Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TPID Bali Bersinergi Rumuskan Langkah Pengendalian Inflasi 2026

BALIILU Tayang

:

TPID Bali
RAKOR: TPID Provinsi Bali saat mengadakan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat yang berlangsung Senin, 26 Januari 2026 di Denpasar. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan TPID Provinsi Bali terus memperkuat langkah antisipatif pengendalian inflasi. Sebagai wujud sinergi, TPID Provinsi Bali mengadakan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi pada Senin, 26 Januari 2026, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Butet Linda H. Panjaitan serta dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Kepala Bulog Provinsi Bali, Polda Bali, TPID Kota/Kab IHK Provinsi Bali, Anggota TPID Provinsi Bali, serta Perumda Kota/Kab IHK Provinsi Bali.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Provinsi Bali pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,91% (yoy), terkendali dalam sasaran inflasi 2,5±1% dan sedikit di bawah nasional (2,92%; yoy). Adapun kontributor utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,53%, sehingga menjadi fokus utama pengendalian inflasi ke depan. Atas berbagai upaya yang telah dilakukan, Provinsi Bali berhasil mencatatkan pengendalian inflasi yang relatif baik dan menempati peringkat ke-18 nasional pada tahun 2025.

Capaian ini mencerminkan efektivitas sinergi TPID antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, BPS, Bulog, Perumda serta Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi yang terjadi di Provinsi Bali.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menyampaikan tantangan inflasi pada tahun 2025, yaitu faktor cuaca, meningkatnya volatilitas harga komoditas pangan, serta tingginya inflasi pangan di sejumlah wilayah, seperti Sumatera dan Jawa. Tekanan harga tersebut turut memengaruhi dinamika harga komoditas hortikultura di Bali. Memasuki tahun 2026, tantangan akan semakin kompleks. “Beberapa faktor utama perlu menjadi perhatian antara lain penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak sapi, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada Februari-Maret yang berpotensi meningkatkan tekanan permintaan dan harga komoditas pangan,“ ujar Erwin.

Baca Juga  Sinergitas Program Pembangunan Bali, Koster-Giri Kumpulkan Bupati,Walikota dan DPRD Se-Bali di Puspem Badung

BPS menegaskan pentingnya kesiapan pasokan pangan sebagai kunci pengendalian inflasi, mengingat pola historis peningkatan permintaan masyarakat pada periode tersebut. Sedangkan Bulog Provinsi Bali menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan stok pangan strategis saat ini dalam kondisi aman. Bulog Provinsi Bali juga siap mendukung penguatan stabilisasi harga melalui optimalisasi distribusi serta sinergi dengan program Gerakan Pasar Murah guna menjaga keterjangkauan harga.

Menjelang HBKN Triwulan I 2026, TPID Provinsi Bali memperkuat langkah-langkah jangka pendek, khususnya pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang menjadi andil terbesar dalam inflasi.

Butet menyoroti adanya peningkatan volatilitas inflasi di sejumlah wilayah sentra produksi, seperti Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan volatilitas dari 0,54% pada 2024 menjadi 0,82%, dengan pola serupa di Badung dan Singaraja. Volatilitas yang tinggi berpotensi meningkatkan ketidakpastian (uncertainty) dan perlu dimitigasi secara sistematis. Untuk memitigasi ketidakpastian tersebut, strategi end-to-end dari hulu ke hilir terus diperkuat melalui peran Perumda di sisi hulu untuk mendukung produktivitas dan sebagai offtaker untuk menjaga kesinambungan pasokan, termasuk kerja sama dengan KDKMP dan supply pasokan ke SPPG dari sisi hilir.

“Selain itu, program pengendalian inflasi pangan diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang dapat memperkuat implementasi pengendalian inflasi berbasis aksi nyata di lapangan,” kata Butet.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Indra dalam penutupnya menyampaikan sinergi lintas instansi dalam TPID diharapkan semakin solid dan terus diperkuat, terutama dalam dalam rangka mengantisipasi peningkatan permintaan menjelang rangkaian HBKN Imlek, Nyepi, dan Ramadhan-Idul Fitri pada Triwulan I 2026.

Di samping itu, penguatan peran Perumda sebagai offtaker perlu dioptimalkan melalui perluasan kerja sama dengan desa dan dukungan pembiayaan perbankan untuk memberikan kepastian pasar bagi petani. Upaya stabilisasi juga perlu dilakukan lebih intensif melalui dukungan sarana prasarana pascapanen, penguatan kerja sama antarwilayah untuk memenuhi kebutuhan program strategis, pengawasan distribusi yang berkelanjutan oleh Satgas Pangan. Masing-masing Kab/Kota IHK di Bali sepakat untuk dapat memperkuat ketersediaan pasokan melalui perbaikan masa tanam, perluasan KAD, serta pelaksanaan operasi pasar yang terkoordinasi dan terjadwal.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Bali, Gubernur Sampaikan Revisi Perda Pungutan Wisatawan Asing

“Melalui sinergi yang kuat, penguatan peran kelembagaan, serta langkah antisipatif yang terukur, Pemerintah Daerah bersama Bank Indonesia, BPS, TPID, Perumda, dan Satgas Pangan terkait berkomitmen menjaga stabilitas inflasi Bali agar tetap terkendali, mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, dan menjaga daya beli Masyarakat,” tegas Dewa Indra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Hari Bakti Ke-69, Kodam IX/Udayana Gelar Penjamasan Pataka di Pura Durga Kutri

Published

on

By

kodam udayana
PENJAMASAN PATAKA: Kodam IX/Udayana saat menggelar prosesi Penjamasan Pataka “Praja Raksaka” di Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (26/5/2026). (Foto: Pendam/IX)

Gianyar, baliilu.com – Memperingati Hari Bhakti Ke-69 Kodam IX/Udayana, suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (26/5/2026). Kodam IX/Udayana menggelar prosesi Penjamasan Pataka “Praja Raksaka”, sebuah tradisi spiritual tahunan yang sarat makna sebagai simbol penyucian dan peneguhan komitmen pengabdian prajurit kepada rakyat, bangsa, dan negara.

Prosesi sakral tersebut dipimpin Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual Mesegeh Agung, dilanjutkan pembukaan selubung Pataka, persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Sulinggih Ida Pedanda Istri Griya Wayahan Buruan, hingga renungan suci yang berlangsung dalam suasana hening dan penuh penghayatan spiritual sebelum selubung Pataka kembali ditutup.

Bendesa Adat Kutri, Wayan Wasta, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada keluarga besar Kodam IX/Udayana yang secara konsisten menjaga tradisi penjamasan Pataka di Pura Durga Kutri. Menurutnya, keberadaan Kodam IX/Udayana selama ini tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perhatian nyata kepada masyarakat adat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan kepada masyarakat Desa Adat Kutri. Saya berharap prosesi penjamasan ini berjalan lancar serta membawa kemuliaan bagi Kodam IX/Udayana dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Dalam sambutan Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kapok Sahli Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda ditegaskan bahwa Penjamasan Pataka Praja Raksaka bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan refleksi spiritual untuk mengobarkan kembali nilai luhur “Praja Raksaka” yang berarti pelindung dan pengayom rakyat. Momentum ini juga menjadi sarana introspeksi diri bagi seluruh prajurit di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks.

Baca Juga  BI dan Perbankan Sepakat Kolaborasi Perluasan QRIS, Gandeng 100 UMKM dan 100 Ojek Online

“Kita bersihkan simbol satuan kita, bersamaan dengan tekad untuk membersihkan hati dan tindakan kita dari segala hal yang dapat mencederai nama baik institusi. Penjamasan ini menjadi pengingat agar semangat kepemimpinan Raja Udayana yang bijaksana, adil, dan mencintai rakyatnya selalu mengalir dalam sanubari prajurit,” tegas Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam juga mengingatkan seluruh jajaran agar terus menjaga semangat persatuan, loyalitas, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nyata nilai-nilai Praja Raksaka. Di tengah perkembangan tantangan tugas yang semakin dinamis, prajurit Kodam IX/Udayana dituntut tetap profesional, humanis, dan selalu hadir untuk rakyat.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa penjamasan Pataka memiliki makna mendalam sebagai representasi pembersihan lahir dan batin seluruh prajurit. Tradisi tersebut juga menjadi penguat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

“Penjamasan Pataka ini adalah komitmen moral kami kepada masyarakat. Kodam IX/Udayana ingin memastikan bahwa setiap prajurit bergerak dengan hati yang bersih untuk mengayomi warga. Hubungan emosional dan spiritual yang kuat dengan masyarakat Bali dan Nusa Tenggara adalah fondasi utama pertahanan kita,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Sebagai bentuk kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, kegiatan diakhiri dengan penyerahan tali asih kepada pengelola pura sebagai wujud perhatian, penghormatan, serta komitmen Kodam IX/Udayana dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat dan menjaga nilai-nilai kebersamaan serta pelestarian adat dan budaya Bali.

Mengusung tema “Kodam IX/Udayana Bersama Rakyat Menuju Indonesia Maju”, peringatan Hari Bhakti ke-69 Kodam IX/Udayana diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian prajurit dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 163/Wira Satya, para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, Dandim 1616/Gianyar, Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pemprov Bali Tegaskan Komitmen Transparansi pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2025

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pegadaian Kanwil Bali Nusra Dukung Penuh Kemandirian Nelayan dan Kelestarian Pesisir Lewat Program Nelayan Tangguh di Sumbawa

Published

on

By

nelayan tangguh pegadaian
NELAYAN TANGGUH: PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari secara resmi menutup Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Hms PT Pegadaian)

Sumbawa, NTB, baliilu.com – PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar atau Kanwil Bali Nusra terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.

Program yang dijalankan bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari sejak Desember 2025 tersebut resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026) dan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Pegadaian dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Program Nelayan Tangguh hadir sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat nelayan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan guna menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan program, PT Pegadaian bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi masyarakat pesisir, pelatihan perikanan berkelanjutan, penguatan kapasitas usaha masyarakat, edukasi pengelolaan sampah pesisir, hingga pembentukan kelompok bank sampah dan forum komunikasi masyarakat pesisir.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Program Nelayan Tangguh merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

“Program Nelayan Tangguh diharapkan mampu menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat pesisir yang tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. PT Pegadaian akan terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi kontribusi Pegadaian dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem laut, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Baca Juga  Pemprov Bali Tegaskan Komitmen Transparansi pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2025

Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Pulau Sumbawa, Mustofa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Nelayan Tangguh, khususnya masyarakat dan tim pendamping program di lapangan.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Labuhan Burung. Potensi desa yang ada diharapkan terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan penutupan program turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pendukung kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk penguatan keberlanjutan program. Bantuan tersebut meliputi alat monitoring kualitas air, sarana produksi pengolahan hasil perikanan berupa perlengkapan pembuatan pentol ikan, serta perlengkapan pendukung bank sampah untuk edukasi lingkungan di sekolah.

Kegiatan penutupan program dihadiri oleh Kepala Desa Labuhan Burung, Camat Buer, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, BKSDA Wilayah Sumbawa, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait, kelompok masyarakat, serta para penerima manfaat program.

Melalui Program Nelayan Tangguh, PT Pegadaian berharap tercipta masyarakat pesisir yang lebih mandiri, tangguh, dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat pesisir. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Published

on

By

bantuan qurban jembrana
SERAHKAN HEWN QURBAN: Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, formula penyaluran hewan qurban tahun ini sengaja diubah demi mengedepankan asas pemerataan. Jika pada tahun lalu pemerintah daerah membagikan 6 ekor sapi dan 22 ekor kambing untuk 28 masjid, maka tahun ini 69 masjid di Kabupaten Jembrana dipastikan menerima bantuan berupa hewan qurban kambing.

Bupati Jembrana menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar kebahagiaan dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat muslim di Jembrana. Sejalan dengan perluasan jangkauan tersebut, alokasi anggaran qurban tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pemerintah daerah, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu hadir untuk bisa juga ikut berbagi. Tetapi tahun ini ada yang berbeda. Untuk tahun ini, kita berikan ke semua masjid berupa kambing supaya merata. Dari sisi anggaran tentu naik; kalau dulu Rp 180 juta, sekarang menjadi Rp 246 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 66 juta,” ujar Bupati Kembang.

Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengurus masjid. Idrus, perwakilan dari Masjid Nurul Huda Melaya sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian berlapis yang diterima umat muslim di Jembrana, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban yang diberikan kepada kami pada Idul Adha 1447 Hijriah ini. Dan juga, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana yang telah memberikan sumbangan kambing kepada masjid-masjid di Kabupaten Jembrana,” kata Idrus.

Baca Juga  Kelurahan Serangan Bagikan Ratusan Paket Bantuan Sembako kepada Nelayan

Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap umat. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan mendistribusikan daging qurban tersebut secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan syariat agama.

Di sisi lain, momentum Idul Adha tahun ini juga membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal Jembrana. Ketut Suartini, seorang peternak asal Sumbersari sekaligus pemilik sapi yang terpilih sebagai bantuan qurban Presiden, mengungkapkan rasa bangganya. Sapi yang dirawatnya dengan telaten selama tiga tahun tersebut berhasil mencapai bobot prima.

“Sapi itu saya beli umur sekitar 1 tahun dan saya pelihara selama 3 tahun. Saat awal dicek oleh dinas terkait, bobotnya 630 kg, namun saat penyerahan hari ini timbangannya sudah mencapai 680 kg,” jelas Suartini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana dalam menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberhasilannya. Berkat rekam jejaknya sebagai penyedia sapi berkualitas, dinas terkait merekomendasikan sapinya untuk dipinang sebagai hewan qurban Presiden RI.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat berbagi di hari raya kurban dapat mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membawa keberkahan bagi kemajuan seluruh masyarakat Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca