Saturday, 13 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian ‘’Karya’’ di Pura Kahyangan Bajing

BALIILU Tayang

:

Wawali Arya Wibawa
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan menghadiri pelaksanaan ‘’Karya Mamungkah, Pedudusan Alit, dan Caru Panca Kelud" Pura Kahyangan Bajing, Kamis (27/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.comPangempon Pura Kahyangan Bajing, Banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur melaksanakan Karya Mamungkah, Pedudusan Alit, dan Caru Panca Kelud. Rangkaian pelaksanaan upacara Caru Panca Kelud dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kamis (27/6) di pura setempat.

Pelaksanaan rangkaian Karya di Pura Kahyangan Bajing telah berlangsung pada tanggal 8 Juni lalu. Sedangkan pada rangkaian upacara Caru Panca Kelud tampak pula dihadiri, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Gede Agung Suyoga, Anggota DPRD Denpasar, I Wayan Warka, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, Perbekel Kesiman Kertalangu, I Made Suena, dan tokoh masyarakat setempat.

“Kami berharap dalam pelaksanaan Karya di Pura Kahyangan Bajing dapat memperkuat dan mendukung tradisi keagamaan serta budaya Hindu Bali. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan upacara ini tidak hanya merupakan wujud dari tanggung jawab, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap warisan budaya yang berharga,” ujar Wawali Arya Wibawa di sela-sela persembahyangan bersama dan penyerahan punia.

Lebih lanjut disampaikan, dalam pelaksanaan upacara agama Hindu Bali, harapan utama adalah untuk mencapai kesucian dan keseimbangan spiritual, serta mendapatkan berkah dari Ida Shang Hyang Widi Wasa. Upacara ini juga dimaksudkan untuk memberikan penghormatan kepada para Dewa dan menjaga keseimbangan alam semesta melalui tata cara yang teratur dan bermakna secara simbolis.

“Dengan telah rampungnya pemugaran Pura Kahyangan Bajing dan telah dilangsungkan Karya yang memiliki fungsi hingga makna tersendiri, serta berkontribusi pada kehidupan beragama maupun kehidupan sosial masyarakat dalam meningkatkan sradha bakti,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Sementara Ketua Panitia Karya Pura Kahyangan Bajing, I Wayan Derta menyampaikan, terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Walikota dan seluruh undangan yang telah memberikan restu dan dukungan dalam pelaksanaan upacara ini.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Semangati Kontingen Denpasar yang Berlaga di Karnaval Budaya Rakernas APEKSI XVII di Balikpapan

“Pelaksanaan upacara kali ini tidak terlepas dari rampungnya pemugaran palinggih di Pura Kahyangan Bajing, dengan rangkaian karya telah berlangsung pada 8 Juni lalu, dan akan berakhir pada 5 Juli mendatang dengan upacara penyineban,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara ‘’Ngaturang Bhakti’’ Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Saraswati
PERSEMBAHYANGAN: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat mengikuti rangkaian persembahyangan bersama Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (13/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (13/7). Hal tersebut merupakan wujud sradha bhakti dalam memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati atau Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung bersama seluruh pemedek yang hadir dan mengikuti persembahyangan yakni Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Tampak hadir pula Sekretaris Jendral Kementerian Pariwisata dan Ekraf RI, Ni Wayan Giri Adnyani, Forkopimda Kota Denpasar, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Usai melaksanakan persembahyangan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Sehingga, pada hari ini umat manusia memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang identik disebut dengan dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra.

Dikatakan Jaya Negara, Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, dewa pencipta dalam mitologi Hindu. Hari Raya Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan dianggap sebagai bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban.

Dikatakannya, pada hari ini, umat Hindu melakukan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, Umat Hindu juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadarma masing-masing,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Upacara ‘’Pujawali Ageng Mapedudusan Alit’’ di Luhur Pura Taman Br. Banu Mandala Pangkung

Sementara, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan bahwa rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Dimana, rangkaian persembahyangan dimulai pada pagi hingga malam hari. Sehingga seluruh pemedek dapat secara bergantian melaksanakan persembahyangan dengan tertib dan khusyuk.

“Dan bagi pemedek yang hendak melaksanakan persembahyangan kami imbau untuk tidak membawa plastik sekali pakai, dan tetap menjaga kebersihan pura untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Buka Perayaan Rahina Suci Saraswati Mahawarga Bhujangga Waisnawa

Published

on

By

saraswati
BUKA PERAYAAN SARASWATI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka Perayaan Rahina Suci Saraswati, Mahawarga Bhujangga Waisnawa (MWBW) yang ditandai dengan pemukulan gong di Merajan Agung Bhujangga Waisnawa, Br. Penamparan, Kecamatan Denbar, Sabtu (13/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri sekaligus membuka Perayaan Rahina Suci Saraswati, Mahawarga Bhujangga Waisnawa (MWBW) yang ditandai dengan pemukulan gong di Merajan Agung Bhujangga Waisnawa, Br. Penamparan, Kecamatan Denbar, Sabtu (13/7). Kegiatan yang diisi dengan beragam lomba ini menjadi momentum dalam memaknai turunnya ilmu pengetahuan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, Cintya Febriani, Moncol MWBW Kota Denpasar, Guru Ketut Bagus Kertanegara, Moncol MWBW Kab. Badung, Guru Made Wijaya, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas Perayaan Hari Suci Saraswati oleh Mahawarga Bhujangga Waisanawa ini. Tentunya hal ini menjadi momentum yang baik dalam memaknai turunnya ilmu pengetahuan. Selain itu, perayaan ini juga menjadi wahana silaturahmi untuk mempererat persaudaraan dan mengembangkan potensi kreativitas generasi muda.

Arya Wibawa berharap dengan perayaan dan persembahyangan Hari Saraswati ini menjadi momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti agar semua umat manusia dianugrahi kecerdasan dan diberikan kekuatan dalam menjalankan swadarma masing-masing.

“Tentu ini sangat baik, dengan adanya lomba-lomba ini menjadi wahana untuk pengembangan diri, selain juga sebagai upaya meningkatkan sradha bhakti dan wujud syukur atas anugerah kewicaksana atau kepintaran dalam menjalanlan swadarma sebagai umat manusia,” ujar Arya Wibawa.

Sementara, Ketua Ketua Karya Perayan Hari Saraswati Bhujangga Waisnawa Denpasar, I Ketut Oka Mudhita mengatakan, perayaan Hari Suci Saraswati kali ini diisi dengan berbagai kegiatan lomba dan mengambil tema Wimba Pamijilan Widya Jnanamuang Pangeweruh Marganing Darma Kahuripan.

Lebih lanjut dijelaskan, adapun dalam perayaan Hari Saraswati kali ini diisi dengan lomba Ngwacen Aksara Bali, Lomba Nyurat Aksara Bali, Lomba Mesatua Bali, Lomba Gender Wayang Berpasangan, Lomba Palawakya, Lomba Pidarto Basa Bali, dan Lomba Canang Sari.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Palantikan Panwaslu Kelurahan/Desa Se-Kota Denpasar

Adapun lomba-lomba ini merupakan wahana apresiasi serta pelestarian tradisi adat dan budaya Bali. Nantinya, dalam lomba ini akan ditetapkan para pemenang pada masing-masing kategori.

“Perayaan Rahina Saraswati ini merupakan bentuk nyata sinergi dari kita, untuk Pemkot Denpasar dan umat Mahawarga Bhujangga Waisnawa, sehingga diharapkan kedepannya agar semakin kompak dan terus berkontribusi dalam pembangunan khususnya di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri ‘’Karya’’ di Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Pemogan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Karya Piodalan Padudusan Alit Melaspas Lan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Ring Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Pemogan pada Minggu (7/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Piodalan Padudusan Alit Melaspas Lan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Ring Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Pemogan pada Minggu (7/7). Upacara tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, utamanya krama pengempon.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Camat Denpasar Selatan, Ketut Sri Karyawati, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, serta tokoh masyarakat setempat.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan Karya Piodalan Padudusan Alit Melaspas Lan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara ring Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pemogan ini diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, utamanya krama pengempon.

Selebihnya Jaya Negara mengatakan pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Diharapkan upacara yadnya ini dapat memberikan energi Dharma yang dapat memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar serta menetralisir hal- hal negatif.

“Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala dan niskala bagi masyarakat dan umat,” ungkap Jaya Negara.

Sementara Manggala Karya, I Wayan Barita dalam kesempatan tersebut mengatakan pelaksanaan Karya Piodalan Padudusan Alit Melaspas lan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Ring Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pemogan ini telah dimulai sejak tanggal 24 Juni 2024 lalu yang diisi dengan upacara Matur Piuning, Maguru Piduka, Nyukat Genah, Nuasen Nanceb Panggang, dan Mejaya-jaya.

Lebih lanjut dikatakannya, adapun yang dipasupati saat ini yaitu Sesuhunan Ratu Bagus Banaspati, Ratu Ayu, Ratu Rarung, Ibu Gumi Sesuhunan Desa Puseh sareng Prasanak-prasanak Ida, serta Nyuciang yang dilaksanakan di Setra Desa Adat Pemogan. Dan saat upacara penyineban yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2024 mendatang juga akan dilaksanakan sesolahan Calonarang.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka HLM Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

“Kami turut mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Walikota Jaya Negara beserta jajarannya atas kehadiran dan dukungannya. Dan kami berharap dengan dilaksanakannya upacara ini dapat mendukung eksistensi budaya serta seluruh krama khususnya yang berada di Desa Adat Pemogan dianugrahi keselamatan dan kesejahteraan,” pungkas Wayan Barita. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca