Denpasar, baliilu.com – Dari hari ke hari dukungan dari berbagai kalangan terhadap pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara terus mengalir. Tidak saja membulatkan dukungan bakal memenangkan Paket AMERTA nomor urut 2 pada Pilwali 9 Desember mendatang, juga menyampaikan keluhan-keluhan terhadap kondisi Denpasar saat ini.
Di antaranya keluhan kehilangan pekerjaan, masalah pendidikan, sampai ketidakpuasan dengan fasilitas umum seperti taman kota, toilet umum dll yang tidak seperti di tempat lain padahal Denpasar adalah ibu kota Provinsi Bali.
Calon Walikota Gede Ngurah Ambara Putra menyampaikan jika persoalan-persoalan masyarakat ini segera bisa dituntaskan, maka Denpasar sudah seharusnya melakukan perubahan demi harapan baru yang diidamkan masyarakat. Karena itu, Paslon AMERTA meluncurkan program melalui visinya yang sangat bisa diterima masyarakat yaitu smart city, berbudaya dan berdaya saing. ‘’Program kita tidak muluk-muluk dan sangat bisa diterima masyarakat dan jelas keberpihakannya kepada masyarakat,’’ ungkap Gede Ngurah Ambara Putra saat menerima para relawan di rumah perubahan Jalan Tulip, Denpasar, Minggu (15/11) sore.
Seperti permasalahan di bidang pendidikan dimana terjadi ketimpangan antara jumlah tamatan dengan daya tampung di sekolah negeri. Tamatan Sekolah Dasar di Kota Denpasar ada 14.000 tiap tahunnya, sementara yang bisa diterima di Sekolah Menengah Pertama Negeri baru 3.700 orang tiap tahunnya. Ada 10.000 anak tamatan Sekolah Dasar yang tidak mendapatkan perhatian.
Terhadap masalah ini, program AMERTA di bidang pendidikan jelas tidak akan mendikotomi antara pendidikan negeri dan swasta. ‘’Bagaimana anak-anak yang 10.000 ini kita subsidi supaya gratis, atau sekolah-sekolah swasta di Denpasar kita tingkatkan akreditasi atau kualitasnya sehingga sama dengan sekolah negeri. Supaya tidak membeda-bedakan untuk menghindari permasalahan yang selalu terjadi setiap tahun ajaran baru,’’ terang Ngurah Ambara seraya menyampaikan program AMERTA memberikan subsidi di bidang kesehatan begitu juga subsidi di bidang pendidikan.
Dengan visi berbudaya dan berdaya saing, kata Ambara harapannya masyarakat Denpasar bisa meniru program yang sudah dilaksanakan di China, Korea, dan Jepang. Dimana setelah tamat SMA pemerintah Kota Denpasar seharusnya bisa memberikan beasiswa dalam menempuh program S2 atau S3 sehingga generasi muda Denpasar bisa memiliki daya saing, supaya tidak seperti di Jakarta dimana gedungnya tinggi-tinggi, jalannya lebar-lebar kesempatan kerjanya luas tapi tidak bisa menyerap tenaga kerja masyarakat lokal Jakarta sendiri karena daya saingnya tidak memadai.
“Kami rasa ke depannya Denpasar ini hampir seperti Jakarta karena Denpasar ini sangat diminati oleh investor dan jika dikelola benar sesungguhnya Denpasar ini tidak kurang lapangan pekerjaan,” ungkap Ambara.
Persoalan pengangguran juga tak kunjung tuntas dimana meningkat dari 2 % menjadi 7%. ‘’Kita berharap UMKM bisa mengurangi jumlah pengangguran, namun kendalanya adalah UMKM tidak akan bisa berjalan tanpa adanya daya beli masyarakat. Untuk itu kami menghimbau pemerintah agar tetap memberikan stimulus-stimilus kepada masyarakat. Hal ini untuk menjaga pertumbuhan ekonominya,’’ ujar Ambara.
Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Denpasar dari Fraksi Golkar Nyoman Duaja yang mendampingi pertemuan Paslon AMERTA dengan para relawan Denpasar menyebutkan agenda dari komisi IV adalah akan membangun SMP Negeri 15 yang berlokasi di Dusun Mergaya Desa Pemecutan Kelod. Rencananya gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah mangkrak 8 tahun akan dialihfungsikan menjadi gedung sekolah. Itu akan diusulkan ke provinsi karena lahan tersebut milik provinsi.
Calon Wakil Walikota Denpasar Made Bagus Kertha Negara mengimbuhkan, “Pada intinya kalau tidak sejak dini kita mengarahkan anak-anak muda kemungkinan mereka akan tercerai berai. ‘’Jadi sudah menjadi tugas dari Pemerintah Kota Denpasar untuk menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan anak anak muda yang positif.’’
Untuk itu Paslon AMERTA berjanji untuk membuatkan sebuah tempat sehingga mereka bisa berkolaborasi seperti gedung-gedung olah raga, arena balap bagi anak-anak yang suka balap, demikian juga bagi anak-anak yang suka IT maka akan disekolahkan dan diberikan beasiawa bagi yang kurang mampu.
“Jika kami terpilih untuk memimpin Kota Denpasar kami akan mewujudkan apa yang sudah kami janjikan, dan jika dalam 2 tahun kami tidak bisa memenuhi janji itu kami siap mundur,” pungkas Ketha Negara. (*/eka)