Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Cok Ace Dukung Transformasi ISI Denpasar

BALIILU Tayang

:

de
FGD: Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun membahas Perubahan Nomenklatur Keilmuan dan Kelembagaan ISI Denpasar yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Rektorat kampus setempat, Minggu (20/6/2021) petang.

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mendukung transformasi nomenklatur keilmuan dan kelembagaan yang dirancang Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Dukungan itu diutarakannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun membahas Perubahan Nomenklatur Keilmuan dan Kelembagaan ISI Denpasar yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Rektorat kampus setempat, Minggu (20/6/2021) petang. Untuk perubahan nomenklatur kelembagaan, dalam FGD mengerucut usulan penggantian kata ‘Denpasar’ menjadi ‘Bali’.

Lebih jauh, Wagub Cok Ace yang juga selaku Ketua Dewan Penyantun menyambut baik inisiatif Rektor ISI Denpasar beserta jajaran terkait rencana perubahan nomenklatur keilmuan dan kelembagan kampus tersebut. Menurutnya, transformasi merupakan sebuah keniscayaan di tengah perubahan besar dalam segala lini kehidupan termasuk di antaranya pendidikan tinggi seni. Perubahan itu, kata Cok Ace, mesti dihadapi dengan kecepatan dan kecermatan.

Terkait dengan transformasi ISI Denpasar, ia menyebut tiga hal yang bisa dijadikan landasan  untuk melakukan rekonstruksi tata kelola lembaga pendidikan ini. Pertama, revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kecenderungan pemanfaatan artificial intelligence (kecerdasan buatan). Memaknai hal ini, ISI Denpasar didorong untuk mewujudkan tata kelola yang lepas dari lilitan birokrasi baik dalam mentalitas, sistem dan cara bekerja. Landasan kedua adalah menjalankan tugas dan fungsi secara seimbang yaitu melatih untuk membuat anak didik terampil dan profesional, mengajarkan ilmu pengetahuan untuk menjadikan mahasiswa cerdas dan mengasah sensibilitas agar peserta didik peka terhadap nilai kemanusiaan.

“Dengan menyeimbangkan ketiga tugas dan fungsi itu, ISI Denpasar akan memposisikan diri sebagai penyedia layanan pengetahuan dan sebagai pusat pengembangan budaya masyarakat,” ucapnya. Sedangkan landasan ketiga, dalam perannya sebagai pusat pengembangan masyarakat, kegiatan lembaga pendidikan ini harus kontekstual dengan program yang dicanangkan oleh Pemprov Bali.

Baca Juga  Buka Jambore Nasional, Wagub Cok Ace Ajak Komunitas Peugeot Indonesia Nikmati dan Eksplor Bali

ISI Denpasar menurut Wagub Cok Ace telah menyelesaikan milestone tahap IV yaitu pencapaian visi lama menuju visi baru yang lebih progresif dan dimanis. “Oleh sebab itulah paradigma keilmuan dan kelembagaan ISI Denpasar perlu ditata ulang. Nomenklatur keilmuan seni baik penciptaan, pengkajian maupun penyajian harus mampu menjawab berbagai tantangan dan dimanika zaman yang selalu berubah. Selain itu, karena ISI Denpasar berada dan dibesarkan di Tanah Bali, perubahan nomenklatur keilmuan lebih pas jika disertai perubahan nomenklatur kelembagaan. “Nama Bali mesti dimuliakan dan terpatri dalam pemberian nama lembaga ini,” ujarnya.

Diskusi Kelompok Terpumpun juga menghadirkan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Dikbudristek RI Prof. Nizam, Ph.D dan Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Dikbudristek RI DR. Wikan Sakarinto, MSC.Ph.D. Prof. Nizam menekankan pentingnya penguatan lembaga pendidikan seni di Nusantara, utamanya Pulau Dewata. Khusus terkait perubahan nama, ia mengingatkan agar jajaran ISI Denpasar membahasnya secara matang karena berkaitan dengan brand  yang sudah mengakar di masyarakat. Sementara DR. Wikan lebih banyak menyinggung peran lembaga pendidikan seni dalam mencetak SDM yang mampu menghasilkan karya kreatif untuk menangkal pengaruh budaya asing.

Sementara itu, Rektor ISI Denpasar Prof. Wayan Adnyana menyampaikan bahwa transformasi dilatarbelakangi perkembangan dan perubahan yang terjadi begitu cepat dewasa ini. “Sebagai lembaga pendidikan tinggi, sangat penting bagi ISI Denpasar untuk beradaptasi,” ujarnya.

Selain transformasi nomenklatur keilmuan, dalam perjalanannya juga mengemuka usulan perubahan nomenklatur lembaga. Gagasan perubahan nomenklatur lembaga itu didasari atas asumsi bahwa studio ISI tersebar di seluruh Bali, jadi dinilai kurang tepat menyandang nama ‘Denpasar’. Tiga nama yang tengah digodok yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Institut Seni dan Media Kreatif Indonesia (ISMKI) Bali dan Institut Seni dan Teknologi Indonesia (ISTI) Bali. Menurutnya, transformasi nomenklatur ini masih membutuhkan pembahasan-pembahasan lebih lanjut. (gs)

Baca Juga  Hadiri Peringatan HPS di Bangli, Wagub Cok Ace Ingatkan Pentingnya Ketahanan Pangan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Published

on

By

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi memberikan keterangan pers kepada awak media di Vladivostok, Kamis (3/9/2026).
BERI KETERANGAN: Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, memberikan keterangan pers kepada awak media di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Vladivostok, Federasi Rusia, baliilu.com – Pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026, membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, mineral, pertahanan, hingga investasi dan perkapalan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya di Vladivostok.

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global. Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Layanan Kas Keliling Peduli Mudik Bank Indonesia Bersama Perbankan Provinsi Bali

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Dirut Pupuk Indonesia.

Selain sektor pupuk, Rosan mengungkapkan adanya peluang kerja sama di bidang perkapalan. Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia yang diharapkan makin membuka ruang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia–Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.

Rangkaian kesepakatan dan peluang tersebut menunjukkan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin tidak hanya mempererat hubungan politik Indonesia–Rusia, tetapi juga diarahkan pada kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian, industri, dan ketahanan nasional kedua negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Ke-11, Presiden Prabowo: Pasifik Bukan Pemisah, tapi Jalan Raya Ekonomi Indonesia–Rusia

Published

on

By

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026).
HADIRI EEF: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Vladivostok, Federasi Rusia, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin. Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September 2026 tersebut, mengangkat tema The Far East: Development for the Benefit of the People dan menjadi ajang pertemuan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta para ahli dari Rusia dan berbagai negara.

Presiden Putin menjadi pembicara pembuka sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yaitu Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.

Dalam pidatonya, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin dan delegasi dari berbagai negara pada EEF ke-11. Ia menekankan pentingnya kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global,” ujar Presiden Putin.

Menurut Presiden Putin, Rusia merupakan salah satu negara yang aktif terlibat dalam kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik. Ia menegaskan bahwa Rusia membangun kerja sama dengan mitra-mitranya secara setara, termasuk melalui berbagai asosiasi integrasi di kawasan.

”Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” kata Presiden Putin.

Baca Juga  Peringatan Hari BPR-BPRS Nasional, Cok Ace Berharap BPR Jadi Ujung Tombak bagi UMKM di Bali

Sementara itu, Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Putin, Pemerintah Federasi Rusia, dan Roscongress Foundation atas undangan untuk hadir dan berbicara dalam forum tersebut. Kepala Negara mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya pada tahun yang sama dan berharap hubungan tersebut semakin memperkuat kerja sama kedua negara, sekaligus membuka peluang bagi Presiden Putin serta para peserta forum untuk berkunjung ke Indonesia.

”Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan alasan Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan kawasan Rusia Timur Jauh dan Eurasian Economic Union (EAEU). Menurut Presiden Prabowo, posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memberikan peluang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

”Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” ungkapnya._

Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan dalam hal bentang wilayah yang luas. Presiden Prabowo juga menyinggung tantangan yang dihadapi negara dengan wilayah luas, ketika pusat pemerintahan dapat terasa jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan.

Namun, bagi Presiden Prabowo, jarak geografis antara Vladivostok dan Indonesia tidak semestinya menjadi penghalang. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Samudra Pasifik tidak seharusnya dipandang sebagai pemisah antara Rusia dan Indonesia.

”Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” kata Presiden Prabowo.

Baca Juga  Buka Jambore Nasional, Wagub Cok Ace Ajak Komunitas Peugeot Indonesia Nikmati dan Eksplor Bali

Pesan tersebut menjadi salah satu penegasan utama Presiden Prabowo di EEF ke-11 bahwa Indonesia memandang kawasan Pasifik bukan sebagai batas geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru.

Melalui kemitraan yang semakin erat dengan Rusia dan kawasan Eurasia, Indonesia ingin menjadikan kedekatan geografis di kawasan Pasifik sebagai kekuatan untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Singgih Januratmoko: Kerukunan Masyarakat Tengger Layak Jadi Teladan

Published

on

By

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko bersama Tim melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).
KUNKER: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko bersama Tim melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengapresiasi kuatnya kerukunan dan semangat pluralisme yang terjaga di tengah masyarakat Suku Tengger, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Menurutnya, kehidupan masyarakat Tengger yang saling menghormati dan membantu antarpemeluk agama merupakan teladan nyata bagi daerah lain di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Singgih usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). Ia menilai sikap saling menjaga dalam menjalankan aktivitas keagamaan menjadi bukti bahwa keberagaman dapat berjalan harmonis di tengah kehidupan masyarakat.

“Kita memang sangat menghargai, sangat merekomendasikan sekali. Tadi ada tokoh masyarakat yang menyampaikan di sini pluralisme sangat baik, gotong-royong juga baik sekali,” ujar Singgih.

Ia mencontohkan, ketika umat Hindu melaksanakan kegiatan keagamaan, masyarakat Muslim turut menjaga dan membantu. Begitu pula sebaliknya, ketika umat Islam menjalankan kegiatan keagamaan, masyarakat Hindu turut memberikan dukungan.

“Kalau ada umat Hindu yang acara keagamaan, yang menjaga dari Islam. Kalau Islam ada kegiatan keagamaan, dari Hindu. Itu baik sekali, bisa dicontoh oleh daerah-daerah yang lain,” katanya.

Singgih menyebut kondisi tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat Tengger hidup dalam lingkungan yang memiliki keberagaman agama. Dari sekitar 12 ribu hingga 14 ribu penduduk di wilayah tersebut, sekitar 40 persen di antaranya merupakan umat Hindu.

Menurutnya, praktik toleransi, gotong-royong, dan saling menghormati yang berlangsung secara nyata di tengah masyarakat merupakan modal sosial penting dalam memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita berharap ini bisa dijalankan terus dan menjadi contoh juga untuk daerah-daerah yang lain. Saya rasa sangat membanggakan sekali untuk wilayah Tengger, pluralismenya, kebersamaannya, dan saling menghormatinya,” tutur Singgih.

Baca Juga  Wagub Cok Ace di Depan Anggota Bhayangkari, Bali tetap Jadi Destinasi Paling Ingin Dikunjungi Pasca Pandemi Covid-19

Dalam kunjungan tersebut, Singgih menegaskan Komisi VIII tidak hanya hadir untuk menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Hindu Tengger. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dalam pembentukan kebijakan, penyusunan anggaran, serta pengawasan terhadap Kementerian Agama RI.

Komisi VIII, lanjutnya, juga berkomitmen mendorong penguatan layanan keagamaan yang adil, merata, dan inklusif, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana peribadatan serta pendidikan keagamaan. “Nilai-nilai kedamaian, kebersamaan, dan keharmonisan ini merupakan benteng moral yang menjaga keutuhan NKRI dan kebinekaan bangsa kita,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca