Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Wawali Arya Wibawa Tinjau Pelaksanaan Vaksin Booster di Banjar Tanjung Bungkak Kelod

Sebagai Langkah Preventif Pencegahan Covid-19

Loading

BALIILU Tayang

:

Wawali
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Booster I dan II yang dilaksanakan atas kerjasama Pemkot Denpasar, Desa Sumerta Kelod, Banjar Tanjung Bungkak Kelod, Polresta Denpasar dan Polsek Dentim di Balai Banjar Tanjung Bungkak Kelod, Denpasar, Minggu (9/4). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa meninjau pelaksanaan Vaksinasi Booster I dan II yang dilaksanakan atas kerjasama Pemkot Denpasar, Desa Sumerta Kelod, Banjar Tanjung Bungkak Kelod, Polresta Denpasar dan Polsek Dentim di Balai Banjar Tanjung Bungkak Kelod, Denpasar pada Minggu (9/4). Kegiatan ini merupakan upaya mendukung langkah preventif dan berkelanjutan untuk mendukung pencegahan Covid-19, meski diketahui kini Covid-19 telah melandai.

Turut hadir Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Denpasar AA Ngurah Gede Dharmayuda, Camat Denpasar Timur I Made Tirana, Bendesa Adat Tanjung Bungkak I Wayan Suja, serta undangan lainnya. Usai peninjauan vaksinasi Wawali Arya Wibawa turut meninjau fasilitas pendidikan PAUD/TK Pandu.

Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa yang didampingi Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Denpasar AA Ngurah Gede Dharmayuda mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih landai. Bahkan, tak jarang dalam satu hari nihil kasus positif Covid-19. Meski demikian, pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang memiliki antusiasme untuk mendapatkan vaksinasi Booster baik yang pertama dan kedua.

“Ini merupakan langkah preventif berkelanjutan, dan antusiasme masyarakat juga sangat tinggi, tentu ini sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Secara teknis, Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Denpasar AA Ngurah Gede Dharmayuda mengatakan, saat ini masyarakat Kota Denpasar sangat antusias mengikuti vaksinasi Covid-19. Di mana, berdasarkan data Dinas Kesehatan per 7 April 2023, sebanyak 962.159 (152,28%) masyarakat Kota Denpasar telah menerima Vaksinasi Dosis I, sebanyak 899.795 (142,41%) masyarakat Kota Denpasar telah menerima Vaksinasi Dosis II, dan sebanyak 544.003 (108,02%) masyarakat Kota Denpasar telah menerima Vaksinasi Booster I atau Dosis III. Sedangkan Vaksinasi Booster II atau Dosis IV telah diberikan kepada 53.654 (10,65%) masyarakat Kota Denpasar.

Baca Juga  Walikota Serahkan Hibah TA 2023 kepada Tiga Penerima di Kota Denpasar

“Khusus untuk Vaksinasi Booster II atau Dosis IV animo masyarakat sangat tinggi, hanya saja stok vaksinasi yang terbatas, sehingga dilaksanakan secara terbatas sambil menunggu distribusi vaksin,” ujarnya.

Sementara, Kelian Adat Banjar Tanjung Bungkak Kelod I Wayan Sumarjana mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mendukung percepatan vaksinasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Banjar Tanjung Bungkak Kelod. Sehingga tingkat imunitas dan kekebalan tubuhnya meningkat. Hal ini juga sebagai upaya berkelanjutan mencegah penularan Covid-19.

“Jadi khusus di Banjar Tanjung Bungkak Kelod dan sekitarnya kami ingin mewadahi masyarakat yang belum vaksin, sehingga lebih dekat dan tidak perlu ke puskesmas, semoga ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Dukung Perkembangan IKM/UKM, Dekranasda dan Disperindag Denpasar Jalin Sinergi dengan Platform Direktori Digital

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Jadi Narasumber di Seminar Nasional KBMHD Undiknas, Walikota Jaya Negara Ajak Generasi Milenial Bangun Ekosistem Kreatif Wujudkan HOTS

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 37 Orang, Positif Bertambah 9 Orang

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca