Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wabup Suiasa Buka Padat Karya Tunai Desa Munggu, Jaga Produktivitas Pertanian

BALIILU Tayang

:

de
PADAT KARYA: Wabup Suiasa saat membuka Program Padat Karya Tunai Desa Munggu di seputaran Lapangan Umum Pratu I Gentir Desa Munggu Kecamatan Mengwi, Jumat (30/4).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka Program Padat Karya Tunai Desa Munggu yang berlokasi di seputaran Lapangan Umum Pratu I Gentir Desa Munggu Kecamatan Mengwi, Jumat (30/4).

Program Padat Karya Tunai Pembersihan Saluran Irigasi ini juga dihadiri oleh Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Munggu I Ketut Darta, BPD, LPM, Kelihan Dinas se-Desa Munggu beserta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut  Wakil Bupati I Ketut Suiasa menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan  pembersihan saluran irigasi yang ada di Desa Munggu bersama dengan masyarakat subak  merupakan program kegiatan Pemerintah Desa Munggu dalam bentuk kegiatan Padat Karya Tunai terlebih berlangsung dalam lima hari ke depan.

Wabup I Ketut Suiasa terjun langsung bersihkan saluran irigasi di Subak Munggu

“Kegiatan ini merupakan komitmen dalam sektor pertanian sebagai sektor unggulan sehingga produktivitas pertanian ini masih tetap terjaga terlebih-lebih kawasan ini merupakan sebagian besar lahan pangan,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan saluran irigasi ini menurut Suiasa sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan irigasi sawah menjadi lancar. “Dengan kegiatan ini saluran irigasi menjadi lancar, kualitas airnya baik dan tentunya kualitas pangan akan menjadi baik pula. Semoga dengan adanya kegiatan Pembersihan Saluran Air Program Padat Karya Tunai ini dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan saluran irigasi menjadi lancar sehingga petani dapat mengairi sawah dengan lancar,” harap Suiasa.

Wabup Suiasa juga mengingatkan dimasa pandemi ini masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), mengikuti program vaksinasi secara bertahap agar tercipta zona hijau dan selalu terhindar dari penyebaran Covid-19. “Mudah-mudahan di negara kita tidak terjadi seperti yang telah terjadi di India,” ujarnya.

Sementara itu Perbekel Munggu I Ketut Darta menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung dalam hal ini Wakil Bupati yang telah berkenan hadir dan membuka Kegiatan Pembukaan Padat Karya Tunai Pembersihan Saluran Irigasi di Desa Munggu. Dikatakan kegiatan ini dilaksanakan selama  lima hari dari tanggal 30 April s/d tanggal 4 Mei 2021. “Program Padat Karya Tunai ini diikuti oleh warga dari 13 banjar adat yang ada di Desa Munggu dengan jumlah sekitar 470 orang serta kegiatan ini sumber dananya berasal dari dana desa,” pungkasnya. (bt)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara “Melaspas” Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan di Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan

Published

on

By

wawali arya wibawa
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara “Melapas” Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang di Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Kamis (11/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Melapas Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang di Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Kamis (11/6). Upacara tersebut dilaksanakan lantaran proses renovasi bangunan wantilan tuntas dilaksanakan dengan bantuan hibah dari Pemkot Denpasar.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Ngurah Gede Wirawan, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, serta undangan lainya.

Manggala Karya, Wayan Gede Mertanadi mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan semua pihak dalam pelaksanaan Upacara Melapas Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang.

“Kami atas nama pengempon pura mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sumbangsih semua pihak, terutama Pemkot Denpasar dalam mensukseskan acara melaspas Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa usai rangkaian upakara digelar menyampaikan apresiasinya atas semangat krama Banjar Dukuh Pesirahan. Ke depan, dengan adanya bangunan yang baru ini dapat memberikan kemanfaatan serta senantiasa menumbuhkan semangat menyama braya di lingkungan tersebut.

“Kami dari Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Dukuh Pesirahan. Semoga bangunan baru ini bisa memberi kemanfaatan dalam menunjang kegiatan adat dan keagamaan, serta meningkatkan persatuan dan rasa menyama-braya krama dan juga pengempon pura,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PLN Bali Perkuat Literasi Keselamatan Listrik untuk Dukung Perayaan Galungan dan Kuningan yang Aman

Published

on

By

pln bali
TALKSHOW: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali bersama Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali menggelar Koordinasi dan Talkshow Keselamatan Kelistrikan Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keselamatan masyarakat selama rangkaian perayaan hari suci umat Hindu. Acara dibuka oleh Senior Manager Komunikasi dan Aset Properti PLN UID Bali Imbar Sutanto (tengah), Manager Biro K3L I Made Ariana (kiri), serta MDA Provinsi Bali I.B. Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si (kanan). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali memperkuat literasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali”. Kegiatan yang melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan insan media ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman sekaligus mendukung kelancaran rangkaian perayaan hari raya di seluruh Bali.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto, mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN siap dengan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan nyaman. Layanan kami juga selalu siap hadir ketika dibutuhkan masyarakat. Melayani dengan cepat merupakan komitmen kami, namun keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Melalui forum ini kami berharap sinergi dengan media dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik,” ujar Imbar.

Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali, I Made Ariana, menjelaskan bahwa momentum hari raya umumnya diikuti peningkatan penggunaan peralatan listrik untuk mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai penggunaan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar.

“Menjelang hari raya, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat. Penggunaan stop kontak secara berlebihan, instalasi yang tidak memenuhi standar, maupun penambahan peralatan listrik tanpa memperhatikan kapasitas instalasi dapat memicu korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” jelas Ariana.

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, menggunakan peralatan berstandar, menghindari penumpukan colokan listrik, serta segera melaporkan potensi gangguan maupun kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.

Selain aspek teknis, forum tersebut juga menghadirkan perspektif budaya dan kearifan lokal melalui pemaparan perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen. Menurutnya, nilai-nilai budaya Bali mengajarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan lingkungan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan aman.

“Keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Masyarakat Bali memiliki kearifan lokal yang mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam penggunaan listrik, sehingga aktivitas adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Arief Wibisono, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali Bidang Pendidikan, berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai keselamatan instalasi listrik rumah tangga, pentingnya penggunaan peralatan berstandar, hingga peran desa adat dalam mendukung penyebarluasan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga membahas pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar, terutama saat pemasangan perlengkapan pendukung upacara dan kegiatan keagamaan yang berpotensi meningkatkan beban listrik rumah tangga. Edukasi mengenai jarak aman terhadap jaringan listrik, penggunaan peralatan yang memenuhi standar, serta pelaporan dini terhadap potensi gangguan menjadi poin penting yang disampaikan kepada masyarakat.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menghasilkan kesamaan pandangan bahwa keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang identik dengan meningkatnya aktivitas serta kebutuhan listrik. Selain memastikan keandalan pasokan listrik, upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman juga menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan maupun kecelakaan ketenagalistrikan.

Melalui kolaborasi antara PLN, Majelis Desa Adat, media, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan budaya sadar keselamatan semakin tumbuh dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat berlangsung dengan khidmat, aman, nyaman, serta didukung pasokan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat Bali. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan

Published

on

By

stabilitas harga pangan badung
CEK HARGA: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar untuk mengecek harga dan ketersediaan pangan menjelang Galungan, Kamis siang (11/6/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.

​Pantauan di sejumlah pasar terjadi lonjakan harga jual sejumlah barang kebutuhan dan perlengkapan upacara seperti beras, daging, hingga bunga di sejumlah pasar di Badung. Namun kondisi itu dinilai masih dalam batas wajar karena tingginya animo masyarakat.

Pengecekan dilakukan salah satunya di Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi dengan karakteristik khusus sebagai pusat grosir khusus bunga dinilai tetap mampu memberikan selisih harga yang lebih murah bagi konsumen dibanding harga jual di pasar umum.

​”Pasar Baha ini agak spesifik, yang khusus menjual bunga dan sudah kelasnya ini adalah grosir. Kalau dilihat jenis komoditas bunga yang dijual itu ada lima; bunga pacar, bunga gumitir, bunga kembang seribu, eh dan juga ada bunga-bunga lainnya, sekitar lima lah rata-rata per hari,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar, Kamis siang.

​Agus menyebutkan perbedaan harga untuk komoditas bunga pacar dan bunga gumitir di Pasar Baha berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu, yang lebih murah daripada pasar umum. Pihaknya mencatat rata-rata kenaikan harga menjelang hari raya ini berkisar antara Rp 5 ribu hingga maksimal Rp 10 ribu per kg.

​”Kebutuhan masyarakat akan bunga tentu meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi memang betul ada kenaikan harga rata-rata ya, kalau kami rata-rata sekitar Rp 5 ribu sampai dengan maksimal Rp 10 ribu ya,” ungkap I Made Agus Aryawan.

​Masyarakat diimbau tidak panik karena pasokan bunga dipastikan aman dan segar. Kelancaran distribusi ini didukung oleh pasokan yang datang dari para petani di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Badung.

​Pemkab Badung memastikan ketersediaan bahan pangan pokok seperti beras dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan di lapangan, cadangan beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 5 sampai 6 bulan ke depan.

​”Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle,” terang I Made Agus Aryawan.

​Ketersediaan beras di Badung juga didukung oleh panen raya yang sedang berlangsung di beberapa wilayah subak. Salah satunya di Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal yakni hasil panen mencatatkan puluhan ton gabah, sementara di Subak Lepud luas panennya mencapai dua kali lipat.

​”Di Subak Blahkiuh itu ada sekitar 70 ton lebih gabah hasil panen dengan luas panen sekitar 130-an hektar. Lalu luas lahan panen di Subak Lepud mencapai lebih dari 250 hektar dengan tingkat produktivitas yang cukup bagus. Rata-rata produktivitas lahan di kedua subak tersebut berada di angka 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektar,” urai I Made Agus Aryawan.

Sementara itu, Pemkab Badung juga mengecek harga babi hidup di tingkat peternak yang saat ini masih bertahan di angka Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, untuk daging babi yang sudah bersih di pasar tradisional dijual dengan harga di bawah Rp 100 ribu per kilogram.

​”Salah satu peternak di Ayunan kami cek, terlihat ada stabilitas harga yang cukuplah ya, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Kalau harga tabelnya itu sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu lah ya, masih belum bersih atau dipotong. Sedangkan yang sudah bersih, itu daging ya, sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu di pasar umum,” kata Agus.

​Menurutnya stok daging untuk pasar tradisional dipastikan masih bisa dipenuhi secara normal dari peternak. Namun, untuk pemenuhan konsumsi dalam jumlah besar, pemesanan disarankan dilakukan lebih awal untuk menjamin ketersediaan stok daging. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca