Connect with us

BUDAYA

Wabup Suiasa Serahkan Angklung kepada Krama Banjar Seseh Cemagi

BALIILU Tayang

:

de
BANTUAN ANGKLUNG: Wabup Suiasa saat menyerahkan bantuan gambelan angklung kepada krama Banjar Seseh, Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Minggu (11/4).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyerahkan bantuan gambelan angklung kepada krama Banjar Seseh, Desa Adat Seseh Desa Cemagi Kecamatan Mengwi, Minggu (11/4) di Balai Suka Duka Br. Seseh. Kehadiran Wabup Suiasa disambut Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Cemagi Putu Hendra Sastrawan, Kelian Adat Br. Seseh I Wayan Mustika, Kelian Dinas Br. Seseh I Ketut Agus Adiputra, Sekaa Gong dan Krama Br. Seseh. Penyerahan gambelan angklung dikaitkan dengan upacara melaspas angklung dan melaspas bale kulkul sekaa. 

Wabup Suiasa atas nama Pemkab Badung merasa senang melihat semangat masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Meskipun di masa pandemi Covid-19 saat ini, semangat masyarakat tidak surut dalam melaksanakan dan meningkatkan keberadaan seni, adat, agama dan budaya. Hal ini sangat sejalan dengan apa yang menjadi visi misi Pemkab Badung dalam upaya melestarikan seni dan budaya. “Meskipun dalam masa Covid, masalah beryadnya, tidak ada hentinya dan masyarakat selalu semangat. Dengan yadnya juga dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Suiasa juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin dan menaati protokol kesehatan. “Kita saat ini menerapkan PPKM, kegiatan seni, budaya dan agama itu tetap jalan, meskipun demikian masyarakat harus tetap mematuhi prokes yaitu tidak berkerumun, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, ” imbuhnya.

Mengenai bantuan angklung ini, menurut Suiasa sebagai salah satu upaya mendukung yadnya di masyarakat khususnya upacara pitra yadnya. Hal ini pula akan dapat meningkatkan rasa subakti krama kehadapan Tuhan serta para leluhur. “Kita Hindu dalam beryadnya, disamping adanya upakara dan yajamana karya/pemuput, tidak lengkap rasanya kalau tidak ada wali, yang di dalamnya adanya seni tari dan tabuh salah satunya angklung ini, ” kata Suiasa seraya berharap gambelan angklung ini dapat dipakai seterusnya, dipelihara dengan baik serta dipakai untuk ngayah.

Baca Juga  Wabup Suiasa Mendem Pedagingan di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar Kerobokan

Sementara itu Kelian Dinas Br. Seseh I Ketut Agus Adiputra menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang sudah memberikan bantuan gambelan angklung sesuai dengan harapan krama disini. Pihaknya bersama sekaa gong akan memanfaatkan gambelan ini dengan baik sehingga dapat meningkatkan keberadaan seni dan mendukung jalannya yadnya khususnya di Desa Adat Seseh. Ke depan pihaknya juga tidak henti-hentinya memohon kepada Pemkab Badung agar mendukung segala kegiatan di Desa Adat Seseh baik pembangunan maupun sosial kemasyarakatan. (bt)

Advertisements
de

de
Advertisements
de

BUDAYA

Wagub Cok Ace Hadiri ”Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel” Griya Gede Ketewel

Published

on

By

de
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati hadir dalam puncak karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Griya Gede Ketewel yang dilaksanakan di Desa Adat Ketewel Sukawati Gianyar, Jumat (17/9).

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace hadir dalam puncak karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Griya Gede Ketewel yang dilaksanakan di Desa Adat Ketewel Sukawati Gianyar, Jumat (17/9).

Karya yang digelar di situasi pandemi ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Penerapan prokes nampak pada kelengkapan yang disediakan panitia seperti masker, tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Rangkaian puncak karya di-puput oleh Ida Pedanda Gede Putra Tembawu, Ida Pedanda Gede Putra Bajing Denpasar, Ida Pedanda Gede Raka Timbul, Ida Pedanda Gede Rai Ketewel Babakan Bitera dan Ida Pedanda Buda Dharma Kerti Saraswati Batuan. Selain Wagub Cok Ace, turut hadir para panglingsir Puri Ubud dan Puri Peliatan. Upacara maligia ini diikuti oleh 540 sawa dari berbagai daerah di Gianyar, Denpasar dan Badung.

Rangkaian upakara ini berlangsung sejak tanggal 18 Agustus 2021 dimana puncak karya dilaksanakan pada 17 September 2021 dan diakhiri dengan rangkaian upacara nyegara gunung pada 26 September 2021 mendatang. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Baca Juga  Wabup Suiasa, Buka Lomba Mancing di Mengwi dan Tanam Pohon Cemara di Canggu
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Apresiasi Krama Jalani Yadnya dengan Prokes di Desa Adat Umahanyar Mambal

Published

on

By

de
ATMA WEDANA: Bupati Giri Prasta saat menghadiri upacara Atma Wedana, Mapetik, Metatah di Wantilan Jaba Pura Kahyangan Tiga, Desa Adat Umahanyar, Mambal, Minggu (12/9).

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud komitmen dalam melestarikan adat istiadat dan budaya Bali, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Atma Wedana, Mapetik, Metatah yang dilaksanakan Desa Adat Umahanyar, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Minggu (12/9) bertempat di Wantilan Jaba Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Umahanyar.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali Bagus Alit Sucipta, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Ponda Wirawan, Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Bendesa Adat Umahanyar I Ketut Nuridja serta tokoh masyarakat setempat. Sebagai bentuk perhatian dan motivasi, Bupati Giri Prasta menyerahkan punia secara pribadi sebesar Rp 15 juta.

Dalam sembrama wecananya, Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan terhadap upacara Atma Wedana, Mapetik, Metatah. Bupati Giri Prasta juga memberikan apresiasi kepada masyarakat karena melaksanakan yadnya bersama-sama sebagai wujud dharmaning leluhur.

Menurutnya, karya ini juga sangat sejalan dengan apa yang menjadi visi Pemkab. Badung yaitu “Memantapkan arah pembangunan Badung berlandaskan Tri Hita Karana menuju masyarakat maju, damai dan sejahtera”. Misi pertama, memperkokoh kerukunan hidup bermasyarakat dalam jalinan keragaman adat, budaya dan agama. Sekaligus sesuai dengan enam prinsip dasar pembangunan Badung, salah satunya dalam upaya meningkatkan dan melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya.

Menurut Giri Prasta, upacara Atma Wedana ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma sehingga menjadi dewa hyang guru dan melinggih di merajan rong tiga. Banyak rangkaian dari upacara nyekah yang patut dilaksanakan oleh krama sebagai peserta nyekah. Mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke Pura Dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan.

“Atas nama Pemkab Badung kami sangat mendukung pelaksanaan karya ini, semoga dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan bersama,” harapnya.

Baca Juga  Sepakati KUA dan PPAS yang lebih Realistis, Efektif dan Efisien, Bupati Giri Prasta Apresiasi Kinerja DPRD Badung

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya protokol kesehatan dengan melaksanakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19. “Kami selaku pemerintah telah berupaya maksimal dalam menekan penyebaran virus ini, mulai dari sosialisasi, edukasi prokes, vaksinasi, menyiapkan isolasi terpusat hingga melakukan 3 T (tracing, testing dan treatment). Namun semua hal ini akan tidak berhasil tanpa dukungan dan kedisiplinan dari masyarakat.

Sementara itu, Bendesa Adat Umahanyar I Ketut Nuridja menyampaikan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Bupati Badung beserta DPRD Provinsi Bali dan DPRD Badung, sehingga karya ini dapat berjalan dengan baik dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sesuai imbauan pemerintah.

Karya yang diikuti oleh 38 sawa, metatah 57 orang dan mapetik diikuti 39 peserta ini, puncaknya dilaksanakan pada Anggara Pon Ukir, Selasa (14/9), dilanjutkan dengan meajar-ajar dan ngelinggihang dilaksanakan pada Buda Wage Ukir, Rabu (15/9). (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Ketua PANDI Prof. Yudho Giri Sucahyo Apresiasi Gubernur Bali Luncurkan ‘’Keyboard’’ Aksara Bali

Published

on

By

de
PELUNCURAN KEYBOARD AKSARA BALI: Foto bersama usai peluncuran Papan Ketik (Keyboard) Aksara Bali oleh Gubernur Bali Wayan Koster, bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Landep, Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep), 11 September 2021 di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Ketua Pengelola Domain dan Internet Indonesia (PANDI) Prof. Yudho Giri Sucahyo, Phd. menyampaikan apresiasi dan bangga pada komitmen dan pencapaian Gubernur Bali Wayan Koster dalam melestarikan aksara lokal. Menurutnya ini merupakan sebuah langkah besar terhadap kemajuan digitalisasi Aksara Bali sekaligus upaya pelestarian nilai-nilau budaya bangsa khususnya budaya Bali.

‘’Hal ini sangat sesuai dengan program kerja yang sedang dikampanyekan PANDI yaitu program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN), dimana Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga UNESCO turut mendukung secara penuh program tersebut,’’ ujar Prof. Yudho Giri Sucahyo, Phd. saat peluncuran Papan Ketik (Keyboard) Aksara Bali oleh Gubernur Bali Wayan Koster, bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Landep, Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep), 11 September 2021 di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar. 

Prof. Yudho Giri Sucahyo lanjut menyampaikan, saat ini PANDI sedang berusaha mempromosikan aksara nusantara ke ranah internasional, sehingga diharapkan proses digitalisasi aksara nusantara bisa lebih mudah.

“Untuk itu dengan diluncurkannya Keyboard Aksara Bali, ini merupakan kemajuan yang luar biasa, dan PANDI akan terus mendukung pendaftaran Aksara Bali serta upaya standarisasi keyboard agar sesuai dengan standar nasional dan internasional,” tandas Yudho.

Acara peluncuran Keyboard Aksara Bali dilaksanakan secara hibrid (luring dan daring) diikuti oleh 45 siswa SD, SMP, SMA/SMK, SLB Kabupaten/Kota Se-Bali, dan 4 orang perwakilan mahasiswa dari Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Acara ini dihadiri Bupati/Wali Kota, Rektor Perguruan Tinggi serta diikuti secara virtual oleh Satuan Pendidikan SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta Se-Bali sejumlah 329 sekolah. Acara peluncuran Keyboard Aksara Bali ini juga merupakan pencapaian tiga tahun kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati.

Baca Juga  Wabup Suiasa Mendem Pedagingan di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar Kerobokan

Keyboard Aksara Bali ini merupakan ide kreatif dan original Gubernur Bali Wayan Koster, yang menugaskan untuk dikembangkan oleh Tim Peneliti dari Program Studi Informatika Fakultas MIPA Universitas Udayana yang terdiri dari Cokorda Rai Adi Pramartha, Ph.D, IB Ary Indra Iswara, M.Kom, I Putu Gede Hendra Suputra, M.Kom, dan IB Gede Dwidasmara, M.Cs. Acara dilaksanakan pada Hari Suci Tumpek Landep, karena merupakan hari upacara untuk menajamkan pikiran secara niskala.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menegaskan, ide/gagasan mengembangkan Keyboard Aksara Bali merupakan kelanjutan pelaksanaan kebijakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Adapun tujuannya adalah untuk melindungi keberadaan Aksara Bali sebagai warisan adi luhung dari leluhur Bali yang diawali dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Lebih lanjut, Gubernur Bali menegaskan, Keyboard Aksara Bali merupakan perpaduan antara kearifan lokal Bali dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi digital dalam era globalisasi dunia saat ini. Perkembangan teknologi digital yang mengglobal tidak boleh mematikan/menenggelamkan kebudayaan dan kearifan lokal Bali yang sangat kaya dan unik seperti Aksara Bali, melainkan justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melestarikan Aksara Bali melalui teknologi digital yang digemari oleh para generasi muda milenial guna memajukan kebudayaan dan kearifan lokal Bali. Ini program yang sangat keren, dengan sarana Keyboard Aksara Bali ini, Aksara Bali, tidak hanya dikenal oleh Krama Bali, tetapi akan meluas ke pergaulan masyarakat nasional, bahkan memasuki pergaulan masyarakat dunia.

Baca Juga  Wabup Suiasa Ikuti Pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi 2021, Presiden Harapkan Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Harga Pangan

Pada kesempatan tersebut Gubernur Bali menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para siswa dan mahasiswa, memberikan soal untuk diketik dalam Aksara Bali, sebanyak 7 soal, yaitu : 1) Bali Dwipa Jaya; 2) Nama Gubernur Bali Wayan Koster; 3) Nama Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Sukawati; 4) Gunung Agung; 5) Pura Besakih; 6) Tumpek Landep; dan 7) Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di luar dugaan, ternyata para siswa dan mahasiswa dengan sigap mampu menuliskan soal-soal tersebut secara benar dan cepat dari laptop masing-masing yang ditayangkan langsung dalam layar virtual. Kebenaran penulisan Aksara Bali dinilai oleh tim, terdiri dari Ketut Sumarta (Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali), Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, dan Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali.

Gubernur Bali sangat mengagumi kemampuan para siswa dan mahasiswa yang ternyata masih sangat fasih dan peduli terhadap Aksara Bali. Sebagai bentuk apresiasi Gubernur Bali secara spontan memberikan penghargaan berupa uang tunai masing-masing Rp.1.000.000 kepada 49 perwakilan siswa dan mahasiswa yang akan dikirim melalui rekening masing-masing di Bank Pembangunan Daerah Bali.

Keyboard Aksara Bali diyakini akan mendunia, karena memiliki 7 keunggulan fungsi,
yaitu : 1) menggunakan koneksi WiFi (USB dongle) atau Bluetooth; 2) dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali secara natural (tanpa auto correction, red); 3) dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali pada sistem operasi yang berbeda seperti Apple MacOS dan Microsoft Windows; 4) dapat digunakan untuk membuat dan menyimpan dokumen digital pada berbagai macam aplikasi seperti Microsoft Office, Google Office (Docs, Spreadsheet, Presentation), Notes, iWork dan lain-lain dengan menggunakan Aksara Bali; 5) dapat digunakan untuk menuliskan dokumen pada website/Internet dengan Aksara Bali; 6) dapat digunakan untuk menuliskan pesan pada media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dengan Aksara Bali; dan 7) hasil pembuatan dokumen atau pesan yang dihasilkan dapat dibagikan ke orang lain tanpa mengubah tampilan Aksara Bali yang telah dibuat sebelumnya.

Baca Juga  Di Depan Pengurus PGRI Badung, Suiasa Sampaikan Pemberlakuan PTM dan Pemberian TPP bagi Guru

Gubernur Bali meyakinkan Krama Bali khususnya generasi muda milenial bahwa Aksara Bali bisa sejajar dengan aksara-aksara negara lain yang telah mendunia, seperti: Tiongkok, Jepang, Korea, Thailand dan India. Negara-negara ini, yang memiliki aksara tersendiri menunjukkan tingkat peradabannya di masa lalu, mampu bertahan sampai saat ini, dan akan mampu bersaing menghadapi dinamika global, ditandai kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakatnya.

Oleh harena itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda milenial, ‘’Kita harus bersyukur diberikan warisan budaya berupa Aksara Bali oleh Leluhur Bali yang sangat hebat. Semua aktivitas kehidupan dimulai dari aksara, tidak ada kata tanpa aksara, tidak ada kalimat/narasi tanpa aksara, dan tidak akan ada kerja tanpa aksara. Untuk itu dengan sekuat tenaga dan penuh komitmen, Kita harus mampu memelihara, memuliakan, dan menjadikan Aksara Bali sebagai kebanggan bersama dan keunggulan Krama Bali untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas secara nasional dan global.’’

Dengan kuatnya peradaban Bali, Gubernur Bali meyakinkan bahwa Krama Bali akan terus bergerak maju dan mampu menghadapi persaingan dalam dunia global. Oleh karena itu, ke depan, Gubernur Bali akan menyelenggarakan program penyediaan Keyboard Aksara Bali dalam bentuk Laboratorium Praktik Aksara Bali ke sekolah-sekolah, sehingga para guru dan siswa akan lebih mudah melaksanakan pembelajaran Aksara Bali. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca