Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

BALIILU Tayang

:

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri
KARYA PELEBON: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, berlangsung khidmat pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut hadir dalam prosesi pelebon dengan tingkatan Munggah Tumpang Salu Utama yang menggunakan Bade Awin/Bade Padma, sebagaimana yang digunakan dalam pelebon almarhum sang suami terdahulu.

Sejak pagi, masyarakat dan keluarga tampak mempersiapkan berbagai rangkaian upacara. Prosesi diawali dengan Melaspas Pemereman, Bade, dan Lembu. Selanjutnya, dilaksanakan Tedun Layon atau prosesi menurunkan jenazah dari Bale Semaanggen menuju Bade Awin/Bade Padma pada pukul 12.05 Wita.

Iring-iringan pelebon diawali dengan uperengga, kemudian Tirta dan Saji pada bagian depan. Pada bagian akhir iring-iringan tampak Gayod, Baris Ketekok Jago, Lembu Putih, dan Bade Awin/Bade Padma. Seluruh rangkaian pelebon turut diiringi Gambelan Gambang, Baleganjur Ngarap, dan Angklung.

Dalam suasana cuaca cerah, iring-iringan bergerak dari Jalan Tjok Agung Tresna menuju Jalan Merdeka dan selanjutnya menuju Setra Desa Adat Tanjung Bungkak sebagai lokasi pelaksanaan upacara. Setelah rangkaian pelebon selesai, upacara dilanjutkan dengan prosesi Nganyut ke Segara Sanur.

Pengrajeg Karya yang juga Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di sela-sela upacara menyampaikan bahwa seluruh persiapan yang telah dilaksanakan bermuara pada puncak upacara hari ini. Ia pun menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar.

“Pertama, kami bersyukur upakara ibunda kami dapat berjalan dengan lancar. Kedua, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak yang telah ikut menyukseskan upakara ini. Terima kasih kepada semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 44 Orang

Dijelaskannya, baik dari sisi Bade yang digunakan maupun tingkatan upacara pelebon I Gusti Ayu Badri, disamakan dengan upacara pelebon sang suami yang telah lebih dahulu berpulang. Tingkatan upacara yang digunakan yakni Munggah Tumpang Salu Ngewangun.

“Ini tingkatannya Ngewangun. Kami samakan dengan suaminya, Ajik terdahulu. Mudah-mudahan mereka bisa damai di sana,” katanya.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Menurutnya, sosok I Gusti Ayu Badri merupakan bagian penting dari perjalanan keluarga besar Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, khususnya dalam mendampingi sang suami yang pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Bali periode 1978–1988.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Beliau merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai pendamping setia Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dalam menjalankan pengabdian bagi Bali,” ujarnya.

Jaya Negara juga mengenang I Gusti Ayu Badri sebagai sosok ibu yang telah memberikan keteladanan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ia berharap seluruh amal kebaikan almarhumah mendapat tempat yang baik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam melewati masa duka.

“Semoga almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi-Nya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga besar Ida Bagus Mantra, diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga seluruh rangkaian upacara ini berjalan lancar dan menjadi jalan bagi almarhumah menuju kedamaian,” harapnya.

Puncak Karya Pelebon dipuput oleh empat orang sulinggih. Prosesi Atetangi Ngewisik, Pralina Pering, Ngardi Tirta Pengarep, hingga Melaspas Pemereman pada pagi hari dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Selanjutnya, prosesi Nedunin Layon dipuput Ida Pedanda Gede Buruan dan prosesi Nedunin Layon di Setra dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa. Prosesi Ngereka Puspa dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa dan Ida Pedanda Jelantik Oyo. Sementara itu, prosesi Nganyut ke Segara dan Pesucian di Merajan Griya dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Resmikan Bali Mental Health Clinic

I Gusti Ayu Badri mengembuskan napas terakhir di RS Bros, Denpasar, Bali, pada Sabtu (5/9) sore. Kepergian I Gusti Ayu Badri meninggalkan lima orang anak, yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Almarhumah juga meninggalkan 14 orang cucu serta sejumlah cicit. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Rangkaian Prosesi Nyepi di Kota Denpasar Disepakati dengan Pembatasan dan Disiplin Protokol Kesehatan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Kota Denpasar Tampilkan Garapan Manah Toya Ning di Peed Aya PKB XLIV

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Rangkaian Prosesi Nyepi di Kota Denpasar Disepakati dengan Pembatasan dan Disiplin Protokol Kesehatan

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca