Bali, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan Jembatan Garuda sepanjang 60 meter yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kamis (13/8/2026).

Bertempat di Banjar Dinas Bukit Sakti, Desa Lokapaksa, peresmian Jembatan Garuda menjadi bagian dari rangkaian peresmian secara nasional 3.395 jembatan yang dibangun TNI-Polri serta 3.000 sumber air bersih oleh TNI AD, yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Negara, Jakarta.

Jembatan yang kini berdiri kokoh tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi aktivitas perekonomian, pendidikan dan sosial, sekaligus memperkuat konektivitas antardesa.

Dalam peresmian nasional tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan laporan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkait pembangunan ribuan jembatan TNI dan 3.000 sumber air bersih TNI AD. Dari Kabupaten Lebak, Banten, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan laporan terkait pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang dilaksanakan jajaran Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Kasad, Kapolri dan seluruh jajaran yang telah menunjukkan dedikasi dalam menyelesaikan program tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kita lihat sendiri bahwa kita adalah bangsa yang bersatu, bergotong royong antara masyarakat dengan TNI Polri dalam menyelesaikan program ini dan nantinya satu tujuan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Presiden RI Prabowo Subianto.

Seusai mengikuti video conference bersama Presiden RI, Kasad, Kapolri dan jajaran, Pangdam IX/Udayana didampingi Kasrem 163/Wira Satya, Aster Kasdam IX/Udayana, Kazidam IX/Udayana, Kapendam IX/Udayana, unsur Forkopimda Provinsi Bali, Forkopimda Kabupaten Buleleng serta tokoh masyarakat, kemudian meresmikan Jembatan Garuda.

Baca Juga  RADIASI Ke-31 Himafi FMIPA Unud Harap Tingkatkan Semangat Kekeluargaan

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pangdam IX/Udayana, sebagai simbol selesainya pembangunan sekaligus dimulainya pemanfaatan jembatan bagi masyarakat Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari komitmen TNI untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat melalui karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Kita telah bersama-sama mengikuti video conference dengan Presiden RI, Kasad, Kapolri dan seluruh jajaran untuk meresmikan jembatan serta program air bersih yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini merupakan upaya nyata untuk membantu mengatasi kesulitan yang selama ini dialami oleh masyarakat,” ungkap Pangdam.

Pangdam juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan Garuda agar dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Jembatan ini agar kita rawat dan jaga bersama. Apabila terdapat kerusakan, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti dan diperbaiki. Mari kita jaga fasilitas yang telah dibangun untuk kepentingan masyarakat ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang,” pesan Mayjen TNI Piek Budyakto.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan semata-mata menghadirkan sarana fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun serta meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk nyata komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jembatan Garuda ini bukan sekadar sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas dan harapan masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, akses antara Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit menjadi lebih mudah, sehingga diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, kegiatan perekonomian, pendidikan maupun aktivitas sosial lainnya,” ujar Kapendam.

Baca Juga  Pemprov Bali Apresiasi Peluncuran ‘’Yunnan Hand in Hand’’

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya sinergi dan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako oleh Pangdam IX/Udayana kepada warga setempat, dilanjutkan dengan foto bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar, Angkat Desainer Lokal dan Perkuat Ekosistem Wastra Bali

Published

on

By

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara pada Fashion Road Show Goes to Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya.
DBFRS: Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (12/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menghadirkan Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar sebagai ruang untuk memperkenalkan, mengembangkan, dan memperkuat eksistensi desainer serta wastra lokal Bali.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (12/8), dan dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, para desainer, model, pelaku industri kreatif, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bahwa kegiatan fashion show ini secara khusus menjadi ruang untuk mengangkat dan memberikan kesempatan kepada para desainer asal Bali agar semakin dikenal dan berkembang.

“Memang kami khusus ingin mengangkat para desainer Provinsi Bali. Kami memiliki trilogi fashion show, salah satunya Dekranasda Bali Fashion Day yang diselenggarakan setiap bulan dan diisi oleh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan keindahan busana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengangkat kain tradisional Bali agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kain tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Hal ini sudah terlihat dari geliat dan omzet yang dihasilkan melalui program Bali Bangkit,” jelasnya.

Ny. Putri Koster menambahkan, Dekranasda Bali juga memiliki program tahunan dengan mengajak para desainer yang telah mapan di Bali untuk mengenal dan memperluas jejaring ke dunia luar. Hal ini dilakukan agar para desainer Bali mampu menjadi trendsetter mode sekaligus mempertahankan dan memperkuat pasar lokal.

Ia mengajak masyarakat Bali untuk bangga menggunakan karya desainer lokal dan kain tradisional yang diproduksi oleh para perajin Bali.

Baca Juga  Kunjungi Polda Bali, Ini yang Disampaikan Kapolri

“Mari kita dengan bangga mempergunakan desainer-desainer lokal kita. Kita harus bangga menggunakan kain yang ditenun oleh orang Bali,” ajaknya.

Lebih jauh, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa industri fashion memiliki ekosistem yang saling berkaitan. Ketika masyarakat menggunakan kain tradisional, akan tumbuh kebutuhan terhadap tenaga penjahit. Para penjahit kemudian akan berkembang bersama para desainer, sementara para desainer juga membutuhkan model untuk memperkenalkan karya-karyanya.

“Dari kain membutuhkan tukang jahit. Tukang jahit akan tumbuh bersama para desainer. Kemudian desainer membutuhkan para model. Jadi adik-adik Bali yang cantik-cantik ini juga bisa diberdayakan oleh para desainer,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster yang selama ini dinilai senantiasa menjadi inspirasi bagi daerah dalam menggemakan dan melestarikan wastra Bali.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Ketua Dekranasda Provinsi Bali karena dalam kepemimpinan Ibu senantiasa menjadi inspirasi di daerah dalam menggemakan wastra Bali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan di Dharma Negara Alaya, Denpasar, serta memberikan apresiasi kepada seluruh desainer yang terlibat dalam gelaran Wastra Hita Kara.

Menurut Ny. Sagung Antari, wastra Bali tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga mengandung nilai seni dan budaya serta menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur.

“Ketika kita memakai kain tradisional Bali, maka itu artinya kita sudah mendukung IKM dan UKM kita sekaligus menjaga kelestarian,” katanya.

Ia berharap kegiatan fashion show tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar, khususnya bagi para perajin, desainer, penjahit, model, serta pelaku usaha yang bergerak dalam ekosistem fashion dan wastra Bali.

Baca Juga  Audisi Mixologi Arak Bali Tampilkan Racikan Inovatif dengan Sentuhan Budaya Lokal

Gelaran Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar kemudian dilanjutkan dengan fashion show yang menampilkan karya sejumlah desainer Bali. Peragaan diawali dengan karya Turah Mayun AAA, kemudian diselingi penampilan Gus Teja yang sekaligus mengiringi rangkaian fashion show.

Selanjutnya, karya yang ditampilkan antara lain dari Taksu Design, Lusi Damai, Paras Bali, Arunika, Deluxe, Kwace Bali, serta Body & Mind.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Bali terus mendorong tumbuhnya ekosistem fashion lokal yang melibatkan perajin, desainer, penjahit, model, hingga masyarakat sebagai konsumen. Dengan demikian, penggunaan wastra Bali tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup dan kebanggaan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca