Thursday, 20 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa Hadiri Verifikasi Lapangan Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 di Desa Wisata Penarungan

Wayan Suyasa Apresiasi Tim Penilai Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 Lakukan Cek Fakta Lapangan ke Desa Wisata Penarungan Mengwi 

BALIILU Tayang

:

wayan suyasa
HADIRI VERIFIKASI: Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung Wayan Suyasa menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2023  di Penglukatan Pancoran Solas Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu, 4 November 2023. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Wayan Suyasa, pada Sabtu, 4 November 2023, menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2023 berlangsung di Penglukatan Pancoran Solas Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Desa Wisata Penarungan mengikuti penilaian verifikasi lapangan setelah lolos penilaian administrasi dari 500 desa wisata peserta seluruh Indonesia menjadi 45 desa wisata, dimana Desa Wisata Penarungan diantaranya.

Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa menyampaikan, karena sifatnya urgen berupa surat dari Kementerian Desa sebagai Penyelenggara Penilaian Desa Wisata se-Indonesia, maka dari Bali, khususnya Desa Penarungan, Mengwi diberikan salah satu penilaian dari 45 Desa Wisata se-Indonesia yang akan dinilai oleh Tim Penilai Desa Wisata dari Pusat.

“Artinya dari seluruh Indonesia ada 500 Desa Wisata dan disaring menjadi 45 Desa Wisata serta representatif Bali sebagai Desa Wisata itu ada di Kabupaten Badung, yaitu di Desa Penarungan, Mengwi,” ujar Wayan Suyasa kepada media di sela verifikasi lapangan.

Wayan SuyasaWakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Wayan Suyasa saat memberikan sambutan. (Foto: gs)

Sebagai bagian dari Pemerintahan Kabupaten Badung, Wayan Suyasa selaku Wakil Ketua I DPRD Badung yang juga berasal dari Desa Penarungan sangat mengapresiasi Kementerian Desa yang ada didalamnya juga Kementerian Pariwisata yang hadir pada hari ini tentunya menilai secara langsung dan fakta di lapangan. Selain juga sudah dinilai secara administratif, sehingga Desa Penarungan masuk 45 Desa Wisata se-Indonesia.

“Bukti nyata realita yang ada, sejauhmana sih pergerakan dan langkah-langkah yang dilakukan Desa Wisata yang real, maka mereka melakukan pengecekan ke lapangan seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Dapat Kepercayaan 24%, Golkar Siap Bertarung di Pilkada Badung 2024

Hal inilah yang dibanggakan dari Pemerintahan Kabupaten Badung, terutama DPRD Badung merasa berbangga kepada semua masyarakat, dikarenakan memang Badung secara prioritas hampir 87 persen pendapatan bersumber dari sektor pariwisata.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengembangkan pariwisata, karena hal ini merupakan garis tangan Pemerintah Badung yang sudah harus disyukuri dan bisa berbagi kepada Kabupaten/ Kota yang lain oleh Bupati Badung sudah dilakukan melalui program Angelus Buana.

“Semuanya itu dari sektor pariwisata, itu wajib kita syukuri, sehingga kami di wilayah Kabupaten Badung pengembangannya jelas sampai sekarang ini ke Desa Wisata,” tambahnya.

Hal ini dilakukan, lanjutnya, untuk lebih memberikan suatu rasa kebersamaan dari wilayah-wilayah yang ada. Artinya, kalau Kuta ke Selatan, dimulai dari Kuta Utara, Kuta Induk dan Kuta Selatan sudah jelas sebagai kawasan pariwisata yang sudah booming, terkenal.

Namun, wilayah Mengwi, Abiansemal dan Petang, memang disebutkan sebagai kawasan penunjang pariwisata melalui pertanian dalam arti luas. “Tapi kan bukan berarti kita harus terkungkung oleh, mohon maaf, bertani yang orientasinya bukan jelek, karena pertanian itu merupakan ibu pertiwi kami yang harus kita lestarikan,” paparnya seraya menegaskan, bagaimana kawasan tersebut juga mendapatkan berkah dari pariwisata yang ada di Badung melalui hal-hal inovasi, seperti Desa Wisata ini.

“Kami tidak ingin ada pembangunan yang terlalu wah, dalam arti membuat suatu building yang bertingkat, itu tidak. Bagaimana kami mempersiapkan tempat-tempat pariwisata yang orientasinya adat dan budaya yang bisa menyesuaikan dengan alam lingkungan, itu yang terpenting,” ujarnya menegaskan.

Tak hanya itu, diakuinya sebagai madunya pariwisata, minimal dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah pedesaan Badung Utara.

Pada kesempatan itu, Wayan Suyasa berharap penilaian ini tentunya obyektif dan positif. Bahkan, pihaknya tidak munafik, yang tentunya menginginkan suatu penilaian yang terbagus. Namun, yang utama adalah rasa penghargaan ini hingga mereka sampai turun dari Pusat ke Desa Wisata yang salah satunya di Bali berada di Kabupaten Badung, khususnya ada di Desa Penarungan.

Baca Juga  Studi Komparasi, Wayan Suyasa Terima Kunjungan DPRD Gorontalo Utara

“Hal inilah yang harus diapresiasi. Mudah-mudahan, Pemerintah selama ini yang sudah berjalan dengan baik selalu memberikan suatu bimbingan penyuluhan kepada insan-insan pariwisata, khususnya yang ada di Desa Wisata demi meningkatkan Sumber Daya Manusia sehingga bisa memberikan suatu yang terbaik bagi wisatawan yang ada di Desa Wisata tersebut,” pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Tingkatkan Pengetahuan dan Kompetensi, Dispar Denpasar Kembali Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Published

on

By

Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata
PELATIHAN: Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang digelar Dinas Pariwisata Kota Denpasar di B Hotel, Denpasar, Selasa (11/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata untuk keenam kalinya. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pengelola desa wisata ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, AA Gde Risnawan di B Hotel, Denpasar, Selasa (11/6). Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti mengatakan, kegiatan ini merupakan pelatihan ke-6, yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam upaya untuk mempersiapkan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang kompeten dan unggul. Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengadakan pelatihan berkaitan dengan Kepemanduan Wisata, Pelatihan Ekonomi Kreatif, Pelatihan Pemandu Wisata Outbound (Fasilitator Experential Learning), Pelatihan Tata Kelola Destinasi, Bisnis dan Pemasaran Pariwisata, Pelatihan Pengelolaan Destinasi bagi para pengelola destinasi, dan saat ini Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata.

Lebih lanjut dijelaskan, pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan rincian 3 hari di B Hotel Denpasar dan praktek lapangan pada tanggal 13 Juni 2024 di Desa Wisata Kutuh Kabupaten Badung. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata agar lebih professional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami berharap rekan-rekan di desa/kelurahan mengetahui potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di daerahnya, sehingga dapat bersama-sama memepersiapkan sarana/prasarana, kelembagaan dan SDM yang dapat menunjang pengembangan dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, AA Gde Risnawan mengatakan bahwa perkembangan pariwisata yang melibatkan peran serta masyarakat menjadi prioritas pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di Kota Denpasar. Dimana, pengelolaan desa wisata bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan dan kualitas pelayanan yang berdaya saing melalui penerapan standar dan ketentuan yang berlaku secara nasional di desa wisata.

Baca Juga  Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa Apresiasi Penarungan Festival 2022

Dikatakannya, Kota Denpasar yang merupakan daerah perkotaan, namun tetap berupaya untuk mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan pariwisata global yang semakin pesat.

Pihaknya berharap, melalui pelatihan pengelolaan desa wisata saya berharap para pengelola desa wisata di kota denpasar mendapatkan tambahan ilmu, menggali potensi yang dimiliki di daerahnya masing-masing. Sehingga terjalin sinergitas dan kolaborasi yang baik bagi sesama pengelola desa wisata, pemerintah, akademisi, industri dan media.

“Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman dan meluaskan wawasan tentang kepariwisataan yang berkelanjutan. Ikuti pelatihan 3 hari ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diberikan dapat diserap dengan semaksimal mungkin,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Pemkot Denpasar Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dan Sosial dengan HKETO

Published

on

By

kerja sama pariwisata hketo
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Director General of Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO), Miss Libera Cheng di Kantor Walikota Denpasar, Senin (3/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, balilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Director General of Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO), Miss Libera Cheng di Kantor Walikota Denpasar, Senin (3/6).

Kunjungan ini merupakan penajajakan awal guna membahas berbagai peluang kerja sama multisektor antara Kota Denpasar dengan HKETO. Sehingga dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan mempererat hubungan antarkota.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, Wawali Arya Wibawa mengemukakan harapan perihal potensi kerja sama kedua pihak dapat diwujudkan. Untuk itu, penjajakan kerja sama kedua pihak sangat diperlukan. Diharapkan, melalui pertemuan ini potensi kerja sama di bidang pariwisata, budaya, smart city serta masalah sosial dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan HKETO.

“Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, Denpasar memiliki kalender event untuk berbagai macam festival yang akan diselenggarakan. Denpasar memiliki Kasanga Festival, D’Youth Festival, Sanur Village Festival, Rare Angon Festival hingga Denpasar Festival sebagai ajang pelestarian dan ruang kreativitas insan muda dan atraksi pariwisata di Kota Denpasar

Sementara, Director General of HKETO, Miss Libera Cheng pada kesempatan yang sama mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan kerja sama kedua pihak. Dimana, pihaknya ingin menawarkan kerja sama terkait bidang pariwisata dan budaya serta sosial yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan HKETO,” ujar Libera Cheng.

Baca Juga  Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa Apresiasi Penarungan Festival 2022

Kunjungan delegasi HKETO ini menjadi penanda langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan Denpasar. Pariwisata Denpasar merupakan suatu yang unik karena menjadikan budaya sebagai core.

“Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu kalender event dari Pemkot Denpasar,” imbuhnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Desa Les Tejakula Berhasil Jadi 50 Besar ADWI 2024

Published

on

By

Penghargaa ADWI 2024 Desa Les Tejakula
Air terjun, salah satu tempat wisata favorit di Desa Les. (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk ke dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Capaian tersebut sangat membanggakan, pasalnya bisa lolos dari total 6.016 desa wisata di seluruh Indonesia, keberhasilan ini menjadi bukti potensi Desa Les sebagai destinasi wisata yang kian bersinar di mata nasional.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Senin (27/5), mengapresiasi prestasi Desa Les. Kadis Dody menilai Desa Les memiliki keunggulan dalam konsistensi menggelar festival dan kegiatan menarik wisatawan untuk berkunjung. “Desa Les memang pantas masuk 50 besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa Dispar Buleleng akan mempersiapkan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, ke Desa Les untuk melakukan peninjauan dan pencocokan data di aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Kunjungan ini dijadwalkan pada bulan Juni atau Juli 2024.

Sementara itu, Perbekel Desa Les, Gede Adi Wistara, mengungkapkan rasa bahagia atas pencapaian ini. Keikutsertaan Desa Les dalam ADWI bukan kali pertama, melainkan kali ketiga. Pada tahun 2021, desa ini berhasil menembus 1.000 besar, dan di tahun 2022, mereka melaju ke 500 besar. Kegigihan dan dedikasi Desa Les dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan patut diapresiasi.”Ini adalah anugerah bagi kami,” ucapnya penuh Syukur.

Tema ADWI tahun ini, “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”, selaras dengan visi dan misi Desa Les karena keindahan alam dan budaya Desa Les menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. “Pemerintah desa dan adat akan membentengi desa kami agar tidak terjamah pembangunan yang merusak alam,” ujar Adi.

Baca Juga  Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa Dampingi Bupati Giri Prasta Tinjau Lahan TPS-3R dan Lahan Taman Bung Karno Penarungan

Pencapaian Desa Les dalam ADWI 2024 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Bali dan Indonesia untuk terus mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Keindahan alam dan budaya, dipadukan dengan keramahan masyarakat, menjadi modal penting bagi Desa Les untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca