Denpasar, baliilu.com – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. bersama orangtua/wali calon dan peserta Catar Akmil TA 2021 yang ikut seleksi di Subpandasus Denpasar mengikuti acara pengarahan Kasad kepada para orangtua/wali calon melalui vidcon yang digelar di 76 titik/tempat di seluruh Indonesia, Rabu (23/6/2021), bertempat di Aula Udayana Makodam IX/Udayana.
Aspers Kasad Mayjen TNI Wawan Ruswandi, S.IP., M.Si. menyampaikan, untuk acara kegiatan di tingkat Panda ini, calon dari masing-masing Panda akan melaksanakan beberapa tahapan seleksi dari mulai tiap-tiap pemeriksaan yaitu kesehatan, jasmani, psikologi, administrasi dan lain sebagainya. Setelah melaksanakan kegiatan tersebut akan dilanjutkan melaksanakan Pantukhir untuk dibawa ke tingkat pusat. ‘’Apabila ada calon terkena Covid-19 nantinya yang bersangkutan agar melaksanakan isolasi mandiri untuk kesembuhannya dan bila sudah sembuh dilanjutkan untuk mengikuti seleksi berikutnya ke seleksi tahap tingkat pusat,’’ tutup Aspers Kasad.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana juga melaporkan kepada Kasad bahwa pelaksanaan kegiatan seleksi di wilayah Kodam IX/Udayana yang terdiri dari tiga Koram/Sub Panda dengan jumlah calon taruna 120 orang terdiri dari Subpandasus Denpasar 78 orang, Sub Panda NTT ada 18 orang dan Sub Panda NTB sebanyak 24 orang.
Selanjutnya, setelah melaksanakan tanya jawab bersama para orangtua/wali calon, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan arahan yang intinya bahwa agar para orangtua/wali calon mencatat nomor kontak pejabat personel Mabesad terkait yang membidangi kegiatan perekrutan Catar Akmil TA 2021. Jadi para orangtua/wali seleksi calon taruna Akmil pada pertemuan kali ini intinya agar semua orangtua kalau ada, apakah anggota TNI-AD atau bahkan bukan anggota, tetapi mengklaim bisa membantu dengan cara meminta uang agar malaporkan ke nomor-nomor HP yang sudah dicatat tadi. Karena apa, yang mendaftar atau sama menjadi peserta seleksi Catar Akmil itu tidak dipungut bayaran sekali/tidak perlu membayar. Bila ada orang yang mengklaim bisa membantu untuk masuk TNI-AD dengan menawarkan jasa meminta imbalan sejumlah uang, itu tidak benar. Karena memang tidak ada harga dari pendaftaran ini, semuanya gratis dan kalau memang putra bapak/ibu sekalian diterima, ya… diterima. Bukan karena dibantu oleh siapa pun.
‘’Jadi kami mohon kepada bapak/ibu sekalian untuk melaporkan apabila ada orang yang meminta dan kalaupun orang itu tidak minta ke bapak/ibu sekalian, tapi tahu ada teman bapak/ibu sesama orangtua yang dimintai uang, baik itu oleh anggota, istri anggota atau masyarakat biasa, bisa juga dilaporkan kepada para pejabat personel Mabesad tadi,” tegas Kasad.
‘’Intinya adalah kami memberikan peluang kepada semuanya dengan kesempatan yang sama dan tidak ada yang spesial. Semua bisa masuk dan kami pasti pilih mereka-mereka yang memenuhi syarat. Bapak/ibu siapkan saja putranya dan kalau lulus pasti akan diterima serta sampaikan ke putranya untuk berusaha yang terbaik dan kami juga akan berusaha seadil mungkin dalam melihat potensi mereka,’’ tutup Kasad.
Para pejabat yang turut hadir mendampingi Pangdam dalam acara tersebut di antaranya Waaspers Kasad Bid. Renpers, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Danrem 163/WSA, Danrindam IX/Udayana, Asintel Kasdam IX/Udayana, Aspers Kasdam IX/Udayana, Kaajendam IX/Udayana, Kakesdam IX/Udayana, Kajasdam IX/Udayana (diwakili) dan Pawas dari Itjenad. (ard)