Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi TP Pembina Posyandu Prov. Bali Lakukan Aksi Nyata dari Desa untuk Masyarakat

BALIILU Tayang

:

rai wahyuni sanjaya
AKSI SOSIAL: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat mengawal langsung pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 tahun 2026 Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar secara roadshow di dua desa di Kabupaten Tabanan, Senin (11/5). (Foto: Hms Tbn)  

Tabanan, baliilu.com – Energi kolaborasi kembali digaungkan dari pelosok desa. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, mengawal langsung pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 tahun 2026 Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar secara roadshow di dua desa di Kabupaten Tabanan, Senin (11/5).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali beserta jajaran, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali dan Perangkat Daerah terkait, Kepala Perangkat Daerah terkait 6 SPM Kabupaten Tabanan, jajaran TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Timur dan Selemadeg beserta jajaran, hingga para Perbekel, pengurus TP Posyandu Desa, dan kader di Desa Mambang dan Serampingan.

Aksi sosial ini dipusatkan di dua lokasi, yakni di Balai Serbaguna Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, dan di Balai Serbaguna Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Di Desa Mambang terdapat 11 posyandu dengan 66 kader penerima bantuan, sementara di Desa Serampingan terdapat 6 posyandu dengan 72 kader yang turut menerima perhatian serupa.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi bantuan, namun juga memperkuat pembinaan kader di lapangan. “Bingkisan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dari Bapak Gubernur dan Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Setiap kader menerima 30 kilogram beras, tiga krat telur, dan dua kotak susu, dengan total mencapai 1,98 ton beras, 5.140 butir telur, dan 132 kotak susu,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa program “Membina dan Berbagi” dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten di Bali. “Dalam satu tahun, kegiatan ini ditargetkan berlangsung sebanyak 18 kali, dengan masing-masing kunjungan menyasar dua desa. Selain bantuan, pembinaan juga menjadi fokus utama, termasuk melalui program bina posyandu yang dilakukan dalam dua angkatan, yakni untuk tim pembina dan kader,” imbuh Dwi Dewata.

Baca Juga  Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi Hari Kedua TP PKK Bali di Klungkung

Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya transformasi posyandu sebagai pusat layanan dasar terintegrasi. “Transformasi ini bertujuan menjadikan posyandu sebagai pusat layanan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada peran kelembagaan dan kader. “Kader memiliki dua peran utama, baik saat posyandu buka maupun tidak. Saat buka, fokus pada pelayanan enam bidang, sementara di luar itu kader tetap berperan aktif dalam pemantauan dan edukasi masyarakat,” tegas Agustina.

Sementara itu, Bunda Rai dalam sambutannya tampil penuh semangat, menegaskan pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi tugas baru posyandu yang semakin luas. “Kita harus semangat dalam melaksanakan tugas baru yang luar biasa ini, karena pada akhirnya kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, perhatian dari pemerintah Provinsi menjadi suntikan motivasi besar bagi para kader. “Kader posyandu adalah garda terdepan dalam menyukseskan program, terutama dalam implementasi posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalankan tugas mulia,” imbuh Bunda Rai.

Bunda Rai juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan Pemprov Bali. Lebih jauh, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program serupa di tingkat Kabupaten. “Kami di Kabupaten juga mengemas aksi sosial ini dengan pendekatan yang selaras, karena kita satu kesatuan. Maka, program Provinsi kami lanjutkan di daerah, termasuk melalui kegiatan yang sudah berjalan di enam kecamatan dan akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah terjangkau,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Bunda Rai menekankan, kegiatan tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga edukasi berkelanjutan. “Semua saling berkaitan, begitu juga dengan di PKK, kami terus melakukan sosialisasi, terutama terkait pengelolaan sampah dan transformasi posyandu enam SPM. Ini penting agar masyarakat memahami bahwa posyandu kini tidak hanya menimbang bayi, tetapi juga menjadi wadah aspirasi, layanan, dan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Gelar Aksi Sosial ‘’Menyapa dan Berbagi’’ di Dua Kecamatan di Gianyar

Di sisi lain, program Posyandu Kabupaten Tabanan telah diselaraskan dengan kebijakan provinsi, mulai dari sosialisasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas kelembagaan di semua tingkatan, hingga pelaksanaan enam bidang pelayanan dasar yang terintegrasi dengan perangkat daerah terkait. Melalui sinergi yang kuat antara Provinsi dan Kabupaten, serta peran aktif kader di lapangan. “Pemahaman masyarakat harus dibangun terus-menerus, sehingga mereka benar-benar merasakan manfaat Posyandu sebagai pusat layanan terintegrasi,” imbuh Bunda Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Polres Gianyar Bersama BNNK Gianyar Sisir Tempat Hiburan Malam Lewat Operasi Bersinar

Published

on

By

Polres Gianyar Gelar Operasi Bersinar di Tempat Hiburan
OPERASI BERSINAR: Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari. (Foto: Hms Polres Gianyar)  

Gianyar, baliilu.com – Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., diawali apel kesiapan di Lapangan Apel Tribrata Polres Gianyar pada pukul 23.20 WITA. Operasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan tes urine terhadap pengunjung maupun staf tempat hiburan malam.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi Amiysta Bali Hall & Room Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Dari 86 orang yang menjalani pemeriksaan dan tes urine, terdapat satu orang yang terindikasi positif mengandung zat adiktif.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan di Hallo Hall & Bar Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup. Sebanyak 25 orang menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil nihil indikasi mengandung zat adiktif.

Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk mengatakan, Operasi Bersinar merupakan bentuk sinergi Polri bersama instansi terkait dalam mencegah serta menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan sinergis untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk pengelola dan pengunjung tempat hiburan, untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari narkoba,” ujar Kapolres Gianyar.

Operasi tersebut melibatkan personel Polres Gianyar, BNNK Gianyar, Kodim 1616 Gianyar, Polisi Militer, Satpol PP Kabupaten Gianyar, Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan berakhir pada pukul 01.12 WITA dengan apel konsolidasi yang dipimpin Kapolres Gianyar di area parkir Amiysta Bali Hall & Room Karaoke. Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan situasi kamtibmas yang aman sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Gianyar dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. (gs/bi)

Baca Juga  Cegah Stunting, Pemkot Denpasar Kembali Bagikan PMT Bagi Ratusan Balita di Denut dan Denbar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

Published

on

By

Bupati Sanjaya dan Dekranasda Tabanan Hadiri Kriyanusa 2026
HADIRI PAMERAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua Dekranasda Tabanan Bunda Rai Sanjaya saat hadir di Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dari tanah Pejaten, hingga karya kerajinan kulit dari Marga Dauh Puri, Marga, kreativitas perajin Tabanan mendapat ruang untuk tampil di panggung kerajinan berskala nasional. Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membawa karya lokal Tabanan untuk diperkenalkan lebih luas, sekaligus membuka peluang menembus pasar nasional hingga global melalui keikutsertaan dalam Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, menghadirkan 410 stand dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM.

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Tabanan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kriya unggulan daerah melalui dua IKM binaan, yakni produsen terakota Surya Wenawan Abadi asal Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan serta Mahataksu Leather asal Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan. Kehadiran keduanya sekaligus menunjukkan ragam produk kriya Tabanan yang memiliki nilai kreativitas dan potensi pengembangan pasar.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kriyanusa tahun ini tidak hanya menjadi menjadi ajang promosi dan pengembangan kriya, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kriya Indonesia. “Kita ingin agar tradisi tetap hidup, tetapi pada saat yang sama terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar,” ujarnya saat pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9).

Sejalan dengan semangat tersebut, Pemkab Tabanan memberikan dukungan terhadap keikutsertaan para perajin. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya terhadap karya IKM Tabanan. “Selamat dan sukses untuk IKM dan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Kita bangga menjadi orang Tabanan, bangga membawa karya, budaya dan kreativitas Tabanan di Pameran Kriyanusa 2026,” ungkap Bupati yang akrab disapa Komang Sanjaya tersebut.

Baca Juga  Bupati Tabanan Kukuhkan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Sebagai Ketua TP PKK, Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Tabanan

Bupati Sanjaya juga menilai, keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk kriya Tabanan memiliki ruang pengembangan yang luas. Ia mencontohkan produk terakota dari Surya Wenawan Abadi yang tidak hanya dapat menjadi pajangan, tetapi juga dikembangkan sebagai hiasan dinding maupun berbagai kreasi lainnya, bahkan terakota tersebut banyak terpasang di setiap pembangunan gedung dan pagar di Kantor Bupati Tabanan. Produk kulit dari Mahataksu Leather dikatakannya juga memiliki kualitas sangat baik dan juga banyak dipakai khususnya oleh para ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

“Inilah jati diri dan kekuatan kerakyatan kita. Melalui Kriyanusa ini, mari kita buktikan bahwa produk lokal kita di Tabanan khususnya, tidak kalah saing, bahkan mampu menembus pasar nasional dan global bahkan di seluruh dunia,” tegasnya. Ia juga berharap keikutsertaan ini dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang secara langsung memberikan dukungan dan partisipasinya dalam Kriyanusa 2026 merupakan wujud komitmen untuk membawa karya terbaik para perajin daerah naik kelas. “Tiang dengan penuh bangga dan sangat antusias, Dekranasda Kabupaten Tabanan turut serta dalam Pameran Kriyanusa 2026, pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Dekranas Pusat. Kekayaan kriya Tabanan sangat beragam dan berkualitas, tercermin dari beragam produk yang dihasilkan para perajin, mulai dari tenun, keramik, anyaman, terakota, kulit hingga craft inovatif yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bunda Rai menambahkan, Tabanan memiliki kekayaan kriya yang luar biasa. Mengacu pada tema Kriyanusa 2026, ia mendorong para IKM binaan Dekranasda Tabanan untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Gelar Aksi Sosial ‘’Menyapa dan Berbagi’’ di Dua Kecamatan di Gianyar

“Melalui Kriyanusa dengan tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia, kami ingin mendorong seluruh IKM binaan kami untuk terus berani berinovasi, menjaga kualitas dan percaya diri bersaing di pasar global,” imbuhnya.

Selain itu, Bunda Rai juga mengatakan dukungan terhadap produk lokal akan terus diperkuat agar karya para perajin Tabanan tidak berhenti di tingkat daerah, melainkan mampu dikenal lebih luas. Kriyanusa 2026 juga menghadirkan Lomba Kriya Potensial dan Lomba Stand Terbaik yang mendorong peserta meningkatkan kreativitas, kualitas, inovasi, serta kemampuan dalam menampilkan dan memasarkan produk kriya.

Dalam wawancara singkat saat menghadiri stan pameran, Bunda Rai menyampaikan kesannya terhadap Kriyanusa 2026. “Kesan kami, Kriyanusa ini luar biasa untuk menggali potensi kerajinan dari masing-masing daerah. Ajang ini menjadi sarana promosi sekaligus upaya melestarikan kerajinan dari seluruh Indonesia. Bagi kami, ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan Kabupaten Tabanan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan, sehingga para perajin kami, khususnya di Tabanan, memiliki kesempatan yang lebih merata untuk menampilkan karya-karya mereka,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanamkan Moderasi Beragama Sejak Dini, Ketua GOW Badung Hadiri Peringatan BKSN 2026

Published

on

By

Yunita Alit Sucipta Hadiri Peringatan BKSN 2026
HADIRI BKSN: Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat hadir di Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung sekaligus Agen Kerukunan FKUB Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, memberikan pembekalan dan sosialisasi moderasi beragama kepada anggota Serikat Misi Anak-Anak Misioner (SEKAMI) dan Misdinar dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). Kegiatan bertema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius” ini dirangkaikan dengan edukasi literasi media digital serta berbagai perlombaan edukatif bagi anak-anak.

Dalam arahannya, Nyonya Yunita menegaskan pentingnya pembentukan karakter yang tidak hanya terpaku pada penguatan iman, tetapi juga penanaman nilai kasih dan toleransi di era digital. “Melalui momentum BKSN 2026, kita mendorong adik-adik Misdinar dan SEKAMI untuk tumbuh menjadi pribadi yang teguh dalam iman, solider, dan terbuka. Di era digital saat ini, penting bagi anak-anak untuk memahami etika bermedia sosial, selalu saring sebelum sharing, agar terhindar dari penyebaran hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai kasih beragama selaras dengan kearifan lokal Bali seperti prinsip Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku) sebagai landasan menjaga keharmonisan Badung yang berdampak langsung pada kenyamanan pariwisata.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Sejak dini kita perlu memberikan pemahaman bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Inilah nilai-nilai moderasi yang perlu kita tanamkan bersama,” ucap Yunita Alit Sucipta.

Sinergi berkelanjutan antara lembaga keagamaan, FKUB, Forpela, dan Kesbangpol ini diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan capaian indeks kerukunan umat beragama Kabupaten Badung yang saat ini sudah sangat tinggi, yakni berada pada angka 98,1 persen.

Baca Juga  Ratusan Warga Denut dan Denbar Terima Paket Bantuan "Menyapa dan Berbagi PMT" TP PKK Denpasar

Di akhir acara yang berlangsung meriah dengan unjuk bakat lagu nasional ini, Nyonya Yunita turut menyerahkan doorprize sebagai motivasi kepada para peserta anak-anak sebelum ditutup dengan sesi foto bersama Pastor Paroki Tuka Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca