Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta Apresiasi Bantuan Rp 460 Juta Buat Pura Dalem Gede Abianbase

BALIILU Tayang

:

made sunarta
MELASPAS: Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta, menghadiri pelaksanaan upacara Melaspas Medasar Caru Rsi Gana di Pura Dalem Gede, Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu, 16 Mei 2026. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Wakil Ketua III DPRD Badung, I Made Sunarta menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan tempat suci di Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta, saat pelaksanaan upacara Melaspas Medasar Caru Rsi Gana di Pura Dalem Gede, Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu, 16 Mei 2026.

Upacara tersebut juga dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Upacara digelar setelah rampungnya proses perbaikan sejumlah pelinggih pura yang sebelumnya rusak akibat tertimpa pohon kepuh berusia ratusan tahun.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua III DPRD Badung, Made Sunarta yang juga menjabat Bendesa Adat Abianbase mengungkapkan bahwa musibah tersebut sempat menyebabkan kerusakan pada tembok penyengker, Pelinggih Ratu Made Ratu Nyoman, Gedong Gede, hingga Gedong Pesimpenan. Namun, seluruh kerusakan kini berhasil dipulihkan berkat bantuan tanggap darurat dari Pemkab Badung sebesar Rp 460 juta.

“Kami mewakili masyarakat Desa Adat Abianbase mengucapkan terima kasih atas bantuan kebencanaan ini. Perlu kami laporkan juga bahwa total bantuan yang dikucurkan Pemkab Badung untuk perbaikan pura dan pembangunan lainnya di Desa Adat Abianbase mencapai kurang lebih Rp 11,7 miliar, dan seluruh proyek fisik tersebut kini telah rampung dikerjakan,” kata Made Sunarta.

Kehadiran Bupati Badung dalam upacara tersebut dinilai menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pelestarian adat, budaya, dan tempat suci di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa dana kebencanaan maupun hibah harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta menjaga kelestarian adat Bali.

Baca Juga  Segenap Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Badung Ucapkan Selamat Hari Imlek 2576

“Pemerintah Kabupaten Badung hadir memberikan bantuan dana bencana alam sebesar Rp 460 juta untuk memperbaiki beberapa bangunan pelinggih yang terdampak musibah,” kata Bupati Adi Arnawa.

Selain membahas dukungan terhadap adat dan budaya, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Badung, mulai dari penanganan kemacetan melalui pembangunan infrastruktur jalan baru, pengelolaan sampah terpadu berbasis rumah tangga, hingga berbagai program bantuan sosial untuk masyarakat.

Program tersebut meliputi beasiswa S1 gratis bagi 450 mahasiswa dari keluarga petani dan masyarakat berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, bantuan untuk penyandang disabilitas sebesar Rp1 juta per bulan, fasilitas bimbingan belajar gratis, serta santunan Rp 3 juta bagi lansia yang berulang tahun ke-75. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

PT Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp 275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

Published

on

By

Penyaluran bantuan senilai Rp 275 juta oleh PT Pegadaian Cabang Rasanae untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa'u, Desa Mawu.
SALURKAN BANTUAN: Melalui Program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp 275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. (Foto: Hms PT Pegadaian)

Bima, NTB, baliilu.com – Harapan masyarakat Desa Mawu untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui Program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp 275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat. Selama puluhan tahun, keberadaan Jembatan Raba Sa’u menjadi harapan warga karena akses tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Bagi masyarakat, jembatan bukan hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga akses penting untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk mobilitas anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kondisi akses yang belum memadai selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama ketika anak-anak harus melintasi jalur tersebut untuk menuntut ilmu. Dengan adanya pembangunan jembatan yang lebih layak, masyarakat berharap aktivitas anak-anak sekolah dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra, Edy Purwanto, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Raba Sa’u memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan dan aktivitas warga.

“Kami melihat pembangunan Jembatan Raba Sa’u ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Desa Mawu. Selama puluhan tahun, jembatan ini menjadi harapan masyarakat. Terlebih, akses ini juga digunakan anak-anak sekolah dalam aktivitas mereka sehari-hari. Karena itu, melalui Program Pegadaian Peduli, kami berupaya mengambil bagian untuk mendukung terwujudnya akses yang lebih baik dan aman bagi masyarakat,” ujar Edy Purwanto, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Edy, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Fasilitasi Kegiatan Ulang Tahun Lansia Kuta Utara

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung proses pembangunan Jembatan Raba Sa’u sehingga nantinya masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Semoga jembatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mawu,” tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae, Taufikurrahman, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat.

“Jembatan ini sudah menjadi harapan masyarakat selama puluhan tahun. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah aktivitas anak-anak sekolah yang menggunakan akses ini setiap hari. Kami berharap dengan adanya pembangunan jembatan ini, mereka bisa berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Taufikurrahman.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan yang lebih layak juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

“Bukan hanya anak-anak sekolah, masyarakat secara umum akan merasakan manfaatnya. Aktivitas ekonomi, sosial, maupun mobilitas warga akan menjadi lebih mudah. Kami bersyukur PT Pegadaian (Persero) dapat ikut mengambil bagian dalam mewujudkan harapan masyarakat Desa Mawu melalui Program Pegadaian Peduli,” tambahnya.

Jembatan Raba Sa’u diharapkan dapat menjadi akses penghubung yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Mawu dan wilayah sekitarnya. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan yang layak juga diharapkan dapat mendukung akses pendidikan bagi anak-anak serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari Program Pegadaian Peduli, sebagai wujud kepedulian sosial PT Pegadaian (Persero) terhadap masyarakat di wilayah kerja perusahaan.

Melalui program tersebut, PT Pegadaian (Persero) terus berupaya mengambil peran dalam mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan sarana dan prasarana yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan.

PT Pegadaian (Persero) berharap pembangunan Jembatan Raba Sa’u dapat segera terwujud dan menjadi akses yang aman, nyaman, serta bermanfaat bagi masyarakat Desa Mawu, khususnya bagi anak-anak sekolah yang setiap hari mengandalkan jalur tersebut.

Baca Juga  Raker Komisi II DPRD Badung Evaluasi Kinerja 5 OPD

Dari harapan yang dinantikan puluhan tahun, menuju akses yang lebih aman bagi generasi masa depan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lakukan “Launching & Groundbreaking” Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Bali Wayan Koster melakukan Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
LAUNCHING: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Gubernur Bali Wayan Koster melakukan Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Gubernur Bali Wayan Koster melakukan Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Didampingi juga oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartato, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana serta pejabat terkait lainnya.

Tujuan Proyek PLTS 100 GWp Site Gilimanuk untuk eliminasi pembangkit BBM sistem Bali melalui PLTS-BESS. PLTS Gilimanuk akan interkoneksi ke SUTT 150 kV Negara – Gilimanuk dengan memiliki skema pengembangan IPP – Pembelian Tenaga Listrik PLTS: Energy Payment BESS: Capacity Payment. Program ini ditarget COD tahun 2028.

Proyek PLTS 100 GWp Site Gilimanuk memiliki kapasitas PLTS 300 MWp, dengan memiliki total investasi Rp 9,157 triliun, kapasitas bess mencapai 1.000 MWh, produksi energi 470 GWh, kebutuhan lahan +- 321 Ha. PLTS ini mampu memberikan penghematan BBM mencapai 151 ribu kilo liter per tahun.

Program yang sejalan dengan Asta Cita Swasembada Energi dan Hilirisasi ini secara nasional juga dilakukan oleh Pemerintah Pusat dengan total Kapasitas 5,2 GWp serta memiliki 14 lokasi yang diantaranya meliputi : 1) PLTS Gilimanuk (Eliminasi BBM Sistem Besar) siap tender dengan kapasitas 300 MWp; 2) PLTS Madura (Eliminasi BBM Sistem Besar) siap tender dengan kapasitas 605 MWp; 3) PLTS Cirata siap tender dengan kapasitas 1.250 MWp; 4) PLTS Jatigede siap tender dengan kapasitas 636 MWp; 5) PLTS Jatiluhur siap tender dengan kapasitas 1.688 MWp; 6) PLTS Lahan Bank Tanah siap tender dengan kapasitas 69 MWp; 7) PLTS Desa Sembur, peresmian dengan kapasitas 0,92 MWp; 8) PLTS Rengit, peresmian dengan kapasitas 0.078 MWp; 9) PLTS Tembesi, konstruksi dengan kapasitas 46 MWp; 10) PLTS Gajah Mungkur, groundbreaking 134,2 MWp; 11) PLTS Saguling, konstruksi 92 MWp; 12) PLTS Karangkates, konstruksi 133 MWp; 13) PLTS Banyuwangi, groundbreaking 130,2 MWp; dan 14) PLTS Pasuruan, groundbreaking 132 MWp.

Baca Juga  Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa Dampingi Bupati Giri Prasta Tinjau Lahan TPS-3R dan Lahan Taman Bung Karno Penarungan

Program ini memiliki kebutuhan investasi Rp 1.140 triliun dan potensi penghematan BBM Rp 73,9 triliun per tahun, potensi tenaga kerja konstruksi 3.465.000 orang, potensi tenaga kerja manufaktur 2.053.000 orang.

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Ini merupakan program untuk mewujudukan kemandirian energi Indonesia. PLTS 100 GWp ini, ditargetkan dapat tercapai dalam waktu 3 tahun, bahkan dapat lebih cepat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster dan PT. PLN Tandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Bali

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Dirut PLN Darmawan Prasodjo menandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali.
TANDATANGANI KESEPAKATAN BERSAMA: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Dirut PLN Darmawan Prasodjo menandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali usai Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaunching dan melakukan groundbreaking Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meninjau Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk, usai melaunching dan melakukan groundbreaking program yang ramah lingkungan tersebut di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Didampingi juga oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartato, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana serta pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatannya, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Dirut PLN Darmawan Prasodjo menandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan mewakili Pemerintah dan masyarakat Bali mengucapkan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto yang telah meluncurkan kebijakan program PLTS 100 GWp di Provinsi Bali. Untuk diketahui, alokasi untuk Bali saat ini mencapai 1.000 GWp. Presiden telah memberikan kebijakan yang dilaksanakan oleh Menteri ESDM dan dieksekusi oleh PT. PLN Persero yang lokasinya di Provinsi Bali.

“Kami sangat berbahagia dan berterimakasih, karena Bali memiliki kebijakan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang diatur dalam Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019. Jadi program ini sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 2019 lalu, namun belum berjalan optimal, karena situasi saat itu kurang kondusif akibat ada pandemi Covid-19. Sekarang ada momentum yang tepat, Bapak Presiden RI telah meluncurkan program ini, sehingga akan segera bisa diwujudkan,“ ujar Gubernur Koster.

Menyikapi peluncuran program ini, Gubernur Koster akan membebaskan lahan milik negara yang tidak produktif dan bisa difungsikan untuk memberikan manfaat banyak kepada masyarakat, terutama kebutuhan energi yang tertuang dalam haluan pembangunan Bali 100 tahun yaitu Bali Mandiri Energi dengan Bali Energi Bersih. Jadi ini akan dilaksanakan.

Baca Juga  Anggota Komisi I DPRD Badung Puspa Negara Dukung Penuh CCTV Analitik Dipasang di Kawasan Vital Pariwisata Badung

“Kami sudah mendapat arahan dari Bapak Menteri ESDM bersama Dirut PLN, agar Bali ini menggunakan Energi Baru Terbarukan. Manfaat dari pada PLTS ini, tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali. Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu didukung oleh ekosistem lingkungan yang bersih. Jadi ini kebijakan yang sangat bermanfaat dan program PLTS ini tidak lagi impor BBM, biayanya juga jauh lebih murah,“ ucap Gubernur Koster.

Sementara Dirut PT. PLN Persero menyampaikan bahwa ini suatu kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar. Sebagai contoh di Bali, dengan adanya 100 GWp. Untuk saat ini PLN mengaplikasikan untuk tahap awal 1000 GWp. Dengan adanya program ini, sistem kelistrikan Bali bergeser yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor, digantikan dengan energi dari domestik. Dari energi mahal menjadi energi yang murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan. Ini sejalan dari program Gubernur Bali Wayan Koster terkait Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih yang menjadi penopang pariwisata Bali. Agar pariwisata Bali bertumbuh berkembang dengan adanya energi hijau, yang jauh lebih handal, lebih bersih, dan lebih ekonomis.

“Untuk itu hari ini kami menandatangani program kerja sama. Akselerasi ini perlu kerja sama yang erat antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi. Karena salah satu kunci dari program PLTS ini adalah penyediaan lahan,“ kata Darmawan Prasodjo. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca