Wednesday, 29 November 2023
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Universitas Udayana Klarifikasi Terkait Dana SPI Unud

BALIILU Tayang

:

unud
Gedung Rektorat Unud, Kampus Jimbaran Badung. (Foto: ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Menindaklanjuti kasus dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Universitas Udayana (Unud) yang menetapkan beberapa tersangka oleh pihak Kejaksaan Tinggi Bali, pada Selasa, 14 Maret 2023, Tim Hukum Universitas Udayana melakukan koordinasi internal Unud bertempat di Gedung Rektorat – Kampus Jimbaran, Badung.

Berdasarkan hasil koordinasi internal Unud, Tim Hukum Universitas Udayana yang diwakili Dr. I Nyoman Sukandia, S.H., menyampaikan klarifikasi terkait dana SPI Unud sebagai berikut.

1. SPI merupakan hal yang sudah berlangsung sejak tahun 2018 di Universitas Udayana. Adapun yang menjadi pertimbangan untuk memberlakukan SPI sepenuhnya didasarkan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Guna menjamin kepastian hukum di tingkat universitas, maka dasar hukum pemberlakuan SPI juga diatur di dalam Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor 476/UN14/HK/2022 tentang Sumbangan Pengembangan Institusi Mahasiswa Baru Seleksi Jalur Mandiri Universitas Udayana Tahun Akademik 2022/2023.

2. Perihal pengenaan SPI di Unud, berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat (1) huruf d Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta turut mempertimbangkan Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor 476/UN14/HK/2022 tentang Sumbangan Pengembangan Institusi Mahasiswa Baru Seleksi Jalur Mandiri Universitas Udayana Tahun Akademik 2022/2023, maka yang dapat dikenakan SPI hanya mahasiswa yang mengikuti jalur masuk mandiri, kecuali mahasiswa tersebut terbukti masuk kualifikasi tidak mampu.

3. Perihal mekanisme perhitungan SPI sejatinya ada di masing-masing fakultas. Perhitungan SPI turut mempertimbangkan biaya operasional masing-masing fakultas. Namun demikian, penentuan besaran nominalnya juga sudah disesuaikan dengan ketentuan Pasal 10 ayat (3) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga  Tim FKH Unud Melaju Sampai 16 Besar Seleksi Internal Debat Bahasa Indonesia 2022 Tingkat Universitas Udayana

4. Berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat (4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka SPI tidak menjadi dasar dalam penentuan penerimaan atau kelulusan mahasiswa. Seperti halnya di Unud, bahwa ada calon peserta didik yang berasal dari jalur mandiri dinyatakan lulus dengan nilai SPI Rp. 0. Mengingat kelulusan tersebut memang murni didasarkan atas perolehan nilai test dari yang bersangkutan.

5. Berdasarkan data yang tercatat dalam rekening koran, diketahui bahwa perolehan SPI Unud dari tahun 2018 s/d 2022 adalah sebesar Rp. 335.251.590.691. Bahwa total nilai SPI ini seluruhnya dibayarkan melalui rekening negara oleh mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, dan dipastikan tidak ada masuk ke rekening pribadi. Dana SPI yang terkumpul di dalam rekening negara selanjutnya terakumulasi dengan pendapatan lain Unud yang sah, sehingga dana SPI kemudian dapat digolongkan sebagai komponen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Akumulasi dana yang ada di dalam rekening negara inilah yang dikelola secara akuntabel dan transparan untuk seluruh kebutuhan Unud, termasuk fasilitas sarana dan prasarana.

6. Unud senantiasa akuntabel dan transparan dalam pengelolaan keuangan negara, termasuk dana SPI yang masuk dalam rekening negara. Sebagai bentuk kehati-hatian, Unud juga melibatkan beberapa lembaga audit untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap pengelolaan keuangan negara, seperti: (a) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), (b) Inspektorat Jendral dari Kementerian, (c) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali, (d) Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Udayana, dan Kantor Akuntan Publik. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa Unud selalu berupaya untuk terhindar dari segala bentuk kekeliruan dalam konteks pengelolaan keuangan negara, termasuk dana SPI yang ada di dalamnya.

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Tiga Bantuan Mobil Operasional dari Bank Mandiri

7. Bahwa hingga saat ini Unud masih mempertanyakan kesimpangsiuran pemberitaaan mengenai besaran nominal kerugian negara dan kerugian perekonomian negara, sebagaimana dimuat dalam press release yang dibuat oleh pihak Kejaksaan Tinggi Negeri Bali tertanggal 10 Maret 2023, dan/atau materi yang termuat dalam siaran berita pada beberapa media, baik cetak, online, maupun elektronik. Mengingat, besaran nominal yang dicantumkan dalam press release dan/atau pemberitaan di media, tidak sesuai dengan fakta pengelolaan keuangan negara oleh Unud.

8. Sebagai penutup, Unud mengingatkan agar semua pihak menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah. Lebih daripada itu, Unud berkomitmen untuk menghormati proses hukum yang berjalan. (gs/bi)

hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Nasional STBM dan Kabupaten/Kota Sehat Kategori Tertinggi

Published

on

By

penghargaan kota sehat denpasar
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, SE, MM saat menerima penghargaan Kota Sehat Kota Denpasar serta Forum Kota Sehat Kota Denpasar, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (28/11). (Foto: Hms Dps)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali berhasil menyabet dua penghargaan skala nasional. Kedua penghargaan yang berhasil diraih yakni penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba Wistara yang merupakan kategori tertinggi dan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Kategori Pratama. Penghargaan ini diterima Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, SE, MM bersama Tim Pembina Kota Sehat Kota Denpasar serta Forum Kota Sehat Kota Denpasar, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (28/11).

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pemerintah daerah yang telah berhasil mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Sehat tahun 2023.

“Selamat kepada para kepala daerah yang sudah berhasil lebih baik dari yang lain dalam menciptakan kotanya yang lebih sehat,” jelasnya.

Pihaknya juga menekankan bahwa masalah kesehatan saat ini semakin kompleks khususnya di perkotaan. Hal ini disebabkan peduduk kota yang semakin banyak setiap tahunnya akibat urbanisasi yang tidak terelakkan. Menurutnya, dengan adanya urbanisasi yang tidak terelakkan ditambah perubahan iklim yang terjadi persoalan di kota semakin rumit termasuk masalah kesehatan.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut berysukur atas capaian dua penghargaan yang diraih Pemkot Denpasar. Hal ini membuktikan bahwa kerja keras, inovasi, program dan terobosan Pemkot Denpasar mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

Pihaknya mengajak seluruh jajaran Pemkot Denpasar untuk tidak cepat berpuas diri. Penghargaan ini hendaknya menjadi cambuk untuk terus berbuat optimal memberikan pelayanan bagi masyarakat. Sehingga apa yang menjadi dasar pemberian penghargaan ini berlanjut terhadap kemanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Denpasar.

“Dengan diraihnya penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara dan STBM Award Pratama diharapkan dapat mewujudkan kondisi Kota Denpasar yang bersih, aman, sehat dan nyaman untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya,” ujarnya.

Baca Juga  Tim FKH Unud Melaju Sampai 16 Besar Seleksi Internal Debat Bahasa Indonesia 2022 Tingkat Universitas Udayana

“Dengan terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian sesuai dengan visi misi Kota Denpasar, semoga ke depan penghargaan ini dapat menjadi cambuk untuk terus berbuat dan berinovasi dalam menciptakan program yang berkemanfaatan bagi masyarakat Kota Denpasar,” imbuh Arya Wibawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati, M.Kes mengatakan, penghargaan ini diraih setelah dilakukan penilaian dokumen, verifikasi lanjutan dan verifikasi lapangan oleh tim verifikasi pusat terhadap 9 tatanan yaitu tatanan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri. Adapun indikator tersebut terdiri atas tatanan permukiman dan fasilitas umum, tatanan pendidikan, tatanan pasar, tatanan pariwisata, tatanan transportasi dan tertib lalulintas jalan, tatanan perkantoran dan perindustrian, tatanan perlindungan sosial, tatanan pencegahan dan penanganan bencana yang ada di Kota Denpasar.

Berkenaan dengan STBM Award lanjut Ayu Candrawati, penghargaan ini merupakan ajang pengakuan terhadap keberhasilan pemerintah daerah atas upaya percepatan perubahan perilaku masyarakat hidup sehat dengan tidak ada lagi praktik buang air besar (BAB) sembarangan. Dimana penghargaan ini diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Menurut Ayu Candrawati, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Pemicuan 5 Pilar STBM ini bertujuan untuk memicu masyarakat agar mengubah perilaku yang merusak lingkungan dan  memfasilitasi masyarakat melakukan analisa terkait perilaku mereka dalam melakukan buang air besar untuk stop buang air besar sembarangan.

Pihaknya menambahkan, bahwa kunci keberhasilan pencapaian Kabupaten/Kota Sehat dan (STBM) Award terletak pada kolaborasi serta komitmen penuh lintas sektor, dari pemerintah daerah, swasta, LSM dan masyarakat, untuk memenuhi setiap indikator pada setiap tatanan di sektor masing-masing. Peran dan komiten mengupayakan sehingga mampu memacu percepatan pembangunan kesehatan lingkungan masyarakat hidup sehat dan produktif. (eka/bi)

Baca Juga  Pilmapres FTP Unud, Antarkan Zulfa Hana Maulida Wakili ke Jenjang Universitas

hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Angkat Tema “Korprikan Indonesia”, Walikota Jaya Negara Pimpin Apel HUT Ke-52 Korpri

Published

on

By

korpri denpasar
INSPEKTUR: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menjadi inspektur upacara dalam Peringatan HUT ke-52 Korpri berlangsung di Lapangan Lumintnag Denpasar, Rabu (29/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Peringatan HUT Ke-52 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) berlangsung di Kota Denpasar melalui apel peringatan pengibaran Bendera Merah Putih. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di Lapangan Lumintang Denpasar, Rabu (29/11).

Hadir dalam kesempatan ini, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Forkopimda Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, serta OPD Pemkot Denpasar. Tema Hut Korpri tahun ini “Korprikan Indonesia”, yang dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pelantikan Dewan Pengurus Korpri Kota Denpasar Masa Bakti Tahun 2023-2028.

Dalam sambutannya, Walikota Jaya Negara menyampaikan, pada dasarnya Korpri memberikan pelayanan publik yang lebih menarik, atraktif, kreatif untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Organisasi Korpri merupakan wadah untuk menghimpun seluruh pegawai Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan perjuangan, pengabdian, serta kesetiaan kepada Pancasila.

Organisasi Korpri ini harus terus bertransformasi menjadi memperkokoh sikap melayani menjadi abdi masyarakat, menjadi abdi negara, terus berinovasi dan mengembangkan cara kerja baru yang lebih efisien, terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memberi solusi dengan cepat dan jitu sehingga dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

“Untuk itu maka saya minta agar Korpri tetap solid sebagai organisasi di dalam kedinasan sehingga aspirasi ASN dapat ditampung, diformulasikan, dan disalurkan secara proporsional dan profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Korpri harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dengan merubah mindset bahwa ASN bukanlah orang yang harus dilayani tetapi yang melayani seluruh lapisan masyarakat

Baca Juga  Menteri Lingkungan Hidup dan Air Australia Beri Kuliah Umum di Universitas Udayana

“Hendaknya bekerja dengan Ikhlas dan Tuntas, Berintegritas dan Profesionalitas, mampu melahirkan inovasi-inovasi baru bagai solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya sehingga masyarakat merasa terlindungi, terayomi, dan merasa hidup dalam kebersamaan, merasa tidak terasingkan atau terpinggirkan, sehingga keberadaan Korpri dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang juga selaku Ketua Korpri Kota Denpasar mengatakan, HUT ke-52 Korpri ini hendaknya dimaknai seluruh jajaran Korpri di Kota Denpasar sebagai ajang untuk meningkatkan kinerja. Dimana, pihaknya berharap kedepannya seluruh jajaran Korpri Kota Denpasar bisa semakin solid profesional dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tema utama “Korprikan Indonesia”.

“Artinya kita selaku anggota Korpri kita harus semakin solid dan kompak dalam rangka menuju ASN yang profesional sehingga nanti semua program visi dan misi kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju bisa terlaksana dengan baik dan juga menjadi barometer kita untuk meningkatkan kecakapan dan kemahiran dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai ASN dan memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat,” ujar Alit Wiradana. (eka/bi)

hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Launching Inovasi Jaya Gupta

Jadi Wadah Kolaboratif Padukan Pendidikan dan Teknologi Tingkatkan Pelayanan

Published

on

By

Jaya Gupta
LUNCURKAN JAYA GUPTA: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meluncurkan secara resmi Inovasi Jaringan Pelayanan Guru dan Tenaga Pendidikan (Jaya Gupta) bertepatan dengan Peringatan HUT Korpri ke-52 dan Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2023 di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Rabu (29/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Rabu, 29 November 2023 meluncurkan secara resmi Inovasi Jaringan Pelayanan Guru dan Tenaga Pendidikan (Jaya Gupta) bertepatan dengan Peringatan HUT ke-52 Korpri dan Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2023 di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar.

Hadirnya inovasi berbasis aplikasi ini diharapkan mampu menjadi wadah kolaboratif dalam memadukan pendidikan dengan teknologi guna meningkatkan pelayanan.

Serangkaian Peluncuran Inovasi Jaya Gupta, turut digelar pameran pendidikan yang melibatkan sebanyak 10 perwakilan TK/PAUD, sebanyak 30 Perwakilan SD, sebanyak 30 perwakilan SMP serta sebanyak 8 perwakilan komunitas belajar di Kota Denpasar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar sekaligus Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Direktur TI dan Kerja Sama Universitas Negeri Surabaya, Prof. Selamet Setiawan, Ph.D, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny, Widnyani Wiradana, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar serta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dalam laporannya menjelaskan, sejalan dengan semangat reformasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman, pengembangan inovasi dalam menyelenggarakan pelayanan pendidikan sangatlah diperlukan. Salah satu cara yang sangat relevan dengan pemanfaatan teknologi informasi, terutama aplikasi yang dapat mendukung peran guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih baik.

Pihaknya berharap, adanya inovasi di bidang  pembinaan ketenagaan Dinas Pendidikan Kota Denpasar dapat memberikan informasi yang akurat dan akuntabel bagi masyarakat terkait layanan dan inovasi dalam bidang pendidikan. Hal ini utamanya bagi guru, pengawas, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan lantaran aplikasi ini memuat fitur layanan berbagi praktik baik, aksi nyata, layanan tendik, dan hallo guru.

Baca Juga  Pembangunan Pariwisata Kota Senja Kaimana, Bupati Kaimana Percayakan pada Universitas Udayana

“Marilah kita bersama-sama mendukung dan aktif berpartisipasi dalam pengembangan inovasi aplikasi pelayanan pendidikan. Dukungan ini tidak hanya mencakup pemahaman dan penerimaan terhadap teknologi baru, tetapi juga kolaborasi antara anggota Korpri, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

“Inovasi Jaya Gupta dapat sebagai wadah karya inovatif dan praktik baik guru dan tenaga kependidikan, harapannya dapat memberikan inspirasi  kepada insan pendidik lainnya mengembangkan ide gagasannya demi kemajuan pendidikan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Direktur TI dan Kerja Sama Universitas Negeri Surabaya, Prof. Selamet Setiawan, Ph.D dalam mengucapkan terimakasih atas kerja sama antara Pemkot Denpasar dan Universitas Negeri Surabaya dalam mendukung pengembangan inovasi Jaya Gupta. Dimana, hadirnya inovasi ini diharapkan mampu mendukung kolaborasi antara pendidikan dan teknologi yang tentunya tetap memegang teguh kearifan lokal dan nilai-nilai pendidikan.

“Komitmen Universitas Negeri Surabaya, kami tetap mengembangkan kerja sama demi mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ini merupakan salah satu pengabdian kami, dan kami berharap inovasi Jaya Gupta ini mampu meningkatkan profesional dalam dunia pendidikan dengan memegang teguh kearifan lokal,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi dan sangat mendukung pengembangan inovasi untuk memudahkan palayanan di setiap perangkat daerah. Hal ini  sejalan dengan visi Kota Denpasar yaitu “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju”.

“Kita mendorong semua pihak untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Denpasar ini, dengan semangat Sewaka Dharma dan Vasudaiva Khutumbakam kita perkuat gotong-royong termasuk dalam peningkatan kualitas pelayanan di sektor pendidikan,” ujarnya.

Dikatakannya, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sebuah masyarakat yang maju dan berkualitas. Karenannya, langkah inovatif dalam penyelenggaraan pendidikan menjadi suatu keharusan. Dengan adanya inovasi ini Jaya Negara berharap, guru dapat lebih fokus pada pembelajaran, sedangkan tenaga kependidikan dapat lebih efisien dalam mendukung kelancaran proses pendidikan. Pihaknya  mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan aplikasi ini.

Baca Juga  Pilmapres FTP Unud, Antarkan Zulfa Hana Maulida Wakili ke Jenjang Universitas

“Kami percaya bahwa pengembangan Aplikasi Jaya Gupta dalam pelayanan pendidikan untuk guru dan tenaga kependidikan merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui teknologi, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih responsif, efisien, dan mendukung perkembangan pesat dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

“Langkah ini tidak hanya mencerminkan semangat kerja sama kita untuk memajukan dunia pendidikan, tetapi juga sebagai bentuk nyata komitmen kita untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing,” imbuhnya. (eka/bi)

hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca