Universitas Udayana menjadi tuan rumah Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (SNPMB-PTN) Tahun 2023 Region 8 yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Desember 2022 di Gedung Widya Sabha Bukit Jimbaran Badung. (Foto: gs)
Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana menjadi tuan rumah Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (SNPMB-PTN) Tahun 2023 Region 8 yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Desember 2022 di Gedung Widya Sabha Bukit Jimbaran Badung.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Asrijanty, MA, Ph.D membuka secara resmi sosialisasi SNPMB PTN 2023 yang dilaksanakan secara hybrid dengan lokasi utama di Widya Sabha Jimbaran, Badung.
Hadir pada acara tersebut Rektor Unud yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP, IPU, Ketua Pelaksana Eksekutif SNPMB-PTN 2023 Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA, IPU, Kadisdikpora Provinsi Bali secara daring, Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Bali diwakili Kabid Kependidikan Hindu, Perwakilan PTN partisipan Region 8, meliputi ISI Denpasar, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Kupang, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pendidikan Ghanesa dan Universitas Timor, Direktur Pascasarjana, para Dekan Fakultas Unud, para Kepala Biro, Ketua LP3M, Ketua USDI, Juru Bicara Rektor Unud, para kepala sekolah SMU/SMA/SMK atau sederajat.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP, IPU. (Foto: gs)
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP, IPU mewakili Rektor Unud dalam sambutannya menyampaikan sebuah kebanggaan bagi Unud karena telah ditunjuk dan diberikan kepercayaan oleh Kemendikbudristek sebagai tuan rumah penyelenggaran kegiatan sosialisasi SNPMB-PTN ini. Dengan kegiatan ini diharapkan memperoleh pemahaman baru mekanisme seleksi penerimaan tahun 2023 nanti. Baik bagi PTN penyelenggara maupun pimpinan instansi terkait, para kepala sekolah, siswa dan masyarakat secara umum.
Dikatakan, merujuk pada Permendikbudristek No. 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru, terdapat tiga jalur seleksi nasional yakni berdasarkan prestasi (SNBP), berdasarkan tes (SNBT) dan seleksi jalur mandiri.
Kebijakan ini bertujuan untuk menyambungkan transformasi perubahan dinamika yang sudah berkembang atau dikembangkan melalui kebijakan belajar dari pendidikan dasar hingga menengah dengan transformasi yang dilakukan di pendidikan tinggi dengan kampus merdekanya. Kegiatan ini juga diharapkan untuk mendorong siswa di pendidikan menengah untuk belajar secara menyeluruh fokus pada kemampuan penalaran lebih inklusif dan lebih mengakomodasi keragaman peserta didik lebih transparan dan lebih terintegrasi.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Asrijanty, MA, Ph.D dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Unud yang telah bersedia menjadi tuan rumah untuk sosialisasi di region 8 untuk daerah timur yang merupakan sosialisasi terakhir dari 8 region yang ada.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Asrijanty, MA, Ph.D. (Foto: gs)
Asrijanty mengungkapkan untuk seleksi masuk ke PTN 2023 ada perubahan kebijakan. Ia menyebutkan konteks perubahan dilakukan karena tujuan dari pendidikan kita baik pedidikan dasar menengah dan tingkat tinggi ujungnya ingin memperoleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul yang nanti akan menentukan kualitas bangsa Indonesia. Pendidikan yang diharapkan adalah menyiapkan generasi penerus yang dapat berkontribusi, menentukan kehidupan bangsa kita yang lebih baik. ‘‘Kita ingin bangsa kita yang maju, tidak tertinggal yang selalu up-date teknologi dan perkembangan jaman,’’ ujarnya seraya menegaskan proses pembelajaran yang holistik bahwa tidak hanya fokus pada beberapa mata pelajaran, tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga karakter – nonkognitif termasuk motorik yang harus menjadi acuan untuk seleksi masuk PTN.
Dijelaskan, jalur seleksi nasional yakni pertama, berdasarkan prestasi menggunakan rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran. Kedua, seleksi nasional berdasarkan tes dimana tahun ini seleksi nasional menggunakan tes yang sama untuk seluruh peserta yakni tes potensi skolastik, penalaran matematika dan literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Mereka yang mempunyai kompetensi tinggi pada beberapa tes mempunyai peluang lebih besar untuk sukses. Baik untuk studi lanjut maupun dalam kehidupan nyata.
‘‘Mudah-mudahan dengan usaha ini Indonesia menghasilkan generasi penerus yang berkualitas, sehingga kita menjadi negara bangsa yang maju, bermartabat dan sejahtera,‘‘ pungkasnya.
Ketua Pelaksana Eksekutif SNPMB-PTN 2023 Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA, IPU. (Foto: gs)
Sedangkan Ketua Pelaksana Eksekutif SNPMB-PTN 2023 Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA, IPU saat menjadi pembicara yang dipandu Eka Lestari, mengungkapkan yang membedakan dengan SNPMB tahun 2022 yakni SNPMB-PTN 2023 selain menerima prodi sarjana terapan atau D4 atau sarjana, sekarang termasuk menerima D3. Artinya, bagi yang mengikuti SNPMB 2023 juga bisa memilih program D3 dan tidak ada lagi gabungan politeknik menyelenggarakan tes masuk PTN khusus diploma 3.
Para peserta Sosialisasi SNPMB-PTN 2023 di Unud. (Foto: gs)
Budi Prasetyo menyebutkan Tim SNPMB baik fungsi maupun tugasnya sama persis dengan pada penyelenggaraan sebelumnya, intinya bahwa SNPMB sifatnya memfasilitasi para rektor untuk melakukan seleksi calon mahasiswa untuk mendapatkan calon mahasiswa yang unggul baik jalur SNBP maupun SNBT. Sesuai Permendikbudristek No. 48 Tahun 2022 bahwa SNPMB melalui tiga jalur yakni pertama seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) minimal 20 persen, seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) minimal 40 persen dan jalur mandiri maksimal 30 persen.
Budi Prasetyo mengingatkan khusus untuk SNBP basisnya rapor agar hati-hati kalau dari sekolah yang sama mengambil prodi yang sama di perguruan tinggi yang sama jangan sampai nilainya lebih rendah diterima sedangkan yang nilai tinggi tidak diterima. ‘‘Kalau itu terjadi silakan protes,‘‘ ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP, IPU. (Foto: gs)
Rekrut Lebih Banyak Anak Pintar
Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Unud selepas acara mengimbuhkan, Unud sudah mempersiapkan diri terkait SNPMB PTN 2023 dengan memintakan persyaratan mata pelajaran apa untuk masing-masing program studi yang mata pelajaran tersebut didapat oleh siswa SMU/SMA/SMK sederajat.
Dari tiga jalur yakni SNBP, SNBT dan jalur Mandiri yang akan dilaksanakan, melalui jalur SNBP dengan komposisi minimal 20 persen sedangkan Unud akan menerapkan 30 persen. Unud menerapkan jalur SNBT 30 persen karena Unud mau mengambil anak-anak pintar yang berbasis prestasi lebih banyak. Sedangkan jalur SNBT Unud minimal 40 persen dan untuk jalur mandiri maksimal 30 persen. (gs/Jubir Unud)
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)
Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.
Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.
“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.
Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.
Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.
“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)
Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.
“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.
Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.
“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.
Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.
“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)
Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.
Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.
Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.
Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.
“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.
Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.
“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)