Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Cok Ace Buka Acara Peringatan Seribu Tahun Prasasti Baturan

Minta Masyarakat Batuan untuk Terus Ajegkan Budaya Asli Batuan

Loading

BALIILU Tayang

:

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi Peringatan 1.000 Tahun Prasasti Baturan bertempat di Panggung Purbakala, Sisi Kauh Pura Desa Puseh Batuan, Sukawati, Gianyar, pada Minggu (18/12/22). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) membuka secara resmi acara Sahasra Warsa Batuan atau Peringatan 1.000 Tahun Prasasti Baturan bertempat di Panggung Purbakala, Sisi Kauh Pura Desa Puseh Batuan, Sukawati, Gianyar, pada Minggu (18/12/22).

Menurutnya, momentum seribu tahun prasasti Baturan yang dikemas dalam tema besar Saharsa Warsa Batuan merupakan titik balik bagi masyarakat Batuan secara bersama-sama untuk kembali kepada jati diri sebagai bagian dari masyarakat yang hidup berkebudayaan sehari-harinya.

Tokoh Puri Ubud tersebut berharap agar “Saharsa Warsa Batuan” dapat menjadi media promosi pariwisata Bali. Dengan tetap menjaga warisan budaya Prasasti Baturan, yang kemudian dikemas menjadi wisata budaya. “Saya harap kegiatan ini bisa menginspirasi desa-desa lainnya dalam berinovasi dan menumbuhkan serta mengembangkan pariwisata Bali yang berbasis adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal,” jelasnya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mencoba bapang barong saat membuka secara resmi Peringatan 1.000 Tahun Prasasti Baturan bertempat di Panggung Purbakala, Sisi Kauh Pura Desa Puseh Batuan, Sukawati, Gianyar, pada Minggu (18/12/22). (Foto: ist)

Hal ini ditambahkannya sangat sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru. Visi menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yaitu alam, krama dan kebudayaan Bali.

“Dengan diselenggarakannya acara ini mencerminkan salah satu perpaduan manusia dalam menjaga kebudayaan Bali. Untuk itu mari kita jaga bersama sebagai jati diri kita,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Pemimpin Divisi Digital Banking Bank BJB Johanes Parulin Tamba mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemprov Bali terutama Pemerintah Desa Batuan sehingga Bank BJB bisa membantu membangkitkan pariwisata Bali. Menurutnya Bank BJB hadir untuk mempercepat digitalisasi hingga ke desa-desa.

Baca Juga  Hadiri "8th Bali Internasional Field School for Subak 2022", Wagub Cok Ace Ajak Seluruh Masyarakat Bali Jaga Subak

“Kami sudah hadir secara fisik di Denpasar dan beberapa kota besar lainnya. Kami berharap ke depan bisa melayani anda hingga ke seluruh kota di Indonesia,” jelasnya.

Perbekel Batuan Ari Anggara menjelaskan hari ini adalah momentum bersejarah bagi masyarakat Batuan, karena tidak setiap generasi bisa menyaksikan milenium desa Batuan yaitu seribu tahun ditulisnya Prasasti Baturan di Batuan. Ia menjelaskan isi prasasti Baturan menjelaskan tentang potensi di desa Batuan.

“Semua jenis kerajinan, seni dan kearifan lokal asli Batuan tertulis di prasasti tersebut,” jelasnya seraya mengatakan pihaknya tentu akan terus menjaga warisan budaya tersebut. Ia menambahkan bahwa acara Saharsa Warsa Batuan akan digelar selama sembilan hari hingga nanti puncak acara yaitu tanggal 26 Desember nanti.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gianyar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil, Camat Sukawati, Perbekel Batuan, serta masyarakat yang secara antusias menyaksikan acara pada sore tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati “Nodya Karya” di Pura Dugul Subak Sulangai dan Pura Pucak Mangu

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Nodya Karya di Pura Dugul Sulangai dan Pucak Mangu
HADIRI RANGKAIAN UPACARA: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian upacara di Pura Dugul Subak Sulangai, Desa Sulangai dan Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu, Desa Pelaga, Petang, Minggu (25/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan Hari Suci Purnama Kelima, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri (Nodya) rangkaian upacara keagamaan di Kecamatan Petang, Minggu (25/10). Kehadiran ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pelestarian adat, tradisi, dan kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Kegiatan pertama berlangsung di Pura Dugul Subak Sulangai, Desa Sulangai, Petang, dalam rangkaian upacara Pujawali, Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Tawur Rsi Gana. Pada kesempatan ini, Bupati Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Fisik senilai Rp1,4 Miliar kepada Pekaseh Subak Sulangai, I Wayan Yudana, disaksikan seluruh undangan.

Selanjutnya, rombongan bertolak menuju Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu, Desa Pelaga, Petang. Di situs sakral ini, Bupati Badung mendampingi Wagub Bali nodya upacara Piodalan Nyatur Rebah Mejaba Jero, Mepadudusan Alit berdasar Caru Manca Mustika.

Dalam sembrama wacananya, Wagub Nyoman Giri Prasta menyampaikan Purnama Kelima ini menjadi momentum krusial untuk memohon kerahayuan dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu dan Pura Dugul memiliki peran besar dalam kosmologi spiritual serta sistem pertanian tradisional subak.

“Upacara ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan yadnya sekaligus momentum bagi krama untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Marilah bersama-sama menjaga kelestarian alam kita untuk anak cucu kita nanti,” katanya.

Sementara itu, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmen berkelanjutan Pemkab Badung dalam membentengi keberlangsungan adat, agama, dan budaya lokal sebagai pilar identitas daerah.

“Nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, serta keharmonisan antara manusia, alam, dan Ida Hyang Widhi Wasa diharapkan terus menjadi landasan kehidupan masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Baca Juga  Hadiri Pamelaspasan dan Peresmian Gedung Baru, Wagub Cok Ace Harapkan Pelayanan BPD Bali Cabang Seririt Makin Bermutu

Agenda keagamaan ini turut dihadiri anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Petang AA Ngurah Darma Putra beserta unsur tripika kecamatan, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII, Perbekel Sulangai I Nyoman Sunarta, Perbekel Desa Pelaga I Made Ordin, Bendesa Desa Adat Sulangai I Wayan Lastra beserta Bendesa Desa Adat lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Jajaran Pemkot Denpasar Laksanakan Persembahyangan Serangkaian “Pujawali Padudusan Alit” Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Jajaran Pemkot Denpasar Laksanakan Bhakti Pujawali di Pura Agung Jagatnatha
BHAKTI PUJAWALI: Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Pujawali pada puncak “Karya Padudusan Alit” di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kalima, Redite Kliwon Watugunung, Minggu (25/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Pujawali pada puncak Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kalima, Minggu (25/10).

Pelaksanaan Bhakti Pujawali tersebut dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Tampak hadir Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, pimpinan OPD serta pemedek yang tangkil di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar.

Diiringi suara kidung, rangkaian Pujawali diawali dengan prosesi Melis, Mereresik, dan dilanjutkan dengan persembahan tari-tarian. Seluruh rangkaian kemudian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Taman Dwija Putra dari Griya Taman Pahang Penatih.

Usai persembahyangan, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Pujawali di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar ini, secara rutin dilaksanakan setiap tahun sekali. Hal ini merupakan wujud sradha dan bhakti jajaran Pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Jaya Negara menyampaikan, pihaknya berharap momentum ini dapat dijadikan untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana, dengan harapan seluruh program dan persoalan yang dihadapi dapat diatasi dengan optimal,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi menjelaskan, sebelum puncak Karya hari digelar, berbagai prosesi  rangkaian Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha ini telah dilaksanakan sejak tanggal 20 Oktober lalu. Antara lain prosesi Penuwuran, Nunas Tirta, Ngias, dan sebagainya.

Baca Juga  Sambut Kunker Baleg DPR RI, Wagub Cok Ace Jabarkan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Bali

“Seluruh rangkaian Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha akan dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar dan diakhiri prosesi Penyineban pada Senin, 26 Oktober besok. Untuk itu, bagi para pemedek atau masyarakat dapat memanfaatkan momentum untuk tangkil dan ngaturang bhakti,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” dalam Rangkaian Karya di Jero Abian Timbul

Published

on

By

Walikota Jaya Negara ngayah nyangging di Jero Abian Timbul
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat “ngayah nyangging” dalam rangkaian “Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, lan Nyurud Ayu” di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging dalam rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, dan Nyurud Ayu di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyampaikan bahwa upacara metatah atau mepandes merupakan salah satu upacara Manusa Yadnya bagi umat Hindu yang sarat akan makna spiritual. Upacara ini menjadi bagian penting dalam menyambut kedewasaan sekaligus sebagai simbol pengendalian diri terhadap Sad Ripu atau enam sifat musuh dalam diri manusia.

“Pelaksanaan metatah ini merupakan salah satu implementasi visi Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat gotong-royong dalam mewujudkan bhakti kepada Sang Pencipta. Melalui pelaksanaan upacara ini, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan, sehingga kehidupan dapat berjalan selaras dan harmonis,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia, I Gusti Ketut Wijaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Pemerintah Kota Denpasar. Ia juga mengapresiasi kesediaan Walikota Jaya Negara untuk turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kehadiran Bapak Walikota yang turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah. Kami berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar hingga selesai,” ungkap Gusti Ketut Wijaya.

Lebih lanjut, Gusti Ketut Wijaya menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai pada 18 Oktober 2026, yang diawali dengan upacara matur piuning, nanceb pampang, dan nuasen karya. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi metatah, sedangkan puncak upacara Wraspati Kalpa, Nyurud Ayu, dan Mejaya-jaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10).

Baca Juga  Buka Kongres IGES Ke-10, Wagub Cok Ace Harap Ada Strategi Baru dan Penguatan Dalam Pelayanan Kesehatan Reproduksi

Pihaknya berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar serta menjadi wujud bhakti dan kebersamaan krama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan beragama. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca