Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wabup Suiasa Serahkan Angklung kepada Krama Banjar Seseh Cemagi

BALIILU Tayang

:

de
BANTUAN ANGKLUNG: Wabup Suiasa saat menyerahkan bantuan gambelan angklung kepada krama Banjar Seseh, Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Minggu (11/4).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyerahkan bantuan gambelan angklung kepada krama Banjar Seseh, Desa Adat Seseh Desa Cemagi Kecamatan Mengwi, Minggu (11/4) di Balai Suka Duka Br. Seseh. Kehadiran Wabup Suiasa disambut Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Cemagi Putu Hendra Sastrawan, Kelian Adat Br. Seseh I Wayan Mustika, Kelian Dinas Br. Seseh I Ketut Agus Adiputra, Sekaa Gong dan Krama Br. Seseh. Penyerahan gambelan angklung dikaitkan dengan upacara melaspas angklung dan melaspas bale kulkul sekaa. 

Wabup Suiasa atas nama Pemkab Badung merasa senang melihat semangat masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Meskipun di masa pandemi Covid-19 saat ini, semangat masyarakat tidak surut dalam melaksanakan dan meningkatkan keberadaan seni, adat, agama dan budaya. Hal ini sangat sejalan dengan apa yang menjadi visi misi Pemkab Badung dalam upaya melestarikan seni dan budaya. “Meskipun dalam masa Covid, masalah beryadnya, tidak ada hentinya dan masyarakat selalu semangat. Dengan yadnya juga dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Suiasa juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin dan menaati protokol kesehatan. “Kita saat ini menerapkan PPKM, kegiatan seni, budaya dan agama itu tetap jalan, meskipun demikian masyarakat harus tetap mematuhi prokes yaitu tidak berkerumun, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, ” imbuhnya.

Mengenai bantuan angklung ini, menurut Suiasa sebagai salah satu upaya mendukung yadnya di masyarakat khususnya upacara pitra yadnya. Hal ini pula akan dapat meningkatkan rasa subakti krama kehadapan Tuhan serta para leluhur. “Kita Hindu dalam beryadnya, disamping adanya upakara dan yajamana karya/pemuput, tidak lengkap rasanya kalau tidak ada wali, yang di dalamnya adanya seni tari dan tabuh salah satunya angklung ini, ” kata Suiasa seraya berharap gambelan angklung ini dapat dipakai seterusnya, dipelihara dengan baik serta dipakai untuk ngayah.

Baca Juga  Wabup Suiasa Aktivasi Aplikasi Identitas Kependudukan Digital di Badung

Sementara itu Kelian Dinas Br. Seseh I Ketut Agus Adiputra menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang sudah memberikan bantuan gambelan angklung sesuai dengan harapan krama disini. Pihaknya bersama sekaa gong akan memanfaatkan gambelan ini dengan baik sehingga dapat meningkatkan keberadaan seni dan mendukung jalannya yadnya khususnya di Desa Adat Seseh. Ke depan pihaknya juga tidak henti-hentinya memohon kepada Pemkab Badung agar mendukung segala kegiatan di Desa Adat Seseh baik pembangunan maupun sosial kemasyarakatan. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati “Nodya Karya” di Pura Dugul Subak Sulangai dan Pura Pucak Mangu

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Nodya Karya di Pura Dugul Sulangai dan Pucak Mangu
HADIRI RANGKAIAN UPACARA: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian upacara di Pura Dugul Subak Sulangai, Desa Sulangai dan Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu, Desa Pelaga, Petang, Minggu (25/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan Hari Suci Purnama Kelima, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri (Nodya) rangkaian upacara keagamaan di Kecamatan Petang, Minggu (25/10). Kehadiran ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pelestarian adat, tradisi, dan kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Kegiatan pertama berlangsung di Pura Dugul Subak Sulangai, Desa Sulangai, Petang, dalam rangkaian upacara Pujawali, Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Tawur Rsi Gana. Pada kesempatan ini, Bupati Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Fisik senilai Rp1,4 Miliar kepada Pekaseh Subak Sulangai, I Wayan Yudana, disaksikan seluruh undangan.

Selanjutnya, rombongan bertolak menuju Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu, Desa Pelaga, Petang. Di situs sakral ini, Bupati Badung mendampingi Wagub Bali nodya upacara Piodalan Nyatur Rebah Mejaba Jero, Mepadudusan Alit berdasar Caru Manca Mustika.

Dalam sembrama wacananya, Wagub Nyoman Giri Prasta menyampaikan Purnama Kelima ini menjadi momentum krusial untuk memohon kerahayuan dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu dan Pura Dugul memiliki peran besar dalam kosmologi spiritual serta sistem pertanian tradisional subak.

“Upacara ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan yadnya sekaligus momentum bagi krama untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Marilah bersama-sama menjaga kelestarian alam kita untuk anak cucu kita nanti,” katanya.

Sementara itu, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmen berkelanjutan Pemkab Badung dalam membentengi keberlangsungan adat, agama, dan budaya lokal sebagai pilar identitas daerah.

“Nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, serta keharmonisan antara manusia, alam, dan Ida Hyang Widhi Wasa diharapkan terus menjadi landasan kehidupan masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Baca Juga  Badung Luncurkan Layanan Elektronik Pendaftaran Tanah di Badung

Agenda keagamaan ini turut dihadiri anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Petang AA Ngurah Darma Putra beserta unsur tripika kecamatan, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII, Perbekel Sulangai I Nyoman Sunarta, Perbekel Desa Pelaga I Made Ordin, Bendesa Desa Adat Sulangai I Wayan Lastra beserta Bendesa Desa Adat lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Jajaran Pemkot Denpasar Laksanakan Persembahyangan Serangkaian “Pujawali Padudusan Alit” Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Jajaran Pemkot Denpasar Laksanakan Bhakti Pujawali di Pura Agung Jagatnatha
BHAKTI PUJAWALI: Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Pujawali pada puncak “Karya Padudusan Alit” di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kalima, Redite Kliwon Watugunung, Minggu (25/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Pujawali pada puncak Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kalima, Minggu (25/10).

Pelaksanaan Bhakti Pujawali tersebut dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Tampak hadir Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, pimpinan OPD serta pemedek yang tangkil di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar.

Diiringi suara kidung, rangkaian Pujawali diawali dengan prosesi Melis, Mereresik, dan dilanjutkan dengan persembahan tari-tarian. Seluruh rangkaian kemudian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Taman Dwija Putra dari Griya Taman Pahang Penatih.

Usai persembahyangan, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Pujawali di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar ini, secara rutin dilaksanakan setiap tahun sekali. Hal ini merupakan wujud sradha dan bhakti jajaran Pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Jaya Negara menyampaikan, pihaknya berharap momentum ini dapat dijadikan untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana, dengan harapan seluruh program dan persoalan yang dihadapi dapat diatasi dengan optimal,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi menjelaskan, sebelum puncak Karya hari digelar, berbagai prosesi  rangkaian Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha ini telah dilaksanakan sejak tanggal 20 Oktober lalu. Antara lain prosesi Penuwuran, Nunas Tirta, Ngias, dan sebagainya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Badung

“Seluruh rangkaian Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha akan dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar dan diakhiri prosesi Penyineban pada Senin, 26 Oktober besok. Untuk itu, bagi para pemedek atau masyarakat dapat memanfaatkan momentum untuk tangkil dan ngaturang bhakti,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” dalam Rangkaian Karya di Jero Abian Timbul

Published

on

By

Walikota Jaya Negara ngayah nyangging di Jero Abian Timbul
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat “ngayah nyangging” dalam rangkaian “Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, lan Nyurud Ayu” di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging dalam rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, dan Nyurud Ayu di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyampaikan bahwa upacara metatah atau mepandes merupakan salah satu upacara Manusa Yadnya bagi umat Hindu yang sarat akan makna spiritual. Upacara ini menjadi bagian penting dalam menyambut kedewasaan sekaligus sebagai simbol pengendalian diri terhadap Sad Ripu atau enam sifat musuh dalam diri manusia.

“Pelaksanaan metatah ini merupakan salah satu implementasi visi Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat gotong-royong dalam mewujudkan bhakti kepada Sang Pencipta. Melalui pelaksanaan upacara ini, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan, sehingga kehidupan dapat berjalan selaras dan harmonis,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia, I Gusti Ketut Wijaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Pemerintah Kota Denpasar. Ia juga mengapresiasi kesediaan Walikota Jaya Negara untuk turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kehadiran Bapak Walikota yang turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah. Kami berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar hingga selesai,” ungkap Gusti Ketut Wijaya.

Lebih lanjut, Gusti Ketut Wijaya menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai pada 18 Oktober 2026, yang diawali dengan upacara matur piuning, nanceb pampang, dan nuasen karya. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi metatah, sedangkan puncak upacara Wraspati Kalpa, Nyurud Ayu, dan Mejaya-jaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10).

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri ‘’Karya Melaspas Alit’’ di Pura Giria Buncing Desa Adat Kapal

Pihaknya berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar serta menjadi wujud bhakti dan kebersamaan krama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan beragama. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca