Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” di Banjar Betngandang Desa Sanur Kauh

BALIILU Tayang

:

Walikota
Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara berkesempatan menjadi sangging dalam pelaksanaan upacara Metatah Massal, Jumat (29/7). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Banjar Betngandang Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan bersinergi dengan Koperasi Arta Sri Sedana Sanur menggelar upacara Mepandes/Metatah Massal untuk ke empat kalinya di Balai Banjar Betngandang Sanur Kauh, Jumat (29/7).

Upacara Mapandes massal itu melibatkan 5 sangging yang  bertugas menatah (mengasah gigi para peserta). Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, berkesempatan menjadi sangging dalam pelaksanaan upacara tersebut. Turut hadir dalam kesempatan ini Sekda Kota Denpasar IB. Alit Wiradana, Anggota DPRD Prov Bali AA Gde Agung Suyoga, Wakil DPRD Kota Denpasar I Wayan Maryana Wandira beserta tokoh masyarakat setempat.

Di sela-sela upacara tersebut Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, Mepandes atau Metatah ini merupakan upacara Manusa Yadnya yang memang wajib dilakukan oleh umat Hindu khususnya para orang tua untuk anaknya yang akan menginjak usia remaja atau dewasa. Dalam agama Hindu ritual ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk manusia yang juga dikenal dengan istilah Sad Ripu (enam musuh yang terdapat dalam diri manusia).

Lebih lanjut dikatakannya, selain merupakan sebuah kewajiban dalam hidup, Mepandes/Metatah ini merupakan sebuah upacara untuk menetralisir sifat buruk yang ada pada diri manusia atau Sad Ripu yang meliputi Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan iri hati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu).

Mepandes/Metatah massal merupakan wujud bhakti kepada Sang Pencipta. Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 kita harus tetap ber-yadnya, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, begitupun manusia dengan alam lingkungan harus tetap dijaga sebagaimana mestinya tetapi dengan catatan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan agar kita semua terhindar dari bahaya virus Covid-19,” kata Jaya Negara.

Baca Juga  Tingkatkan Higienitas Olahan Pangan Masyarakat, Diskes Denpasar Gelar Bimtek Keamanan Pangan bagi Industri Rumah Tangga

Sementara Ketua Panitia Nyoman Astawa mengatakan, upacara Metatah massal ini memang rutin di adakan 5 tahun sekali dan kali ini dilaksanakan untuk yang ke empat kalinya. Di mana yang mengikuti Upacara Metatah massal ini merupakan nasabah dari Koperasi Artha Sri Sedana Sanur yang kali ini berjumlah 94 orang mengikuti prosesi metatah yang terdiri dari 55 orang laki-laki dan 39 perempuan.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan ini merupakan sebuah program dari Banjar Betngandang Desa Sanur Kauh bersama Koperasi Artha Sri Sedana Sanur. Yang mana program ini bertujuan untuk membantu dan meringankan beban khususnya pada situasi pandemi saat ini sehingga dapat menekan pengeluaran masyarakat dalam melaksanakan upacara  yadnya, dikarenakan semua ini ditanggung oleh koperasi. (ays/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti” di Pura Segara Wukir Gunung Kidul

Published

on

By

Walikota
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus melukat di Pura Segara Wukir Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (14/8) petang. Hal tersebut serangkaian pujawali yang telah dilaksanakan pada Jumat (12/8) bertepatan dengan Purnama Kedasa. Tampak mendampingi Walikota Jaya Negara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, persembahyangan serangkaian pujawali ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti sebagai umat Hindu. Tentunya, dengan bhakti ini diharapkan mampu menjaga keharmonisan alam semesta beserta isinya.

Jaya Negara juga memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Kabupaten Gunung Kidul untuk mengempon Pura Segara Wukir. Sehingga penataan serta pelaksanaan yadnya terus berkesinambungan.

“Tentu harapan kami dengan pelaksanaan pujawali ini dapat menciptakan keharmonisan alam semesta beserta isinya, dan kami memberikan apresiasi atas semangat umat Hindu di Gunung Kidul, Yogyakarta ini,” ujarnya.

Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Kabupaten Gunung Kidul Jero Gede Dwija Triman didampingi Ketua PHDI Kabupaten Gunung Kidul, Purwanto saat diwawancarai mengatakan, tahun 2022 ini menjadi pelaksanaan pujawali atau odalan ketiga dari Pura Segara Wukir, Pantai Ngobaran, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di mana, pura ini pertama kali menggelar pujawali tiga tahun lalu berbarengan dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih.

“Tahun ini odalan dilaksanakan pada 12 Agustus sampai 14 Agustus nyineb. Dipuput oleh 4 sulinggih, tiga dari Bali dan satu dari Jakarta, adapun tingkatan odalan yang dilakukan yakni tingkat alit dengan caru panca sato,” ujarnya.

Jero Gede Triman menceritakan, dalam perkembangannya, untuk pelaksanaan melasti menjelang Nyepi, umat Hindu di Gunung Kidul melakukannya di Pantai Ngobaran. Terlebih kawasan pantai ini dipercaya sebagai tempat meditasinya Prabu Brawijaya V.

Baca Juga  Cegah Penularan Virus PMK, Kelurahan Penatih Lakukan Vaksinasi

“Selanjutnya, kami mulai mendirikan pura di sini. Dimulai dengan padmasana pada tahun 2004, Pembangunan pura ini pun sudah mendapat izin dari pihak Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pelinggih di pura ini ada padmasana, pelinggih pemujaan untuk Hyang Baruna, pelinggih pemujaan Nyi Roro Kidul, pelinggih untuk Prabu Brawijaya V, pelinggih Ratu Gede Mecaling, dan pelinggih Semar.

“Semar adalah pamong tanah Jawa. Beliau pengayom hidup dan kami sebagai umat Hindu menghormati leluhur,” kata lelaki asli Gunung Kidul ini. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Tambakan Kubutambahan Buleleng

Published

on

By

Bupati Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng, Senin (15/8). (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Bertepatan dengan rahina Soma Wuku Matal, Senin (15/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya Massal Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng.

Turut hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Camat Kubutambahan Made Suyasa, Perbekel Desa Tambakan Gede Eka Wandana, Bendesa Adat Tambakan Komang Nita, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa. Sebagai bentuk motivasi dan perhatian  Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 30 juta.

Dalam sambrama wacananya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan Krama Desa Adat Tambakan dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik. Di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya. Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai.

“Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Bendesa Adat Tambakan Komang Nita mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Tambakan ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Ngaben Sadaya lan Nyekah ini sudah berjalan mulai rahina Sukra 29 Juli 2022 mekarya genah upacara, Saniscara 30 Juli 2022 mapiuning ring kahyangan tiga, Wraspati 18 Agustus 2022 mecaru, dilanjutkan terakhir Sukra 26 Agustus 2022 pebaktian lan ngelinggihang dewa hyang. Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 102, Metatah 248, Ngelungah 41 dan Mepetik 114. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Higienitas Olahan Pangan Masyarakat, Diskes Denpasar Gelar Bimtek Keamanan Pangan bagi Industri Rumah Tangga

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung

Published

on

By

Bupati Badung
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Massal di Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung, Sabtu (13/8). (Foto : Ist)

Klungkung, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Saniscara Wuku Medangkungan, Sabtu (13/8), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Lan Atma Wedana Nyekah Masal Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung. Turut hadir Perbekel Desa Adat  Lepang I Nyoman Mudita, Bendesa Adat Lepang I Made Merta, tokoh masyarakat setempat serta para pemilik sawa.

Sebagai bentuk motivasi dan perhatian Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp 25 juta.

Dalam sambrama wacana-nya Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Adat Lepang dalam melaksanakan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana lan Nyekah. Pihaknya sangat mendukung dan berharap upacara ini berjalan dengan lancar dan baik, di samping itu pula diharapkan kepada krama yang memiliki sawa agar betul-betul mengikuti jalannya upacara, mulai dari awal hingga ngelinggihang di merajan serta harus didasari atas hati yang tulus ikhlas.

“Dalam pelaksanaan karya (upacara) atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, beberapa hal yang patut dipahami, mulai dari murwa daksina dengan menggunakan sapi gading atau sapi selem batu, yang akan menghantarkan atma menuju surga,” jelasnya.

Bupati berharap semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kepada leluhur yang diupacarai. “Saya berharap, dudonan atau rangkaian karya yadnya ini berjalan dengan lancar labda karya, sida sidaning don,” pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia I Made Tanggu mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung Giri Prasta bersama undangan lainnya dalam upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Lepang ini. Dilaporkan bahwa Upacara Pitra Yadnya Nyawa Wedana lan Nyekah ini sudah berjalan mulai Wraspati Kliwon Merakih 28 Juli 2022, matur piuning ring Pura Kahyangan Tiga, Sukra Umanis 29 Juli 2022 nyujukang tetaring dilanjutkan dengan Redite Umanis Menail 28 Agustus 2022 Nyegara Gunung Pura Goa Lawah, Pura Dalem Puri, Pura Besakih dan dilanjutkan dengan ngelinggihan yang dipuput Ida Pedanda Griya Batutabih.

Baca Juga  Tim Yustisi Denpasar Tertibkan Pelanggar Prokes, 20 Orang Salah Gunakan Masker

Upacara Pitra Yadnya ini terdiri dari jumlah sawa 48, metatah 77, ngelungah 32 dan masing-masing sawa mengeluarkan urunan sebesar Rp 7 juta. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca