Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Cok Ace Terima Kunjungan Resmi Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Aksi Iklim Internasional Republik Federal Jerman

BALIILU Tayang

:

wagub
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima kunjungan resmi Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Aksi Iklim Internasional Republik Federal Jerman. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima kunjungan resmi Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Aksi Iklim Internasional Republik Federal Jerman. Kunjungan ini membahas kerja sama bilateral tentang perlindungan iklim nasional, global, dan transisi energi pada Jumat, Sukra Kliwon Pujut, 8 Juli 2022 bertempat di Intercontinental Hotel-Sanur.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Jerman Ina Lepel secara singkat membuka dialog tersebut dengan membahas bagaimana komitmen Bali terhadap mitigasi perubahan iklim, khususnya terkait transisi energi baru dan terbarukan atau (EBT).

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace mengatakan perkembangan pembangunan di Bali khususnya di bidang pariwisata membawa dampak yang sangat penting terhadap kelangsungan dan kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Bali. Masalah-masalah lingkungan khususnya isu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah, limbah cair, pencemaran sungai, danau, laut, serta pencemaran udara mengakibatkan kualitas lingkungan hidup semakin menurun.

Pemerintah Provinsi Bali memiliki visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dilaksanakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi, perlu keterlibatan langsung dan peran aktif pemerintah, swasta, dan juga masyarakat serta diharapkan menjadi momentum kita sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan.

Sad Kertih merupakan nilai-nilai kearifan lokal Bali dalam mengatur tata cara kehidupan yang mengait dan menyatu dengan alam secara sakala-niskala. Sad Kertih adalah 6 (enam) sumber kesejahteraan/kebahagiaan kehidupan manusia/ Krama Bali yang terdiri dari: Atma Kertih (penyucian jiwa), Segara Kertih (penyucian laut), Danu Kertih (penyucian sumber air), Wana Kertih (penyucian tumbuh-tumbuhan), Jana Kertih (penyucian manusia), dan Jagat Kertih (penyucian alam semesta beserta isinya).

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Konservasi Terumbu Karang dan Mangrove di Mertasari

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan isu penting yang harus disadari oleh masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama perubahan iklim berasal dari aktivitas manusia terutama hasil pembakaran bahan bakar fosil serta peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer diantaranya karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O). Berbagai dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim diantaranya: peningkatan suhu bumi yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut, cuaca ekstrem, terjadinya banjir dan bencana alam, kebakaran hutan, meningkatnya wabah penyakit, dan dampak-dampak lingkungan lainnya.

Dalam upaya mitigasi perubahan iklim, perlu dilakukan langkah-langkah strategis pengurangan emisi gas rumah kaca dimana salah satunya adalah meminimalisir dan menghentikan penggunaan bahan bakar fosil. Sudah saatnya kita beralih menggunakan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sebagai bagian dari tindak lanjut Paris Agreement Tahun 2015, Indonesia telah berkomitmen dalam penurunan emisi gas rumah kaca melalui penyampaian dokumen First Nationally Determined Contributions (NDC). Komitmen tersebut telah diperbarui melalui penyampaian dokumen Updated NDC (UNDC) yang dibarengi dengan dokumen Long-Term Strategy: Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050). lndonesia menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri dan hingga 41% dengan dukungan internasional dibandingkan skenario business as usual (BAU) untuk mencapai pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

Dalam rangka transformasi menuju energi yang ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi Bali juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dalam mewujudkan energi Bali yang ramah lingkungan salah satunya adalah pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Baca Juga  Wagub Cok Ace Lantik Pimpinan Baznas Bali 2022-2027

Menanggapi hal itu, Dubes Jerman mengapresiasi yang telah dilakukan oleh Bali baik dari segi penguatan aturan maupun implementasinya ke masyarakat. Selain itu, Dubes mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya reforestasi mangrove. Jerman telah berdiskusi secara intens dengan KLHK untuk menyiapkan program untuk mendukung pelestarian mangrove dan beberapa isu lingkungan lainnya yang krusial, yakni tata kelola sampah. Jerman sebagai ketua G7 akan membawa narasi ini nantinya pada pertemuan G20 sehingga ini bisa menjadi momentum baik bagi Indonesia untuk memiliki program pelestarian lingkungan dan transisi EBT yang berkelanjutan. Selain itu, Jerman juga membangun kemitraan dengan beragam pihak non-negara, seperti pusat penelitian, universitas, dan komunitas. Alasannya, upaya dekarbonisasi haruslah berorientasi pada masyarakat agar menjadi langkah yang efisien.

Selanjutnya Greenpeace Jerman, Martin Kaiser mengungkapkan bahwa kemerdekaan energi adalah hal yang penting. Namun, lebih penting lagi jika kita bisa bebas dari energi fosil. Ini adalah saat yang tepat untuk beralih ke EBT. Belajar dari pengalaman Jerman yang dulunya sangat bergantung pada Rusia untuk pemenuhan energi fosil, kini negara itu sudah beralih ke EBT. Model pengembangan transisi energi EBT di Jerman selalu melibatkan masyarakat, terutama untuk proyek energi surya dan bayu. Kuncinya adalah kerja sama dan keterlibatan masyarakat.

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti mengungkapkan perihal transisi EBT menjadi salah satu fokus dalam pertemuan G20 nanti. Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Jerman dan AS untuk transisi EBT dan membangun fasilitas reduksi emisi karbon. Terkait perbandingan biaya antara EBT dan fosil, ia menjelaskan bahwa EBT memang masih lebih mahal dibanding fosil. Namun, seiring waktu harga satuannya semakin rendah seiring perkembangan teknologi. Di sisi lain, Indonesia menyimpan potensi EBT yang luar biasa, terutama energi solar dan hidro. 

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ikuti Rakernas APPSI 2023, Dibuka oleh Presiden Joko Widodo

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Arya Wedakarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, dan undangan terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pastikan Hadir di Tengah Masyarakat, Bupati Jembrana Instruksikan Satpol PP dan Dishub Turun Langsung Kawal SPBU

Published

on

By

Bupati Jembrana Pimpin Apel Koordinasi Antrean BBM
PIMPIN APEL: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat pimpin apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini terkait kelangkaan BBM di wilayah Jembrana. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya kehadiran aparat di lapangan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM). Penegasan tersebut disampaikan dalam apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini di wilayah Jembrana.

​Pemerintah Kabupaten Jembrana memfokuskan upaya ini untuk meringankan beban masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, agar mereka dapat kembali beraktivitas mencari nafkah.

​Dalam arahannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jembrana diminta untuk bahu-membahu serta berkolaborasi dengan pihak kepolisian. Fokus pengamanan diarahkan secara khusus ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah Jembrana.

“Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” kata Bupati Jembrana Kembang Hartawan.

​Aparat diinstruksikan untuk memastikan antrean berjalan tertib, mencegah aksi keserobotan yang dapat memicu kericuhan, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas guna menghindari kemacetan parah di jalan nasional akibat mengularnya antrean kendaraan.

“Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana. Kemarin saya sudah melihat teman-teman Satpol PP dan Perhubungan berupaya di lapangan untuk membantu masyarakat, dan ini saya harapkan terus berlangsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wagub Cok Ace Lantik Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Masa Bakti 2022-2025
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Pasokan BBM, Bupati Sutjidra Minta Pertamina Prioritaskan Buleleng dan Kawal Distribusi Bersama Forkopimda

Published

on

By

Bupati Sutjidra Pimpin Rakor Penanganan Antrean BBM
PIMPIN RAKOR: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak cepat memastikan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Kabupaten Buleleng. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10), Bupati langsung terhubung dengan pihak Pertamina. Pembicaraan itu melibatkan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM Buleleng.

“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.

Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai pasokan BBM di Buleleng beredar simpang siur di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Pemkab Buleleng mendesak adanya jawaban yang pasti dari PT. Pertamina. Kepastian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan.

“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sutjidra juga menyoroti pemerataan pasokan ke puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng. Menurutnya, pasokan yang diterima daerah ini belum mencukupi dalam kondisi normal.  Hal inilah yang disampaikan kepada Pertamina agar Buleleng mendapat prioritas.

“Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng untuk menjadi prioritas juga,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng turut menggandeng unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi berjalan aman begitu pasokan tiba. Dalam beberapa hari terakhir, TNI dan Polri telah membantu mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan ikut mengawasi. Namun ditekankan, bahwa ia bersama Forkopimda Buleleng memperjuangkan ke Pertamina agar pasokan BBM ke Buleleng bisa dipenuhi sesuai kebutuhan kondisi normal.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Pimpin Peringatan Hari Puputan Margarana Ke-76 Tahun 2022

“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan adalah pasokannya,” jelas Sutjidra.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM. Satgas ini akan bekerja memantau pasokan sekaligus pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan ke Buleleng. Struktur, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporannya diminta segera dituntaskan.

“Satgas inilah yang akan memantau terus perkembangan pasokan dan pendistribusian BBM. Saat ini yang paling kami butuhkan adalah kepastian pasokan BBM untuk Buleleng, termasuk jumlah yang benar-benar dialokasikan,” pungkas Bupati Sutjidra.

Pemkab juga mendorong perluasan akses BBM hingga ke desa-desa melalui Pertashop. Saat ini, pasokan yang diterima gerai-gerai tersebut dinilai masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan warga. Selain itu, Pertamina diminta mengkaji pelibatan BUMDes agar distribusi menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan aspek keselamatan.

Terkait antrean, Bupati Sutjidra menyampaikan memahami kondisi warga yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan ada yang menginap di SPBU. Bupati Sutjidra juga mengucapkan terimaksih kepada masyarakat dan semua pihak, sehingga masyarakat yang mengantre BBM bisa tertib dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Evakuasi Lansia Terjatuh ke Jurang Sedalam 45 Meter di Sidemen Karangasem

Published

on

By

Tim SAR Evakuasi Korban Jatuh ke Jurang di Sidemen
EVAKUASI: Tim SAR saat mengevakuasi korban yang terjatuh di jurang, di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen Karangasem, Minggu (18/10/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga lanjut usia yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).

Informasi kejadian diterima oleh petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita. “Kami di Pos SAR Karangasem menerima laporan dari Polsek Sidemen bahwa ada 1 orang warga terjatuh ke jurang kedalaman 45 meter, dan memohon bantuan evakuasi,“ jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.

Korban diketahui bernama I Made Rauh, laki-laki, berusia 70 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 45 meter. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur dari rumah korban.

Mengingat kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sangat sulit dijangkau, pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk meminta bantuan tim SAR dalam proses evakuasi jenazah korban.

Pada pukul 12.35 Wita, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.

Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit, mereka melaksanakan evakuasi dengan menggunakan sistem lifting atau pengangkatan korban dari dasar jurang. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Konservasi Terumbu Karang dan Mangrove di Mertasari

“Kendala yang kami hadapi yaitu di jurang yang kedalaman 45 meter dengan sudut 45 derajat,” terang Bhayangkara. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca