Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tutup Pameran IKM Bali Bangkit IV, Dekranasda Bali Ucapkan Terimakasih kepada Gubernur Koster

BALIILU Tayang

:

de
TUTUP: Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Umum Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara resmi menutup Pameran IKM Bali Bangkit IV pada, Rabu (17/11) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara resmi menutup Pameran IKM Bali Bangkit IV pada, Rabu (Buda Paing, Kuningan) 17 November 2021 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali.

Dalam acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati bersama Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardana Sukawati, dan Sekda Bali Dewa Made Indra bersama Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali Ny. Widiasmini Indra, serta Bupati/Walikota se-Bali bersama Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, hingga Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Sekda Bali, hingga seluruh jajaran di Pemprov Bali atas kepeduliannya telah membangkitkan produk IKM/UMKM di masa pandemi. “Atas bantuan Bapak Gubernur Bali, produk IKM/UMKM yang sebelumnya tersimpan di lemari pada masa pandemi, sekarang melalui pameran IKM Bali Bangkit akhirnya bisa dipertemukan dengan konsumen, dan bahkan mendapatkan dukungan dari BPD Bali serta Balimall.id untuk dipasarkan ke dunia digital,” ujar Ny. Putri Koster.

Pameran IKM Bali Bangkit yang menerapkan kombinasi penjualan online melalui e-marketplace Balimall.id dan penjualan secara konvensional ini, disebutkan Ny. Putri Koster akan kembali dilanjutkan di pengujung tahun 2021. Sehingga akan hadir Pameran IKM Bali Bangkit yang V. “Sekali lagi Dekranasda menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Bali mulai dari Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan seluruh stakeholder yang telah peduli dengan IKM/UMKM,” katanya seraya berpantun ‘Meli be pasih naik skuter, terimakasih Pak Koster’.

Istri orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga menegaskan bahwa sekarang mau tidak mau, Bali sudah memiliki sistem pemasaran produk IKM secara online melalui e-marketplace yang berskala nasional. Untuk itu, Ny. Putri Koster mengajak para IKM/UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, sumber daya manusia, dan kedisiplinan. “Apa yang sudah Kita lakukan disini (Pameran IKM Bali Bangkit, red) mulai dari men-display produk menjadi suatu kebanggaan bagi kita, dengan terwujudnya produk berkualitas dan tidak abal-abal, selalu dibuat asli oleh Krama Bali dengan kualitasnya,” tambahnya yang disambut tepuk tangan.

Di akhir sambutannya, Istri Gubernur Bali yang multitalenta ini berpesan kepada pelaku IKM/UMKM agar jangan merugikan para perajin kita dan jangan pula terlalu mencekek konsumen kita. Jadi prinsip kita berjualan dengan memasarkan barang berkualitas dengan harga yang pantas. “Agar Dekranasda terus mendapatkan ruang, kami akan selalu meminta dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali, untuk itu kami mengucapkan banyak terimakasih,” tutupnya seraya melaporkan atas ruang yang diberikan oleh Bapak Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Bali untuk Dekranasda dalam berpameran, bahwa IKM kita yang sudah berpameran mulai dari akhir tahun 2020 hingga saat ini, kalau ditotal itu pendapatannya masuk sampai saat ini capaiannya sudah hampir Rp 15 miliar.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam pidatonya menyatakan sangat senang sekali atas Pameran IKM Bali Bangkit ini telah terselenggara. “Perlu saya ceritakan juga bahwa waktu pandemi, segala aktivitas penjualan produk IKM/UKM berhenti, terus warung-warung pada tutup. Tiba-tiba, Ibu Putri (Istri Gubernur Bali Wayan Koster, red) ngobrol sama saya, katanya Ardha Candra-nya berdebu, bisakah dimanfaatkan untuk berpameran IKM Bali Bangkit. Saya langsung kaget, karena sesuatu ide yang sangat baik disampaikan kepada saya. Setelah saya fikir, betul juga, dari pada gedung di Ardha Candra tanpa nyawa, karena terlalu lama tidak dipakai sampai atapnya ada yang bocor, hingga menjadikan Ardha Candra ini tidak hidup suasananya. Maka saat itu juga, langsung diinisiasi pamerannya dengan konsep stand pameran dibuka secara gratis kepada pelaku IKM,” katanya sembari mengatakan ini konsep gotong-royong yang diterapkan Dekranasda Bali untuk menolong para pelaku IKM/UMKM kita di dalam memasarkan produknya, baik secara konvensional maupun digital/online.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengucapakan rasa terimakasihnya kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali. Karena atas keseriusan, kegigihannya, keuletannya, Ibu Putri mengerjakan Pameran IKM Bali Bangkit ini dengan bagus.

Lebih lanjut, Gubernur Bali jebolan ITB ini juga mengucapkan terimakasih kepada pegawai di Pemprov Bali yang tampil di fashion show dalam acara penutupan Pameran IKM Bali Bangkit. Karena telah menggunakan busana adat Bali dan Endek Bali yang sejalan dengan semangat Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali.

“Jadi 2 regulasi, baik itu Pergub dan SE-nya telah berjalan, sekaligus ini menjadi pengingat kembali kepada masyarakat bahwa setiap hari Kamis, Purnama dan Tilem menggunakan busana adat Bali. Sedangkan hari Selasa menggunakan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali,” ungkapnya seraya mengatakan kegiatan fashion ini membuat pegawai tampil elegan menggunakan busana adat Bali dan Endek Bali, pedagangnya jadi laris, sehingga semua mendapatkan manfaat. Inilah saya kira pola yang perlu kita gerakkan secara lebih masif lagi. Untuk itu, saya akan mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama di tingkat pegawainya, begitu juga BPD Bali saya harap melaksanakannya.

Mengenai pemanfaatan busana adat Bali dan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, apabila semua instansi dan 4,3 juta warga di Bali berkomitmen penuh menggunakan busana adat Bali dan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali, maka ekonomi kita akan hidup dan Pulau Dewata akan menjadi market langsung pengguna produk-produk lokal yang sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Sekaligus ini upaya untuk menolong para perajin dan pelaku IKM/UMKM kita.

“Dari kita untuk kita,” jelasnya seraya menambahkan inilah implementasi nyata kita memutarkan ekonomi di daerah Bali yang selaras dengan pelaksanaan Ekonomi Kerthi Bali berbasis pada sumberdaya lokal.

Gubernur Koster juga mengajak seluruh masyarakat di Bali menggunakan produk lokal, agar secara ekonomi kita saling menghidupi. Seperti pesan leluhur kita yang tertuang dalam Lontar Batur Kalawasan yang salah satunya menyebutkan ‘Hidup yang menghidupi, Urip yang menguripi’. “Kita saling menghidupi satu sama lain, jangan mau hidup sendiri, meninggalkan orang lain, ini tidak adil dan pasti terjadi permasalahan. Nah dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini bertujuan untuk membangun kehidupan yang tatanannya harmonis dengan harapan semua mendapatkan manfaat, kebahagiaan, dan semua sejahtera,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sebagai penutup, Gubernur Bali yang getol memperjuangkan pemanfaatan produk lokal Bali ini memberikan apresiasi kepada Dekranasda Provinsi Bali yang telah melaksanakan Pameran IKM Bali Bangkit IV dan berharap pameran ini terus jalan, agar ekonomi Bali bangkit. (gs)  

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Published

on

By

Wabup Badung Hadiri HUT Sekaa Teruna Putra Laksana
HADIRI HUT STT: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni, adat, dan tradisi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna (ST) Putra Laksana sekaligus STPL Youth Culture Festival di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini mengusung tema “Yuva Kalā Saṃskṛti Utsava”, yang berarti Merajut Kreativitas Pemuda, Melestarikan Seni dan Budaya, serta Mempererat Persaudaraan Dalam Harmoni.

Wabup menyatakan kebanggaannya atas inisiatif pemuda menggelar lomba gender dan tari baris sebagai upaya nyata menjaga warisan leluhur di tengah kemajuan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik Sekaa Teruna Putra Laksana. Kegiatan STPL Youth Culture ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan tradisi Bali yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujarnya.

Sebagai wujud dukungan, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana motivasi senilai Rp 60 juta. Anggaran ini dialokasikan masing-masing Rp 30 juta untuk mendukung Lomba Gender dan Rp 30 juta untuk lomba Tari Baris. Wabup mengingatkan peran strategis pemuda sebagai benteng pertahanan kebudayaan dan penggerak utama pariwisata Bali.

“Kabupaten Badung dan Bali memiliki benteng utama berupa kebudayaan. Jika bukan kita, generasi muda, yang meneruskan tradisi megambel, menari, dan belajar seni, siapa lagi ? Tanpa budaya, pariwisata Bali tidak akan memiliki daya tarik. Karena itu, Pemkab Badung akan selalu hadir mendukung kreativitas pemuda,” tambah Bagus Alit Sucipta yang juga mengapresiasi keberhasilan ST. Putra Laksana meraih Juara Harapan I pada ajang Saka Fest tingkat Kabupaten.

Sementara itu, Ketua Panitia I Kadek Khrisna Hari Senjaya melaporkan festival dua hari ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya, mulai dari lomba bendera hias tingkat Bali, jalan sehat, senam, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba tari baris tunggal dan tari maskot.

Acara ini turut dihadiri anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, perwakilan DPR RI I Wayan Sudirta, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Darmasaba beserta perangkat desa, BPD, TP. PKK Desa Darmasaba, Bendesa Adat Tegal, para prajuru adat, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa, Sinergi Pemkab Badung Dengan Perwakilan BPKP Bali

Published

on

By

Pembukaan Workshop Keuangan dan Pembangunan Desa
BUKA WORKSHOP: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan keuangan desa agar lebih transparan, akuntabel, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini ditegaskan dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kerta Gosana, Kantor Bupati Badung, Senin (19/10).

Kegiatan bersinergi dengan Perwakilan BPKP Provinsi Bali ini dihadiri 180 peserta dari unsur perbekel, sekretaris desa, ketua BPD, camat, hingga perwakilan OPD. Agenda ini mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”.

Bupati Badung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, menekankan bahwa desa merupakan garda terdepan pembangunan daerah.

“Tata kelola keuangan desa yang berkualitas dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Badung ingin memastikan bahwa desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga mampu mandiri, berinovasi, dan memberdayakan masyarakatnya secara berkesinambungan,” tegasnya.

Workshop ini menggarisbawahi poin penting seperti penguatan administrasi keuangan, pemanfaatan evaluasi untuk perbaikan program, peningkatan kemandirian lewat potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah narasumber kompeten hadir memberikan paparan, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI I Dewa Gde Agung Widiarsana mengenai pengawasan pelaksanaan undang-undang dan APBN terkait desa. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali Supendi menjelaskan mekanisme penyaluran Dana Desa, sedangkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tri Wibowo Aji memaparkan pengawalan akuntabilitas keuangan desa. Selain itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Badung Gede Ancana membawakan materi pencegahan penyimpangan hukum di desa.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung berharap aparatur desa menjadikan workshop sebagai ruang belajar produktif dan sarana memperkuat komitmen mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Talkshow Lintas Agama, Pemkab Badung Dorong Perempuan Jadi Garda Terdepan Rawat Toleransi

Published

on

By

Talkshow Lintas Agama Forpela Badung
TALKSHOW: Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Nyonya Yunita Alit Sucipta saat Talkshow Lintas Agama di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Kabupaten Badung menggelar Talkshow Kerukunan, Perkuat Peran Perempuan dalam Menjaga Harmoni Tahun 2026 di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). Agenda ini mengusung tema “Perempuan sebagai Pilar Kerukunan, Menguatkan Mental, Mempererat Persaudaraan, dan Mewujudkan Keharmonisan Sosial di Tengah Tantangan Zaman”.

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi wanita, keagamaan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Badung ini turut dihadiri Bupati Badung yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta selaku Agen Kerukunan Daerah, narasumber Putu Suprapti Santy Sastra, perwakilan Kesbangpol, Kepala Kemenag Badung, perwakilan FKUB, perwakilan Forpela Bali dan Forgimala Badung.

Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana saat membacakan sambutan Bupati Badung menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak dari lingkungan keluarga. Bupati juga mengapresiasi indeks kerukunan Kabupaten Badung pada 2025 yang mencapai angka 98,1 dan menekankan agar capaian tersebut terus dijaga lewat sinergi seluruh elemen.

Sebagai pembicara, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membawakan materi terkait perawatan kerukunan dan penguatan mental keluarga bebas narkoba. Ia menekankan pentingnya komunikasi harmonis orang tua-anak serta pengawasan gawai demi mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Kerukunan ini dimulai dari keluarga dulu. Bagaimana kita bisa rukun ke luar ketika keluarga kita tidak rukun? Karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, serta memberikan contoh yang positif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta memaparkan materi perempuan sebagai pilar keharmonisan. Ia mengajak perempuan lintas agama mempererat komunikasi, bijak bermedia sosial, dan merawat rasa aman demi mendukung sektor pariwisata Badung.

Pemaparan ditutup oleh Putu Suprapti Santy Sastra yang memotivasi peserta untuk menebar energi positif di lingkungan masyarakat.

“Toleransi ini bukan hanya saja menjadi retorika, tapi diimplementasikan secara nyata. Contohnya, bantuan hari raya Rp 2 juta, setiap hari raya keagamaan masing-masing,” ungkapnya.

Melalui talkshow ini, Forpela Badung diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas agama serta mendorong perempuan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga keharmonisan daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca