Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TMMD Ke-110 Kodim Jembrana Ditutup, Manfaatkan dan Pelihara Hasilnya dengan Baik

BALIILU Tayang

:

TMMD Ke-110 Kodim 1617/Jembrana yang telah berlangsung selama 30 hari dari tanggal 2 Maret sampai dengan 31 Maret 2021 dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Jembrana, balilu.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke-110 Kodim 1617/Jembrana yang telah berlangsung selama 30 hari dari tanggal 2 Maret sampai dengan 31 Maret 2021 dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Upacara penutupan yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jalan Sudirman, Dauh Waru, Negara tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Korem 163/Wira Satya Kolonel Inf Ida Bagus Ketut Surya Wedana, S.E., sekaligus mewakili Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H.

Rangkaian penutupan diawali dengan pembacaan laporan pelaksanaan TMMD oleh Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna, S.Sos.. Selaku Dansatgas TMMD mengatakan sasaran fisik pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.372 Meter, pembuatan senderan saluran air sepanjang 448 meter, pembuatan gorong-gorong sebanyak 2 unit dengan panjang masing-masing 6 meter sudah rampung 100 persen.

Ada juga sasaran tambahan pembuatan 2 kandang kambing lengkap dengan masing-masing 4 ekor kambingnya yang diberikan kepada 2 warga Desa Batu Agung I Gusti Agung Kade Darmawan dan I Wayan Sudiana. Sementara berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan sosialisasi juga tuntas diberikan kepada warga masyarakat di wilayah sasaran TMMD.

“Selama sebulan baik sasaran fisik dan nonfisik dapat kita tuntaskan. Itu semua berkat kerjasama dan kebersamaan semua pihak untuk mewujudkan keberhasilan dan kesuksesan TMMD di Desa Batuagung,” papar Dandim.

Dirinya berharap semuanya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sekaligus meminta Pemerintah Kabupaten Jembrana dan masyarakat setempat untuk menjaga kesinambungannya.

Sementara itu Danrem 163/Wira Satya dalam amanatnya yang dibacakan Kasrem Kolonel Inf Ida Bagus Ketut Surya Wedana, S.E., menyebutkan TMMD yang dari waktu-waktu dilaksanakan dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan juga masyarakat dimaksudkan untuk menggelorakan kembali semangat gotong-royong dan sebagai momentum untuk berpartisipasi membantu pemerintah dalam mempercepat akselerasi pembagunan di wilayah.

“Sasaran dan volume pengerjaan sasaran fisik TMMD kali ini cukup berat dan menantang, juga ada kendala cuaca yang sering turun hujan sedangkan sarana dan prasarana serta waktu pelaksanaan yang terbatas. Meskipun demikian dengan semangat, kekompakan dan disiplin serta rasa tanggung jawab semua pihak baik TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat bersatu padu bahu-membahu dapat menyelesaikan program TMMD dengan baik dan tepat waktu,” sebut Danrem.

Danrem mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Desa Batuagung atas dukungan dan partisipasinya dalam TMMD ini, mudah-mudahan apa yang telah dibangun dapat membantu menumbuhkan semangat dan inovasi yang kuat serta dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk ikut merasa memiliki dan peduli terhadap hasil yang sudah dicapai dalam program TMMD ini, pelihara dan rawat dengan baik infrastruktur yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama,” pungkasnya.

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang hadir pada upacara penutupan TMMD tersebut menilai luar biasa pelaksanaan TMMD Ke- 110 Kodim 1617/Jembrana.

“Kita menilai luar biasa dari hasil TMMD kali ini, terima kasih kepada TNI dalam hal ini Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana,” sebutnya.

Ke depan dirinya berharap pelaksanaan TMMD tidak hanya setiap 2 tahun, kalau bisa dilaksanakan setiap tahun, karena melihat pertimbangan efisiensi anggaran. Dengan anggaran yang sama volume kerja yang dihasilkan lebih banyak. Sinergi dengan TNI akan terus dilanjutkan untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Jembrana.

Akhir dari seluruh kegiatan upacara penutupan TMMD yaitu seluruh rombongan meninjau lokasi TMMD serta mencoba hasil jalan rabat beton sepanjang 1.372 meter dengan berkendaraan roda empat serta menyerahkan bantuan 8 ekor kambing kepada 2 warga Desa Batu Agung, I Gusti Agung Kade Darmawan dan I Kayan Sudiarta. (Gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca