Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TPID Badung Dorong Semangat Gotong-royong dan Perumda untuk Menjaga Inflasi

BALIILU Tayang

:

tpid badung
HLM: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Badung pada 5 Maret 2026, bertempat di Pusat Pemeritahan Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”. (Foto: Hms BI Bali)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Badung pada 5 Maret 2026, bertempat di Pusat Pemeritahan Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan; Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika; Direktur Utama Perumda Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha; Manajer Suppy Chain & Pelayanan Publik Perum Bulog Eko Yudi Miranto; dan dihadiri oleh perangkat daerah anggota TPID Kabupaten Badung.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, mengapresiasi koordinasi TPID yang solid dalam menjaga stabilitas inflasi selama setahun masa kepemimpinannya bersama Bupati I Wayan Adi Arnawa. Ia menekankan semangat gotong-royong dalam menjaga stabilitas harga dan secara khusus menginstruksikan jajarannya untuk mencari solusi permanen bagi komoditas cabai yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi.

Merespons arahan tersebut, sejumlah perangkat daerah menyiapkan quick wins, antara lain i) Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung telah menjadwalkan penyelenggaraan pasar murah jelang Nyepi dan Idulfitri, ii) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) berkolaborasi dengan Bulog dan Perumda MGS; dan iii) Dinas Perikanan Kabupaten Badung di pekan depan akan mendistribusikan 200 (dua ratus) paket olahan ikan yang juga ditujukan untuk mendukung program penanganan stunting.

Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, menyoroti peran strategis Badung yang memiliki bobot 23,6% dalam penghitungan inflasi Bali. Ia mengapresiasi perhatian besar pemerintah daerah untuk menjaga inflasi Badung tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1% di tahun 2026. Secara historis inflasi bulanan Bali menjelang HBKN Nyepi dan Ramadan-Idul Fitri cenderung meningkat.

Baca Juga  BI Bali Apresiasi Program KUR Nasional Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lebih Kuat

“HLM TPID yang dilakukan hari ini adalah salah satu upaya memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ronald D. Parluhutan juga menyampaikan berbagai dukungan dan bentuk fasilitasi dari Bank Indonesia terhadap pengembangan ekonomi di Badung.

Pada HLM TPID Kabupaten Badung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, I Made Agus Aryawan melaporkan perkembangan ekonomi Kabupaten Badung serta target pertumbuhan investasi Kabupaten Badung hingga 2030. Ia menyampaikan bahwa inflasi Badung pada Februari 2026 sebesar 1,04% (mtm) dipicu oleh meningkatnya permintaan jelang Ramadan serta kendala pasokan akibat cuaca.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS Badung, Made Bimbo Abdi Suardika, mengungkapkan bahwa meskipun inflasi bulanan (mtm) Badung merupakan yang tertinggi di Bali, namun secara tahun kalender (ytd) angka tersebut masih terkendali di level 0,25%. Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai menjelang IdulFitri dan Nyepi antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan canang sari. Selain itu, BPS juga memberikan sosialisasi rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna memperkuat basis data pembangunan daerah.

Dalam upaya stabilisasi harga, Dirut Perumda Mangu Giri Sedana (MGS), Kompiang Gede Pasek Wedha, menyajikan skema bisnis yang mengintegrasikan petani, pelaku usaha, perbankan, hingga pemerintah daerah ke dalam ekosistem ketahanan pangan. Sebagai langkah konkret pengendalian inflasi, Kompiang menyampaikan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Perumda MGS, yaitu operasi pasar dan pasar murah, membuka gerai pasar rakyat, meningkatkan pemantauan kepada distributor serta mengintensifkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan menjalin kolaborasi dengan PT. Food Station Tjipinang untuk menjamin ketersediaan stok beras.

Dukungan serupa juga datang dari Manajer Supply Chain & Pelayanan Publik Perum Bulog, Eko Yudi Miranto, yang memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, jagung, dan minyak goreng, serta kesiapan Bulog dalam mendukung gerakan pangan murah bersama TPID.

Baca Juga  Matangkan Teknis PPDB 2024/2025, Disdikpora Badung Gelar Sosialisasi

Sebagai penutup Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk memastikan pengendalian inflasi di Kabupaten Badung berjalan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Baca Juga  Balinomics: BI Bali Paparkan Outlook Ekonomi dan Pariwisata Bali, Dukung Program Pemerintah

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga  Balinomics: BI Bali Paparkan Outlook Ekonomi dan Pariwisata Bali, Dukung Program Pemerintah

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Baca Juga  Tekankan Harmoni Alam Lewat Aksi Nyata, Bupati Tebar Benih Ikan dan Beri Vaksin Rabies Gratis

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca