Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 (5/8) di Denpasar, Pasien Sembuh Capai 90,03 Persen

BALIILU Tayang

:

I DEWA GEDE RAI: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar

Denpasar, balilu.com – Persentase angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar terus beranjak naik. Pada hari Rabu (5/8) tercatat penambahan pasien sembuh sebanyak 19 orang dan kasus positif tercatat mengalami penambahan sebanyak 9 orang. Jumlah tersebut secara otomatis menambah jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.238 atau (90,03 persen), 14 atau  (1,01 persen) orang meninggal dunia, dan 123 atau (8,94 persen) orang masih dalam perawatan. Sementara itu, angka kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.375 kasus.

“Hari ini tercatat penambahan pasien sembuh sebanyak 19 orang, kasus positif bertambah 9 orang yang tersebar di 6 wilayah desa/kelurahan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota Rabu (5/8-2020).

Secara rinci Dewa Rai menjelaskan keenam desa/kelurahan yang melaporkan adanya penambahan kasus positif Covid-19 yakni Desa Peguyangan Kangin mencatatkan 2 kasus positif baru, Kelurahan Kesiman mencatatkan 2 kasus positif baru, Desa Dangin Puri Kauh mencatatkan 2 kasus positif baru. Selanjutnya Desa Padangsambian Kelod, Kelurahan Pedungan dan Desa Pemogan mencatatkan penambahan kasus positif baru masing-masing 1 orang. Sementara itu sebanyak 37 desa/kelurahan mencatatkan nihil penambahan kasus positif baru.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Kota Denpasar. Dimana, di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Dewa Rai menambahkan walaupun saat ini kita sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, namun kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah masih menunjukkan peningkatan. Kedua klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.  Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara. Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan.

Kasus Positif: Desa Dangin Puri Kauh dua orang perempuan usia 59 dan 15 tahun, Kelurahan Kesiman dua orang laki-laki usia 57 dan 27 tahun, Desa Padangsambian Kelod seorang perempuan usia 52 tahun, Kelurahan Pedungan seorang laki-laki usia 42 tahun, Desa Peguyangan Kangin dua orang perempuan usia 21 dan 52 tahun, Desa Pemogan seorang perempuan usia 44 tahun. (*/eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

BPR Kanti Kehilangan Salah Satu Akarnya, Pendiri Utama I Ketut Sudama Berpulang

Published

on

By

Ketut Sudama, Pendiri Utama Bank BPR Kanti, Berpulang
Salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti, I Ketut Sudama, berpulang pada Senin, 14 September 2026. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Keluarga besar Bank BPR Kanti tengah berduka. Salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti, I Ketut Sudama, berpulang pada Senin, 14 September 2026.

Kepergian I Ketut Sudama meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar Bank BPR Kanti. Sosoknya menjadi bagian penting dari sejarah awal lembaga tersebut dan dikenang sebagai salah satu figur yang ikut meletakkan fondasi bagi perjalanan BPR Kanti hingga berkembang seperti saat ini.

Direktur Utama Bank BPR Kanti, Made Arya Amitaba, menyebut kepergian I Ketut Sudama memiliki makna yang sangat personal baginya.

“Bagi saya, beliau bukan hanya salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti. Beliau adalah Om saya, adik dari Bapak saya. Jadi kehilangan ini bukan hanya kehilangan secara kelembagaan, tetapi juga kehilangan yang sangat pribadi bagi keluarga kami,” ujar Amitaba.

Menurutnya, perkembangan sebuah lembaga tidak pernah dapat dipisahkan dari keberanian, pengorbanan, dan keyakinan orang-orang yang merintisnya sejak awal.

Ia menilai para pendiri adalah generasi yang berani menanam ketika hasilnya belum terlihat, berani memulai ketika masa depan belum pasti, dan berani bertahan ketika perjalanan belum mudah.

“Bank BPR Kanti yang kita lihat hari ini tidak lahir begitu saja. Ada keringat, keberanian, pengorbanan, dan keyakinan para pendiri di dalamnya. Almarhum I Ketut Sudama adalah salah satu bagian penting dari perjalanan itu,” katanya.

Amitaba bahkan menggambarkan sosok almarhum sebagai salah satu akar dari pohon besar bernama Bank BPR Kanti.

“Pohon boleh semakin tinggi, batangnya boleh semakin kuat, dahannya semakin banyak, dan daunnya semakin rindang. Tetapi sebesar apa pun pohon itu tumbuh, kita tidak boleh melupakan akar yang membuatnya mampu berdiri. Salah satu akar Bank BPR Kanti adalah I Ketut Sudama,” ujarnya.

Bagi Amitaba, perumpamaan tersebut bukan sekadar ungkapan penghormatan. Ia menegaskan bahwa sejarah dan jasa para pendiri harus tetap menjadi bagian dari identitas lembaga, meskipun generasi kepemimpinan terus berganti.

Menurutnya, kepemimpinan sejatinya adalah sebuah estafet.

“Ada generasi yang merintis, ada generasi yang membangun, dan ada generasi yang mendapat tanggung jawab untuk menjaga serta membesarkannya. Almarhum telah menyelesaikan bagian perjalanan beliau. Sekarang tugas kami adalah melanjutkan apa yang sudah dirintis,” kata Amitaba.

Sebagai Direktur Utama, Amitaba mengatakan tanggung jawab generasi saat ini bukan semata-mata membesarkan BPR Kanti secara bisnis, tetapi juga menjaga nilai, semangat, dan tujuan kebermanfaatan yang telah diwariskan para pendahulu.

Ia menegaskan bahwa penghormatan terbaik kepada para pendiri adalah memastikan lembaga yang dirintis tetap hidup, tumbuh sehat, serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Nama beliau mungkin tidak selalu disebut dalam setiap rapat, tidak selalu tertulis dalam setiap laporan, dan tidak selalu hadir dalam setiap kegiatan. Tetapi jejak perjuangan beliau akan tetap hidup dalam perjalanan Bank BPR Kanti,” ujarnya.

Amitaba juga menyampaikan penghormatan terakhir kepada sang paman.

“Terima kasih, Om Ketut, atas keberanian untuk memulai. Terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan. Terima kasih karena telah menjadi bagian penting dari sejarah keluarga kami dan sejarah Bank BPR Kanti,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kepergian seseorang pada akhirnya meninggalkan satu pertanyaan penting tentang makna sebuah kehidupan.

“Warisan terbesar seorang manusia bukanlah semata-mata apa yang ia miliki ketika hidup, tetapi apa yang masih tetap hidup dan memberi manfaat setelah dirinya tiada. Dan salah satu warisan hidup almarhum hari ini adalah Bank BPR Kanti,” kata Amitaba.

Keluarga besar Bank BPR Kanti pun mendoakan agar seluruh karma baik, pengabdian, dan kebaikan I Ketut Sudama menjadi jalan terang dalam perjalanan menuju kedamaian abadi.

Selamat jalan, I Ketut Sudama. Salah satu akar itu telah kembali kepada Sang Pencipta, tetapi pohon yang pernah ditanamnya akan terus tumbuh, dijaga, dan memberi manfaat bagi banyak orang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tak Sekadar Kumpul, DWP Buleleng Bekali Anggota Keterampilan Olahan Kuliner

Published

on

By

DEMO MEMASAK: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kabupaten Buleleng saat menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan demo memasak dan pelatihan keterampilan olahan kuliner yang berlangsung di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Singaraja, Selasa (15/9), dan diikuti seluruh anggota DWP Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan demo memasak dan pelatihan keterampilan olahan kuliner dalam hal ini pembuatan kue bakpao. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya DWP Buleleng untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan keterampilan anggotanya.

Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Singaraja, Selasa (15/9), dan diikuti seluruh anggota DWP Buleleng. Suasana keakraban dan kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, yang juga selaku Penasihat DWP Buleleng menyampaikan keberadaan komunitas penting dalam membentuk sikap dan perilaku anggotanya. Menurutnya, setiap komunitas memiliki norma yang menjadi pedoman bersama dalam berinteraksi.

“Setiap komunitas akan membuat norma dan setiap norma akan menjaga mereka. Karena itu, kita semua membutuhkan komunitas. Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu komunitas yang secara resmi dibentuk oleh negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, mengungkapkan pertemuan rutin bulanan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota.

Pihaknya menjelaskan, setiap pertemuan DWP diupayakan memiliki kegiatan edukatif yang dapat menambah wawasan maupun keterampilan anggota. Pada pertemuan kali ini, kegiatan diisi oleh Bidang Ekonomi melalui demo memasak dan praktik membuat bakpao.

“Selain ajang silaturahmi, kami ingin setiap pertemuan membawa nilai tambah, baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan,” ungkapnya.

Menurut Ny. Dewi Suyasa, keterampilan membuat bakpao diharapkan dapat menginspirasi anggota untuk menyediakan makanan atau camilan sehat bagi keluarga. Selain itu, keterampilan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan dalam skala kecil.

Melalui kegiatan tersebut, DWP Buleleng tidak hanya memperkuat hubungan dan kebersamaan antaranggota, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan sebagai peluang produktif.

Kegiatan ditutup dalam suasana hangat dan kekeluargaan dengan partisipasi aktif seluruh anggota DWP Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dukung Bali Bidding Tuan Rumah WCD 2031, Berdampak pada Pariwisata, Ekonomi dan Perkuat Jejaring Kesehatan Internasional

Optimistis Bali Tuan Rumah karena Berpengalaman Gelar Event Global

Loading

Published

on

By

TERIMA PERDOSKI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima jajaran Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Jayasabha, Denpasar, Selasa (15/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan terhadap pencalonan Bali sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima jajaran Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Jayasabha, Denpasar, Selasa (15/9/2026).

Ketua Umum PERDOSKI Periode 2024–2027, dr. Hanny Nilasari, menyampaikan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan diri mengikuti proses bidding tuan rumah WCD 2031 dengan mengajukan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan. Proses bidding dijadwalkan berlangsung pada 2027 di Meksiko dengan enam negara bersaing menjadi tuan rumah.

WCD merupakan salah satu kongres internasional bergengsi di bidang dermatologi yang mempertemukan dokter spesialis, ahli, dan akademisi dari berbagai negara. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, perkembangan keilmuan, pengalaman klinis, serta penguatan jejaring internasional di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika.

Menurut dr. Hanny Nilasari, apabila Bali terpilih sebagai tuan rumah, WCD 2031 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 12.000 peserta internasional. Jumlah tersebut belum termasuk pendamping peserta sehingga penyelenggaraan kongres berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Bali, terutama terhadap sektor pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).

“Kami mohon dukungan Pak Gubernur agar Bali, Indonesia, bisa menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Ada enam negara yang mengajukan diri. Perkiraannya lebih dari 12 ribu peserta, belum lagi pendampingnya,” ujar dr. Hanny Nilasari.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Bali. Pemerintah Provinsi Bali, kata Koster, siap memberikan rekomendasi sekaligus mendukung kebutuhan yang diperlukan PERDOSKI untuk memperkuat posisi Bali dalam proses bidding.

“Tentu saya dukung. Saya berikan rekomendasi untuk itu. Apa-apa yang diperlukan untuk World Congress of Dermatology, sampaikan,” kata Gubernur Koster.

Koster optimistis Bali memiliki peluang besar untuk memenangkan persaingan sebagai tuan rumah WCD 2031. Optimisme tersebut didasarkan pada pengalaman Bali menyelenggarakan berbagai agenda internasional berskala besar, termasuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan World Water Forum ke-10.

Menurut Koster, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan Bali dalam menyediakan fasilitas, infrastruktur, serta layanan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan kegiatan internasional.

Koster mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 pada 2024. Menurutnya, dari 36 negara yang memiliki hak suara dalam proses pemilihan tuan rumah, hanya enam negara yang tidak memberikan suara kepada Bali. Dukungan mayoritas tersebut dinilainya mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan Bali menjadi tuan rumah kegiatan berskala global.

Pengalaman Bali menjadi tuan rumah KTT G20 juga menjadi modal penting karena Bali telah membuktikan kemampuannya menerima para pemimpin negara, delegasi, dan peserta dari berbagai negara.

Selain pengalaman menyelenggarakan agenda global, Koster menilai daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata internasional menjadi keunggulan dalam proses pencalonan WCD 2031. Infrastruktur pariwisata yang memadai serta kekayaan budaya dan alam dinilai menjadi nilai tambah Bali dibandingkan dengan destinasi lainnya. “Daya tarik Bali luar biasa untuk event internasional,” ujar Koster.

Apabila terpilih sebagai tuan rumah WCD 2031, penyelenggaraan kongres tidak hanya berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi Bali, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan jejaring internasional di bidang kesehatan. Kehadiran ribuan dokter spesialis, ahli, dan akademisi dari berbagai negara diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan tenaga medis Indonesia sekaligus meningkatkan posisi Bali sebagai destinasi kegiatan ilmiah, medis, dan MICE bertaraf internasional.

Dengan pengalaman menyelenggarakan berbagai agenda dunia serta dukungan Pemerintah Provinsi Bali, Gubernur Koster meyakini Bali memiliki modal kuat untuk bersaing dalam proses bidding WCD 2031.

Pemerintah Provinsi Bali menyatakan siap berkoordinasi dengan PERDOSKI untuk mendukung kebutuhan pencalonan sehingga Indonesia dapat memenangkan bidding dan Bali terpilih sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology 2031. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca