Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Target UCJ, Sekda Dewa Indra Dorong Pemangku Kepentingan Buka Opsi Non-Fiskal

BALIILU Tayang

:

sekda dewa indra
RAKOR: Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat memimpin rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah se-Provinsi Bali untuk membahas komitmen Pemerintah Daerah dalam peningkatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Tahun 2025 berlangsung di Four Star by Trans Hotel, Rabu (4/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, memimpin rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah se-Provinsi Bali untuk membahas komitmen Pemerintah Daerah dalam peningkatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Tahun 2025. Acara berlangsung di Four Star by Trans Hotel, Rabu (4/6).

Dewa Made Indra menyampaikan bahwa jangkauan perlindungan ketenagakerjaan di Provinsi Bali telah mencapai 52,33%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dari target RPJMN untuk Provinsi Bali pada tahun 2025, yaitu sebesar 67,69%.

“Masih terdapat selisih sebesar 15,36% yang harus kita capai. Waktu dan peluang masih ada; masih 6 bulan lagi. Kemampuan kita juga masih ada,” ujar Dewa Made Indra.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk terus berupaya memperluas jaminan perlindungan ketenagakerjaan, tidak hanya bagi sektor formal tetapi juga sektor informal.

“Ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja. Semua pekerja, baik di sektor formal maupun informal, idealnya mendapatkan jaminan perlindungan ketenagakerjaan agar jika terjadi kecelakaan atau kematian, ada perlindungannya,” imbuhnya.

Dewa Made Indra menegaskan bahwa upaya peningkatan Universal Coverage Jamsostek tidak harus selalu menggunakan instrumen APBD. Ia mendorong pemangku kepentingan dan pemerintah kabupaten/kota untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan peluang non-fiskal guna meningkatkan jumlah kepesertaan Jamsostek di Provinsi Bali.

“Masih banyak perusahaan dan UMKM yang belum memberikan jaminan perlindungan ketenagakerjaan kepada karyawannya. Mari kita bangun komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan sinergi. Saya optimis target 67,69% dapat kita capai pada akhir tahun 2025,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara Papua, Kuncoro Budi Winarno, menyampaikan bahwa Universal Coverage Jamsostek (UCJ) adalah cakupan perlindungan jaminan ketenagakerjaan yang menjadi prioritas pemerintah untuk melindungi seluruh tenaga kerja.

Baca Juga  Terima Komite III DPD RI, Sekda Dewa Made Indra Sampaikan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali Terus Meningkat

“Provinsi Bali menghadapi tantangan tersendiri untuk mencapai target UCJ, terutama bagi pekerja di sektor informal,” jelas Kuncoro.

Kuncoro menjelaskan bahwa per 31 Mei 2025, cakupan Jamsostek di Provinsi Bali mencapai 52,33% dari total 1,7 juta pekerja di provinsi ini. Masih terdapat 816 ribu pekerja yang belum terlindungi, mayoritas berada di sektor informal. Ia berharap para pengambil kebijakan dapat memainkan peran lebih aktif sesuai kewenangan masing-masing untuk merumuskan kebijakan dan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Resmi Dikukuhkan, 76 Anggota Paskibraka Siap Bertugas pada Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Published

on

By

Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengukuhkan anggota Paskibraka tahun 2026 dalam upacara di Istana Negara, Jakarta
PENGUKUHAN PASKIBRAKA: Pengukuhan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam upacara yang digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Istana Negara, Jakarta.  (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam upacara yang digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Dalam upacara tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertindak sebagai pembina upacara, sementara Julita Rista Lestari dari Kalimantan Timur bertindak selaku pemimpin upacara. Rangkaian upacara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.

Selanjutnya, Julita mewakili seluruh calon anggota Paskibraka untuk memegang bendera Merah Putih saat pengucapan ikrar Putra Indonesia. Ikrar tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dan diikuti oleh seluruh anggota Paskibraka Tahun 2026.

Setelah pengucapan Ikrar Putra Indonesia, Wakil Presiden Gibran kemudian membacakan pernyataan pengukuhan sebagai tanda resmi dikukuhkannya 76 pelajar sebagai anggota Paskibraka Tahun 2026.

“Dengan memohon rida Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan ini saya kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat Tahun 2026 yang akan bertugas di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus, tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam menjalankan tugas negara,” ucap Wakil Presiden Gibran.

Sebagai tanda pengukuhan Paskibraka, Wakil Presiden Gibran selaku pembina upacara secara simbolis menyematkan Lencana Merah Putih Garuda dan pemasangan kendit kepada pemimpin upacara. Adapun 76 nama anggota Paskibraka yang dikukuhkan, yakni:

  1. Aceh: Muhammad Hibban Annafis dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang;
  2. Sumatra Utara: Gussa Oliver Nainggolan dan Felesia Rismaito Munthe;
  3. Sumatra Barat: Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim;
  4. Riau: Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha;
  5. Jambi: Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri;
  6. Sumatra Selatan: Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi;
  7. Bengkulu: M. Aryo Wira Zandhyka Y. dan Nadine Permata Vanza;
  8. Lampung: Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azahra Salsabila;
  9. Kepulauan Bangka Belitung: Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah;
  10. Kepulauan Riau: Muhammad Salman Farisi dan Raudah Mabrura;
  11. DKI Jakarta: Muazzam Saqif Hasani Siregar dan Latiesha Firenzie Bharata;
  12. Jawa Barat: Baruno Wicaksono dan Aisha Calista Permata;
  13. Jawa Tengah: Hilmi Tisna Yuwanda dan Qothrunnada Azzahra Husna;
  14. Daerah Istimewa Yogyakarta: Ahmad Raditya dan Anggita Ayu Mahanani Hanifah;
  15. Jawa Timur: Reihan Nifan Arkana dan Angelica Theona Putri;
  16. Banten: Chaysar Purnama Putra dan Adzra Khairy Fadian;
  17. Bali: I Made Dwi Sathya Kurniawan dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani;
  18. Nusa Tenggara Barat: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dan Belvana Rolanda Vindia Kurniawan;
  19. Nusa Tenggara Timur: Atanasius Meyllano Frans Yogar dan Eighteen Jeanette Hekboy;
  20. Kalimantan Barat: Mirza Rafi Navazani dan Celine Olivia Apriani Theo;
  21. Kalimantan Tengah: Muhammad Azham Alfarizqi dan Ajeng Bunga Safitri;
  22. Kalimantan Selatan: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dan Siti Nur Adlina;
  23. Kalimantan Timur: Gus Luthfy Azka Nararya dan Julita Rista Lestari;
  24. Kalimantan Utara: Muhammad Zainal Ihsan dan Desy Natalia;
  25. Sulawesi Utara: Gabriel Gilbert Miller Kamasi dan Faith Louisa Tabita Maengkom;
  26. Sulawesi Tengah: Fahriansyah Rihama dan Chintya Graciella Rorong;
  27. Sulawesi Selatan: Juan Pablo dan Taswina Putri;
  28. Sulawesi Tenggara: Laode Reyhan Putra Satria Korwa dan Waode Bintang Adisya;
  29. Gorontalo: Muhammad Azka Gaib dan Khasyifa Anindi Sudarmanto;
  30. Sulawesi Barat: M. Deni Fikri dan Ismi Ulfaida;
  31. Maluku: Louise Adriano Hutasoit dan Cinzia Christovani Marantika;
  32. Maluku Utara: Haikal Khadafi H. Laode dan Mardhatilla A. Putri;
  33. Papua: Johanes Matius Paulus Rumsayor dan Neeltje Deliana Insjowi Werimon;
  34. Papua Barat Daya: Pieter Felix Paskah Yapen dan Vila Delvia Nauri;
  35. Papua Barat: Marco Marcel Kurei dan hasna Iriani Rumbiak;
  36. Papua Selatan: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen dan Kristina Ndiken;
  37. Papua Tengah: Christopher Leon Bringga Tabuni dan Gladys Manuella Aibekob; dan.
  38. Papua Pegunungan: Michael Marchel Winka Fakdawer dan Julia Maharani Dabi.
Baca Juga  Pantau Pelaksanaan SKD, Sekda Dewa Indra Ingatkan Pelamar CPNS Tak Percaya Calo

Acara pengukuhan diakhiri dengan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka oleh Wakil Presiden dan diikuti oleh para tamu undangan lainnya. Tampak hadir dalam acara pengukuhan yakni para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kukuhkan 72 Anggota Paskibraka, Gubernur Koster: Bertugas Penuh Tanggung Jawab, Kompak dan Cinta Tanah Air

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengukuhkan 72 anggota Paskibraka Provinsi Bali Tahun 2026 di Gedung Wiswasabha Utama, Denpasar.
KUKUHKAN PASKIBRAKA: Gubernur Bali Wayan Koster saat mengukuhkan 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengukuhkan 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026. Pengukuhan berlangsung di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (15/8/2026).

Ke-72 anggota Paskibraka tersebut akan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Bali. Mereka terbagi dalam Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45, yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan rasa cinta Tanah Air. Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta membentuk generasi muda Bali yang berkarakter dan berintegritas.

“Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Jaga kehormatan sebagai anggota Paskibraka dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus mengabdi kepada bangsa dan daerah,” pesan Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dipimpin Sekda Dewa Indra, Pemprov Inisiasi Gerakan Bersama Restorasi Terumbu Karang di Perairan Pemuteran
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Diplomasi Ekonomi, Pemprov Bali Buka Peluang Investasi Eropa di Sektor Kesehatan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat jejaring kerja sama internasional untuk membuka peluang investasi sekaligus mempercepat pengembangan sektor-sektor strategis daerah. Salah satunya melalui penguatan sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, khususnya dalam membangun koneksi dengan mitra Eropa.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8).

Dari jajaran Kemlu, pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha, Ketua Koordinator Diplomasi Kesehatan Amerop Rossy Verona, Wakil Ketua Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) F. Bernard Loesi, Wakil Ketua IEBF Yudhono Irawan, serta Koordinator Fungsi Cluster Rusia, Belarus, Armenia, Dit Eropa II Dandy L. Soeparan.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha menyampaikan perkembangan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF), sebuah forum yang mempertemukan pemangku kepentingan, perusahaan Indonesia, perusahaan Eropa, serta mitra strategis dari kawasan Eropa.

Forum tersebut dinilai menjadi salah satu pintu masuk penting untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia, khususnya Bali, dengan mitra Eropa.

Pembahasan kemudian berkembang pada penguatan diplomasi ekonomi yang dipadukan dengan sektor kesehatan. Bali dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki daya tarik bagi masyarakat dari luar Bali maupun mancanegara.

Dalam konteks tersebut, Pemprov Bali bersama Kemlu membahas penyelarasan antara potensi sektor kesehatan di Bali, kebutuhan pemerintah daerah, serta dukungan yang dapat difasilitasi melalui jalur diplomasi dan jejaring internasional.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pengembangan rumah sakit dengan layanan tematik. Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas dan variasi layanan kesehatan di Bali sekaligus membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan mitra dan investor luar negeri.

Baca Juga  PLTS Atap Hadir di Tiga Desa Bali, Sekda Dewa Indra Dorong Replikasi ke Seluruh Desa

Kehadiran investasi swasta maupun asing juga dipandang penting untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD.

Peluang tersebut mulai mendapat respons positif dari calon mitra Eropa. Sejumlah calon mitra menunjukkan ketertarikan untuk berkontribusi dalam penyediaan peralatan medis setelah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah rumah sakit di Bali.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung kebutuhan fasilitas kesehatan sekaligus mengidentifikasi bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Wayan Koster juga memaparkan perkembangan ekonomi Provinsi Bali, termasuk berbagai potensi investasi dan peluang kerja sama yang dapat ditawarkan kepada mitra internasional.

Menurutnya, Bali tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, tetapi juga memiliki peluang pengembangan di berbagai bidang yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Karena itu, jejaring kerja sama internasional perlu terus diperluas dan diarahkan pada investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.

Pertemuan tersebut menyepakati pentingnya memperkuat sinergi antara Pemprov Bali dan Kementerian Luar Negeri dalam menarik investasi asing ke Bali. Kerja sama akan diarahkan terutama pada sektor kesehatan serta pengembangan industri kreatif lokal.

Dengan dukungan diplomasi ekonomi dan jejaring mitra internasional, Bali diharapkan semakin mampu membuka akses terhadap investasi, teknologi, pasar, dan kolaborasi global, sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan dengan tetap bertumpu pada potensi lokal Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca