Denpasar, baliilu.com – Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Made Teja Dwi Permana, SH, SIK bersama sejumlah PJU Polresta menggelar Jumat Curhat di Yayasan Pembangunan Sanur, Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar Selatan dengan para tokoh kelurahan Sanur maupun Adat Desa Intaran, Jumat (17/3/2023).
Program Jumat Curhat merupakan agenda rutin mingguan sebagai penjabaran program Quick Wins Presisi Polri serta kebijakan Kapolda Bali dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Kapolsek Densel mengatakan khusus dalam rangka menyambut hari Suci Nyepi Caka 1945 yang akan datang, Kepolisian tentu harus bersinergi dengan stakeholder agar semua rangkaian kegiatan dapat terlaksana dan aman.
“Sebelumnya untuk wilayah Denpasar Selatan telah menggelar Rapat Koordinasi pengamanan Nyepi dan telah ada kesepakatan dan seruan bersama terkait kegiatan ibadah sholat taraweh yang bertepatan dengan hari Raya Nyepi, agar melaksanakan ibadah di rumah atau tempat ibadah terdekat dengan berjalan kaki dan tidak membunyikan toa,” terang Kompol Made Teja didampingi Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Made Uder, S.Md., S.H.,M.Ag.
Sementara itu penyampaian dari Lurah Sanur bahwa di wilayahnya akan ada pembangunan LNG, permasalahan lahan parkir dan permasalahan terkait viral seperti orang asing yang banyak melakukan pelanggaran, money changer ilegal yang merusak citra pariwisata. “Melalui kegiatan ini mari kita satu rancangan untuk mencari solusi terbaik dan dapat ditindaklanjuti,” ucap Lurah Sanur.
Ketua Pecalang Desa Adat Intaran I Wayan Suradarma menyampaikan selama ini pengamanan di wilayahnya sinergitas berjalan dengan baik tetapi masih ada beberapa permasalahan seperti jalur pariwisata yang sentralnya berada di daerah Jalan Danau Tamblingan yang sepanjang Jalan Danau Toba dan Danau Tamblingan sangat krodit, banyak yang parkir sembarangan. Untuk itu agar pihak Kepolisian melaksanakan patroli karena kebanyakan orang asing melanggar aturan dan juga banyak warga pendatang yang melakukan kegiatan di pantai seperti minum miras.
Selanjutnya Kelian Adat Br. Taman Ida Bagus Kompiang Sulendra mengatakan bahwa Lingkungan Banjar Taman merupakan sentral. Dengan adanya peningkatan di sektor pariwisata terkait pelabuhan Sanur, warga merasa prihatin karena sering terjadi kemacetan di Jalan By. Pass ngurah Rai, mohon dicarikan solusi.
Terkait dengan adanya pembangunan RS Internasional yang mana terjadi kebisingan sampai terjadinya tembok retak pada rumah warga, agar Kepolisian membantu memfasilitasi penyelesaian kejadian tersebut.
Menanggapi beberapa keluhan warga tersebut Kapolsek mengatakan bahwa terkait dengan kemacetan di daerah wisata Jalan Danau tamblingan akan dilakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Denpasar sedangkan untuk WNA yang melakukan pelanggaran diantaranya pelanggaran lalulintas, Polda Bali sudah membentuk tim khusus penindakan.
“Terkait dengan pembangunan RS Internasional banyak rumah yang rusak, dari Kepolisian khususnya polsek, sudah berkoordinasi dari pihak PP dan bagi warga yang mengalami rumah rusak agar disampaikan lewat polsek akan kami koordinasikan,” ucap Kapolsek.
Menjelang hari Raya Nyepi untuk masyarakat yang tinggal di bedeng proyek – proyek akan dilakukan imbauan demi keamanan bersama.
“Pengamanan Pengerupukan dan hari Raya Nyepi di wilayah Sanur akan dibantu personil Polresta Denpasar,” tutup Kompol Made Teja. (gs/bi)