Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Beberkan Pengembangan Infrastruktur Wisata Bahari di Bali

BALIILU Tayang

:

cok ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat jadi pembicara pada acara Sea Port Exhibition and Conference (ISPAC) secara daring dari ruang kerja Wagub Bali, pada Kamis, 22 September 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati berkesempatan menjadi salah satu pembicara pada acara Sea Port Exhibition and Conference (ISPAC) secara daring dari ruang kerja Wagub Bali, Kantor Gubernur Bali Denpasar pada Kamis (Wraspati Umanis, Ugu) 22 September 2022.

Pada kesempatan sore itu, Wagub Cok Ace membeberkan tentang pengembangan infrastruktur untuk wisata bahari di Bali. Menurutnya, wisata bahari di Bali sangat menjanjikan, bahkan bisa dikatakan Bali sebagai salah satu pulau yang memelopori wisata Bali di Indonesia. “Bali memiliki taman bawah laut berupa kekayaan terumbu karang dengan keunikan faunanya, serta pantai-pantai yang indah dengan ombaknya yang menantang bagi para peselancar,” jelasnya. Hal itu juga didukung dengan melesatnya industri wisata bahari seperti dive center dan cruise.

Akan tetapi, semarak perkembangan wisata bahari di Bali tidak ditunjang dengan infrastruktur laut yang memadai. Destinasi wisata bahari terkemuka di Bali seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, Candidasa, Amed, Lovina, Pemuteran, dll, belum dilengkapi dengan minimal dermaga wisata. Untuk itu, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali komit untuk mengembangkan infrastruktur yang menunjang wisata bahari, selain juga infrastruktur darat dan udara. Pembangunan infrastruktur untuk wisata bahari seperti pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa hingga Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas yang akan menghubungkan Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan.

Ditambahkannya, Pemprov Bali juga getol berencana membangun infrastruktur pendukung program wisata bahari keliling Bali. Terwujudnya program tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, berupa pelabuhan wisata skala kecil, marina, dan dermaga wisata, yang meliputi; pembangunan marina di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung sebagai Hub wisata bahari keliling Bali, pembangunan pelabuhan pariwisata terpadu di Pelabuhan Sangsit Buleleng, pembangunan marina di Lovina Buleleng, dan pembangunan sejumlah dermaga wisata.

Baca Juga  Lindungi Generasi Muda dari Peredaran Narkoba, Wagub Cok Ace Ajak Semua Pihak Wujudkan Desa Bebas Narkoba

Wisata bahari menurut Wagub yang juga merupakan Ketua PHRI Prov Bali ini, memang mengalami pertumbuhan yang pesat akhir-akhir ini. Bali sebagai salah satu destinasi terkemuka di dunia yang identik dengan pariwisata budaya, juga memiliki keunggulan bagi pengembangan wisata bahari yang berdaya saing global. Didukung oleh kebudayaan yang adiluhung, dan masyarakat yang kreatif dan adaptif, keanekaragaman dan keunikan alam bahari, serta posisi geografisnya merupakan modal dasar untuk menopang keunggulan wisata bahari.

“Untuk itu Pemprov Bali dengan dukungan kementerian/lembaga terkait beserta pemangku kepentingan lainnya terus berupaya mengakselerasi infrastruktur untuk meningkatkan daya saing wisata bahari di Bali,” tandasnya.

Acara sore itu dibuka secara daring oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Dalam sambutan singkatnya, Menparekraf berharap agar pengembangan wisata bahari di Indonesia bisa menunjang pariwisata Indonesia. Bahkan ia juga berharap wisata bahari di Indonesia mampu bersaing dengan negara lain yang memang terkenal akan kekayaan baharinya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Sebut Hasil ‘Tourism Ministerial Meeting G20’ Sejalan dengan Upaya Menata Kepariwisataan Bali

Published

on

By

Wakil Gubernur
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno saat gelaran gala dinner rangkaian acara Tourism Ministerial Meeting G20, Senin (26/9). (Foto : Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com  – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya pada gelaran gala dinner rangkaian acara Tourism Ministerial  Meeting G20. Menurut Wagub, acara yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Senin (26/9) malam tersebut merupakan pertemuan yang sangat penting. Ini memberikan kontribusi langsung dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali, setelah dua tahun lebih dilanda pandemi Covid-19.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini secara khusus memberikan ucapan terima kasih atas kedatangan para Menteri Pariwisata negara-negara anggota G20 dan negara-negara undangan ke Pulau Dewata, Pulau Bali untuk menghadiri Pertemuan Tourism Ministerial  Meeting G20.

“Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan pertemuan para Menteri Pariwisata negara-negara anggota G20 serta Menteri Pariwisata beberapa negara undangan fokus membahas sektor pariwisata di masa mendatang,” katanya.

“Hasil akhir yang diharapkan berupa pedoman untuk memperkuat komunitas pelaku pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai agen transformasi kepariwisataan (Tourism Transformation Agents) dalam pemulihan yang berfokus pada pelaku pariwisata,” imbuh Guru Besar ISI Denpasar ini.

Wagub Cok Ace yang juga dikenal sebagai praktisi pariwisata ini juga mengatakan, pertemuan akbar ini sangat sejalan dengan kebijakan Provinsi Bali dalam menata kepariwisataan Bali yang lebih baik dan bermartabat, dengan memperkuat penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya Bali yang berorientasi pada kualitas dan berpihak pada sumber daya lokal Bali.

Dibeberkannya pula sejumlah kebijakan untuk mendukung hal tersebut yaitu Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan Untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 27 Tahun 2020 tentang Penerimaan dan Penggunaan Kontribusi Wisatawan Untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali.

Baca Juga  Cepat Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat, Bali Diapresiasi Tim Monitoring SP4N LAPOR

“Dalam pemulihan kepariwisataan yang berfokus pada pelaku pariwisata (A People-Centered Recovery), kami juga telah memantapkan penyelenggaraan standarisasi dan sertifikasi kelembagaan dan sumber daya manusia  (SDM) pariwisata,” ujarnya lagi.

Terkait itu pula, Wagub Cok Ace juga mengemukakan sejumlah daya tarik wisata di Bali, serta berbagai infrastruktur untuk menambah destinasi wisata baru berkelas dunia, diantaranya, Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Maritime Tourism Hub di Benoa, Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng, dan Taman Wisata Kerthi Bali Semesta (KBS Park) di Jembrana.

“Arah kebijakan dan program pembangunan Bali termasuk juga pembangunan di sektor kepariwisataan, merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” ungkap Penglingsir Puri Ubud ini.

Menutup sambutannya, Wagub Cok Ace berharap  pertemuan prestisius dengan deretan pengambil kebijakan sektor pariwisata di negara-negara G20 ini mampu menghasilkan terobosan-terobosan serta pemikiran strategis yang bermanfaat bagi sektor kepariwisataan dunia di masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno menyebutkan bahwa rangkaian dan puncak World Tourism Day  ini merupakan momen bersejarah bagi Indonesia. “Setelah puluhan tahun akhirnya Indonesia, Bali, bisa jadi tuan rumah. Terima kasih saya ucapkan pada berbagai pihak yang mendukung,” tandas Menparekraf.

Selain berhasil jadi ajang berkumpul dan berdiskusinya menteri dan pengambil kebijakan pariwisata di negara-negara G20, Sandiaga mengungkapkan pentingnya arti Tourism Ministerial  Meeting G20 ini sebagai bagian pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali setelah dihantam pandemi.

“Saya lihat Bapak Wagub sudah tersenyum bahagia dan senang sekali melihat tingkat hunian hotel di Bali yang terus melonjak. Selamat,” katanya lagi. “Saya mengajak seluruh delegasi untuk menikmati momen World Tourism Day di Bali 27 September besok,” tutupnya.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Positif Bertambah 26 Orang, Kasus Aktif 228 Orang

Tourism Ministerial Meeting di Bali ini merupakan pertemuan fisik perdana yang dihadiri menteri-menteri setelah pandemi Covid-19. Salah satu hasil yang dicapai pertemuan ini adalah menyepakati beberapa poin Bali Guidelines untuk kebangkitan pariwisata dunia. Hal ini merupakan upaya kontribusi G20 dalam pemulihan ekonomi global yang berpusat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).

Serangkaian itu pula, Bali resmi menjadi tuan rumah World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia 2022 yang digelar pada 27 September 2022. Keputusan itu disahkan pada Sidang Majelis Umum ke-24 Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pada 30 November-3 Desember 2021 di Madrid. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wagub Cok Ace: Bali Siap Sambut World Tourism Day 2022

Published

on

By

wagub cok ace
Wagub Bali Cok Ace saat bertemu Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh dan Imam Santosa sebagai Direktur Aplikasi, Game, TV dan Radio Kemenparekraf RI terkait World Tourism Day 2022 di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9). (Foto: ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan Bali secara umum sangat siap menyambut ajang World Tourism Day yang akan digelar 27 September 2022, dimana Bali, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah.

Hal tersebut tercetus saat Wagub Bali melaksanakan pertemuan dengan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh dan Imam Santosa sebagai Direktur Aplikasi, Game, TV dan Radio Kemenparekraf RI.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Grand Hyatt, Nusa Dua,  Badung pada Minggu (25/9) tersebut, Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace tersebut mengatakan bahwa acara yang luar biasa tersebut bisa jadi momen penting bagi kebangkitan pariwisata Bali pascapandemi. “Kami sepenuhnya siap. Baik untuk agenda resmi maupun mendadak atau on day. Ini juga momen bagi anggota UNWTO (United Nation World Tourism Organization, red) untuk melihat langsung kondisi riil pariwisata Bali, kondisi dan juga masyarakat Bali dari dekat,” ujar Wagub Cok Ace.

Di lain pihak, Frans Teguh mengungkapkan rangkaian perayaan World Tourism Day ke-42 ini, akan digelar pula berbagai acara. Termasuk panel diskusi dengan beragam pemangku kepentingan berkonsep “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan “The Tourism We Want” yang dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali.

Perayaan World Tourism Day 2022 mengusung tema “Rethinking Tourism”, yang mana akan dilakukan penataan ulang terhadap pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Sedangkan Road to World Tourism Day 2022 diisi dengan program-program kegiatan seperti seminar, lomba, bakti sosial, bersih sungai, dan penghijauan yang diikuti seluruh stakeholder pariwisata.

Frans juga menyebut akan ada agenda tur alias kunjungan ke destinasi-destinasi wisata di Pulau Dewata sebagai bagian dari rangkaian World Tourism Day 2022, dimana Desa Wisata Penglipuran, Bangli dan obyek wisata Kintamani jadi opsi. “Tapi kami juga menyiapkan opsi lain jika delegasi UNWTO ingin mengunjungi kawasan lain, ke Ubud misalnya, mengapa tidak,” tandasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Seminar ‘’Kerauhan’’ di Kampus PGRI Mahadewa Indonesia

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Harap Bali Bisa Berikan Vibrasi Positif pada Rangkaian World Tourism Day 2022

Published

on

By

wagub cok ace
Wagub Bali Cok Ace menerima dukungan dari Menparekraf Sandiaga Uno dalam World Tourism Day Networking Dinner di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9) malam. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengapresiasi ajang Road to World Tourism Day dirangkaikan dengan Golf Challenge 2022 yang memilih Bali sebagai tuan rumah.

“Acara ini sangat penting untuk upaya pemulihan perekonomian dan pemulihan pariwisata Bali pasca-pandemi Covid-19, ini merupakan dukungan luar biasa Kemenparekraf terutama Mas Menteri (Menparekraf Sandiaga Uno, red) pada Bali,” tukas Wagub Bali dalam World Tourism Day Networking Dinner di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9) malam.

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 benar-benar meninggalkan jejak mendalam pada perekonomian khusus sektor pariwisata Bali yang harus lumpuh selama 2 tahun. “Bahkan pertumbuhan ekonomi sempat kontraksi hingga minus 9,30 persen. Astungkara, dengan melandainya kasus meski belum tuntas 100 persen telah perlahan menumbuhkan kembali ekonomi Bali. Tahun 2022 ini bisa menyentuh 3 persen,” tukas Wagub.

Menutup sambutannya, Guru Besar ISI Denpasar ini mengharapkan keunikan dan keindahan Bali sebagai Pulau Dewata dan Pulau Cinta, mampu memberikan vibrasi positif bagi peserta dan seluruh stakeholder pariwisata. “Bukan hanya pariwisata Bali, tapi juga pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf RI Sandiaga Uno mengungkapkan kabar baik setelah pembukaan pintu kedatangan internasional pasca-pandemi. Menurutnya 1,8 juta turis sudah masuk ke Bali dan Indonesia.  Bahkan tingkat hunian banyak yang sudah penuh. “Ini tentu meningkatkan percaya diri kami untuk menyambut turis lebih banyak,” imbuhnya.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia masih perlu kerja keras untuk mengejar Malaysia, Thailand dan Vietnam di sektor pariwisata. “Kita akan terus mengedepankan Pulau Dewata. Kita bergerak kepada pariwisata berkelanjutan dan kita ingin segera mendeklarasikan kemenangan atas pandemi dan masuk ke era baru pariwisata,” tukas Sandiaga.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Positif Bertambah 45 Orang, Vaksinasi Booster Capai 70%

Selain itu, Menparekraf juga menjelaskan program penanaman mangrove dan program eco tourism lainnya untuk lingkungan hidup yang lebih baik kedepannya. “Ini (World Tourism Day, red) adalah momen bersejarah Bali dan Indonesia, dimana kita pertama kali jadi tuan rumah World Tourism Day. Ini bisa jadi momentum penting pemulihan pariwisata dan ekonomi. Recover together, recover stronger,” tutupnya.

Dalam edisi ke-42 perayaan World Tourism Day yang akan digelar 27 September 2022, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah perayaan puncak World Tourism Day. Rangkaian perayaan World Tourism Day ke-42 ini, akan digelar pula beragam acara termasuk panel diskusi dengan beragam pemangku kepentingan bertema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan “The Tourism We Want” yang dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali.

Sementara itu, tercatat ada 120 pegolf yang terdaftar mengikuti World Tourism Day Golf Challenge 2022 berasal dari lintas kementerian/lembaga, perusahaan, Bank Indonesia dan lainnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Secretary General UNWTO Zurab Pololikashvili dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho serta jajaran pejabat teras Kemenparekraf RI. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca