Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Saksikan Prosesi “Padiksan“ di Griya Kanginan Sanur

BALIILU Tayang

:

walikota jaya negara
PADIKSAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri sekaligus menyaksikan rangkaian prosesi “Padiksan“ yang berlangsung di Griya Kanginan, Sanur, Denpasar, Minggu (31/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri sekaligus menyaksikan rangkaian prosesi Padiksan yang berlangsung di Griya Kanginan, Sanur, Denpasar, Minggu (31/5).

Prosesi sakral ini dilaksanakan oleh Ida Bagus Agung Dwaja Natha bersama istri, I Gusti Ayu Putu Suciningsih, sebagai tahapan menuju penyucian diri dan pengukuhan sebagai sulinggih dalam ajaran Agama Hindu.

Upacara Pediksan dipuput oleh Guru Nabe, Ida Padanda Gede Putra Kemenuh dari Griya Gede Kemenuh, Gianyar. Setelah seluruh rangkaian upacara selesai dilaksanakan, Ida Bagus Agung Dwaja Natha yang sebelumnya bergelar Walaka memperoleh Bhiseka dan resmi menyandang nama Ida Pedanda Gede Ngurah Dwaja Nata. Sementara sang istri, I Gusti Ayu Putu Suciningsih, memperoleh Bhiseka sebagai Ida Padanda Istri Agung Kumba Dewi.

Kehadiran Walikota Denpasar dalam upacara tersebut merupakan bentuk dukungan moral sekaligus komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga, melestarikan, dan memperkuat kehidupan keagamaan serta adat dan budaya Hindu Bali. Hal ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat pelayanan kepada umat serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat berbasis nilai-nilai budaya dan spiritual.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terlaksananya prosesi Padiksan yang berlangsung dengan khidmat dan sesuai sastra agama.

“Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali. Semoga dengan lahirnya sulinggih baru ini dapat semakin memperkuat pelayanan umat serta memberikan tuntunan spiritual bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ida Bagus Ngurah Suamba, menjelaskan bahwa proses acara ini telah melalui berbagai tahapan dan prosedur yang berlaku sesuai ketentuan keagamaan. Salah satunya adalah pelaksanaan Diksa Pariksa yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Samudaya Nusantara pada Jumat, 22 Mei 2026.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Terus Lakukan Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Demi Pariwisata yang Lestari

Ia menjelaskan bahwa permohonan mediksa atas nama Ida Bagus Agung Dwaja Natha bersama I Gusti Ayu Putu Suciningsih dari Griya Kanginan, Jalan Danau Beratan Nomor 10 Sanur, telah diajukan sejak 1 April 2026. Dalam proses tersebut ditetapkan Guru Nabe dari Griya Gede Kemenuh Gianyar, Guru Waktra dari Griya Gede Keniten Taen Siat Denpasar, serta calon Guru Saksi dari Griya Kanginan Sanur.

“Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang mengacu pada hasil Paruman Sulinggih, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan Dharma Samudaya Nusantara bidang keagamaan, serta pedoman Diksa Pariksa dan prosedur Pediksan yang berlaku,” jelasnya.

Berdasarkan keputusan Yayasan Dharma Samudaya Nusantara, Ida Bagus Agung Dwaja Natha bersama istri memperoleh restu untuk melaksanakan mediksa pada Minggu, 31 Mei 2026, di Griya Kanginan Sanur dengan Guru Nabe Ida Padanda Gede Putra Kemenuh dari Griya Gede Kemenuh Gianyar.

Keputusan tersebut sekaligus memberikan kewenangan kepada Guru Nabe untuk menganugerahkan Bhiseka serta hak Ngeloka Pala Sraya setelah pelaksanaan Upacara Pediksan dan Ngelinggihang Weda sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar griya, para sulinggih, tokoh agama, serta umat Hindu yang turut memberikan doa restu bagi perjalanan spiritual Ida Pedanda Gede Ngurah Dwaja Nata dan Ida Padanda Istri Agung Kumba Dewi dalam mengemban dharma kepanditaan dan pelayanan umat ke depan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Nodia Melaspas Alit” Pura Dalem Desa Adat Oongan

Published

on

By

walikota jaya negara
MENDEM PEDAGINGAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan, Minggu (31/5). Pada kesempatan itu, Walikota Jaya Negara juga sekaligus melaksanakan mendem pedagingan dan ngaturang punia. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan, Minggu (31/5). Pada kesempatan itu, Walikota Jaya Negara juga sekaligus melaksanakan mendem pedagingan dan ngaturang punia.

Di sela upacara berlangsung, Walikota Denpasar, Jaya Negara menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Dalem Desa Adat Oongan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pengempon pura dan desa adat perlu diapresiasi kegiatan adat seperti ini. Hal ini sekaligus upaya kita membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya

Dikatakannya, mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaannya yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun demikian, yang juga patut diapresiasi adalah muncul kemandirian masyarakat dalam penyelenggaraan upakara, sehingga diperoleh manfaat dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya.

Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan ini, seluruh umat terutama warga banjar dan pengempon dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara Bendesa Adat Oongan, I Made Agüs Uinbara Jaya mengatakan, pembangunan Pura Dalem Oongan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan besar yang diambil dalam Paruman Desa beberapa tahun lalu, pada 16 Februari 2022. Dimana pada Keputusan Paruman tersebut, disebutkan kesepakatan bahwa Desa Adat ini berdiri sendiri dan memisahkan diri dari pemaksanan dalem sebelumnya. Kewajiban Kahyangan Desa sebagai desa adat yang mandiri, krama berkewajiban untuk melengkapi struktur Kahyangan Desa, yang meliputi Pura Puseh dan Pura Dalem.

Baca Juga  Semarak Perayaan Imlek Toleransi Tahun 2023 di Kota Denpasar

Rangkaian upacara Pemlaspasan Alit hari ini berjalan dengan khidmat dengan beberapa prosesi utama, di antaranya Upacara Pecaruan Panca Morsika dan Upacara Pemakuh dan Mendem Pedagingan.

“Saya mengucapkan terimakasih pada kesempatan ini, Walikota Denpasar juga turut nampak menyaksikan dan mengesahkan secara simbolis jalannya prosesi serta mendem pedagingan sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kota terhadap kelestarian adat dan budaya,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati dan Wabup Badung Hadiri “Karya Melaspas” di Pura Dalem Suargan Bongkasa

Published

on

By

karya pura dalem suargan
HADIRI UPACARA NGERATEP: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri Upacara “Ngeratep“ dan “Melaspas“ Ida Betara di Pura Dalem Suargan, Banjar Kedewatan, Desa Bongkasa, Kamis (28/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Upacara Ngeratep dan Melaspas Ida Betara di Pura Dalem Suargan, Banjar Kedewatan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kamis (28/5).

Turut mendampingi Bupati, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Perbekel Bongkasa I Gusti Agung Sumajaya, Bendesa Adat Bongkasa Ida Bagus Gede Sujia Pradanta, Angga Puri Bongkasa, serta tokoh masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan prosesi Ngeratep Tapakan Ida Bhatara. Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Alit Sucipta juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis sebesar Rp 700 juta yang disaksikan krama Banjar Kedewatan.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi semangat gotong-royong masyarakat Banjar Kedewatan yang mampu melaksanakan karya pemelaspasan secara bersama-sama dengan penuh rasa kekeluargaan. “Semoga atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karya yang dilaksanakan ini dapat berjalan dengan labda karya sida sidaning don sesuai harapan krama masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Ia juga berharap masyarakat terus mendukung program pembangunan berkelanjutan yang menjadi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Badung.

Sementara itu, Manggala Karya I Putu Jana mewakili masyarakat Banjar Kedewatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Badung melalui bantuan hibah yang diberikan.

“Kami bersama masyarakat berkomitmen mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Badung dalam pembangunan di Kabupaten Badung,” katanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Bhakti Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Tawur” di Pura Kahyangan dan Mrajapati Desa Adat Sumerta

Published

on

By

walikota jaya negara
KARYA TAWUR: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri rangkaian Karya Tawur dan melaksanakan penandatanganan prasasti pada Kamis (28/5) di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Tawur dalam rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur, Kamis (28/5).

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya karya tawur tersebut. Krama adat bergotong-royong mengikuti setiap rangkaian upacara sebagai wujud sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, serta tokoh masyarakat setempat.

Upacara dipuput sejumlah sulinggih, yakni Ida Pandita Empu Padma Ananda Griya Sumerta, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Tembau Griya Batur Tembau, Ida Pandita Empu Siwa Ananda Griya Kroya, Ida Rsi BW Putra Sara Shri Satya Joti Griya Buana Santhi Sesetan, Ida Pedanda Putra Bajing Griva Tegal Jingga, Ida Rsi Agung Wayabya Karang Griya Buda Buduk, Ida Rsi BW Kertha Bhuana Griya Glogor, Ida Pedanda Gede Made Putraka Timbul Griya Timbul Kesiman, serta Ida Pedanda Gede Putra Keniten Griya Tainsiat.

Rangkaian karya juga dimeriahkan dengan sajian Gong Lelambatan dan Gambelan Wali, Wayang, serta pementasan Baris Gede oleh Paiketan Jero Bendesa Adat Kota Denpasar yang semakin menambah kekhidmatan suasana upacara. Di sela kegiatan, Walikota Jaya Negara juga tampak ngayah menarikan Topeng Wali bersama krama adat setempat dan diakhiri dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan punia.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan krama Desa Adat Sumerta dalam menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali. Menurutnya, pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti umat, namun juga memperkuat nilai menyama braya di tengah masyarakat.

Baca Juga  Semarak Perayaan Imlek Toleransi Tahun 2023 di Kota Denpasar

“Pelaksanaan karya seperti ini merupakan wujud nyata pelestarian adat, tradisi dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat tentu menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Sumerta, I Made Ariawan Payuse menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 16 April 2026 yang diawali dengan prosesi nyukat genah dan berbagai tahapan upacara lainnya. Sebelum puncak karya, pihaknya juga telah melaksanakan prosesi melasti sebagai bagian dari penyucian sarana dan prasarana upacara.

Ia mengatakan, puncak karya akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026 yang bertepatan dengan Purnama Sadha. Adapun upacara tersebut merupakan Karya Utama Mamungkah, Ngenteg Linggih, dan Tawur Agung Balik Sumpah Utama.

“Upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih di pura ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah puluhan tahun, bahkan sebelumnya belum pernah dilaksanakan sama sekali. Tentu ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Desa Adat Sumerta,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, skala upacara tergolong besar atau tingkatan utama, setara dengan pelaksanaan karya di Pura Dalem maupun pura-pura Kahyangan Desa lainnya. Pelaksanaan karya juga melibatkan kerja sama erat antara wilayah Sumerta, Tanjung Bungkak dan Pagan.

Menurutnya, secara historis wilayah Sumerta Gede dahulu mencakup sekitar 21 Banjar Adat. Karena itu, dalam pelaksanaan karya besar seperti ini, semangat saling membantu antarkrama adat tetap dijaga dan diwariskan hingga kini.

“Dalam pelaksanaan upacara ini kami dibantu penuh oleh warga Tanjung Bungkak dan Pagan, termasuk melibatkan seluruh pemangku di Pura Kahyangan Desa setempat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian upakara,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan sastra dan tradisi yang diwariskan, upacara besar seperti Ngenteg Linggih idealnya dilaksanakan setiap 30 tahun sekali. Namun karena upacara ini baru pertama kali dilaksanakan di pura tersebut, pihak desa adat belum dapat memastikan kapan pelaksanaan serupa akan kembali digelar.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Mulai Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Seluruh Posyandu

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca