Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Hadiri Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi

BALIILU Tayang

:

unud
KPK RI saat menggelar Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi yang berlangsung secara hybrid yang mengambil titik lokasi di The Alana Yogyakarta, Selasa (15/11/2022). (Foto: ist)

Yogyakarta, baliilu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menggelar Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi yang berlangsung secara hybrid yang mengambil titik lokasi di The Alana Yogyakarta, dan dibuka oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri, Selasa (15/11/2022). 

Universitas Udayana dalam kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. yang dalam hal ini mewakili Rektor Unud. Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP.,IPU bersama Ketua SPI Dr. Drs. Dewa Gede Wirama, MSBA.,AK.,CA, Ketua LP3M Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.,Sc.Ph.D. dan Kepala BAKH Drs. I Gusti Ngurah Indra Kecapa, M.Ed mengikuti kegiatan ini secara daring melalui Zoom Meeting.

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana dalam laporannya menyampaikan Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi bagi para pimpinan PTN maupun PTKN ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari strategi yang dilakukan KPK yaitu penindakan, pencegahan maupun pendidikan. Khususnya yang dilakukan pada kali ini adalah strategi pendidikan. Forum ini bertujuan untuk menghasilkan kerja sama KPK dengan pimpinan PTN maupun PTKN dalam mendorong terwujudnya integritas dan ekosistem antikorupsi di perguruan tinggi dan juga sekaligus menjadi kewajiban KPK untuk mengingatkan pimpinan PTN maupun PTKN sebagai penyelenggara negara. 

Wardiana memaparkan, pada tanggal 1 November 2022 yang lalu KPK telah memfasilitasi forum untuk diskusi tentang perumusan rencana aksi dan deklarasi penguatan integritas PTN dan PTKM yang diinisiasi oleh 5 Ketua Asosiasi atau Forum Rektor dan Guru Besar, serta 7 Rektor mewakili PTN dan PTKN yang diharapkan mewakili tujuan dan kepentingan seluruh PTKN maupun PTN di Indonesia untuk membangun budaya antikorupsi di perguruan tinggi.

Baca Juga  Fapet Unud Meraih Penghargaan di Puncak Acara Dies Natalis Ke-61 Unud

Hasil diskusi tersebut, kata Wardiana, kemudian difinalisasi pada 14 November 2022 yang lalu di tempat ini juga oleh kelompok kerja, dan pada hari ini disampaikan pada pimpinan KPK, Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, selanjutnya akan diimplementasikan oleh seluruh PTN maupun PTKN terutama yang hadir pada hari ini. 

Adapun jumlah peserta yang terdaftar dalam kegiatan ini sebanyak 149 orang, 73 orang hadir secara luring dan 76 orang secara daring melalui zoom meeting yang mewakili 92 PTN maupun PTKN dari seluruh Indonesia. 

Dikatakannya, forum ini membahas dua hal yang dibagi dalam dua sesi terkait dengan penguatan integritas perguruan tinggi dengan narasumber dari KPK, Kemenag dan Kemendikbudristek. Kemudian juga dari BAN PT, para praktisi atau pakar antikorupsi, akademisi, pakar tata kelola dan kebijakan publik, serta senior advisor. Forum ini juga menghadirkan narasumber dari Griffith University, Australia A.J Brown.

kpk
Ketua KPK RI Firli Bahuri. (Foto: ist)

Melalui pelaksanaan kegiatan ini KPK berharap bersama dengan kelompok kerja dan seluruh Rektor PTN dan PTKN akan bersama-sama menindaklanjuti deklarasi dan rencana aksi yang telah disusun dan disepakati untuk membangun perguruan tinggi yang semakin berintegritas dan terbebas dari korupsi.

Deklarasi dibacakan oleh Prof. Dr. Jamal Wiwoho mewakili Kelompok Kerja dimana terdapat tiga komitmen dalam memimpin perguruan tinggi dengan 12 rencana aksi untuk penguatan ekosistem perguruan tinggi. Rencana Aksi dan Deklarasi ini kemudian diserahkan kepada Ketua KPK RI.

Ketua KPK RI Firli Bahuri dalam arahannya menyampaikan ada empat peran penting Rektor yakni edukasi dan pendidikan, mewujudkan tujuan negara, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membentuk SDM cerdas. Ketua KPK juga membagikan 8 tips bagi pimpinan perguruan tinggi supaya tidak terjadi tindak pidana korupsi. 

Baca Juga  FEB Unud Terima Kunjungan dan Monev Universitas Musamus Program Pertukaran MBKM
mendikbud
Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Foto: ist)

Sementara Menteri Nadiem Makarim dalam arahannya menyampaikan selain penanganan kasus dan penegakan hukum, kita harus gencarkan melakukan upaya pencegahan agar korupsi tidak terjadi di masa depan, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila adalah salah satu upaya untuk pencegahan korupsi yang harus kita dorong bersama khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5172-Universitas-Udayana-Hadiri-Forum-Penguatan-Integritas-Ekosistem-Perguruan-Tinggi.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polri dan Pecalang Perkuat Sinergitas Pengamanan IAWP Ke-63 di Bali

Published

on

By

Polri dan Pecalang Perkuat Pengamanan IAWP di Bali
PENGAMANAN: Pecalang Desa Adat Pedungan ikut terlibat dalam mendukung pengamanan kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara. (Foto: Hms Polri)

Denpasar, baliilu.com – Polri memperkuat sinergitas bersama Pecalang Desa Adat Pedungan dalam mendukung pengamanan rangkaian International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Denpasar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati nilai serta kearifan lokal Bali.

Salah satu keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara.

Penyarikan Desa Adat Pedungan Kadek Duwi Cahyadi mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan Pecalang dalam pengamanan rangkaian kegiatan IAWP. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dengan kekuatan pengamanan berbasis desa adat.

“Sinergitas pengamanan antara Pecalang dengan Polri sangat luar biasa. Kami dari Desa Adat Pedungan mengucapkan terima kasih kepada Polri karena sudah melibatkan Pecalang Desa Adat dalam kegiatan ini,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa adat. Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional di Bali.

“Di Bali, eksistensi agama dan budaya itu adalah desa adat. Untuk menjaga eksistensi dan keamanan itu, keberadaan Pecalang menjadi terdepan yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan aparatur pemerintah, khususnya Polri,” katanya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), mengatakan sinergitas dengan Pecalang merupakan bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan internasional sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan kearifan lokal Bali.

“Polri mengapresiasi sinergitas yang terjalin bersama Pecalang dalam pengamanan rangkaian IAWP ke-63. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta tetap menghormati kearifan lokal,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga  LPPM Unud Gelar FGD Pedoman dan Petunjuk Teknis Hibah UNISERF

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui Pecalang turut memperkuat upaya Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan IAWP yang diikuti delegasi dari berbagai negara.

“Sinergitas seperti ini merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga keamanan. Polri bersama masyarakat, termasuk Pecalang, dapat hadir dan bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan delegasi yang hadir di Bali,” katanya.

Sinergitas tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri dalam membangun pengamanan dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal. Dalam pelaksanaan IAWP ke-63, keberadaan Pecalang turut mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi para delegasi dari berbagai negara.

Kadek berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Bali.

“Harapan ke depan, tentu sinergitas ini harus dipertahankan. Budaya tidak bisa dilepaskan dari Bali, sehingga sinergitas pengamanan antara Polri dan desa adat harus terus terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergitas Polri dan Pecalang, pengamanan IAWP ke-63 tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari kekuatan lokal Bali dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Amin AK Minta OJK Evaluasi Kebijakan Maybank Terkait PHK Sepihak

Published

on

By

Amin AK Minta OJK Evaluasi Kebijakan PHK Maybank
RDPU: Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK, usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Komisi XI DPR RI mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengevaluasi aturan internal perusahaan yang diduga kuat menekan hingga memutus hubungan kerja (PHK) secara sepihak para pegawai. Setali tiga uang, Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK menilai skema Performance Improvement Plan (PIP) yang dibuat manajemen dinilai melenceng sebab diduga berubah menjadi alat intimidasi yang subjektif di lapangan.

Demikian ini mengemuka usai Komisi XI DPR RI menyerap aspirasi dari Serikat Pekerja PT Bank Maybank Indonesia (SPBMI) dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XI DPR RI bersama sejumlah elemen masyarakat, antara lain SPBMI, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPI), Dewan Sengketa Indonesia (DSI), serta Badan Wakaf Indonesia (BWI), di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

​​”Ini pengaduan yang saya kira perlu diperhatikan dan insyaAllah akan ditindaklanjuti oleh Komisi XI untuk disampaikan kepada mitra kita yaitu OJK. Karena perusahaan membuat aturan PIP, tapi ini menjadi alat sepihak bagi perusahaan untuk menekan para karyawan dan bahkan sampai memberhentikan karyawan secara sepihak. Ini tentu sangat meresahkan,” ujar Amin.

​Maka dari itu, Politisi Fraksi PKS ini meminta manajemen untuk mengedepankan transparansi dan objektivitas sekaligus menjamin perlindungan hak pekerja agar tidak terjadi tindakan yang merugikan pegawai akibat kewenangan yang tidak berdasar.

​”Jangan nanti ini jadi alat yang sifatnya subjektif dan perusahaan melakukan ini semena-mena. Mungkin urusannya bisa like and dislike, manajemen tidak suka dengan bawahannya atau hanya karena faktor kesalahan kecil akhirnya dikorbankan tanpa ada kesempatan membela diri. Nah, itu yang kita tidak inginkan,” ungkapnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Baca Juga  Widhya Astawa Lulus Promosi Doktor Prodi Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unud 2022

​Selain masalah PIP, ia juga menanggapi isu efisiensi akibat otomatisasi teknologi di sektor keuangan. Menurutnya, inovasi digital industri perbankan semestinya berfungsi mempermudah layanan, bukan dimanfaatkan sebagai dalih pemangkasan tenaga kerja secara tidak adil.

​”Jangan sampai masyarakat kita, yang beberapa tahun ini dalam kondisi susah, apalagi kelas menengah yang makin berkurang, menjadi ‘korban’ kebijakan perusahaan yang menurut saya tidak fair. Pihak-pihak terkait dan mitra kami di OJK harus memberikan perhatian serius terhadap hal ini,” pungkas Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV itu.

​Sebagai informasi, berdasarkan dokumen bahan aduan yang diterima Komisi XI DPR RI dari perwakilan SPBMI yang hadir, kebijakan PIP oleh manajemen PT Bank Maybank Indonesia Tbk dinilai cacat hukum karena diterbitkan secara sepihak tanpa mengacu pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Pihak serikat menilai skema PIP kerap dimanfaatkan sebagai modus terselubung untuk tindakan union busting hingga efisiensi Tenaga Kerja Aktif (TKA) secara sepihak di berbagai kantor cabang Maybank seluruh Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Kembang Serahkan 4 Unit Traktor Roda Empat untuk Petani

Published

on

By

Bupati Kembang Serahkan 4 Traktor untuk Petani Jembrana
SERAHKAN TRAKTOR: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Patriana Krisna saat menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa empat unit traktor roda empat kepada kelompok tani yang dipusatkan di Banjar Berawantangi Desa Tukadaya, Selasa (22/9/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Patriana Krisna kembali menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa empat unit traktor roda empat kepada kelompok tani yang dipusatkan di Banjar Berawantangi Desa Tukadaya, Selasa (22/9/2026). Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini disalurkan untuk mendukung mekanisasi pertanian guna mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Penyerahan empat unit traktor ini merupakan rangkaian dari total sembilan unit traktor roda empat yang difasilitasi melalui aspirasi Dewan. Sebelumnya, lima unit traktor telah diserahkan secara terpisah pada 1 Agustus 2026 di Subak Tegal Jati, Kecamatan Negara.

​Adapun alsintan yang diserahkan kali ini berupa traktor roda empat ukuran menengah dengan daya 40 HP. Bantuan tersebut sudah dilengkapi dengan implement (singkal dan rotary), toolkit perawatan, oli, serta buku petunjuk operasional.

​Kelompok Tani Penerima Bantuan adalah Kelompok Tani Abadi — Desa Manistutu, Kelompok Tani Tunas Amertha — Desa Tukadaya, Kelompok Tani Murti Satwa Asih — Desa Tukadaya, dan Kelompok Tani Artha Mandiri — Desa Tuwed.

​Dalam sambutannya, Bupati Kembang mengajak seluruh petani untuk aktif menjaga kelestarian lahan sawah agar tidak dialihfungsikan. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat krusial dalam mengawal program ketahanan pangan.

​”Saya tidak bisa hanya mengandalkan Polprades ataupun pegawai desa. Saya minta tolong kepada para petani, jika ada yang hendak melakukan alih fungsi lahan, mohon dicegah atau segera dilaporkan,” tegas Bupati Kembang.

​Selain itu, Bupati Kembang juga membakar semangat para petani agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian saat ini.

​”Mari bergotong-royong menghadapi tantangan ini, jangan menyerah dengan keadaan. Kami di pemerintahan akan selalu berusaha memfasilitasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Jika di tingkat daerah belum sanggup, kami akan usahakan memperjuangkannya ke pemerintah pusat,” pungkasnya.

Baca Juga  FH Unud Gelar Konferensi Nasional dan Call for Paper

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan unit traktor secara langsung oleh Bupati Kembang dan Wabup Ipat kepada masing-masing perwakilan kelompok tani penerima. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca