Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wabup Suiasa Paparkan Capaian Pelayanan Publik kepada Ombudsman

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa menerima cinderamata dari Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab usai memaparkan capaian kinerja pelayanan publik selama 5 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Badung di Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Rabu (27/1).

Badung, baliilu.com – Dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik oleh penyelenggara negara dan pemerintah khususnya pemerintah daerah, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali mengundang kepala daerah salah satunya Bupati Badung untuk menyampaikan capaian kinerja pelayanan publik di wilayahnya.

Dihadapan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang diwakili Wakil Bupati I Ketut Suiasa memaparkan progres pelaksanaan dari pelayanan publik yang sudah berjalan selama 5 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Badung di Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Rabu (27/1). Acara turut dihadiri oleh Kadis Penanaman Modal dan PTSP Badung I Made Agus Aryawan, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil AA Ngr. Arimbawa dan Kabag Organisasi Wayan Putra Yadnya.

Wabup Suiasa menyampaikan pada saat ditetapkan sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pihaknya telah menandatangani pakta integritas untuk melaksanakan pelayanan publik yang prima. Sehingga setelah terpilih dan dilantik serta selama menjabat bupati dan wakil bupati, pelayanan publik sudah berjalan sesuai dengan visi dan misi, yang berlandaskan Tri Hita Karana menuju masyarakat yang maju, damai dan sejahtera.

“Yang pertama kami berkomitmen meningkatkan penyelenggaraan pelayan publik, meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil, meningkatkan pelayanan perizinan, meningkatkan dan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana publik, mempercepat penerapan SPM di daerah, dan meningkatkan penerapan teknologi informasi dalam pelayanan publik,” katanya.

Menurut Suiasa kebijakan dalam pelayanan publik dari sisi pelayanan minimal, sudah memiliki 320 standar pelayanan dan juga sudah ada maklumat 100% serta sudah melakukan survei Indeks Kepuasan Masyarakat yang langsung diberikan tanggapan oleh masyarakat dan hasilnya ada pada angka 83,61.

Baca Juga  Tim Yustisi Kembali Jaring 24 Orang Pelanggar Prokes

“Di pelayanan perizinan kami ada Online Single Submission (OSS) kemudian internal untuk memperkuat OSS karena masih banyak kekurangan dan kelemahan dan untuk melengkapi ini, kami secara khusus membuat ‘Layanan Perizinan Online’ atau LAPERON karena jauh lebih komplit dan komprehensif,” ujarnya seraya menambahkan pada tahun 2018 diluncurkan Mall Pelayanan Publik yang sampai saat ini melayani 145 jenis layanan dengan 10 penunjang dalam Mall Pelayanan Publik.

Lebih lanjut disampaikan Pelayanan Publik dalam Lingkungan Hidup, Badung punya  inovasi bernama Gelatik yaitu Gerakan Berkelanjutan Anti Sampah Plastik, selanjutnya sesuai dengan perkembangan teknologi tahun 2016 meluncurkan inovasi Gotik atau Gojek Sampah Plastik dengan layanan menjemput sampah plastik yang dikoordinir oleh PKK, dan berlanjut ke inovasi Batik atau Badung Anti Kantong Plastik. “Berkaitan dengan lingkungan hidup juga kami membentuk Bank Sampah Mangu Srikandi yang digerakkan oleh PKK di masing-masing banjar,” ucapnya.

Sedangkan untuk pelayanan publik pada bidang pendidikan Wabup Suiasa menyampaikan program memberikan laptop kepada siswa SD dan SMP negeri secara gratis dimana satu orang siswa dengan satu laptop. Di samping itu juga memberikan pakaian seragam gratis setiap tahun yang tidak hanya kepada siswa sekolah negeri tapi juga siswa sekolah swasta serta memberikan bantuan pendamping dana BOS. “Tiap tahun kami juga mengirimkan 20 orang untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri,” katanya.

Untuk pelayanan publik pada catatan sipil disampaikan ada beberapa program inovasi yang dijalankan seperti Layanan Administrasi Kependudukan Malam Hari sampai pukul 21.00 yang sering disebut Lakamari. Pelayanan publik di bidang kesehatan untuk pelayanan kelas III sudah ditanggung semua dan masyarakat tidak perlu membayar. Di Badung juga sudah ada puskesmas 24 jam di 4 kecamatan serta sudah disiapkan Ambulance Siaga selama 24 jam di setiap desa dan kelurahan sejumlah 62 yang terdiri dari 46 desa 16 kelurahan secara gratis. 

Baca Juga  Gerak Cepat, Wawali Arya Wibawa Tinjau Korban Bencana di Denpasar

“Pelayanan publik dalam bidang umum kami memiliki inovasi contohnya SIDUMAS yaitu Sistem Pengaduan Masyarakat secara terintegrasi dan memberikan internet gratis di setiap banjar. Dan untuk meningkatkan penghasilan dan keamanan nelayan, kami membuat aplikasi FISH GO dimana dengan aplikasi ini bisa mengetahui di mana titik lokasi ikan dan jenis ikannya sehingga memudahkan nelayan untuk menangkap ikan dan bukan lagi mencari ikan,” pungkasnya. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

HUT Ke-55 STT Tunjung Mekar, Bupati Adi Arnawa: Tingkatkan Kualitas SDM agar Mampu Berdaya Saing

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu
HADIRI HUT: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Puncak perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, berlangsung meriah di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. Mengusung tema “Tunjung Mekar Amplify”, kegiatan ini menjadi momentum generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta kepada STT Tunjung Mekar guna mendukung pengembangan potensi kepemudaan. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru oleh Jero Bendesa Adat Munggu melalui prosesi penyerahan kalung, sertifikat, plakat penghargaan kepada pengurus lama, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Aksi kepedulian sosial turut mewarnai acara dengan penyerahan bantuan kursi roda dan sembako kepada warga bernama Gede Miarta, yang diwakili Kelihan Dinas Banjar Sedehan. Bantuan diserahkan oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa selaku Ketua Pembina Komunitas Badung Peduli.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan selamat dan berharap pengurus baru mampu melaksanakan visi misi organisasi. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga Desa Munggu sebagai desa wisata dengan mempertahankan persatuan dan semangat menyama braya. Menghadapi arus pariwisata dan budaya luar, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal berdaya saing.

“Jangan sampai kita terlena dan hanya bangga karena banyak wisatawan datang. Di balik perkembangan pariwisata tersebut, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Bupati menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan SDM, seperti program beasiswa anak petani, pembangunan jalan baru, serta penataan pantai. Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan demi keberlanjutan pariwisata. “Mari kita bersama-sama menjaga pariwisata, dengan menjaga lingkungan, menjaga keamanan, dan membangun ekosistem ekonomi agar terus bangkit,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga  Tim Yustisi Kembali Jaring 24 Orang Pelanggar Prokes

Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rai Nikayasa menyampaikan bahwa organisasi dapat berjalan berkat dukungan seluruh anggota dan masyarakat. STT Tunjung Mekar berkomitmen menghadirkan kegiatan kreatif dan memperkenalkan potensi generasi muda Munggu ke kancah luas melalui bidang musik.

“Kami ingin STT Tunjung Mekar selalu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan menampung aspirasi demi memajukan Desa Munggu,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian budaya, termasuk melalui ajang ogoh-ogoh. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kami akan terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui kegiatan ogoh-ogoh yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung dan telah memberikan ruang bagi kami untuk berkarya,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pergelaran musik. Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya dan Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel, serta Jero Bendesa Adat Munggu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Rosan Roeslani, Menteri Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya Hambalang Bogor
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.

Selain hilirisasi, Presiden menerima laporan perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.

Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan dengan target penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien, sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (11/1) di Bali, Pasien Sembuh Bertambah 162 Orang, Kasus Positif Melonjak 253 Orang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lewat RUU Masyarakat Adat, Kariyasa: Dapat Perkuat Perlindungan Pura Luhur Poten

Published

on

By

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama tim kunjungan kerja di Pura Luhur Poten Probolinggo Jawa Timur
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.

“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.

Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.

Baca Juga  Gerak Cepat, Wawali Arya Wibawa Tinjau Korban Bencana di Denpasar

“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.

Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.

Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca