Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Up Date Terbaru Covid-19 (22/3): Pekerja Migran Bali Dikarantina, Hentikan Jam Kunjungan Besuk di Rumah Sakit

BALIILU Tayang

:

de
KASATGAS DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Satgas Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) menginformasikan up date data per Minggu (22/3) secara komulatif jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Pemerintah Provinsi Bali sebanyak 96 orang atau bertambah 1 orang dibandingkan kemarin. Dari 96 orang pasien dalam pengawasan telah keluar hasil uji laboratorium sample swabnya sebanyak 73 orang. Dari 73 yang telah keluar hasil uji swabnya, 70 orang negatif, dan 3 orang positif atau sampai hari ini tidak ada penambahan positif Covid-19.

Sedangkan sample yang belum keluar sebanyak 23 orang, pasien masih dirawat di rumah sakit sambil menunggu uji lab. Jika hasil uji lab keluar dan negatif dengan kondisi pasien sehat tentu dipersilakan pulang. Jika kondisinya belum begitu sehat tetapi dinyatakan negatif maka akan dirawat dengan cara yang berbeda atau dirawat di ruang rawat biasa.

‘’Kepada seluruh masyarakat Bali, melalui teleconference ini saya menyampaikan up date kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka meningkatkan dan menguatkan pencegahan penyebaran Covid-19 ini di Bali tentu saja kebijakan yang diambil mencermati kebijakan pemerintah pusat dan juga mencermati perkembangan resiko yang kita hadapi di Bali,’’ ujar Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 saat teleconference, Minggu petang (22/3-2020) di kantor Diskominfos Pemprov Bali, Renon Denpasar.

Sehubungan hal tersebut, sesuai arahan Gubernur Bali, Dewa Indra menegaskan Pemprov Bali melalui Satgas Covid-19 mengambil beberapa kebijakan. Pertama mulai hari ini semua pekerja migran asal Bali yang bekerja di luar negeri yang akan pulang ke Bali terutama sekali yang berasal dari negara terinfeksi Covid-19 akan dilakukan karantina.

Untuk itu Pemprov Bali telah menyiapkan fasilitas untuk melaksanakan karantina bagi pekerja migran. Prosesnya mulai dari Bandara Ngurah Rai. Di sana, kata Dewa Indra,  tim terdiri dari unsur di Bandara Ngurah Rai dan Pemprov Bali yang dibantu aparat kepolisian bersama-sama melakukan pemisahan atau identifikasi dari para penumpang yang datang, untuk mengetahui yang mana merupakan pekerja migran dari negara terjangkit dan mana yang tidak dari berasal negara terjangkit.

Di situ tim akan melakukan pemeriksaan apakah pekerja yang kembali telah membawa sertifikat kesehatan atau health sertificate dari mana dia berangkat. ‘’Jika khusus pekerja yang berasal dari negara yang terjangkit Covid-19 belum membawa health sertificate dan menunjukkan diri sudah dikarantina maka harus mengikuti karantina di Provinsi Bali,’’ tegas Dewa Indra seraya mengatakan Pemprov Bali menyiapkan karantina sekaligus juga SOP pelaksanaan karantina.

Terkait diterapkan karantina bagi pekerja migran Bali mulai hari ini, Sekda Dewa Indra memohon pengertian kesadaran dan kebersamaan seluruh masyarakat, dari orang tua pekerja migran untuk mengikuti karantina ini dengan penuh disiplin. Karena dengan mengikuti karantina ini berarti telah berpartisipati untuk mencegah Covid-19 secara lebih luas. ‘’Para orang tua juga kami harapkan menerima dengan ikhlas, karena keikhlasan para orang tua ini akan menambah keyakinan bahwa upaya pencegahan dapat dilakukan lebih kuat lagi,’’ kata Dewa Indra.

Pemerintah kabupaten/kota juga dimohon dukungan kerjasama dan kesatuan tindakan untuk melakukan upaya ini sebaiknya-baiknya.  Bupati dan walikota juga diharapkan mengedukasi masyarakat di tempat karantina untuk meyakinkan masyarakat bahwa sebagai kebutuhan bersama untuk mencegah Covid-19 di Bali.

Dewa Indra juga berharap dukungan tindakan yang sama kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan terhadap pekerja migran yang sudah pulang atau yang baru pulang dari luar negeri agar mereka benar-benar menerapkan isolasi diri sendiri di rumah masing-masing secara tertib dan disiplin. Bupati dan walikota dapat mengerahkan satgas yang dibentuk atau posko di desa masing-masing yang melibatkan pemerintah desa, desa adat, babinsa dan babinkamtibas, untuk memantau dan mengedukasi menjaga disiplin warga masyarakat yang harus melaksanakan isolasi di rumah masing-masing karena kunci utama mencegah Covid-19 adalah mengurangi sebanyak mungkin kontak antar satu dengan yang lain dengan jarak dekat.

Dalam upaya terus mengurangi interaksi antar-orang dalam jarak dekat, lanjut Dewa Indra, Pemerintah Provinsi Bali melalui Satgas Covid-19 juga mengeluarkan kebijakan yang menginstruksikan kepada seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta untuk menghentikan jam kunjungan dan besuk, dan membatasi jumlah penunggu pasien, satu penunggu untuk satu pasien. Tujuannya untuk mengurangi jumlah orang di rumah sakit semakin sedikit ada kontak antara satu dengan yang lain sehingga menjadi bagian upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

‘’Pemerintah Provinsi Bali kini sedang menyiapkan laboratorium Rumah Sakit Sanglah untuk bisa melakukan tes sample swab. Saat ini sedang dipersiapkan alatnya, bahan-bahan kimianya. Secepat mungkin laboratorium ini bisa berfungsi dengan baik. Dengan demikian kita tidak harus menunggu lama hasil lab yang kita kirim ke Jakarta atau Surabaya.  Kita berharap dengan berfungsinya lab RS Sanglah pemeriksaan menjadi lebih cepat,’’ tegas Dewa Indra.

Dikatakan lebih lanjut, Pemprov Bali kini juga sedang menyiapkan untuk dilakukan screening test dan rapid test untuk orang dalam pengawasan. ‘’Dengan demikian kita bisa mengurangi kepanikan, kegalauan dari masyarakat. Rencanannya screening test akan dilakukan di RS Kesdam IX Udayana. Saat ini alatnya sedang dipersiapkan. Mudah mudahan beberapa hari ke depan bisa segera dilaksanakan,’’ katanya.

Dewa Indra juga menyampaikan kebijakan Pemprov Bali selanjutnya akan mengikuti perkembangan  kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah pusat dan mencermati terus perkembangan penyebaran Covid-19 sehingga Pemerintah Provinsi Bali dapat merespons dengan cepat dan terukur soal penanganan Covid-19.

‘’Melalui kebersamaan Pemprov Bali, kabupaten/kota, TNI, Polri, pemerintah desa, desa adat, kekuatan masyarakat lainnya, astungkara penyebaran Covid-19 di Bali dapat dikendalikan sampai tingkat serendah mungkin sehingga keselamatan masyarakat dapat kita wujudkan sebaik-baiknya,’’ tandas Dewa Indra. (*/GS)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa!

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek PLTS Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana.
ANTUSIAS: Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Istana Kepresidenan mengapresiasi luar biasa atas antusiasme dan sambutan hangat warga Kabupaten Jembrana, Bali, saat menyambut kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Ribuan warga lokal hingga anak-anak sekolah memadati sepanjang rute dari lapangan Gilimanuk tempat pendaratan Heli Kepresidenan sampai dengan Monumen Lintas Laut tempat dilaksanakannya groundbreaking.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya disela obrolan singkat bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyatakan rasa terima kasihnya atas ketertiban dan energi positif yang ditunjukkan masyarakat Jembrana. Istana menilai suasana hangat tersebut mencerminkan kedekatan yang kuat antara pemimpin dan rakyatnya.

Bupati Kembang pun menyambut baik apresiasi dari pihak Istana tersebut. Ia menegaskan bahwa antusiasme warga merupakan bentuk rasa bangga dan kerinduan masyarakat terhadap hadirnya orang nomor satu di Indonesia di tanah Mekepung tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme masyarakat Jembrana. Kehadiran Bapak Presiden membawa angin segar dan harapan baru bagi kemajuan daerah kami, khususnya di bidang infrastruktur dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Kembang.

Ia menambahkan, pemerintah daerah dan seluruh warga Jembrana siap mendukung penuh agenda strategis nasional yang tengah digulirkan pemerintah pusat di Jembrana, Bali. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama percepatan pembangunan di Bali Barat.

“Apresiasi dari Istana ini milik seluruh warga Jembrana. Ini membuktikan bahwa keterlibatan dan keramahan warga kita mendapat tempat tersendiri di hati Bapak Presiden,” pungkasnya.

Disisi lain, kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Jembrana ini dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa berkapasitas 100 (Gwp),

Pengembangan PLTS skala masif ini menjadi tonggak sejarah baru. Tidak hanya mempercepat transisi energi bersih nasional, proyek ini menjadi jawaban mutlak bagi kemandirian energi di Bali.

Peresmian PLTS Gilimanuk menjadi bagian dari peluncuran dan groundbreaking program PLTS yang tersebar di 14 lokasi.

PLTS Gilimanuk dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM). PLTS Gilimanuk akan memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 100 Gwp, sementara BESS yang disiapkan memiliki kapasitas 1.000 megawatt hour (MWh).

Dengan kapasitas tersebut, PLTS Gilimanuk diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 470 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Turut hadir pada kesempatan itu, Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Wakil Pangloma TNI, Direktur Utama PLN beserta jajaran, Gubernur Bali beserta Forkopimda Prov dan Kabupaten Jembrana serta instansi terkait. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda PAUD Gianyar Monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD, Tekankan Pendidikan Ramah Anak

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar.
MONITORING: Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke jenjang Sekolah Dasar (SD) berjalan secara menyenangkan, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Monitoring juga dirangkaikan dengan kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan sekolah turut dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai nasionalisme, kebersamaan, serta semangat gotong royong kepada anak-anak sejak usia dini.

Melalui Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal, satuan pendidikan didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan suasana sekolah dasar tanpa tekanan dan tetap menikmati proses belajar.

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan penguatan transisi dari PAUD ke jenjang SD sekaligus memantau perkembangan anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami mengunjungi dan melihat langsung untuk memantau anak-anak, sekaligus memonitor pelaksanaan penguatan transisi PAUD ke SD kelas awal. Setiap tahun kami memiliki program MPLS di tujuh kecamatan,” ujar Surya Adnyani.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang TK dan PAUD hingga pendidikan dasar, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Ini bukan saingan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyediakan pendidikan kepada anak-anak Gianyar. Kita patut bangga karena pondasi generasi bangsa dimulai dari pendidikan tingkat PAUD hingga jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Dalam monitoring tersebut, Surya Adnyani juga melihat secara langsung bagaimana proses transisi anak dari PAUD menuju SD berlangsung. Menurutnya, komunikasi antara orang tua, anak, dan guru menjadi hal penting dalam mengetahui perkembangan serta kebutuhan masing-masing anak.

Ia juga mendorong penerapan tujuh kebiasaan anak indonesia hebat untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, serta Tidur Cepat. Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan teknologi, khususnya telepon seluler, agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Surya Adnyani menegaskan, pendidikan anak usia dini perlu dilaksanakan secara holistik dan integratif dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Pelayanan tersebut diberikan tanpa membedakan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus atau dalam pendidikan inklusif.

“PAUD holistik integratif bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga pemenuhan layanan dasar anak, termasuk kesehatan dan kebutuhan gizinya. Semua anak harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama, baik anak yang berkembang secara umum maupun anak dalam pendidikan inklusif,” jelasnya.

Selain itu, Surya Adnyani juga menegaskan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) tidak menjadi persyaratan wajib bagi anak untuk masuk SD dan tidak seharusnya menjadi beban bagi peserta didik di kelas awal. Proses pembelajaran perlu dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

Berbagai program turut mendukung penguatan transisi PAUD ke SD di Kabupaten Gianyar. Program tersebut antara lain Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Gelari Gianyar Wajar (Gerakan Gianyar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah), Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), Seragam Gratis PAUD Negeri (SERGAP NEGRIKU), Bunda Gianyar Pandai, Pemberian Makanan Tambahan Gizi Seimbang Stunting Berkurang (PMT GIRANG), penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pemberian sarana penunjang pembelajaran serta field trip atau pembelajaran di luar kelas.

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan bantuan sarana penunjang pembelajaran berupa tas sekolah, tumbler, dan kotak makan kepada 100 anak, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak inklusif. Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menciptakan layanan pendidikan yang ramah anak, inklusif, sehat, dan menyenangkan sejak jenjang PAUD hingga sekolah dasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lomba Mewarnai dan LKBB Tongkat Ramaikan Rangkaian Hari Pramuka di Buleleng

Published

on

By

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga dan Lomba Ketangkasan Baris-berbaris Tongkat bagi Pramuka Penggalang di GOR Bhuana Patra.
LOMBA: Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng saat menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng menggelar serangkaian kegiatan menarik dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65. Salah satunya pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra, semarak kreativitas dan kedisiplinan berpadu lewat digelarnya Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang.

Ketua Panitia Made Suartha saat ditemui di sela-sela kegiatan membeberkan bahwa kegiatan pagi ini diikuti oleh Pramuka Siaga yaitu adik-adik tingkat sekolah dasar dari sembilan kecamatan di Buleleng. Sebanyak 82 orang peserta yang mendaftar secara online tumpah ruah di GOR Bhuana Patra menuangkan imajinasi dan ekspresi kreatif mereka dalam Lomba Menggambar.

Menurut Suartha, ajang ini disiapkan sebagai wadah penyaluran kreativitas dengan sistem penilaian terpisah antara regu putra dan putri, konsisten dengan prinsip satuan terpisah di tubuh Pramuka.

Di arena terpisah, ketegangan dan kekompakan tersaji lewat LKBB Tongkat yang melibatkan 16 regu Pramuka Penggalang dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mengandalkan tongkat pramuka sebagai instrumen utama, para peserta berlomba memamerkan kelihaian formasi, ketepatan aba-aba, serta keselarasan gerak.

“Tujuan kami mengarahkannya adalah menunjukkan kekompakan mereka, kemandirian mereka, dan kebersamaan mereka. Sehingga dengan kebersamaan dan kemandirian itu, mereka akan memberikan yang terbaik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan,” jelas Made Suartha.

Rangkaian agenda Kwarcab Buleleng tahun ini menurutnya merentang dari aksi sosial kemanusiaan hingga adaptasi teknologi digital. Menurutnya, Pramuka dituntut untuk hadir adaptif di tengah dinamika zaman tanpa kehilangan akar karakter kebangsaan.

“Kegiatan eksplor dan berbagai program kami tunjukkan bahwa kegiatan pramuka itu tidak hanya tepuk tangan, tidak hanya berkemah. Itu untuk menemukan kemandirian. Di samping itu pula, kita ada sentuhan dengan teknologi, seperti misalnya turnamen e-Sport Mobile Legends, justru itu yang kita lombakan untuk adik-adik di Penggalang,” kata Made Suartha.

Sebelum gelaran lomba hari ini, dirinya mengatakan Kwarcab Buleleng telah lebih dulu menggerakkan roda organisasi lewat peluncuran Bumbu Kemanusiaan serta program Bedah Rumah yang kini telah merampungkan 95 persen pengerjaannya di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, dan Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Seluruh rangkaian kegiatan padat tersebut, lanjut Suartha, bermuara pada tema besar tahun ini: “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai manifestasi nyata peran strategis Pramuka dalam membina anak-anak berkarakter tangguh yang siap menyongsong satu abad Republik Indonesia.

Melalui kombinasi kreativitas seni, penguasaan teknologi digital, ketangkasan baris-berbaris, serta kepekaan sosial, kata Suartha Kwarcab Buleleng membuktikan bahwa tunas-tunas kelapa di Bali utara tidak sedang berjalan di tempat. Mereka tengah memancang sauh, merajut asa, dan menyiapkan langkah paling mantap menuju masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca