Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tutup Pameran IKM Bali Bangkit IV, Dekranasda Bali Ucapkan Terimakasih kepada Gubernur Koster

BALIILU Tayang

:

de
TUTUP: Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Umum Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara resmi menutup Pameran IKM Bali Bangkit IV pada, Rabu (17/11) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara resmi menutup Pameran IKM Bali Bangkit IV pada, Rabu (Buda Paing, Kuningan) 17 November 2021 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali.

Dalam acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati bersama Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardana Sukawati, dan Sekda Bali Dewa Made Indra bersama Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali Ny. Widiasmini Indra, serta Bupati/Walikota se-Bali bersama Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, hingga Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Sekda Bali, hingga seluruh jajaran di Pemprov Bali atas kepeduliannya telah membangkitkan produk IKM/UMKM di masa pandemi. “Atas bantuan Bapak Gubernur Bali, produk IKM/UMKM yang sebelumnya tersimpan di lemari pada masa pandemi, sekarang melalui pameran IKM Bali Bangkit akhirnya bisa dipertemukan dengan konsumen, dan bahkan mendapatkan dukungan dari BPD Bali serta Balimall.id untuk dipasarkan ke dunia digital,” ujar Ny. Putri Koster.

Pameran IKM Bali Bangkit yang menerapkan kombinasi penjualan online melalui e-marketplace Balimall.id dan penjualan secara konvensional ini, disebutkan Ny. Putri Koster akan kembali dilanjutkan di pengujung tahun 2021. Sehingga akan hadir Pameran IKM Bali Bangkit yang V. “Sekali lagi Dekranasda menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Bali mulai dari Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan seluruh stakeholder yang telah peduli dengan IKM/UMKM,” katanya seraya berpantun ‘Meli be pasih naik skuter, terimakasih Pak Koster’.

Istri orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga menegaskan bahwa sekarang mau tidak mau, Bali sudah memiliki sistem pemasaran produk IKM secara online melalui e-marketplace yang berskala nasional. Untuk itu, Ny. Putri Koster mengajak para IKM/UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, sumber daya manusia, dan kedisiplinan. “Apa yang sudah Kita lakukan disini (Pameran IKM Bali Bangkit, red) mulai dari men-display produk menjadi suatu kebanggaan bagi kita, dengan terwujudnya produk berkualitas dan tidak abal-abal, selalu dibuat asli oleh Krama Bali dengan kualitasnya,” tambahnya yang disambut tepuk tangan.

Di akhir sambutannya, Istri Gubernur Bali yang multitalenta ini berpesan kepada pelaku IKM/UMKM agar jangan merugikan para perajin kita dan jangan pula terlalu mencekek konsumen kita. Jadi prinsip kita berjualan dengan memasarkan barang berkualitas dengan harga yang pantas. “Agar Dekranasda terus mendapatkan ruang, kami akan selalu meminta dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali, untuk itu kami mengucapkan banyak terimakasih,” tutupnya seraya melaporkan atas ruang yang diberikan oleh Bapak Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Bali untuk Dekranasda dalam berpameran, bahwa IKM kita yang sudah berpameran mulai dari akhir tahun 2020 hingga saat ini, kalau ditotal itu pendapatannya masuk sampai saat ini capaiannya sudah hampir Rp 15 miliar.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam pidatonya menyatakan sangat senang sekali atas Pameran IKM Bali Bangkit ini telah terselenggara. “Perlu saya ceritakan juga bahwa waktu pandemi, segala aktivitas penjualan produk IKM/UKM berhenti, terus warung-warung pada tutup. Tiba-tiba, Ibu Putri (Istri Gubernur Bali Wayan Koster, red) ngobrol sama saya, katanya Ardha Candra-nya berdebu, bisakah dimanfaatkan untuk berpameran IKM Bali Bangkit. Saya langsung kaget, karena sesuatu ide yang sangat baik disampaikan kepada saya. Setelah saya fikir, betul juga, dari pada gedung di Ardha Candra tanpa nyawa, karena terlalu lama tidak dipakai sampai atapnya ada yang bocor, hingga menjadikan Ardha Candra ini tidak hidup suasananya. Maka saat itu juga, langsung diinisiasi pamerannya dengan konsep stand pameran dibuka secara gratis kepada pelaku IKM,” katanya sembari mengatakan ini konsep gotong-royong yang diterapkan Dekranasda Bali untuk menolong para pelaku IKM/UMKM kita di dalam memasarkan produknya, baik secara konvensional maupun digital/online.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengucapakan rasa terimakasihnya kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali. Karena atas keseriusan, kegigihannya, keuletannya, Ibu Putri mengerjakan Pameran IKM Bali Bangkit ini dengan bagus.

Lebih lanjut, Gubernur Bali jebolan ITB ini juga mengucapkan terimakasih kepada pegawai di Pemprov Bali yang tampil di fashion show dalam acara penutupan Pameran IKM Bali Bangkit. Karena telah menggunakan busana adat Bali dan Endek Bali yang sejalan dengan semangat Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali.

“Jadi 2 regulasi, baik itu Pergub dan SE-nya telah berjalan, sekaligus ini menjadi pengingat kembali kepada masyarakat bahwa setiap hari Kamis, Purnama dan Tilem menggunakan busana adat Bali. Sedangkan hari Selasa menggunakan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali,” ungkapnya seraya mengatakan kegiatan fashion ini membuat pegawai tampil elegan menggunakan busana adat Bali dan Endek Bali, pedagangnya jadi laris, sehingga semua mendapatkan manfaat. Inilah saya kira pola yang perlu kita gerakkan secara lebih masif lagi. Untuk itu, saya akan mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama di tingkat pegawainya, begitu juga BPD Bali saya harap melaksanakannya.

Mengenai pemanfaatan busana adat Bali dan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, apabila semua instansi dan 4,3 juta warga di Bali berkomitmen penuh menggunakan busana adat Bali dan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali, maka ekonomi kita akan hidup dan Pulau Dewata akan menjadi market langsung pengguna produk-produk lokal yang sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Sekaligus ini upaya untuk menolong para perajin dan pelaku IKM/UMKM kita.

“Dari kita untuk kita,” jelasnya seraya menambahkan inilah implementasi nyata kita memutarkan ekonomi di daerah Bali yang selaras dengan pelaksanaan Ekonomi Kerthi Bali berbasis pada sumberdaya lokal.

Gubernur Koster juga mengajak seluruh masyarakat di Bali menggunakan produk lokal, agar secara ekonomi kita saling menghidupi. Seperti pesan leluhur kita yang tertuang dalam Lontar Batur Kalawasan yang salah satunya menyebutkan ‘Hidup yang menghidupi, Urip yang menguripi’. “Kita saling menghidupi satu sama lain, jangan mau hidup sendiri, meninggalkan orang lain, ini tidak adil dan pasti terjadi permasalahan. Nah dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini bertujuan untuk membangun kehidupan yang tatanannya harmonis dengan harapan semua mendapatkan manfaat, kebahagiaan, dan semua sejahtera,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sebagai penutup, Gubernur Bali yang getol memperjuangkan pemanfaatan produk lokal Bali ini memberikan apresiasi kepada Dekranasda Provinsi Bali yang telah melaksanakan Pameran IKM Bali Bangkit IV dan berharap pameran ini terus jalan, agar ekonomi Bali bangkit. (gs)  

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bunda Rai Dukung Lomba Mustika Rasa, Karaoke Lansia, dan Busana Tridatu Semarak Bulan Bung Karno VIII 2026

Published

on

By

Bulan Bung Karno Tabanan
HADIRI LOMBA: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai saat menghadiri Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno, Lomba Karaoke Lansia, dan Lomba Busana ASN Nuansa Tridatu dalam rangkaian Bulan Bung Karno VIII Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Rabu (24/6). (Foto: Hms tbn)

Tabanan, baliilu.com – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai rangkaian lomba Bulan Bung Karno VIII Kabupaten Tabanan Tahun 2026 di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Rabu (24/6). Di tengah kemeriahan acara, kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menjadi sorotan utama melalui perannya sebagai juri kehormatan, penampil istimewa, sekaligus pemberi apresiasi kepada para peserta.

Bunda Rai hadir dalam kegiatan yang meliputi Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno, Lomba Karaoke Lansia, dan Lomba Busana ASN Nuansa Tridatu. Kehadiran Bunda Rai memberikan semangat tersendiri bagi para peserta yang tampil membawa kreativitas, bakat, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, yang mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, para Asisten Setda Kabupaten Tabanan, pimpinan Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal, BUMD, perbankan, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, para Camat se-Kabupaten Tabanan, dewan juri, serta para peserta lomba.

Sekda I Gede Susila, sesuai arahan Bupati, menyampaikan bahwa peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang sosok Proklamator Bangsa, melainkan momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui ajaran Trisakti. Lomba memasak Mustika Rasa Bung Karno dikatakannya menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal sebagai wujud kemandirian bangsa.

Di sisi lain, lomba karaoke menjadi media memperkuat kebersamaan, kreativitas, serta semangat persatuan melalui seni dan budaya, sementara lomba busana ASN Nuansa Tridatu menjadi simbol pelestarian budaya dan kearifan lokal yang mencerminkan keseimbangan, persatuan, dan keharmonisan.

“Melalui lomba masak Mustika Rasa Bung Karno, kita diajak untuk mencintai dan memanfaatkan pangan lokal sebagai wujud kemandirian bangsa. Melalui lomba karaoke, kita menumbuhkan rasa kebersamaan, kreativitas serta semangat persatuan melalui seni dan budaya. Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar menjadikan perlombaan ini sebagai sarana mempererat persaudaraan, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa, budaya, serta produk-produk lokal Indonesia,” ujar Susila.

Namun, salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah final Lomba Karaoke Lansia yang diikuti lima peserta terbaik hasil seleksi video dari 19 perwakilan posyandu se-Kabupaten Tabanan. Dalam ajang tersebut, Bunda Rai dipercaya sebagai Dewan Juri Kehormatan yang memberikan penilaian langsung terhadap para finalis sekaligus memilih juara Favorit.

Dengan penuh perhatian, Bunda Rai menyimak setiap penampilan peserta sebelum akhirnya menentukan Juara Favorit. Setelah melalui proses penilaian, Posyandu Banjar Penatahan, Desa Penatahan, wilayah kerja Puskesmas Penebel II, berhasil meraih Juara I sekaligus Juara Favorit. Sementara Juara II diraih Posyandu Banjar Tengah, Desa Kerambitan, dan Juara III diraih Posyandu Banjar Lebah Belodan, Desa Dajan Peken.

Bunda Rai secara khusus mengapresiasi semangat para peserta lansia yang tampil percaya diri dalam lomba karaoke. Baginya, seni musik mampu menjadi media yang menyatukan masyarakat sekaligus menjaga semangat berkarya tanpa mengenal usia. Tidak hanya menjadi juri kehormatan, Bunda Rai juga memeriahkan suasana dengan menyumbangkan suara emasnya.

Ia membawakan dua lagu, yakni lagu daerah Bali berjudul “Kanti Umur Ngantiang” dan lagu nasional “Aku Makin Cinta”, yang mendapat sambutan hangat serta tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Usai penampilan tersebut, Bunda Rai melanjutkan kegiatannya dengan meninjau Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno.

Ia mengamati secara langsung berbagai kreasi olahan pangan lokal yang disajikan peserta, mulai dari tampilan hingga inovasi menu yang mengangkat cita rasa khas Tabanan. Beragam sajian tradisional yang dikemas menarik menjadi bukti kreativitas peserta dalam melestarikan warisan kuliner nusantara.

Menurut Bunda Rai, rangkaian lomba yang diselenggarakan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah yang efektif untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan hobi, serta memperkuat pelestarian seni dan budaya di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan aktif Bunda Rai sebagai juri kehormatan, penampil, sekaligus peninjau kegiatan, rangkaian lomba Bulan Bung Karno VIII Kabupaten Tabanan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga semakin memperkuat semangat pelestarian budaya, kreativitas, dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh Bung Karno.

“Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini. Ajang seperti ini menjadi sarana yang baik untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan hobi, serta melestarikan seni dan budaya. Khususnya pada lomba karaoke, kita bisa melihat bagaimana seni musik mampu menjadi wadah ekspresi yang positif sekaligus mempererat kebersamaan,” tegas Bunda Rai. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Permudah Akses Layanan Kesehatan Pekerja

Published

on

By

Kartu Bhayangkara
LUNCURKAN KARTU: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan buruh melalui kemudahan akses layanan kesehatan. Peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh dilakukan dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengatakan bahwa melalui program tersebut para pekerja dapat memperoleh akses layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Polri memberikan berbagai layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat diakses dengan lebih mudah oleh para buruh, ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan kalangan pekerja melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi buruh dan keluarganya. Menurutnya, dukungan kepada pekerja tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan perlindungan ketenagakerjaan, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan kesehatan yang dapat dirasakan secara nyata.

“Kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pekerja yang menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan nasional,” ungkap Kapolri.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut baik peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh. Ia menilai program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi pekerja yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sangat membantu buruh yang ingin berobat ke Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia. Kartu ini menjadi hal yang luar biasa bagi buruh,” kata Andi Gani.

Melalui program ini, Polri berharap akses layanan kesehatan bagi pekerja dapat semakin mudah dan merata, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Polri dan kalangan buruh dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan Masyarakat untuk Pertama Kalinya

Published

on

By

logo hut 81
KETERANGAN PERS: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Hasya memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah secara resmi meluncurkan jajak pendapat (polling) pemilihan logo dan identitas visual Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyusunan identitas visual peringatan kemerdekaan, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam menentukan logo resmi HUT RI melalui mekanisme polling publik.

“Tahun ini menjadi tonggak baru dalam penentuan logo HUT RI. Untuk pertama kalinya, atas arahan Bapak Presiden masyarakat dilibatkan secara aktif dalam menentukan logo melalui mekanisme polling publik,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers kepada awak media.

Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menjelaskan bahwa sayembara logo HUT Ke-81 RI diikuti oleh 124 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Setelah melalui proses seleksi dan kurasi yang ketat, terpilih lima desainer finalis terbaik yang karyanya akan dipilih langsung oleh masyarakat.

“Mulai dari tanggal 24 sampai dengan tanggal 28 Juni 2026, masyarakat dapat berpartisipasi untuk memilih logo HUT ke-81 Republik Indonesia melalui kanal resmi yang telah disiapkan pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa selain peluncuran polling logo, pemerintah juga telah menetapkan tema resmi peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Wamen Juri menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dalam proses pemilihan logo merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar peringatan kemerdekaan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

“Pak Presiden menginginkan agar rakyat Indonesia terlibat langsung ikut serta dalam menentukan logo serta visual dari logo yang akan digunakan atau ditetapkan sebagai logo hari ulang tahun. Jadi arahan Bapak Presiden supaya kemeriahan hari ulang tahun ke-81 Kemerdekaan RI ini juga menjadi milik rakyat, milik seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Menurut Juri, lima kandidat logo yang dipilih merupakan hasil karya desainer grafis profesional Indonesia dari berbagai daerah yang telah melalui proses kurasi berdasarkan kesesuaian dengan tema nasional yang telah ditetapkan. Kelima finalis yang dapat dipilih masyarakat berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni David Wirawan dari Surakarta, Fajar Novario dari Padang, Kanda Putra dari Denpasar, Riskiawan dari Malang, dan Tiffany Djohan dari Batam.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi 300 peserta terpilih. Hadiah tersebut terdiri atas 100 undangan menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, 100 paket suvenir resmi peringatan kemerdekaan, serta 100 bantuan pendidikan.

“Panitia Peringatan HUT ke-81 RI menyediakan hadiah untuk 300 orang terpilih yakni 100 berupa undangan untuk hadir di upacara peringatan detik-detik proklamasi, kemudian 100 lagi adalah souvenir yang biasa diterima oleh peserta undangan upacara peringatan kemerdekaan, dan juga kita menyediakan 100 bantuan pendidikan untuk masyarakat yang terpilih,” ungkap Juri.

Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam polling pemilihan logo HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjadi bagian dari proses kreatif nasional, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap identitas visual yang nantinya menjadi simbol kebanggaan bersama dalam peringatan kemerdekaan tahun 2026. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca