Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wisuda 230 Lansia, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Beri Apresiasi atas Ketekunan Belajar Para Wisudawan

BALIILU Tayang

:

Wisuda lansia di tabanan
WISUDA LANSIA: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menghadiri Wisuda Sekolah Lanjut Usia (Lansia) se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (8/12). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menghadiri Wisuda Sekolah Lanjut Usia (Lansia) se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 sebagai bagian dari optimalisasi kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kabupaten Tabanan. Acara tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin, (8/12). Sebanyak 230 peserta resmi diwisuda secara simbolis oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Perwakilan dari BKKBN Provinsi Bali, para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Instansi vertikal dan BUMD di Tabanan, camat dan para Perbekel, serta para wisudawan dan wisudawati yang memenuhi ruangan dengan semangat yang begitu besar. Suasana penuh kekeluargaan terasa sejak pagi, menandai momen bersejarah bagi para lansia yang telah menyelesaikan proses pembelajaran mereka.

Sebanyak 230 wisudawan dari 9 Kecamatan, yakni, Tabanan, Kediri, Marga, Baturiti, Penebel, Kerambitan, Selemadeg Timur, Selemadeg dan Selemadeg Barat dinyatakan lulus setelah berhasil memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administrasi. Mereka telah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara intensif dan dinyatakan berhak mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Kabupaten Tabanan Tahun 2025.

Bunda Rai menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam terhadap para peserta. Pun ia menegaskan, bahwa semangat belajar para lansia patut dijadikan teladan bagi generasi muda. “Semangat bapak dan ibu sekalian dalam menimba ilmu di usia lanjut adalah sumber inspirasi bagi kami semua, sekaligus menjadi bukti bahwa proses belajar tidak mengenal usia,” ujarnya dengan penuh kehangatan dan disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Bunda Rai juga menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mengoptimalkan program BKL. Menurutnya, BKL bukan hanya berfokus pada perawatan lansia, tetapi juga bagaimana memberikan ruang, penghargaan, serta peran aktif bagi lansia agar tetap produktif, mandiri, sehat dan bahagia di usia senja. Program ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan lansia agar tetap aktif, berdaya, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi Pj. Ketua Dekranasda Bali Sambangi IKM Kediri

Sebagaimana diketahui bersama, melalui sekolah lansia para peserta dibekali pengetahuan mengenai kesehatan fisik, mental, sosial hingga spiritual dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup secara holistik. Sehingga, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga motivasi dan keterampilan untuk menjalani masa tua yang lebih produktif dan bermakna. “Dan hari ini, kita semua menyaksikan keberhasilan proses tersebut, dibuktikan dengan wisuda para lansia dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Tabanan,” imbuh Bunda Rai.

Selain itu, Bunda Rai juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak pendukung, termasuk kader, tenaga kesehatan, desa pendamping, dan PKB PLKB. Beliau menyampaikan, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang erat. “Ini adalah bukti, bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Saya juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa untuk terus mendukung keberlanjutan program sekolah lansia dan kelompok BKL, karena lansia bukan hanya sebagai objek perhatian sosial, tetapi adalah subjek pembangunan yang tetap memiliki potensi dan peran penting dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pesannya yang penuh makna, ia juga menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap lansia. Hal ini menjadi faktor utama yang menentukan kualitas kesehatan, kebahagiaan, dan keberdayaan mereka dalam menjalani masa tua. “Jangan sampai lansia kita di masa tuanya tidak diberikan perhatian. Saya usahakan kita selaku anak-anaknya selalu merawat semampu kita, itu adalah bentuk bhakti dan ucapan terima kasih kita, karena kita ada di tempat ini atas berkat, doa dan dukungan para orang tua kita,” pungkas Bunda Rai.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ni Wayan Mariati, dalam laporannya menjelaskan bahwa total peserta sebanyak 230 orang berasal dari 9 sekolah lansia di 9 Kecamatan. Pembelajaran telah berlangsung dari Januari hingga Oktober 2025, terdiri dari 8 kali pertemuan teori dan 2 kali pertemuan praktik berupa senam lansia, jalan sehat hingga kegiatan sembahyang bersama yang dilaksanakan di masing masing desa. Materi pembelajaran mencakup berbagai aspek mulai dari kesehatan, keterampilan hidup, pendidikan sosial, keagamaan hingga moral.

Baca Juga  Ketua TP PKK Tabanan Galangkan Sosialisasi Kesehatan Kulit Bagi Para Wanita di Tabanan 

Mewakili para wisudawan, I Ketut Sukadiasa, dari Desa Tista Kerambitan menyampaikan kesan yang begitu mendalam. Dengan penuh semangat, ia menyampaikan rasa syukur dan bangganya. “Karena di usia senja, kami masih bisa mengikuti pembelajaran yang sangat produktif dan sangat komunikatif dan kesan kami sangat positif, kami sangat mengapresiasi. Pembelajaran yang diberikan juga sangat menarik, sangat baik dan komunikatif, terima kasih kepada seluruh pengajar dan narasumber dan semua yang berpartisipasi, luar biasa memberikan semangat bagi kami para lansia, dan tentunya pada pelaksanaan wisuda ini, sungguh luar biasa kami bisa dilantik langsung oleh Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan berbagai tugas strategis yang tengah dijalankan oleh TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa KSAD melaporkan capaian konkret TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil dan terdampak. “Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Seskab Teddy.

Salah satu capaian yang dilaporkan adalah percepatan pembangunan jembatan gantung perintis. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, TNI AD juga berkontribusi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi ratusan fasilitas pendidikan serta penyediaan akses air bersih bagi sekolah.

“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” ucap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program tersebut. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi kunci percepatan pembangunan fasilitas umum hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi Pj. Ketua Dekranasda Bali Sambangi IKM Kediri

“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaïkan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian masyarakat di lokasi pembangunan daerah tersebut,” tutur Seskab Teddy.

Langkah cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap

Published

on

By

koruptor ngopi di cafe
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti viral narapidana korupsi yang kedapatan ngopi berada di sebuah kafe. Ia menilai ada indikasi petugas disuap sehingga memungkinkan narapidana bisa keluar dari Rumah Tahanan (Rutan).

“Warga binaan atau napi yang bisa berkeliaran di luar Rutan atau Lapas hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama dengan petugas Lapas atau Rutan,” kata Andreas Hugo Pareira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Seperti diketahui, Napi kasus korupsi bernama Supriadi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial.

Adapun Supriadi merupakan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Supriadi divonis penjara lima tahun terkait kasus korupsi sektor pertambangan saat menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Kolaka.

Andreas pun menilai ada kemungkinan keterlibatan dari petugas rutan hingga Supriadi bisa ngopi santai di kafe.

“Adanya Napi di Sultra yang bisa berkeliaran di kafe harus disediki lebih mendalam,” tutur Legislator dari Dapil NTT I tersebut.

Menurut Andreas, persoalan ini bukan hanya pada warga binaannya saja. Tetapi juga terletak pada persoalan dengan petugas rutan.

“Termasuk sampai pada tingkatan mana kasus ‘izin khusus’ diberikan sehingga Napi yang bersangkuatan bisa melenggang bebas di kafe,” sebut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

“Kasus Napi yang berkeliaran di luar lapas atau Rutan biasanya karena petugas Lapas atau Rutan-nya disuap, sehingga Napi yang bersangkutan perlu diberikan sangsi khusus,” imbuhnya.

Andreas juga menilai Karutan pun harus bertanggung jawab terhadap hal ini. Ia meminta meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga  Eedan Karya Agung Panca Wali Krama, ‘‘Nedunan’’ Ida Bhatara di Padmasana Kantor Bupati Tabanan

“Kalapas harus bertanggung jawab, sementara petugas di setiap tingkatan yang meloloskan harus diberi sangsi tegas. Komisi XIII DPR mendesak Dirjen Lapas harus mengusut kasus ini dan menjelaskan kepada publik,” ungkap Andreas.

Dalam persoalan Napi yang bisa nongkrong di kafe itu, Karutan Kelas IIA Kendari Rikie Umbaran menyampaikan permohonan maaf. Karutan juga mengakui ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas berinisial Y.

Pihak Rutan menyebut sebelumnya Y ditugaskan mengawal napi Supriadi menghadiri sidang peninjauan kembali (PK) di pengadilan. Namun bukannya dibawa langsung kembali ke rutan usai sidang, Napi Supriadi justru diberi kesempatan singgah di kedai kopi.

Andreas menilai persoalan ini perlu ditindaklanjuti lebih jauh. Tak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan terhasap petugas saja, tetapi juga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme izin keluar, pengawalan narapidana, dan standar pengawasan berbasis risiko.

“Sebab jika pengawasan hanya berhenti pada sanksi individual semata, maka akar masalah kelembagaan tidak tersentuh,” tutur Andreas.

Di sisi lain, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pemasyarakatan itu menilai harus ada ketegasan dalam sistem pemasyarakatan. Terutama, kata Andreas, soal ketegasan antara hak prosedural narapidana dan ruang yang dapat menimbulkan persepsi perlakuan istimewa kepada narapidana oleh petugas.

“Kemunculan kembali narapidana kasus korupsi di ruang publik saat masih berstatus warga binaan menunjukkan bahwa persoalan utama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia bukan lagi sekadar kapasitas lembaga pemasyarakatan,” paparnya.

“Tetapi konsistensi kontrol terhadap integritas pelaksanaan hukuman itu sendiri,” tambah Andreas.

Menurut Andreas, kasus Supriadi juga memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar daripada sekadar pelanggaran prosedur pengawalan yakni sejauh mana sistem pengawasan internal mampu menjamin bahwa setiap hak administratif narapidana tidak bergeser menjadi ruang toleransi yang membuka privilege.

“Dalam tata kelola pemasyarakatan, setiap perpindahan narapidana keluar rutan seharusnya berada dalam parameter pengamanan yang presisi,” tegasnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Tabanan Galangkan Sosialisasi Kesehatan Kulit Bagi Para Wanita di Tabanan 

“Terutama bagi narapidana kasus korupsi yang secara sosial selalu berada dalam sorotan publik karena menyangkut kepercayaan terhadap kesetaraan penegakan hukum,” lanjut Andreas.

Ketika narapidana dapat singgah di ruang publik tanpa pengawasan yang ketat, Andreas memandang bahwa yang terganggu bukan hanya disiplin prosedur, tetapi legitimasi sistem hukuman itu sendiri.

“Yang perlu dibaca dari kasus ini adalah bahwa publik tidak lagi melihat insiden seperti ini sebagai pelanggaran individu, melainkan sebagai pola yang berulang dalam memori kolektif penegakan hukum Indonesia,” ucapnya.

Andreas menyinggung berbagai kasus yang muncul sebelumnya. Mulai dari fasilitas berlebih di dalam lapas hingga kemudahan akses tertentu bagi narapidana korupsi telah membentuk persepsi bahwa pidana bagi pelaku korupsi kerap dijalani dengan tingkat kontrol yang berbeda dibanding tindak pidana lain.

“Karena itu, setiap kejadian baru langsung dibaca sebagai penguat anggapan bahwa sistem pemasyarakatan masih memiliki celah privilege yang belum sepenuhnya tertutup,” pungkas Andreas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Telan Anggaran 1,7 Miliar Lebih, 3 Ruas Jalan Desa Candikusuma Diperbaiki

Published

on

By

jalan Desa Candikusuma
TINJAU PROYEK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak tiga ruas jalan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya diperbaiki dengan menelan anggaran Rp. 1,7 miliar lebih yang bersumber dari BKK Provinsi Bali tahun 2026.

Ketiga ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Tiga ruas jalan tersebut yakni, akses jalan Pura Dalem & Setra menuju Pantai Desa Candikusuma panjang 0,255 km dengan anggaran Rp. 520 juta. Kemudian akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma II (Kampung Madura) dengan panjang 0,202 km anggaran Rp. 404 juta dan akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma III (Kampung Madura) dengan panjang 0,425 km, anggaran Rp. 850 juta.

“Jadi total keseluruhan 3 paket ruas jalan ini menelan anggaran, Rp. 1,774 M dengan panjang keseluhan 0,882 km,” kata Kabid Bina Marga, Dinas PUPRP Jembrana, Gede Soni Indrawan saat dihubungi, Jumat (17/4).

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4) yang lalu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kualitas pembangunan infrastruktur jalan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil ekonomi, serta mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin memastikan pengerjaan proyek jalan ini sesuai spesifikasi dan nantinya selesai tepat waktu. Ini pengerjaan sudah 40% nanti kita juga akan cek 2 ruas jalan yang lain,’’ ungkapnya.

Bupati Kembang juga mangajak peran aktif masyarakat dalam pengawasan atas proyek pemerintah, yang sangat diperlukan dalam memastikan kualitas pengerjaan sesuai dengan standar yang ditentukan.

Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Candikusuma, I Wayan Suardana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Desa Candikusuma.

Baca Juga  PKK Tabanan Gencarkan Sosialisasi PSBS

“Tentunya kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Jembrana, atas pembangunan yang telah dilakukan di Desa Candikusuma. Karena ini sangat membantu masyarakat untuk memperlancar transportasi dan juga meningkatkan perekonomian,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca