Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Walikota Jaya Negara Terima Kunjungan Delegasi Pemerintah Kota Zhangiiajie China

Bahas Peluang Kerja Sama Multisektor, dari Smart City Hingga Pengolahan Sampah dan Pariwisata

Loading

BALIILU Tayang

:

walikota jaya negara
TERIMA DELEGASI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Kota Zhangiiajie, China yang dipimpin oleh Wakil Walikota, Wang Tao di Kantor Walikota Denpasar, pada Senin (29/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Kota Zhangiiajie, China yang dipimpin oleh Wakil Walikota, Wang Tao di Kantor Walikota Denpasar, pada Senin (29/4).

Pertemuan tersebut dilaksanakan guna membahas berbagai peluang kerja sama multisektor antara Kota Denpasar dengan Kota Zhangiiajie, China. Sehingga dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan mempererat hubungan antarkota.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengemukakan harapan perihal potensi kerja sama kedua pihak dapat diwujudkan. Untuk itu, penjajakan kerja sama kedua pihak sangat diperlukan. Diharapkan, melalui pertemuan ini potensi kerja sama di bidang pariwisata, budaya, smart city serta masalah penanganan dan pengelolaan sampah dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan Pemerintah Kota Zhangiiajie.

“Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak pihak kota-kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar,” ujarnya.

Jaya Negara menambahkan, masalah penanganan sampah saat ini menjadi fokus utama Pemerintah Kota Denpasar agar bisa diselesaikan. Sehingga mampu mewujudkan tata kelola sampah perkotaan yang efektif. Selain itu, smart city juga menjadi salah satu program penting yang harus diwujudkan di tengah kemajuan digitalisasi saat ini.

“Kami sangat ingin segera menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di Bali khususnya Kota Denpasar, untuk itu kami sangat tertarik menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Zhangiiajie dalam bidang multisektor yang diantaranya adalah smart city, seni budaya, pariwisata hingga penanganan serta pengelolaan sampah,” ujar Jaya Negara.

Wakil Walikota Zhangiiajie, Wang Tao pada kesempatan yang sama mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan kerja sama kedua pihak. Dimana, pihaknya ingin menawarkan kerja sama terkait bidang pariwisata dan budaya serta investasi yang nantinya diharapkan akan bisa berinvestasi dalam membantu pengembangan di Kota Denpasar.

Baca Juga  BPBD Kota Denpasar Gelar Pelatihan Evakuasi dan Penyelamatan Penumpang Terjebak Lift

“Terima kasih atas sambutan Bapak Walikota Denpasar yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan Pemerintah Kota Zhangiiajie,” ujar Wang Tao.

“Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kunjungan delegasi Pemerintah Kota Zhang Jiajie ini menjadi penanda langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih erat antara Denpasar dan kota saudara di China, dengan harapan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri “Majaya-jaya” PAKIS MDA Denpasar, Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Dorong Penguatan Peran Krama Istri

Published

on

By

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Majaya-jaya PAKIS MDA Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang.
MEJAYA-JAYA: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri pelaksanaan Majaya-jaya PAKIS MDA Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang berlangsung di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Rabu (29/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Majaya-jaya Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS) Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang berlangsung di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Rabu (29/7).

Prosesi tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar dan PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar sebagai momentum memperkuat peran perempuan adat dalam menjaga keberlangsungan adat, tradisi, dan budaya Bali.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar beserta jajaran, para Jro Bendesa Adat se-Kota Denpasar, Manggala PAKIS Provinsi Bali, serta tokoh adat dan undangan lainnya. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Desa Adat Kota Denpasar tentang Penetapan dan Pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar dan PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pamikukuh oleh Bendesa Madya MDA Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang juga selaku Pembina PAKIS MDA Kota Denpasar menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru PAKIS MDA Kota Denpasar. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai penguat keluarga sekaligus penjaga nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan PAKIS diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarkrama istri sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar.

Ny. Sagung Antari juga berharap sinergi antara PAKIS, desa adat, dan Pemerintah Kota Denpasar terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pelestarian adat dan budaya, penguatan ketahanan keluarga, penanganan persoalan sampah, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis desa adat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa ‘’Mendem Pedagingan’’ Serangkaian ‘’Pemelaspasan’’ Gedong dan Tajuk Pura Desa Adat Penyaringan Sanur Kauh

“Sinergi antara organisasi perempuan adat, desa adat, dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali sekaligus mewujudkan masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan sejahtera,” ujar Ny. Sagung Antari.

Sementara itu, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, I Ketut Wisna menegaskan bahwa PAKIS sebagai salah satu badan otonom Majelis Desa Adat memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan krama istri dalam menjaga kelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali, baik secara sekala maupun niskala.

“Pengurus yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjalankan swadharma dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan awig-awig, AD/ART Majelis Desa Adat Bali, serta semangat ngayah demi kemajuan desa adat dan masyarakat,” ujarnya.

Prosesi Majaya-jaya ditutup dengan doa bersama sebagai simbol permohonan tuntunan dan keselamatan bagi seluruh pengurus dalam menjalankan amanah selama masa bakti 2026–2031. Dengan kepengurusan baru dipimpin Manggala Prof. Dr. Ida Ayu Trisnawati bersama jajaran prajuru yang telah dikukuhkan, PAKIS MDA Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satpol PP Denpasar Tertibkan Ratusan Alat Peraga Kadaluarsa di Fasilitas Umum

Published

on

By

Petugas Satpol PP Kota Denpasar menertibkan baliho, spanduk, dan alat peraga lainnya yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (29/7).
PENERTIBAN: Satpol PP Kota Denpasar saat melaksanakan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, pamflet, dan papan nama yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (29/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, pamflet, dan papan nama yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (29/7). Kegiatan penertiban menyasar sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Denpasar, meliputi Jalan Hayam Wuruk, Jalan Raya Puputan, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Surapati.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya menertibkan sebanyak 200 alat peraga, terdiri atas 52 pamflet, 78 banner, 59 spanduk, 8 umbul-umbul, dan 3 papan nama.

“Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan fasilitas umum. Selain itu, kami memastikan pemasangan media informasi maupun promosi tidak mengganggu kepentingan umum dan estetika kawasan perkotaan,” ujar Bawa Nendra.

Pihaknya mengimbau masyarakat maupun pihak yang memasang alat peraga agar memperhatikan ketentuan serta lokasi pemasangan yang telah ditetapkan. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga ruang publik tetap tertib, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Bawa Nendra menegaskan komitmen Satpol PP Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara transparan dan berintegritas. Seluruh jenis layanan serta tindak lanjut pengaduan melalui GARBASITA Satpol PP Kota Denpasar tidak dikenakan biaya.

“Untuk menjaga integritas seluruh jajaran, kami menegaskan tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun. Apabila masyarakat menemukan adanya pihak yang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar, silakan dilaporkan melalui WhatsApp Bot GARBASITA di nomor 081337338326, dengan menyertakan bukti otentik,” tegasnya.

Satpol PP Kota Denpasar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban fasilitas umum serta berperan aktif menyampaikan pengaduan apabila menemukan pelanggaran maupun praktik yang mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar.

Baca Juga  Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak, Puskesmas Densel 4 Berikan Vaksin DT dan TD pada Siswa

“Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Denpasar yang tertib, bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua Komisi III Dorong Penerbitan Obligasi Daerah sebagai Pembiayaan Pembangunan Daerah

Published

on

By

Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan. (Foto: dok)

Badung, baliilu.com – Pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya pada sarana dan prasarana jalan, membutuhkan dana yang sangat besar. Tahun 2025 Pemkab Badung telah melakukan pinjaman daerah sebesar Rp 2,8 triliun ke PT SMI dengan bunga 5,7%. Ke depan pemerintah didorong mencari sumber pendanaan alternatif, salah satunya penerbitan Obligasi Daerah yang dinilai tidak terlalu membebani APBD.

Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan menegaskan sangat mendukung program pembangunan infrastruktur yang saat ini digenjot oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Saat ini pemerintah memulai pembangunan dua proyek infrastruktur strategis, Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat. Dan kedepannya, berlanjut Jalan Gatot Subroto-Canggu-Mengwitani-Werdi Bhuana. Kata dia, untuk membiayai proyek ini tidak bisa dibebankan kepada APBD, sehingga dibutuhkan sumber pembiayaan alternatif.

Menurutnya, salah satu instrumen pembiayaan kreatif yang mulai mendapatkan momentum adalah Obligasi Daerah, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan investasi sektor publik. Penerbitan Obligasi Daerah sebagai alternatif untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur daerah, di tengah penurunan atau pemangkasan Dana Transfer Daerah (TKD).

“Pemerintah DKI Jakarta telah mengumumkan rencana penerbitan Obligasi Daerah senilai Rp 3,5 triliun. Terobosan ini sangat bisa diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” kata Ponda saat ditemui di Kantor DPRD Badung, Rabu (29/7).

Diterangkannya, Obligasi Daerah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk menghimpun dana dari masyarakat/investor pasar modal, dengan kewajiban membayar bunga (kupon) secara berkala dan melunasi pokok utang pada saat jatuh tempo. Sebagai instrumen pembiayaan jangka panjang, obligasi daerah pada umumnya memiliki tenor menengah hingga panjang yang sesuai dengan siklus pembangunan infrastruktur. Menurut politisi PDI Perjuangan ini penerbitan Obligasi Daerah lebih menguntungkan dibandingan dengan pinjaman daerah.

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Terima Program Bantuan TJSL Pelindo Rumah Bibit Padangsambian Kelod

“Tenor atau jangka waktu pinjaman bisa lebih panjang, suku bunga kemungkinan lebih kecil menyesuaikan dengan kondisi pasar. Dan lebih transparan karena masyarakat yang akan membeli obligasi daerah akan ikut mengawasi,” ujarnya.

Ditambahkannya, obligasi daerah merupakan instrumen pembiayaan pembangunan yang sah secara hukum dan strategis untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat, dengan landasan regulasi yang telah relatif komprehensif melalui Undang-Undang No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, serta peraturan turunannya PP 1/2024, PMK 87/2024, POJK 10/2024.

“Dengan pembiayaan pembangunan infrastruktur menggunakan dana dari obligasi daerah, otomatis APBD bisa lebih besar dialokasikan untuk program-program kemasyarakatan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca