Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

5 Triliun Tata Benoa Jadi Gerbang Wisata Maritim Indonesia

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR KOSTER: Bersama Menteri BUMN Erik Thohir rancang Pelabuhan Benoa jadi Gerbang Wisata Maritim Indonesia. (Foto:Ist)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Bali selama ini menyumbangkan devisa yang besar untuk Indonesia dari sisi pariwisata. 39 persen total wisman Indonesia masuk melalui Bali. Namun sampai sekarang belum ada timbal baliknya untuk Bali. Jika dibiarkan akan terjadi masalah besar ke depan, beban pariwisata tak diimbangi perbaikan infrastruktur hingga pelestarian lingkungannya.

Demikian dikatakan Gubernur Koster dalam acara FGD Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub di Inaya Putri Nusa Dua Bali, Kamis (13/2) malam. Gubernur mengungkapkan bahwa titik lokasi wisata di Bali sudah dipetakan pemerintah pusat sejak dulu, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.

Meskipun demikian, Bali kini sedang giat-giatnya membangun infrastruktur. Karena sektor tersebut sangat tertinggal dan tak sebanding dengan nama besar Bali sebagai destinasi wisata dunia. ‘’Infrastruktur darat, laut, udara sedang dikebut terutama untuk menipiskan ketimpangan utara-selatan. Koneksi akan dibangun lewat jalan lingkar Bali, shortcut, kereta api, LRT,’’ katanya.

Sedangkan Pelabuhan Benoa, kata Gubernur Koster akan dirancang untuk menjadi pelabuhan terindah di dunia, namun tetap ramah lingkungan dan menjaga ekosistem sekitarnya. Menghilangkan kesan kumuh dan ramah untuk ditambati kapal pesiar. Pengembangan Benoa dengan terintegrasi dan kontekstual, namun tak lepas dari kearifan lokal sesuai dengan visi misi program pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dalam bagiannya juga memprioritaskan perbaikan lingkungan. 

‘’Kebetulan Pak Menteri BUMN punya selera dan pemikiran yang sama dengan saya mengenai Benoa,’’ terang Wayan Koster seraya mengatakan bahwa rancangan ini sudah dibahas dan digodok dengan matang.

Sementara itu Menteri BUMN Erik Thohir menegaskan bahwa kementerian berkomitmen penuh untuk meningkatkan kunjungan wisata sebagai bagian nawacita presiden. Karena itu, Bali akan dirancang jadi gerbang wisata maritim Indonesia. Bisa jadi trigger (pendorong-red) percepatan Bali baru. Sebagai daerah kunjungan primadona, Bali termasuk 6 besar tujuan kapal pesiar di Asia.

Baca Juga  Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Nasional per Jumat (5/6) Naik 703, Pasien Sembuh 551 dan Meninggal 49

Namun, Erik Thohir menekankan untuk merealiasasikan Bali sebagai gerbang wisata maritim Indonesia, tidak mungkin BUMN bekerja sendiri untuk mengembangkan Benoa. ‘’Kita memastikan proyek strategis didasari strategi bisnis jelas dan  feasibility jelas. Kita tidak ingin proyek pengembangan kita jadi proyek mangkrak,’’ ujarnya.

Dikatakan, Bali adalah jantung pariwisata Indonesia. Namun lama-lama akan ada titik jenuh. Belum lagi ada gempuran daerah dan negara lain di sekitar. Karena itu harus dipastikan jantung ini terus berdetak. Kenyataan, turis sekarang terus berkembang. Tidak hanya lewat udara, tapi juga laut (wisata maritim), namun infrastrukturnya belum ada.

Erik Thohir menyatakan setelah melakukan sidak bersama Gubernur Bali bahwa realita di Benoa lokasinya tidak diprioritaskan untuk turis. Tetapi berdampingan dengan peti kemas, ikan, dll. Secara lingkungan ini diakuinya sangat tidak sehat. ‘’Menyedihkan jika di Bali, 80 persen penumpng kapal pesiar tidak turun, hanya lewat buang sampah. Tidak ada value ekonominya. Karena itu akan kita pikirkan ruang Benoa. Menata dengan konsep-konsep pembangunan dan ekosistem yang jelas. Kearifan lokalnya tercermin, sesuai keinginan Pak Gubernur. Untuk menata Benoa menjadi gerbang wisata maritim Indonesia yang nilainya hampir 5 triliun,’’ tegas Erik Thohir.

Sedangkan Direktur Pelindo III Doso Agung menegaskan bahwa yang merancang pengembangan Benoa sebagai gerbang wisata maritim Indonesia adalah Menteri BUMN dan Gubernur Bali, sementara Pelindo hanya menjadi koki yang akan meramu sehingga program tersebut sesuai yang direncanakan.

Doso Agung juga menyampaikan terimakasih atas arahan yang terkadang keras tetapi dirasakan demi kebaikan kita semua. Doso AGung mengakui bahwa Bali membutuhkan pelabuhan interchage/ transit yang lebih baik untuk cruise/kapal pesiar.

Untuk itu mesti memisahkan area tourism dengan area ‘pelabuhan barang’ dengan mengubah konsep masterplan Benoa dengan memperhatikan eco tourism hingga stand UKM.

Baca Juga  Kelurahan Tonja Rutin Adakan Penertiban Administrasi Penduduk

Dikatakan, kapal cruise yang disasar berpenumpang 4.000-6.000 penumpang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan pesawat terbang yang isinya hanya ratusan penumpang. Menurut rencana, akan dilengkapi tambatan kapal cruise dan yatch, menampung 150 UMKM dan areal hutan kota dan rencana selesai 2023. (*/balu1)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Survei April 2024, Penjualan Eceran Bali Diprakirakan Terus Tumbuh

Published

on

By

penjualan eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada April 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada April 2024 yang diprakirakan sebesar 110,7 atau meningkat 9,6% (yoy) dibandingkan bulan April 2023.  Hal ini mencerminkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100).

Peningkatan IPR ini didorong oleh kegiatan konsumsi masyarakat pada periode Bulan Ramadhan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. IPR Bali terus dalam tren peningkatan selama 14 (empat belas) bulan terakhir. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arahan pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 4,7% (mtm), Kelompok Barang Lainnya sebesar 3,4% (mtm) dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 3,1% (mtm). Hal ini sejalan dengan peningkatan kegiatan masyarakat pada saat periode HKBN Idul Fitri dan kuatnya daya beli karena adanya tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi para pekerja dan banyaknya program potongan harga menjelang Lebaran.

Sementara itu, terdapat kelompok barang yang terkontraksi menahan penguatan penjualan eceran yakni pada Kelompok Barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar -3,5% (mtm) dan kelompok barang Suku Cadang dan Aksesori sebesar -1,4% (mtm). Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni 2024 diprakirakan menurun, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang tercatat sebesar 198,0 lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya sebesar 200,0.

Baca Juga  PSSKPPN FK Unud Gelar Pelatihan Uji OSCE Institusi Keperawatan Berstandar Nasional

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Konsumen April 2024: Optimisme Meningkat, Perekonomian Menguat

Published

on

By

survei konsumen bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali semakin membaik. Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan April 2024 yang tercatat sebesar 144,5 meningkat dibandingkan periode Maret 2024 yang tercatat 142,0 dan tetap terjaga pada area optimis (indeks > 100).

Optimisme konsumen yang meningkat disebabkan oleh adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri pada April 2024. Peningkatan IKK Bali pada April 2024 sejalan dengan kondisi IKK nasional yang tercatat meningkat sebesar 127,7 dibandingkan periode bulan sebelumnya sebesar 123,8. Survei Konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa meningkatnya terjaganya optimisme keyakinan konsumen di Bali pada April 2024 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Meningkatnya IKE dipengaruhi oleh peningkatan salah satu komponen pembentuknya yaitu Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dari sebelumnya 145,0 menjadi 151,0. Sementara itu peningkatan IEK dipengaruhi oleh peningkatan seluruh komponen pembentuknya, terutama pada Ekspektasi Kegiatan Usaha dari sebelumnya 147,0 menjadi 154,5, dan Ekspektasi Lapangan Kerja dari sebelumnya 144,50 menjadi 151,0.

Selain itu, Ekspektasi Penghasilan juga meningkat dari sebelumnya 146,5 menjadi 148,5. Ekspektasi konsumen yang meningkat di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan dan membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih kuat. ‘’Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk untuk menjaga daya beli Masyarakat,’’ ujar Erwin.

Baca Juga  Gubernur Koster Sampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa kepada Umat Muslim

Untuk itu Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali berkoordinasi erat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Belanja Negara Berkualitas, Tingkatkan Ketahanan Fiskal

Published

on

By

belanja apbn
KONFERENSI PERS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat konferensi APBN Kita edisi April 2024 hari ini, Jumat (26/4) di kantor Kementerian Keuangan, di Jakarta.  (Foto: kemenkeu.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Belanja negara yang berkualitas merupakan bentuk kehadiran negara melalui dukungan APBN untuk penguatan ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan fiskal.

Dalam hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2024, pemerintah pusat telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 427,6 triliun atau 17,3 persen dari target APBN. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 23,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas penyelenggaraan Pemilu.

“(Selain itu) Kemudian juga ada beberapa bantuan sembako pangan. Dan kalau kita lihat realisasi subsidi juga cukup besar mempengaruhi dari sisi belanja non Kementerian/Lembaga (K/L) kita,” ungkapnya pada konferensi APBN Kita edisi April 2024 hari ini, Jumat (26/4) di kantor Kementerian Keuangan, di Jakarta.

Selanjutnya, Menkeu menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2024, belanja K/L telah mencapai 20,4 persen dari pagu yang telah ditetapkan yaitu Rp 222,2 triliun. Dimana terjadi peningkatan signifikan pada komponen belanja pegawai sebesar 42,8 persen dibanding periode yang sama dari tahun sebelumya. Utamanya dikarenakan kenaikan gaji pegawai dan pensiunan, serta pemberian penuh 100 persen tukin pada THR.

Selain belanja pegawai, Menkeu juga menyebut terdapat kenaikan pada belanja barang hingga mencapai Rp 80,6 triliun atau 38,9 persen, disebabkan belanja operasional terkait Pemilu. Sementara, belanja modal dan bantuan sosial juga dikatakan Menkeu menunjukan kenaikan yang cukup impresif dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk belanja bansos yang mencapai Rp 43,3 triliun, ada kenaikan dari tahun lalu yang base-nya rendah yaitu Rp 35,9 triliun,” sambung Menkeu.

Sementara, selain belanja K/L juga terdapat belanja non K/L yang realisasinya sudah mencapai Rp 205,4 triliun atau setara 14,9 persen dari pagu. Menkeu menyebut, pemberian subsidi dan kenaikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi belanja tersebut.

Baca Juga  Update Covid-19 Sabtu (4/4) di Bali, Pasien Positif 32 Orang, Sembuh 18 Orang

“Debitur KUR jumlah orangnya meningkat 937,4 (ribu) dan itu cukup baik karena memang kita berharap akan lebih banyak dan lebih merata, jadi naiknya 88,6 persen,” ucapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca