Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Wabup Suiasa Pantau Vaksinasi di Kerobokan Kelod, Sasar 9.792 Orang, Target Tuntas 5 Hari ke Depan

BALIILU Tayang

:

de
PANTAU VAKSINASI: Wabup Suiasa didampingi Kadiskes I Nyoman Gunarta saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (16/5).

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung kembali memperluas sasaran vaksinasi bagi masyarakat. Mulai hari Minggu (16/5), kick off vaksinasi menyasar masyarakat di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara. Pelaksanaan vaksinasi ini dipantau langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan serta Kepala Lingkungan setempat.

Pemantauan dilakukan  di empat tempat di antaranya SDN 5 Kerobokan Kelod, SDN 3 Kerobokan Kelod, SDN 1 Kerobokan Kelod dan Hotel Alila. Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut nampak berkeliling memantau proses pelaksanaan vaksinasi sembari berbincang dengan warga dan petugas vaksinasi guna memberikan semangat serta motivasi dalam melaksanakan tugas supaya kegiatan program ini berjalan sesuai yang diharapkan bersama.

Wabup Suiasa menyampaikan saat ini kegiatan vaksinasi difokuskan bagi masyarakat di wilayah Kuta Utara. Selama 5 hari ke depan vaksinasi akan dilakukan di Kelurahan Kerobokan Kelod. Dengan demikian seluruh desa dan kelurahan di Kuta Utara sudah divaksinasi. Selesai di Kerobokan Kelod, vaksinasi akan diarahkan ke Kecamatan Mengwi.

Demi lancarnya vaksinasi, Suiasa memberikan motivasi kepada Lurah dan Kaling se-Kelurahan Kerobokan Kelod, untuk selalu solid bekerjasama sekaligus bertanggung jawab menyukseskan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan mulai hari Minggu selama lima hari ke depan. “Terima kasih atas dedikasinya para kaling, kami mengajak mari kita bersama-sama tetap solid dan bertanggung jawab demi suksesnya vaksinasi. Bangkitkan rasa moralitas kita, mari kita tunjukkan bahwa pemerintah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Mudahan-mudahan dengan kerjasama tim yang solid target sasaran dapat tercapai dalam lima hari tersebut,” pintanya.

Suiasa juga mengatakan pemerintah tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari semua pihak. Mengingat turunnya kasus Covid-19 menjadi salah satu syarat dibukanya pariwisata Bali dan Badung khususnya. Upaya pencegahan melalui sosialisasi, edukasi termasuk vaksinasi terus gencar dilakukan. Diharapkan dengan dukungan semua pihak baik itu tim kesehatan, pihak kecamatan, desa/kelurahan hingga banjar/lingkungan serta dukungan dari masyarakat, vaksinasi di Badung dapat terlaksana dengan baik dan lancar serta mampu menurunkan angka kasus Covid-19 di Badung.

“Kami targetkan bulan Juni vaksinasi di tiga kecamatan, yakni Kuta Selatan, Kuta dan Kuta Utara dapat diselesaikan. Kami juga berharap kasus Covid dapat turun secara signifikan, sehingga rencananya bulan Juli pariwisata akan dibuka,” imbuh Suiasa.

Sementara itu Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta mengatakan target dan sasaran dalam pelaksanaan vaksinasi dosis satu hari Minggu yakni di SDN 5 Kerobokan Kelod jumlah sasaran 450 melibatkan 3 tim, SDN 3 Kerobokan Kelod jumlah sasaran 450 melibatkan 3 tim, SD 1 dan 2 Banjar Taman Kerobokan Kelod jumlah sasaran 600 dengan melibatkan 4 tim serta Hotel Alila jumlah sasaran 450 yang melibatkan 3 tim. “Untuk jumlah keseluruhan sasaran di Kerobokan Kelod sebanyak 9.792 peserta terdiri dari 13 lingkungan dan akan berlangsung selama 5 hari ke depan,” ujarnya seraya mengatakan  jenis vaksin yang digunakan di semua tempat tersebut adalah vaksin jenis Astra Zeneka.

Sedangkan Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan menyampaikan pihaknya bersama para kaling siap mendukung dan menyukseskan kegiatan vaksinasi ini. “Kami siap mendukung upaya pemerintah dalam memperluas cakupan zona hijau di Kabupaten Badung. Bersama para kepala lingkungan kami juga mengajak masyarakat untuk turut menyukseskan vaksinasi ini dalam membentuk herd immunity secara bersama-sama,” pungkasnya. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca