Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FH Unud Gelar ‘’Benchmarking’’ dengan FH Airlangga soal Pengelolaan Jurnal

BALIILU Tayang

:

de
FOTO BERSAMA: Usai gelar benchmarking, wakil dari FH Unud dan FH Airlangga melakukan sesi foto bersama, Kamis (18/11) di gedung FH Univ Airlangga Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, baliilu.com – Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) melaksanakan benchmarking soal pengelolaan jurnal dengan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, pada 18 November 2021 di Gedung FH Univ Airlangga, Surabaya. Kegiatan ini selanjutnya menjadi wadah komunikasi antara kedua lembaga untuk dapat saling bertukar informasi mengenai teknis seputar pengelolaan jurnal pada Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum.

Perwakilan FH Unud yang hadir dalam kegiatan benchmarking diterima oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D., Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Maradona, S.H., LL.M., Ph.D., Koordinator Program Studi Magister Ilmu Hukum sekaligus Editor in Chief Jurnal Media Iuris, Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum., dan Sekretaris Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS) Universitas Airlangga sekaligus Managing Editor Jurnal Yuridika, Dr. Prawitra Thalib, S.H., M.H., ACIArb.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Prihandono secara informal menyambut kedatangan perwakilan FH Unud dan mengharapkan ke depannya agar terjalin kerjasama dalam pengelolaan jurnal antara Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan FH Unud.

Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Maradona, kemudian membuka kegiatan, dan selanjutnya diikuti dengan pemaparan materi mengenai pengelolaan 2 jurnal di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, yaitu Jurnal Yuridika dan Jurnal Media Iuris.

Dalam presentasinya, Managing Editor Jurnal Yuridika, Prawitra Thalib, menitikberatkan pembahasannya pada 3 hal, yakni kesesuaian gaya selingkung, similarity check, dan keberadaan Lembaga Inovasi Publikasi Jurnal dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (LIPJHKI) yang menaungi kegiatan pengelolaan jurnal di lingkungan Universitas Airlangga.

Selanjutnya, Editor in Chief Jurnal Media Iuris, Aktieva Tri Tjitrawati, menambahkan tentang materi seputar strategi  internasionalisasi jurnal, diantaranya mengenai teknik penentuan focus & scope, batas minimal jurnal berbahasa Inggris yang mesti ter-publish pada setiap volume terbit, dan strategi untuk menjaring draf artikel jurnal dari penulis asing.

Di dalam sesi diskusi, terungkap fakta bahwa jurnal mahasiswa Prodi S1 Fakultas Hukum Universitas Airlangga merupakan skripsi yang reformat (diedit format dan substansinya mengikuti gaya selingkung jurnal). Adapun dalam proses reformat, Tim Pengelola Jurnal Fakultas Hukum Universitas Airlangga mewajibkan adanya unsur keterlibatan pembimbing daripada masing-masing skripsi tersebut, termasuk untuk memberikan persetujuan atas hasil reformat. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi beban pengelola jurnal. Mengingat jumlah mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Airlangga terbilang cukup banyak. Selain itu, lembaga juga memiliki kebijakan reworking atas skripsi mahasiswa. Utamanya terhadap skripsi yang dinilai berkualitas oleh dosen pembimbing. Maka, Tim Pengelola Jurnal Fakultas Hukum Universitas Airlangga  memberikan opsi agar skripsi tersebut dikemas menjadi jurnal yang dapat diterbitkan pada jurnal-jurnal di luar lingkungan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Pada prakteknya, beberapa skripsi yang di-reworking diakui berhasil submit pada jurnal terindeks Scopus.

Pada sesi diskusi juga dibahas perihal teknis similarity check. Bahwa tidak diperlukan adanya upaya similarity check terhadap draf jurnal mahasiswa Prodi S1 Fakultas Hukum Universitas Airlangga, mengingat jurnal tersebut merupakan reformat dari skripsi yang sebelumnya telah dilakukan pengecekan plagiarism oleh bagian akademik. Pertimbangan lainnya, karena skripsi mahasiswa telah diupload terlebih dulu ke repository. Apabila dilakukan pengecekan plagiarisme kembali, maka persentase plagiatnya akan tinggi.

Sebagai penutup diskusi, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Airlangga memberikan saran agar pembimbing skripsi juga diberikan tanggung jawab sebagai reviewer jurnal. Hal ini dimaksudkan agar pembimbing skripsi juga bertanggung jawab atas output jurnal, sehubungan yang bersangkutan turut memiliki tanggung jawab akademik dalam posisisnya sebagai penulis kedua.

Meskipun kegiatan benchmarking pengelolaan jurnal berlangsung dalam waktu relatif singkat, yakni hanya 1 hari, namun melalui benchmarking ini, diyakini bahwa nantinya dapat dihasilkan masukan dalam rangka penyempurnaan tata kelola jurnal di lingkungan FH Unud. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sampah Plastik Disulap Jadi Infrastruktur Kota, Buleleng Mulai Pasang Plang Jalan Ramah Lingkungan

Published

on

By

sampah buleleng
PEMASANGAN PAPAN NAMA: Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, melakukan pemasangan perdana papan nama jalan ramah lingkungan atau Buleleng Terra Sign yang dilakukan pada Kamis (26/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga lingkungan sekaligus mempercantik wajah kota diwujudkan melalui inovasi pemanfaatan sampah plastik daur ulang menjadi plang papan nama jalan. Inovasi tersebut mulai diterapkan pada kawasan Titik Nol Kota Singaraja dengan pemasangan perdana papan nama jalan ramah lingkungan atau Buleleng Terra Sign yang dilakukan pada Kamis (26/6).

Program Buleleng Terra Sign ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng bersama Rumah Plastik Mandiri Buleleng sebagai bagian dari penataan kawasan strategis pusat Kota Singaraja yang mengedepankan aspek estetika, fungsi, dan keberlanjutan lingkungan.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, mengatakan bahwa inovasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan.

“Melalui inovasi ini, sampah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan kami ubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar papan nama jalan, tetapi simbol komitmen Buleleng dalam membangun daerah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Sutjidra saat pemasangan plang jalan di kawasan Titik Nol Kota Singaraja.

Menurut dia, pemanfaatan sampah plastik sebagai material infrastruktur kota merupakan langkah konkret mendukung ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Pembangunan masa depan harus mampu menjawab tantangan lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan baik. Harapannya, inovasi ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengurangan sampah plastik,” katanya.

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap dapat menekan timbulan sampah plastik, memperkuat budaya daur ulang di masyarakat, serta menjadikan Buleleng sebagai daerah yang inovatif, kreatif, dan peduli lingkungan.

“Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ketika sampah bisa menjadi bagian dari infrastruktur kota, maka kita sedang membangun peradaban yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” pungkas Sutjidra.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menjelaskan bahwa gagasan pemanfaatan sampah plastik untuk papan nama jalan berawal dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dalam merancang gerakan baru penataan kawasan perkotaan, khususnya di Titik Nol Singaraja.

Ia menyebutkan, seluruh desain tetap mengacu pada standar teknis Kementerian Perhubungan terkait fasilitas perlengkapan jalan, sehingga aspek keselamatan, daya tahan, dan keterbacaan tetap menjadi prioritas utama.

“Penataan kawasan tidak hanya harus aman dan tertib, tetapi juga ramah lingkungan. Lampu penerangan jalan menggunakan PJUTS, kabel ditanam di bawah tanah, dan papan nama jalan kami hadirkan dari material hasil daur ulang sampah plastik. Hari ini kita baru pasang 3 plang papan nama jalan di 3 ruas jalan kawasan titik nol dengan total 10 plang yang nti sisanya akan dipasang di ruas jalan lainnya,” ungkapnya.

Disisi lain, pemilik Rumah Plastik Mandiri Buleleng, Eka Darmawan, mengatakan pihaknya menggunakan material plastik jenis HDPE yang dikenal tahan cuaca, aman, dan memiliki daya tahan tinggi untuk kebutuhan ruang publik.

Menurutnya, desain papan nama jalan tersebut juga mengusung identitas lokal melalui sentuhan seni Bali dan rencana penambahan ornamen ukiran khas Buleleng tanpa mengurangi fungsi utama sebagai sarana informasi lalu lintas.

Untuk diketahui dalam tahap awal penataan kawasan Titik Nol Singaraja, Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng memasang 10 papan nama jalan yang ditempatkan pada lima ruas jalan, masing-masing di titik awal dan akhir ruas.

Untuk memproduksi 10 papan nama jalan tersebut dibutuhkan sekitar 1,2 ton sampah plastik mentah yang berasal dari jaringan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di seluruh Kabupaten Buleleng. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi material papan dan tiang yang siap digunakan sebagai perlengkapan jalan.

Selain berfungsi sebagai penunjuk arah, papan nama jalan berbahan daur ulang ini juga menjadi simbol transformasi sampah menjadi infrastruktur kota yang bernilai guna tinggi. Ke depan, desain inovatif tersebut direncanakan akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolres Gianyar Resmikan Sumur Bor Tirta Chandra Kupa untuk Warga Banjar Pinda dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-80

Published

on

By

kapolres gianyar
RESMIKAN SUMUR BOR: Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., memotong bunga menandai peresmian bantuan sumur bor Tirta Chandra Kupa yang berlokasi di Banjar Pinda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Kamis (25/6/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., meresmikan bantuan sumur bor Tirta Chandra Kupa yang berlokasi di Banjar Pinda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Kamis (25/6/2026).

Peresmian yang berlangsung mulai pukul 10.20 WITA tersebut dihadiri oleh Wakapolres Gianyar, pejabat utama Polres Gianyar, unsur Forkopimcam Blahbatuh, pengurus Bhayangkari Cabang Gianyar, perangkat Desa Saba, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan apel peresmian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar, dilanjutkan dengan sambutan dan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya fasilitas sumur bor tersebut.

Dalam sambutannya, AKBP Chandra C. Kesuma mengatakan bahwa pembangunan sumur bor Tirta Chandra Kupa merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Banjar Pinda.

“Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Sumur bor Tirta Chandra Kupa ini merupakan wujud pengabdian Polri yang tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan solusi terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” ujar AKBP Chandra C. Kesuma.

Kapolres menjelaskan bahwa selama ini sebagian warga Banjar Pinda masih bergantung pada distribusi air PDAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air bersih yang lebih mudah diakses dan berkelanjutan.

“Nama Tirta Chandra Kupa kami pilih karena memiliki makna sumber kehidupan yang bersih, jernih, dan membawa keberkahan. Semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan warga,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolres Gianyar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, pengecekan sumber air sumur bor, serta foto bersama seluruh undangan yang hadir.

Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan enam paket sembako kepada warga yang membutuhkan di wilayah Banjar Pinda, Desa Saba.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat tema Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, yaitu “Polri untuk Masyarakat”. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polresta Denpasar Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan

Published

on

By

polresta denpasar
DONOR DARAH: Polresta Denpasar saat menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Gedung Pesat Gatra Lantai III Polresta Denpasar, Kamis (25/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)  

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Denpasar menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Gedung Pesat Gatra Lantai III Polresta Denpasar, Kamis (25/6/2026).

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., hadir bersama Ketua Cabang Bhayangkari Kota Denpasar, Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta, S.H., S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polresta Denpasar, para Kapolsek jajaran atau yang mewakili, personel Polresta Denpasar, serta perwakilan Bhayangkari dan keluarga anggota.

Pelaksanaan donor darah melibatkan personel Sidokkes Polresta Denpasar sebanyak lima orang serta tim dari PMI Provinsi Bali sebanyak sebelas orang. Sebelum proses donor dilakukan, seluruh peserta menjalani tahapan skrining kesehatan yang meliputi pengisian formulir, anamnesa kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan golongan darah, hingga pemeriksaan kadar hemoglobin (HB).

Donor darah kali ini mendapat antusiasme tinggi dari personel Polri dan keluarga besar Polresta Denpasar. Tercatat sebanyak 91 peserta hadir mengikuti kegiatan donor darah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya, sementara 22 peserta lainnya belum dapat melakukan donor karena alasan kesehatan.

Adapun jumlah pendonor berdasarkan golongan darah terdiri dari golongan darah A sebanyak 4 orang, golongan darah B sebanyak 20 orang, golongan darah O sebanyak 41 orang, dan golongan darah AB sebanyak 4 orang.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat sekaligus implementasi semangat pengabdian dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.

“Melalui kegiatan donor darah ini, Polresta Denpasar ingin memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian sosial keluarga besar Polresta Denpasar dan Bhayangkari dalam membantu memenuhi ketersediaan stok darah di PMI, sekaligus mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas di lingkungan Polri,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan olahraga, tetapi juga kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti donor darah ini, kami berharap kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu menumbuhkan semangat gotong royong serta kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Donor darah berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Selain menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Polresta Denpasar dan Bhayangkari dalam mendukung aksi kemanusiaan serta memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca