Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa Hadiri Verifikasi Lapangan Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 di Desa Wisata Penarungan

Wayan Suyasa Apresiasi Tim Penilai Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 Lakukan Cek Fakta Lapangan ke Desa Wisata Penarungan Mengwi 

Loading

BALIILU Tayang

:

wayan suyasa
HADIRI VERIFIKASI: Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung Wayan Suyasa menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2023  di Penglukatan Pancoran Solas Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu, 4 November 2023. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Wayan Suyasa, pada Sabtu, 4 November 2023, menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2023 berlangsung di Penglukatan Pancoran Solas Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Desa Wisata Penarungan mengikuti penilaian verifikasi lapangan setelah lolos penilaian administrasi dari 500 desa wisata peserta seluruh Indonesia menjadi 45 desa wisata, dimana Desa Wisata Penarungan diantaranya.

Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa menyampaikan, karena sifatnya urgen berupa surat dari Kementerian Desa sebagai Penyelenggara Penilaian Desa Wisata se-Indonesia, maka dari Bali, khususnya Desa Penarungan, Mengwi diberikan salah satu penilaian dari 45 Desa Wisata se-Indonesia yang akan dinilai oleh Tim Penilai Desa Wisata dari Pusat.

“Artinya dari seluruh Indonesia ada 500 Desa Wisata dan disaring menjadi 45 Desa Wisata serta representatif Bali sebagai Desa Wisata itu ada di Kabupaten Badung, yaitu di Desa Penarungan, Mengwi,” ujar Wayan Suyasa kepada media di sela verifikasi lapangan.

Wayan SuyasaWakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Wayan Suyasa saat memberikan sambutan. (Foto: gs)

Sebagai bagian dari Pemerintahan Kabupaten Badung, Wayan Suyasa selaku Wakil Ketua I DPRD Badung yang juga berasal dari Desa Penarungan sangat mengapresiasi Kementerian Desa yang ada didalamnya juga Kementerian Pariwisata yang hadir pada hari ini tentunya menilai secara langsung dan fakta di lapangan. Selain juga sudah dinilai secara administratif, sehingga Desa Penarungan masuk 45 Desa Wisata se-Indonesia.

“Bukti nyata realita yang ada, sejauhmana sih pergerakan dan langkah-langkah yang dilakukan Desa Wisata yang real, maka mereka melakukan pengecekan ke lapangan seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta Hadiri HUT dan Pesta Pelindung Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase

Hal inilah yang dibanggakan dari Pemerintahan Kabupaten Badung, terutama DPRD Badung merasa berbangga kepada semua masyarakat, dikarenakan memang Badung secara prioritas hampir 87 persen pendapatan bersumber dari sektor pariwisata.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengembangkan pariwisata, karena hal ini merupakan garis tangan Pemerintah Badung yang sudah harus disyukuri dan bisa berbagi kepada Kabupaten/ Kota yang lain oleh Bupati Badung sudah dilakukan melalui program Angelus Buana.

“Semuanya itu dari sektor pariwisata, itu wajib kita syukuri, sehingga kami di wilayah Kabupaten Badung pengembangannya jelas sampai sekarang ini ke Desa Wisata,” tambahnya.

Hal ini dilakukan, lanjutnya, untuk lebih memberikan suatu rasa kebersamaan dari wilayah-wilayah yang ada. Artinya, kalau Kuta ke Selatan, dimulai dari Kuta Utara, Kuta Induk dan Kuta Selatan sudah jelas sebagai kawasan pariwisata yang sudah booming, terkenal.

Namun, wilayah Mengwi, Abiansemal dan Petang, memang disebutkan sebagai kawasan penunjang pariwisata melalui pertanian dalam arti luas. “Tapi kan bukan berarti kita harus terkungkung oleh, mohon maaf, bertani yang orientasinya bukan jelek, karena pertanian itu merupakan ibu pertiwi kami yang harus kita lestarikan,” paparnya seraya menegaskan, bagaimana kawasan tersebut juga mendapatkan berkah dari pariwisata yang ada di Badung melalui hal-hal inovasi, seperti Desa Wisata ini.

“Kami tidak ingin ada pembangunan yang terlalu wah, dalam arti membuat suatu building yang bertingkat, itu tidak. Bagaimana kami mempersiapkan tempat-tempat pariwisata yang orientasinya adat dan budaya yang bisa menyesuaikan dengan alam lingkungan, itu yang terpenting,” ujarnya menegaskan.

Tak hanya itu, diakuinya sebagai madunya pariwisata, minimal dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah pedesaan Badung Utara.

Pada kesempatan itu, Wayan Suyasa berharap penilaian ini tentunya obyektif dan positif. Bahkan, pihaknya tidak munafik, yang tentunya menginginkan suatu penilaian yang terbagus. Namun, yang utama adalah rasa penghargaan ini hingga mereka sampai turun dari Pusat ke Desa Wisata yang salah satunya di Bali berada di Kabupaten Badung, khususnya ada di Desa Penarungan.

Baca Juga  Wayan Suyasa Apresiasi SMSI Badung, Minta Roh Media Tetap Jaga Independen dan Netralitas

“Hal inilah yang harus diapresiasi. Mudah-mudahan, Pemerintah selama ini yang sudah berjalan dengan baik selalu memberikan suatu bimbingan penyuluhan kepada insan-insan pariwisata, khususnya yang ada di Desa Wisata demi meningkatkan Sumber Daya Manusia sehingga bisa memberikan suatu yang terbaik bagi wisatawan yang ada di Desa Wisata tersebut,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Wayan Suyasa Apresiasi Bupati Badung Tak Terapkan Kenaikan Pajak Hiburan 40 Persen

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta Hadiri HUT dan Pesta Pelindung Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wayan Suyasa Apresiasi Bupati Badung Tak Terapkan Kenaikan Pajak Hiburan 40 Persen
Lanjutkan Membaca