Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Universitas Udayana Kembali Kukuhkan Delapan Guru Besar Tetap

BALIILU Tayang

:

guru besar
PENGUKUHAN GURU BESAR: Universitas Udayana (Unud) kembali mengukuhkan 8 orang Guru Besar Tetap, Sabtu (10/6). (Foto: ist)

Jimbaran, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) kembali mengukuhkan 8 orang Guru Besar Tetap, Sabtu (10/6). Pengukuhan Guru Besar dilakukan langsung oleh Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU., di Auditorium Widya Sabha Kampus Unud Bukit Jimbaran.

Kedelapan Guru Besar yang dikukuhkan tersebut, yaitu Prof. Dr. Nyoman Gunantara, ST.,MT. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknik Telekomunikasi di Fakultas Teknik), Prof. Dr. Desak Putu Dewi Kasih, S.H.,M.Hum. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum di Fakultas Hukum), (Alm) Prof. Dr. Dra. Meitini Wahyuni Proborini, M.Sc.,St. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Mikologi/Biologi di Fakultas MIPA), Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, ST.,MT.,IPM. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Termo-fluida Sistem Energi dan Materia di Fakultas Teknik), Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Penyuluhan Pertanian di Fakultas Pertanian), Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sukarini, M.Hum. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Linguistik/Semiotik di Fakultas Ilmu Budaya), Prof. Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc.,Ph.D. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekologi di Fakultas MIPA), dan Prof. Ir. Made Pharmawati, M.Sc.,Ph.D. (Guru Besar dalam bidang Ilmu Genetika di Fakultas MIPA).

guru besar
Rektor Unud, Prof. I Nyoman Gde Antara. (Foto: ist)

Rektor Unud, Prof. I Nyoman Gde Antara, mengaku bangga dan mengapresiasi karena Unud kembali melahirkan 8 orang Guru Besar Tetap. Dengan dikukuhkannya 8 Guru Besar ini, Unud memiliki tambahan SDM yang sudah sangat teruji kapasitas keilmuannya. Hal ini tentunya akan membuat keberadaan Unud di masyarakat semakin diakui dan berdampak positif pada peningkatan kualitas serta akan lebih mendorong Unud mencapai cita-cita menuju World Class University.

Prof. Antara mengatakan sampai saat ini Unud telah memiliki total 199 orang Guru Besar dan diyakini, angka ini akan terus bertambah ke depannya. Karena berdasarkan data yang dimiliki bagian SDM, saat ini Unud memiliki 1.369 orang Tenaga Pendidik PNS, 122 orang Dosen Tetap BLU dan 80 orang Dosen Kontrak. Ada 354 orang Lektor Kepala (26 %), 507 orang berjabatan Lektor (37 %), Asisten Ahli 192 orang (14 % ) dan 117  orang berstatus Tenaga Pengajar (9 %). Berdasarkan data tersebut, Unud memiliki 507 orang Lektor dan 236 orang Lektor Kepala yang telah memiliki ijazah S3.

Baca Juga  Universitas Udayana Lantik 14 Pejabat Fungsional Rumah Sakit Universitas Udayana

“Dengan jumlah Lektor Kepala yang cukup besar, artinya kita punya potensi yang besar pula untuk semakin optimis menambah banyak jumlah Guru Besar di Universitas Udayana. Semoga pengukuhan Guru Besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi Guru Besar,” ujar Rektor.

Dengan dikukuhkannya 8 Guru Besar ini, Prof. Antara mengatakan presentase Guru Besar yang dimiliki oleh Unud pada tahun 2023 adalah sebesar 15 persen. Hal ini sekaligus menunjukan bahwa Unud juga telah melampaui target dari Kementerian terkait jumlah minimal Guru Besar pada sebuah universitas, yakni 10 persen. Adanya Guru Besar yang baru dikukuhkan, dan diikuti dengan adanya Guru Besar yang akan purnatugas, maka Unud terus mendukung dan mendorong para Lektor dan Lektor Kepala yang sudah memiliki Gelar Doktor atau Ijasah Doktoral agar segera berproses menuju ke Guru Besar. Sebab, semakin banyak Guru Besar yang dikukuhkan menunjukkan semakin banyak pakar yang dimiliki Unud dan semakin mengukuhkan Unud sebagai Universitas yang mampu menyiapkan calon-calon generasi penerus karena kualitas proses pendidikan dan kualitas para pendidiknya.

“Dengan meningkatnya jumlah SDM Unggul di Universitas yang kita cintai ini dapat mengawal Universitas Udayana untuk mampu bersaing di tingkat nasional juga di tingkat internasional,” ucap Rektor.

guru besar
Para pimpinan Universitas saat mengikuti pengukuhan Guru Besar Tetap Unud. (Foto: ist)

Sekretaris Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. drh. Nyoman Sadra Dharmawan, MS mewakil Ketua Forum dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para Guru Besar yang sudah dikukuhkan. Jabatan guru besar atau profesor adalah jabatan akademik tertinggi yang ada di perguruan tinggi yang diberikan kepada mereka yang masih aktif, sehingga diharapkan semuanya tetap berkarya dan profesional serta menjadi teladan. Dikaitkan dengan kondisi saat ini dimana Universitas Udayana sedang bertransformasi menuju internasionalisasi, peran guru besar sangat berarti dalam hal tersebut. Pengakuan internasional dapat dilihat dari capaian pendidikan institusi tersebut, dimana capaian itu disebut dengan outcome base education, hal itu mempersyaratkan adanya outcome base curriculum dan outcome base curriculum mensyaratkan outcome base teaching and learning process serta outcome base evaluation.

Selanjutnya juga dalam penelitian dan pengabdian, selain mengacu pada standar nasional pendidikan dan standar Universitas Udayana, juga tentang persoalan internasionalisasi menjadi tanggung jawab para guru besar. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/headline5651-Universitas-Udayana-Kembali-Kukuhkan-Delapan-Guru-Besar-Tetap.html (gs/bi)

Baca Juga  Kemensetneg RI Lakukan Monitoring Pelaksanaan Perjalanan Dinas Luar Negeri di Universitas Udayana

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Perkuat Kerja Sama Bali–Swiss, Bidik Investasi Industri Inovatif hingga Pengolahan Sampah

Pererat Hubungan Bali–Swiss, Momentum 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster terima kunjungan Dubes Swiss
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Bali dan Swiss.

Kunjungan tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung di tengah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss. Bagi Bali, momentum ini tidak sekadar memperkuat hubungan antarpemerintah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Wayan Koster dan Duta Besar Konstantin Obolensky membahas perkembangan positif sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penghubung penting antara Indonesia, khususnya Bali, dan Swiss.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, hingga 21 Oktober 2026 tercatat sekitar 29.000 wisatawan asal Swiss telah berkunjung ke Indonesia, dengan rata-rata kunjungan sekitar 3.065 orang per bulan. Angka ini mencerminkan potensi hubungan kedua negara yang tidak hanya bertumpu pada diplomasi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, dan kegiatan pariwisata.

Gubernur Wayan Koster menyambut baik perkembangan tersebut dan berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui kerja sama yang semakin luas, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Bali.

Swiss Tertarik Kembangkan Kerja Sama Industri Inovatif dan Lingkungan

Duta Besar Konstantin Obolensky menyampaikan bahwa agenda kunjungan perdananya ke Bali cukup padat. Selain melakukan kunjungan resmi ke Jayasabha, ia meninjau sejumlah lokasi usaha milik warga negara maupun badan usaha asal Swiss, menghadiri agenda Global Etik IADEMA sehari sebelumnya, serta bersilaturahmi dengan komunitas diaspora Swiss yang tinggal di Bali.

Baca Juga  Universitas Udayana Lantik 14 Pejabat Fungsional Rumah Sakit Universitas Udayana

Saat ini, tercatat sekitar 700 warga negara Swiss menetap dan bekerja di Bali. Keberadaan komunitas tersebut menjadi salah satu gambaran eratnya hubungan masyarakat kedua pihak, sekaligus membuka ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan peluang kolaborasi di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Duta Besar Obolensky menegaskan dukungan Swiss terhadap pengembangan investasi dan pembangunan di Bali. Swiss juga menyatakan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor industri inovatif, pengolahan sampah, serta pengolahan air limbah.

Ketertarikan tersebut menjadi peluang strategis bagi Bali untuk memperluas kemitraan dengan Swiss, khususnya dalam pengembangan solusi inovatif yang mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama di bidang ini juga relevan dengan kebutuhan Bali untuk menjaga kualitas lingkungan, memperkuat tata kelola persampahan, dan mempertahankan daya tarik pulau sebagai destinasi pariwisata dunia.

Gubernur Koster Sambut Komitmen Swiss, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan

Gubernur Wayan Koster menyambut hangat kunjungan perdana Duta Besar Konstantin Obolensky dan mengapresiasi komitmen Swiss untuk terus memperkuat hubungan serta membuka peluang kerja sama di Bali.

Gubernur menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara Bali dan Swiss, sejalan dengan hubungan baik Indonesia dan Swiss yang telah terjalin selama puluhan tahun. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkesinambungan, hubungan tersebut diharapkan tidak hanya terjaga pada tingkat diplomatik, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan konkret yang mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Bali, kerja sama internasional memiliki arti penting ketika mampu mempertemukan potensi daerah dengan keunggulan mitra, termasuk dalam pengembangan industri inovatif, investasi, serta pengelolaan lingkungan. Karena itu, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas peluang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Kunjungan SMA dari Lampung dan Cirebon

Endek Bali sebagai Simbol Persahabatan dan Promosi Produk Lokal

Sebagai penutup pertemuan, Gubernur Wayan Koster menyerahkan cinderamata berupa kain tenun endek khas Bali kepada Duta Besar Konstantin Obolensky. Pemberian tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan dan persahabatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya serta mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali kepada masyarakat internasional.

Kain endek, dengan ragam motif dan nilai budaya yang melekat di dalamnya, merepresentasikan kreativitas serta identitas masyarakat Bali. Melalui diplomasi budaya seperti ini, hubungan bilateral diharapkan semakin dekat, sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal Bali untuk memperoleh perhatian dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pertemuan di Jayasabha pun menjadi penegasan bahwa hubungan Bali dan Swiss memiliki ruang besar untuk terus berkembang. Berbekal persahabatan yang telah terjalin, dukungan terhadap investasi, serta peluang kolaborasi di sektor strategis, Gubernur Wayan Koster berharap kemitraan kedua pihak semakin kuat dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility

Published

on

By

Gubernur Koster luncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita
LUNCURKAN BUS LISTRIK: Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station merupakan langkah nyata dalam mempercepat penerapan energi bersih di Provinsi Bali, khususnya pada sektor transportasi, sejalan dengan kebijakan Bali Energi Bersih.

Pemerintah Provinsi Bali menerapkan kebijakan energi bersih dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengurangan penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Saat ini, proses perizinan tengah berjalan dan diharapkan pengembangan tersebut dapat mulai dilaksanakan pada 2027.

Sementara di sektor hilir, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, pada periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Koster menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dan realisasi kerja sama dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Kunjungan Tim Pusat Prestasi Nasional

Melalui proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI), memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi Bali. Bus listrik yang dihibahkan tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster

Kepada Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Koster menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan walaupun peningkatan kendaraan listrik roda dua masih belum maksimal. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih hemat, efisien, tidak bising dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Proyek Bali E-Mobility merupakan bukti nyata kekuatan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih. Bali menjadi lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga mencakup pengurangan pencemaran yang bersumber dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat Bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Pambudy.

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Kunjungan SMA dari Lampung dan Cirebon

Menurutnya, filosofi tersebut relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dengan mengintegrasikan kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujud Tri Hita Karana, WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Penghijauan di Pura Sada Kuta

Published

on

By

Ketua WHDI Badung serahkan bantuan di Pura Sada
SERAHKAN BANTUAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan bantuan saat memimpin kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pengurus dan anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung menggelar kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). Agenda bulanan ini menjadi wujud nyata pengamalan sradha bhakti serta implementasi ajaran Tri Hita Karana di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama untuk memohon kerahayuan. Setelah itu, WHDI Badung menyerahkan tali kasih berupa 10 paket sembako kepada para Pemangku, melaksanakan aksi mereresik (pembersihan lingkungan pura), serta menanam 10 pohon pelindung dan upakara yang terdiri dari 3 pohon sandat, 3 pohon cempaka, dan 4 pohon pucuk untuk menjaga keasrian kawasan suci.

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir secara langsung memimpin rombongan. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bertatap muka dengan para penglingsir, pemaksan, serta pengempon Pura Sada Desa Adat Kuta.

“Kami Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Badung bersinergi dengan WHDI Kecamatan Kuta melaksanakan kegiatan sosial ini sebagai penjabaran sradha bhakti dan ajaran Tri Hita Karana. Sekaligus, kami memohon lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa semoga Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, dan kita semua senantiasa diberikan kerahayuan, kesehatan, kesejahteraan, serta Kabupaten Badung gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujarnya.

Kehadiran rombongan WHDI Kabupaten Badung disambut hangat oleh Petengen Ketut Loka Santi selaku perwakilan pengempon dan pemaksan Pura Sada Desa Adat Kuta. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta kepedulian yang diberikan kepada para pemangku maupun lingkungan pura.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Kuta, perwakilan Gatriwara Nyonya Graha Wicaksana, Lurah Kuta Gusti Ayu Putu Erawati, Jro Mangku Gede Pura Sada Kuta I Wayan Sudra, serta jajaran pengurus WHDI Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan arisan di kawasan Pantai Jerman. (gs/bi)

Baca Juga  Universitas Udayana Gelar Pembinaan Pembelajaran Pendidikan Berkarakter di Perguruan Tinggi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca