Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka Gelaran Ubung Kaja Festival Tahun 2023

Jadi Wahana Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Seni, Budaya, dan Tradisi

Loading

BALIILU Tayang

:

Wawali
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka secara resmi gelaran Ubung Kaja Festival Tahun 2023 dengan tema Taksu Uriping Bhuwana dengan menancapkan Kayonan di Lapangan Desa Adat Poh Gading, Denpasar, Kamis (6/7). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi gelaran Ubung Kaja Festival Tahun 2023 dengan tema Taksu Uriping Bhuwana dengan menancapkan Kayonan di Lapangan Desa Adat Poh Gading, Denpasar pada Kamis (6/7) dan akan berlangsung hingga 8 Juli mendatang.

Kegiatan yang digelar perdana sebagai upaya memberikan ruang kreativitas sekaligus pemberdayaan masyarakat ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali Grace Anastasia Surya Widjadja, Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Gede Sumara Putra, I Bagus Jagra Wibawa, dan Agus Wirajaya.

Tampak pula Kapolsek Denpasar Utara Iptu Catlos Dolesgit, Danramil Denpasar Utara, Camat Denpasar Utara I Wayan Yusswara, Bandesa Adat Poh Gading AA Ngurah Ketut Suparta, Ketua Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar I Gede Wijaya Saputra, Perbekel dan Ketua TP. PKK se-Kecamatan Denpasar Utara serta undangan lainnya.

Ketua Panitia Ubung Kaja Festival Angga Prasetya mengucapkan hanyak terimakasih kepada panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan baik itu moril maupun materiil sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.

Dikatakannya, Ubung Kaja Festival 2023 di tahun ini mengambil tema “Taksu Uriping Bhuwana“. Di mana, Taksu berarti kekuatan suci Tuhan yang dapat membangkitkan dan meningkatkan daya kreativitas, intelegensia, serta kemampuan intelektualitas seseorang, yang dihubungkan pula dengan kemahakuasaan manifestasi Tuhan. Sementara Uriping mengandung makna nyawa atau jiwa, serta Bhuwana berarti Alam Semesta.

Taksu Uriping Bhuwana berarti Taksu sebagai jiwa dari semesta. Di mana Pulau Bali dikenal sebagai pulau dengan keberagaman budaya yang terkandung di dalamnya dengan taksu sebagai jiwa,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan Ubung Kaja Festival memiliki serangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 6 Juli 2023 acara pembukaan dan hari pertama Parade Baleganjur, tanggal 7 Juli 2023 hari kedua Lomba Mewarnai, Lomba Busana Adat, dan Parade Baleganjur, serta penutupan pada 8 Juli 2023 yang akan menampilkan Guest Star sebagai acara hiburan.

Baca Juga  Sebanyak 40 Orang Pasien Covid-19 di Denpasar Sembuh

Adapun pelaksanaan parade baleganjur ini diikuti oleh 18 banjar, yang akan dibagi menjadi dua sesi tampil yaitu pada tanggal 6 dan 7 Juli 2023. Selanjutnya, jumlah peserta lomba mewarnai sejumlah 31 orang, lomba busana adat 13 pasang.

Perbekel Desa Ubung Kaja I Wayan Astika mengaku bangga dengan kerjasama semua pihak, baik itu Pemerintah Desa Ubung Kaja, Karang Taruna Buana Santi, Pemerintah Kota Denpasar, dan para sponsor. Sehingga kegiatan ini bisa berjalan dan diharapkan lancar hingga penutupan.

Pelaksanaan kegiatan yang digelar untuk kali pertama ini merupakan momentum untuk menunjukan bahwa potensi seni dan budaya di Desa Ubung Kaja sangat luar biasa. Lebih jauh dari itu, bagaimana seni itu bisa berkelanjutan, ajeg, dan lestari.

“Mari kita sukseskan bersama, untuk mendukung kemajuan kreativitas seni, budaya dan tradisi melalui Ubung Kaja Festival Tahun 2023 ini,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan Ubung Kaja Festival Tahun 2023 ini. Di mana, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat desa. Sehingga secara berkelanjutan terus bersinergi mendukung Desa Ubung Kaja Maju dan Sejahtera.

Lebih lanjut dijelaskan, Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju meletakkan budaya sebagai dasar pembangunan. Karenannya, pelaksanaan Ubung Kaja Festival ini merupakan upaya berkelanjutan dalam mewadahi kreativitas seni dan pemberdayaan masyarakat. Tak hanya itu, melalui kegiatan ini UMKM Desa juga turut mendapat ruang mempromosikam produk unggulannya. Sehingga mampu mendukung peningkatan perekonomian berkelanjutan di masyarakat.

Arya Wibawa menambahkan, tema Taksu Uriping Bhuwana yang bermakna energi memberikan kehidupan ini sejalan dengan konsep pembangunan Denpasar yang berlandaskan Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara, menyama braya.

“Melalui pelaksanaan Ubung Kaja Festival Tahun 2023 ini kami berharap menjadi momentum untuk memberikan edukasi dan membangun sinergitas dalam memberikan ruang kreativitas seni, budaya, tradisi, hiburan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan perekonomian berkelanjutan, sukses pelaksanaan Ubung Kaja Festival,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Kelurahan Penatih Denpasar Bagikan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tingkatkan Disiplin ASN, Tim GDN Badung Gelar Sidak Jam Kerja

Published

on

By

Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Kepala BKPSDM Badung I Wayan Putra Yadnya melakukan sidak jam kerja ASN di lingkungan Setda Badung, Senin (3/8).
SIDAK: Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Kepala BKPSDM Badung I Wayan Putra Yadnya saat melakukan monitoring dan sidak ke berbagai unit kerja di lingkungan Setda Badung, Senin (3/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Menindaklanjuti aturan kewajiban jam kerja dan penjatuhan sanksi bagi pelanggar sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021, Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Kabupaten Badung melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai unit kerja di lingkungan Setda Badung, Senin (3/8).

Kegiatan pemantauan ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana, Kepala BKPSDM Badung I Wayan Putra Yadnya, Inspektur I Gusti Ayu Agung Trisna Dewi, Kepala Bagian Hukum, beserta para pejabat terkait di lingkungan Pemkab Badung.

Asisten Administrasi Umum Setda Badung I Wayan Wijana, menyampaikan bahwa agenda pengawasan ini berjalan beriringan dengan fase uji coba sistem absensi mobile baru. “Sidak ini bertujuan memastikan ASN menaati jam kerja sekaligus memastikan mereka telah mengunduh dan memasang sistem aplikasi absensi yang dikembangkan Dinas Kominfo,” jelas Wijana.

Menurutnya, penegakan disiplin ini akan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Ke depan, data dari aplikasi absensi tersebut akan diintegrasikan langsung dengan sistem e-kinerja harian setiap pegawai. “Pemantauan dan sidak seperti ini akan terus dilakukan untuk meningkatkan disiplin dan budaya kerja ASN,” tegas Wijana.

Melalui integrasi ini, Pemkab Badung berharap pelaporan aktivitas harian, kehadiran apel, hingga pelaksanaan tugas pokok fungsi (tupoksi) ASN dapat terdokumentasi dan dievaluasi secara lebih transparan dan akuntabel. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pilkel di Denpasar, Semua Incumbent Berjaya
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMPN 2 Kuta Utara

Bunda Narkoba: Bangun Benteng Pertahanan Dalam Diri Anak Badung

Loading

Published

on

By

Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri sosialisasi bahaya narkoba di SMP Negeri 2 Kuta Utara, Senin (3/8).
SOSIALISASI: Bunda Antinarkoba Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di SMP Negeri 2 Kuta Utara, Senin (3/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri sekaligus membuka kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang digelar di SMP Negeri 2 Kuta Utara, Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan membangun kesadaran dan kewaspadaan sejak dini di lingkungan pendidikan, agar generasi muda terhindar dari jeratan penyalahgunaan zat berbahaya yang merusak masa depan.

Acara berlangsung dengan interaktif dan penuh perhatian, menghadirkan narasumber ahli yaitu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung. Turut hadir Kepala Sekolah SMPN 2 Kuta Utara, para guru, serta seluruh peserta didik yang mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.

Dalam sambutan, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa masa remaja adalah masa emas yang penuh potensi sekaligus rentan terhadap pengaruh buruk dan pergaulan bebas. “Kalian adalah harapan keluarga, kebanggaan daerah, dan penerus bangsa yang kelak akan memajukan Kabupaten Badung. Jangan pernah biarkan keinginan mencoba, rasa ingin tahu yang salah, atau tekanan pergaulan menghancurkan masa depan yang cerah itu lewat narkoba,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh siswa untuk berani berkata tidak pada segala bentuk tawaran narkoba, memperkuat iman dan karakter, mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti belajar, berolahraga, berkarya, dan berorganisasi yang sehat. Ia juga menekankan pentingnya saling peduli antar teman, berani berbagi cerita kepada orang tua dan guru jika menghadapi masalah, serta memahami bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memutus cita-cita dan merugikan masa depan seumur hidup.

“Pemkab Badung bersama instansi terkait akan terus menggencarkan penyuluhan dan sosialisasi di setiap jenjang sekolah tanpa henti. Tujuannya agar terbangun benteng pertahanan yang kuat dalam diri setiap anak Badung yakni sehat, cerdas, berkarakter, bebas narkoba, dan siap mewujudkan generasi emas yang kita cita-citakan,” tambahnya.

Baca Juga  Jelang Idul Adha, Ny. Antari Jaya Negara Hadiri Bazar Pangan

Kepala Sekolah SMPN 2 Kuta Utara Ida Bagus Nyoman Segarayoga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan ini. Ia menyatakan komitmen pihak sekolah untuk menjadikan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan bebas narkoba sebagai prioritas utama, serta akan terus mendukung program pembinaan karakter dan kesehatan bagi seluruh warga sekolah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong “Atma Wedana” Massal Jadi Model Gotong-royong, Tegaskan Komitmen Perkuat Desa Adat Bali

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana, Ngaben dan Nyekah Massal di Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (2/8).
HADIRI UPACARA: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben dan Nyekah Massal yang diselenggarakan Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben dan Nyekah Massal yang diselenggarakan Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8). Kehadiran Gubernur Bali menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelestarian adat, tradisi, agama, dan budaya Bali melalui penguatan peran desa adat sebagai pilar kehidupan masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster secara simbolis melaksanakan prosesi ngayeg tirta yang diiringi para pemangku sebagai bagian dari rangkaian upacara suci penyempurnaan atma leluhur.

Di hadapan krama adat dan peserta upacara, Koster menilai pelaksanaan Atma Wedana secara massal merupakan solusi yang sangat baik karena mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong-royong dalam menjalankan yadnya.

Atma Wedana ini solusi yang sangat baik. Bersamaan dilakukan untuk 18 sawa. Bagus sekali dan harus terus dikembangkan sebagai bentuk gotong-royong agar pelaksanaan upacara tidak menjadi beban personal bagi masyarakat,” ujar Koster.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali akan terus hadir mendukung desa adat sebagai benteng pelestarian budaya sekaligus penguatan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Bali.

Koster mengungkapkan, dukungan tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian hibah aset pemerintah kepada desa adat yang dinilai mampu mengelola lahan secara produktif.

“Saat Bendesa dan panitia beraudiensi kepada saya, saya langsung setuju membantu. Seperti saat pembangunan TPS-3R maupun hibah tanah milik Pemprov. Kalau ada lahan pemerintah yang tidak produktif dan lebih bermanfaat dikelola desa adat, saya berikan kepada desa adat agar lebih produktif. Kita ngayah bersama desa adat,” katanya.

Ia menegaskan aset yang dihibahkan harus dikelola secara profesional dengan tetap berlandaskan aturan adat melalui pararem sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutannya.

Baca Juga  BNNK Denpasar Berhasil Ungkap 4 Kasus Narkotika di Tahun 2022

Koster juga mencontohkan keberhasilan optimalisasi pengelolaan aset pemerintah di kawasan pariwisata. Menurutnya, nilai kerja sama pengelolaan lahan di kawasan ITDC meningkat signifikan dari sekitar Rp 7 miliar per tahun menjadi Rp 57 miliar per tahun setelah dilakukan pembenahan tata kelola.

“Pengelolaan seperti ini akan terus ditingkatkan agar memberikan manfaat maksimal bagi pemerintah maupun masyarakat. Desa adat juga silakan mengajukan hibah atas nama desa adat dengan aturan yang jelas sehingga aset bisa menghasilkan dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan desa adat tidak hanya memiliki tanggung jawab pada aspek sekala, tetapi juga niskala, sehingga harus diperkuat agar tetap berdaya menghadapi perkembangan zaman, terutama bagi Desa Adat Bualu yang berada di kawasan strategis pariwisata Nusa Dua.

“Desa adat harus kuat. Apalagi Desa Bualu berada di kawasan komersial dan pariwisata. Gotong-royong antara desa adat, pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi harus terus dijaga. Saya yakin dengan menjaga desa adat, leluhur akan memberikan jalan yang baik bagi Bali ke depan,” katanya.

Upacara Atma Wedana tahun 2026 di Desa Adat Bualu dipuput oleh Ida Pedanda Putra Telaga. Upacara ini merupakan bagian dari pelaksanaan Pitra Yadnya yang bertujuan menyucikan sekaligus menyempurnakan atma para leluhur sebagai wujud sradha dan bhakti umat Hindu.

Ketua Panitia atau Prawartaka Karya, Ketut Nesa, menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Bali, pemerintah, dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga pelaksanaan upacara berlangsung lancar dan sukses.

Ia menjelaskan rangkaian karya diawali dengan prosesi pengabenan pada 16 Juli 2026, sedangkan upacara nyekah dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026.

Tahun ini, upacara diikuti 18 sawa dalam prosesi Atma Wedana serta 114 sawa yang mengikuti upacara nyekah. Seluruh rangkaian kegiatan menelan biaya sekitar Rp 1,7 miliar yang berasal dari urunan krama Desa Adat Bualu dan dukungan donasi dari berbagai pihak.

Baca Juga  Sebanyak 40 Orang Pasien Covid-19 di Denpasar Sembuh

Gubernur Koster sendiri secara langsung menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 25 juta rupiah sebagai simbolisasi dukungan terhadap pelaksanaan upacara tersebut. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca