Connect with us

SENI

Walikota Wadahi Kreativitas Generasi Muda, Buka Pameran Ogoh-ogoh Mini Sekaa Teruna Denpasar

BALIILU Tayang

:

de
Pameran ogoh-ogoh kerjasama Sekaa Teruna dan Badan Kreatif (Bekraf) Denpasar dibuka Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, Minggu (7/3/2021) di Dharma Negara Alaya Kreatif Hub Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Pameran dan lomba tapel, sketsa, serta ogoh-ogoh mini yang diselenggarakan Sekaa Teruna Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya, dan Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat. Pelaksanaan pameran kerjasama Badan Kreatif (Bekraf) Denpasar dibuka Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa ditandai dengan pemukulan gong, Minggu (7/3/2021) di Dharma Negara Alaya Kreatif Hub Denpasar.

Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi lomba dan pameran tapel, sketsa, serta ogoh-ogoh mini serangkaian  menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1943. Dalam keterbatasan di masa pandemi Covid-19 saat ini kreativitas dapat tetap ditingkatkan. “Kita terus harus berinovasi, terus berkreativitas namun yang produktif dengan tetap disiplin pada protokol kesehatan,” ujar Jaya Negara.

Disampaikan bahwa dalam pelaksanaan pameran dan lomba ogoh-ogoh mini yang mungkin pelaksanaannya pertama di Bali ini dapat tetap disiplin pada prokes. Sehingga kreativitas sekaa teruna dalam bidang ogoh-ogoh dapat tertampung dan dapat dinikmati oleh pecinta ogoh-ogoh. Terlebih hasil karya dari insan muda Denpasar dan juga seluruh Bali ini sangat menginspirasi dan telah menggunakan unsur-unsur teknologi. Tidak hanya menampilkan wujud ogoh-ogoh mini, namun juga menampilkan sketsa hingga alur cerita dalam konsep ogoh-ogoh. Sehingga tantangan saat ini dalam keterbatasan yang ada dapat  tetap produktif, berinovasi dan berkreativitas.

“Harapan saya saat ini dalam masa pandemi dapat memberikan solusi dan berharap pandemi ini segera berakhir, yang nantinya pada masa normal nanti kegiatan ini akan kita kemas dalam ajang festival ogoh-ogoh,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian  Bekraf Denpasar Putu Yuliartha menyampaikan ogoh-ogoh menjadi prosesi unik di Kota Denpasar dengan kreativitas sekaa teruna yang ada. Sehingga pada situasi pandemi saat ini Pemkot Denpasar memfasilitasi pameran yang bertajuk  Nyepi Caka 1943 untuk membangkitkan semangat berkompetisi menghadirkan berbagai inovasi. Pameran ini juga terselenggara atas dukungan dari Bank Pembangunan Daerah Bali. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi media pengembangan kreativitas dan wawasan pemuda, sekaligus menjadi stimulan bagi penyelenggara kegiatan serupa di kemudian hari,” ujarnya. (eka)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Film “Pan Balang Tamak” akan Tayang Perdana di Dharma Negara Alaya

Published

on

By

de
AUDIENSI: Seniman Bali Trio Clekontong Mas melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (16/4).

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar mendukung seniman untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19. Dharma Negara Alaya (DNA) akan menjadi tempat untuk menampilkan hasil karya para seniman.

Hal ini terungkap saat salah satu seniman Bali Trio Clekontong Mas melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (16/4). Hasil karya dari Trio Clekontong Mas berupa Film yang bertajuk “Pan Balang Tamak” akan tayang perdana pada bulan Mei 2021 di mini Theater Dharma Negara Alaya (DNA).

Arya Wibawa mengapresiasi karya film Pan Balang Tamak. Karya film ini menunjukkan bahwa pandemi bukan suatu penghalang untuk melakukan kreativitas. Selain itu, film ini dapat menjadi edukasi pelestarian budaya tradisi yang kita miliki.

“Pemkot Denpasar mengapresiasi dan mendorong hasil karya seni dari para seniman. Hal ini sesuai dengan komitmen dan visi kami menjadikan Denpasar kota yang berbasis budaya. DNA akan kami jadikan pusat penampilan hasil karya seni dari seniman,” ucap Arya Wibawa.

I Komang Dedi Diana (Tompel), salah satu pentolan Clekontong Mas menjelaskan lahirnya film ‘’Pan Balang Tamak’’ sebagai salah satu strategi untuk bertahan di tengah pandemi. Di tengah pandemi seniman harus adaptif membuka peluang kegiatan secara digital, meningkatkan kolaborasi dan mengubah strategi komunikasi.

Film ‘’Pan Balang Tamak’’  yang mengangkat kisah rakyat dan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Bali. Kisah Pan Balang Tamak yang terkenal dengan kecerdikannya akan diangkat dalam layar lebar dan tayang perdana di mini Theater DNA. 

“Dalam film ini, kami ingin menampilkan peran ganda dari masing-masing pemain Clekontong Mas, baik sebagai tokoh bondres maupun sebagai tokoh peran dalam cerita itu sendiri. Saya berharap karya film perdana ini akan mendapat sambutan yang baik, khususnya bagi penggemar film,” ucap Dedi Diana. (eka)

Lanjutkan Membaca

SENI

Geliat Perfilman di Tengah Pandemi, Film “Kapandung” Tayang Perdana Trailer di Dharma Negara Alaya

Published

on

By

de
Film karya Gases Films berjudul "Kapandung A Stolen Life" dimana trailer film ini diputar secara perdana di Mini Theater Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar pada Minggu (11/4). Pemutaran trailer perdana ini turut disaksikan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.

Denpasar, baliilu.com – Dunia perfilman di Kota Denpasar dengan pelakunya yang kreatif tetap bergeliat meskipun di tengah situasi pandemic.

Hal ini ditunjukkan dengan di releasenya sebuah film karya Gases Films berjudul “Kapandung A Stolen Life”, dimana trailer film ini diputar secara perdana di Mini Theater Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar pada Minggu (11/4). Pemutaran trailer perdana ini turut disaksikan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi karya film “Kapandung A Stolen Life’’ karya Gases Films. Karya film ini menunjukkan suatu keberanian orang Bali khususnya seniman tradisi mampu juga menghasilkan karya di luar kebiasaannya. Di samping film ini juga menjadi pusat edukasi pelestarian budaya dan memperkenalkan budaya tradisi yang kita miliki dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk pembentukan karakternya.

“Jadi banyak hal yang kita dapat dari karya film ini dan intinya kami dari Pemkot Denpasar mengapresiasi terhadap karya seni dan pastinya Pemkot Denpasar akan mendukung apalagi ini sangat komitmen dengan visi kita menjadikan Denpasar Kota yang berbasis budaya,” ucap Jaya Negara.

Executive Produser Film Kapandung, Komang Indra Wirawan Gases menjelaskan bahwa lahirnya film “Kapandung A Stolen Life” sebagai salah satu inovasi dalam pelestarian budaya sekaligus menepis anggapan seniman tradisi tidak bisa bersaing di ranah digital terutama di masa pandemi seperti sekarang. Ini merupakan karya film kedua Gases Films setelah Film “Nyungsang” dan disutradarai oleh Johan Wahyudi.

“Kapandung ini adalah sebuah film yang didasarkan atas kisah nyata tentang tradisi ilmu leluhur Bali yang bernuansa filosofi kehidupan dan spiritual. Latar berlakang dari pembuatan film ini adalah tentu didasari atas semangat berkreativitas, dan berupaya untuk memantik semangat perfilman lokal untuk selalu bisa berkarya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Bali khususnya para pelaku perfilmannya diharapkan mampu bersaing dalam situasi apa pun. “Karya film ini juga turut merealisasikan konsep program Pemkot Denpasar dengan visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menunju Keharmonisan. Ke depan kita juga berupaya menjajaki kepada production house di Jakarta agar film karya – karya sineas Bali bisa diputar di jaringan bioskop luar,” tegasnya lagi. (eka)

Lanjutkan Membaca

SENI

Ny. Putri Koster Kumandangkan ”Sumpah Kumbakarna” pada Peringatan Hari Lahir Ke-417 Kota Singaraja

Published

on

By

Ny. Putri Koster Kumandangkan ''Sumpah Kumbakarna'' pada Peringatan Hari Lahir ke-417 Kota Singaraja, Sabtu (27/3).

Singaraja, baliilu.com – Untuk kedua kalinya kegiatan kompetisi bintang pop Bali yang dirangkai dengan apresiasi pagelaran puisi dharma dilaksanakan. Di tahun kedua ini, kompetisi bintang pop Bali dilaksanakan serangkaian peringatan hari lahir ke-417 Kota Singaraja.

Kompetisi bintang pop Bali akan dijadikan kalender rutin setiap tahunnya, untuk mewadahi talenta-talenta muda, dan berharap talenta yang sedang diasah ini mampu menumbuhkan semangat dan karya seni suara di masa depan.

Kegiatan yang berlangsung live ini dimeriahkan oleh kehadiran seniman senior multitalenta Ny. Putri Suastini Koster. Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster menyampaikan agar kompetisi seperti ini semakin banyak digalakkan untuk menumbuhkan daya saing kreativitas remaja agar senantiasa lahir generasi muda yang penuh kreativitas, sehingga ke depannya mampu memancarkan cahaya bagai bintang. “Mari tetap kita wadahi semangat seni generasi muda agar nantinya akan tumbuh menjadi embrio yang mapan di masa yang akan datang,” tegas Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri sekaligus membacakan puisi pada acara final kompetisi bintang pop Bali dan pagelaran puisi dharma serangkaian perayaan hari kelahiran ke-417 Kota Singaraja dan perayaan hari Nyepi Caka 1943 tahun 2021, di Wantilan RRI Singaraja, Sabtu (27/3).

Pendamping orang nomor satu di Bali ini membawakan puisi yang berjudul “Sumpah Kumbakarna” karya dari Dhenok Kristianti serta diiringi oleh seni gambelan yang dibawakan oleh siswa dari SMK Negeri 5 Denpasar.

Ny. Putri Koster menunjukkan kekuatan dalam sebuah seni puisi dapat dibawakan dengan penuh ekspresi sehingga mampu menggugah para pendengar dan penikmat seni untuk ikut larut ke dalam alunan cerita yang dituangkan melalui syair puisi.

Ketua panitia kompetisi bintang pop Bali Ida Ketut Parta menjelaskan bahwa kegiatan kompetisi kedua bintang pop Bali ini diikuti 47 peserta dari seluruh Bali, yang seleksinya sudah dimulai sejak 25 maret lalu, dan sudah terpilih enam orang finalis yang dinilai secara virtual oleh dewan juri berkompeten. Dari segi kualitas dan kuantitas, di tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 20 persen, dan mereka yang masuk ke enam terbaik dinilai memiliki kualitas di atas rata-rata.

Melalui kompetisi yang sehat dan kekuatan kata-kata dalam sebuah puisi yang lahir dari realitas dan renungan yang mendalam, diharapkan mampu membuat semua pecinta seni untuk hidup lebih berkualitas, sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya kepada generasi muda untuk dapat mencintai budaya Bali yang sesuai dengan nilai-nilai keindonesiaan.

Selain Ny. Putri Koster, tampil pula Gede Artawan seorang penyair asal Singaraja dengan membawakan puisi yang berjudul “Tubuhmu Selembar Daun” yang juga diiringi dengan lantunan musik.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota komisi IV DPRD Bali Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rusmini, Kepala LPP RRI Singaraja Wardi dan sejumlah undangan lainnya, dengan penerapan prokes yang ketat serta didahului dengan tes rapid. (gs)

Lanjutkan Membaca