Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denut 2027

BALIILU Tayang

:

musrenbang denut
BUKA MUSRENBANG: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Denpasar Utara Tahun Anggaran 2026 yang ditandai dengan pemukulan Gong di Harris Hotel and Conventions, Denpasar, Jumat (23/1). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Denpasar Utara Tahun Anggaran 2027 yang ditandai dengan pemukulan gong di Harris Hotel and Conventions, Denpasar, Jumat (23/1). Kegiatan yang mengusung tema Peningkatan Kualitas Daya Saing SDM serta Inovasi Pelayanan Publik yang Berbasis Budaya Melalui Transformasi Digital Menuju Denpasar Maju ini diharapkan mampu menjaring partisipasi seluruh elemen dalam mendukung pembangunan di Kota Denapsar, khususnya di wilayah Kecamatan Denpasar Utara.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama Anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Kecamatan Denpasar Utara, Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Wayan Putra Satjana, Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, Perwakilan Kapolsek Denpasar Utara, Perwakilan Danramil, Perbekel/Lurah se-Kecamatan Denpasar Utara, serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya menjelaskan, guna pencapaian pembangunan yang maksimal, diperlukan perencanaan pembangunan. Dimana, Musrenbang ini diharapkan menjadi wadah pembahasan usulan guna menciptakan terobosan dan program prioritas.

“Berbagai peramasalahan dan tantangan harus ditanggulangi dengan pengembangan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya secara efisien,” ujarnya.

Dikatakan Arya Wibawa, saat ini, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks. Beragam permasalahan, mulai dari infrastruktur perkotaan, utilitas umum, pembangunan SDM hingga penanganan sampah harus terus dioptimalkan. Sehinga pihaknya menekankan agar OPD senantiasa bergerak cepat dan tepat dalam menyikapi tantangan pembangunan masa kini.

Lebih lanjut dijelaskan, musyawarah pembangunan desa/kelurahan menghasilkan program yang menjadi bahan acuan dalam menyusun program pembangunan kecamatan. Tentunya setiap program pembangunan yang diusulkan agar diseleksi sebagai penajaman prioritas guna memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Baca Juga  Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Denpasar, Pemkot Resmi Usulkan Ranperda Pelestarian dan Perlindungan Ogoh-ogoh

“Tentunya kami berharap melalui Musrenbang ini dapat menjadi wahana diskusi yang konstruktif dalam rangka menetapkan dan memantapkan program prioritas pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat sesuai Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju,” ujarnya.

“Saat ini, sampah tetap menjadi prioritas utama, selain juga peningkatan infrastruktur, utilitas dan pembangunan SDM terus dioptimalkan, kami berharap semua pihak hingga lapisan terbawah dapat bergerak cepat dan menjawab setiap tantangan pembangunan,” ujarnya.

Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta menjelaskan, Musrenbang ini merupakan sebuah forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan guna membahas dan menyepakati program pembangunan prioritas di wilayah Kecamatan Denpasar Utara. Pembangunan desa/kelurahan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Sehingga keterlibatan masyarakat baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan sangatlah penting. Hal ini guna menggugah rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dikatakannya, pelaksanaan Musrenbang ini diharapkan mampu memberikan dorongan kepada lembaga yang ada ditingkat desa/kelurahan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Sehingga peningkatan kesejahteraan dengan pengelolaan SDM secara efisien menuju masyarakat bahagia dapat tercapai.

“Tentunya melalui peran serta masyarakat akan mampu dilakukan penghimpunan serta analisa terhadap setiap program yang menjadi usulan untuk bisa ditetapkan menjadi program prioritas pembangunan,” ujarnya

Dikatakannya, dalam Musrenbang Kecamatan Denpasar Utara Tahun 2027 ini terdapat 147 usulan program yang ditujukan kepada tujuh OPD. Yakni kepada Dinas Perhubungan Kota Denpasar sebanyak 15 usulan, kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar sebanyak 122 usulan, kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar sebanyak 5 usulan, kepada Dinas Pertanian Kota Denpasar sebanyak 2 usulan, kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar sebanyak 1 usulan, kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar sebanyak 1 usulan dan kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar sebanyak 1 usulan.

Baca Juga  Walikota Denpasar Hadiri Rakerkomwil IV Ke-19 APEKSI di Kota Blitar

“Tentunya peningkatan infrastruktur, penanganan sampah, utilitas umum, dan pembangunan SDM jadi prioritas sebagai upaua mensiptakan akselerasi wujudkan kesejahteraan rakyat menuju Denpasar Maju,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali

Minta Bekerja Fokus, Cepat, Tulus dan Lurus

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster
LANTIK: Gubernur Bali Wayan Koster melantik enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Selasa (3/2/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melantik enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Selasa (3/2/2025).

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 175/04-C/HK/2026, Pejabat Pimpinan Tinggi Pertama yang dilantik antara lain Dr. Drs. I Made Rentin, AP., M.Si dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Masyarakat dari jabatan lamanya sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Selanjutnya Ida Bagus Gede Sudarsana, S.H. dilantik sebagai Inspektur Daerah Provinsi Bali yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali.

Kemudian Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali diisi oleh I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali.

Sementara itu tiga pejabat pimpinan tinggi pertama lainnya diisi dari promosi Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali antara lain Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dijabat oleh Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bidang Tradisi dan Warisan Budaya pada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali; Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali dijabat oleh Ngurah Satria Wardana, S.H., M.H., promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bagian Bantuan Hukum dan HAM pada Biro Hukum Setda Provinsi Bali dan Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali dijabat oleh I Made Suparta. AP., MT promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Inspektur Pembantu Wilayah V pada Inspektorat Daerah Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan akan memberikan pengarahan secara khusus setelah para Kepala Perangkat Daerah tersebut dilantik.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Lomba Bapang Barong Buntut dan Mekendang Tunggal

Ia meminta agar para pimpinan yang dilantik dapat bergerak cepat. Bekerja dengan fokus, tulus dan lurus dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan Visi dan Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Di periode kedua ini, saya ingin tancap gas. Karena itu sedapat mungkin saya tidak mau melakukan perubahan lagi kecuali ada yang pensiun atau ada hal yang bersifat khusus,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Koster menambahkan bahwa sebisa mungkin menjaga stabilitas pemerintahan khususnya birokrasi yang tulang punggungnya diisi oleh para Kepala Perangkat Daerah.

Oleh sebab itu pengisian Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali menurutnya harus sesuai dengan Sistem Merit yang berlaku yaitu sesuai dengan prestasi, kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

“Ada pejabat yang pensiun namun juga ada yang spesifik contohnya Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pak Rentin. Tugas yang dijalani berat yang menjadi isu saat ini dan diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa sebelumnya Made Rentin dipilih langsung olehnya menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Bali karena melihat kepemimpinannya yang cepat dan responsif ketika menjabat sebagai Kepala BPBD Provinsi Bali.

Namun belakangan ia menyadari ternyata saat ini dalam keadaan kurang sehat sehingga ia memberikan kesempatan untuk melakukan perawatan terlebih dahulu hingga pulih kembali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

30 Perusahaan Ikuti Sosialisasi K3 dan Simulasi APAR dari Disnaker Gianyar

Published

on

By

Disnaker Gianyar
SOSIALISASI: Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar saat menyelenggarakan Sosialisasi K3 serta Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Padma Ubud Resort, Selasa (3/2), dalam rangka Bulan K3 Nasional Tahun 2026. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diikuti oleh 30 perusahaan se-Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini dilaksanakan di Padma Ubud Resort, Selasa (3/2), dalam rangka Bulan K3 Nasional Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, dan dihadiri oleh Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, para pelatih dan instruktur dari Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Gianyar, serta para peserta sosialisasi dari berbagai sektor usaha.

Dalam sambutannya, Gede Suardana Putra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026, yang diperingati mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026 dengan tema Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.

“Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan setiap tempat kerja menjamin keselamatan tenaga kerja dan orang lain yang berada di lingkungan kerja,” tegas Suardana Putra.

Dilanjutkannya selain mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, kegiatan tersebut juga menindaklanjuti Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), yang mewajibkan perusahaan menyediakan APAR sesuai standar dan dalam kondisi siap pakai.

Dalam kegiatan tersebut, diisi oleh narasumber dari Dinas Ketenagakerjaan dan Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, I Putu Adi Widyamika yang menekankan pentingnya pemenuhan norma K3, kewajiban perusahaan, serta peran pengawasan ketenagakerjaan dalam mendorong kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

Baca Juga  Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Denpasar, Pemkot Resmi Usulkan Ranperda Pelestarian dan Perlindungan Ogoh-ogoh

Sementara itu, kegiatan simulasi penggunaan APAR dipandu oleh instruktur dari Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Gianyar, yang memberikan pembekalan teknis serta praktik langsung kepada peserta terkait penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja.

Melalui kolaborasi lintas instansi antara Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, serta Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Suardana Putra berharap mampu meningkatkan kesiapsiagaan 30 perusahaan peserta sosialisasi dalam menghadapi potensi kebakaran serta memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Kabupaten Gianyar.

“Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Tenaga Kerja berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan K3 secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di Kabupaten Gianyar,” pungkasnya.

Para peserta juga tampak antusias untuk mengikuti sosialisasi tersebut, terlihat dari kehadiran yang tepat waktu bahkan diskusi berjalan sangat menarik dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para peserta terkait peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada usahanya masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

UMKM Bali Pure Sembiran Raih Penghargaan Terbaik II Inovasi Produk Aman dan Berkelanjutan dari BPOM

Published

on

By

PENGHARGAAN: UMKM Bali Pure asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Lomba Inovasi UMKM Produk Aman dan Berkelanjutan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BPOM. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – UMKM Bali Pure asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Lomba Inovasi UMKM Produk Aman dan Berkelanjutan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penghargaan tersebut diumumkan pada 29 Januari 2026 di Jakarta, bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-25 BPOM.

Dikonfirmasi via telepon, Selasa (3/2), Ketut Sumayana selaku owner dan pengelola Bali Pure mengatakan penghargaan ini diberikan oleh BPOM sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku UMKM yang mampu menghadirkan inovasi produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga aman bagi konsumen dan berkelanjutan bagi lingkungan. “Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan untuk komoditas pangan di tingkat Provinsi,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan, bagi Bali Pure, capaian ini menjadi bukti nyata prestasi sekaligus pengakuan atas eksistensi UMKM Buleleng di tingkat nasional. Penghargaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat pelaku UMKM lokal agar terus berkembang dan mampu bersaing dengan produk industri skala besar, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan keberlanjutan produk.

“Peran Bali Pure dalam menciptakan produk yang aman dan berkelanjutan diwujudkan melalui penggunaan bahan-bahan alami berbasis lokal serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan arahan BPOM. Selama proses produksi, Bali Pure juga mendapatkan pendampingan langsung dari LOKA POM Buleleng,” imbuhnya.

Diungkapkan oleh Sumayana, inovasi unggulan Bali Pure terletak pada pengolahan minyak VCO (Virgin Coconut Oil) menjadi produk bernilai tambah berupa body oil dan sabun VCO. Tidak hanya itu, air kelapa yang biasanya menjadi limbah dalam produksi VCO dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sabun mandi, sejalan dengan konsep zero waste yang diterapkan perusahaan.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Siap Kolaborasi dengan Inggris Dalam Pembinaan Kepanduan

“Seluruh proses produksi dilakukan di Desa Sembiran dengan melibatkan lebih dari 20 tenaga kerja lokal, termasuk kelompok tani, ibu rumah tangga, dan remaja desa. Penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal menjadi faktor penting yang mengantarkan Bali Pure meraih penghargaan tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Suma, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, khususnya Dinas Dagperinkop UKM Buleleng melalui pendampingan PLUT Singaraja, serta pembinaan dari LOKA POM Buleleng di bawah kepemimpinan Rai Gunawan, S.Farm., Apt, beserta tim.

Di akhir, Suma menjelaskan selain fokus pada kualitas produk, Bali Pure juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Perusahaan secara rutin menyalurkan bantuan sembako dan zakat kepada masyarakat sekitar, serta memberikan jaminan penggantian produk apabila ditemukan kerusakan sebelum masa kedaluwarsa.

“Capaian kami ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi UMKM lainnya di Buleleng untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi dalam membangun ekonomi daerah yang berdaya saing, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca