Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri acara Agripreneur Festival Petani Mandiri di Jatiluwih Space, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (1/12). (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – Menjaga unsur alam yang ada di Bali, dengan tetap berpegang teguh terhadap Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan keenam sad kerthi di dalamnya, merupakan suatu kewajiban bagi seluruh masyarakat sebagai upaya dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan Bali beserta alam dan isinya. Termasuk menjaga keseimbangan dan perkembangan di sektor pertanian.
Demikian Gubernur Wayan Koster mengingatkan dalam sambutannya ketika menghadiri acara Agripreneur Festival Petani Mandiri yang bertemakan Maju Sejahtera Tanpa Subsidi dan bertajuk “Petani Maju, Petani Bersatu, Mandiri Sejahtera Tanpa Bergantung Subsidi” di Jatiluwih Space, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (1/12).
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Tabanan Komang Sanjaya, turut hadir Staf Khusus Kepresidenan RI, Kepala Badan BNPPSDMP Kementerian Pertanian, Sekda Tabanan, para Kepala OPD terkait, para Instansi Vertikal, Founder Petani Muda Keren (PMK) dan para anggota PMK seluruh Bali.
Gubernur Wayan Koster saat meninjau pameran Agripreneur Festival Petani Mandiri di Jatiluwih Space, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (1/12). (Foto: ist)
“Pertanian yang berkembang haruslah pertanian yang tidak boleh mematikan unsur kehidupan lainnya, dan itulah pertanian organik. Pertanian organik adalah langkah yang tepat untuk menjaga ekosistem itu sendiri, untuk menjaga kualitas tanah yang sehat dan berkualitas,” papar Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.
Selain pertanian organik, Gubernur Wayan Koster juga menitikberatkan kebutuhan vital masyarakat yakni pangan, energi dan air. “Untuk itu, hal ini harus dijaga dengan baik dan tidak cemar, maka diperlukan kebijakan perlindungan danau, sungai dan laut dengan peraturan Gubernur Bali. Sebab Bali merupakan satu-satunya provinsi yang mempunyai peraturan daerah system peraturan organik. Ini akan saya wujudkan betul, niat saya adalah Bali ini menjadi pulau organik,” ucapnya.
Untuk mewujudkannya, Gubernur Koster meminta semua harus bekerja sama dengan baik dan menjalankan secara tertib. “Untuk membangun Bali lebih progresif secara utuh dan bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Bali, kerja sama ini sangat diperlukan supaya Bali kedepannya lebih baik, eksis sepanjang jaman secara berkelanjutan,” ungkap Koster.
Berkaitan dengan hal tersebut juga, dalam Agripreneur Festival Petani Muda Mandiri ini, mengedepankan konsep Petani sebagai Penjaga Tanah Air Negara Indonesia, yang harus mampu berdaulat menjadi petani yang maju, mandiri dan modern. Dengan bertani yang selaras alam serta bertani smart dengan smart farming.
Bertani yang selaras dengan alam yakni penjagaan lingkungan oleh para petani dengan bertani organik yang hasil taninya tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh namun juga lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Bupati Sanjaya sangat mengapreasiasi langkah-langkah ini, terutama saat melihat kondisi alam di Tabanan yang masih tergolong asri dengan garis wilayah agraris, hamparan pegunungan dan sawah yang sejuk. Pun, mayoritas masyarakat yang 75%-nya berprofesi sebagai petani. Langkah-langkah yang diambil oleh para Petani Muda ini, bagi Sanjaya, merupakan terobosan yang sangat baik. Bertani secara organik pastinya memiliki manfaat yang luar biasa dalam menjaga kondisi alam di Tabanan juga dengan varietas tani yang beragam.
Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pemberian Penghargaan dari Petani Muda Keren kepada Gubernur Bali dan 10 Petani Terbaik, serta penandatanganan MOU antara PMK dengan Staf Khusus Kepresidenan serta penyerahan bibit jeruk dari PERHOTI dan PMK kepada Kepala Desa Tembok. (gs/bi)
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.
Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.
Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.
Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)
Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.
Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.
“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)
LAKSANAKAN KUNJUNGAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat melaksanakan kunjungan kerja ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)
Karangasem, baliilu.com – Sebagai wujud dukungan penuh TNI AD terhadap program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa melaksanakan kunjungan kerja ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau kesiapan koperasi sekaligus mendorong percepatan operasionalnya agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Dalam peninjauan tersebut, Pangdam berdialog langsung dengan Perbekel dan perangkat Desa Tulamben untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi dalam mempersiapkan operasional KDKMP. Pangdam menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh pihak agar dukungan pemerintah pusat dapat diwujudkan secara nyata hingga ke tingkat desa serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebelumnya, Tim Verifikasi Kodam IX/Udayana telah melaksanakan peninjauan dan verifikasi lapangan guna memastikan kesiapan KDKMP Desa Tulamben, baik dari aspek kepengurusan, keanggotaan, maupun kelengkapan administrasi. Berdasarkan hasil verifikasi, KDKMP Desa Tulamben telah memiliki struktur organisasi dan kelengkapan administrasi yang cukup memadai sebagai salah satu tahapan menuju operasional koperasi.
Pangdam berharap KDKMP Desa Tulamben dapat segera beroperasi sehingga mampu menjadi wadah pengembangan potensi ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang usaha di tingkat desa. “Kehadiran KDKMP harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menggerakkan roda perekonomian lokal,” demikian penekanan Pangdam dalam kunjungan tersebut.
Kunjungan kerja tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial berupa penyerahan bingkisan sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi koperasi. Selain itu, Pangdam melaksanakan komunikasi sosial dengan warga dalam suasana penuh keakraban serta menyerahkan bantuan modal pembelian anak sapi kepada salah seorang warga, Bapak Sentana, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan penuh TNI AD terhadap program pemerintah pusat melalui percepatan operasionalisasi KDKMP untuk memperkuat ekonomi desa. KDKMP juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan hasil bumi dan produk UMKM masyarakat sekitar agar dapat dipasarkan dengan harga yang pantas dan kompetitif atau lebih murah.
Lebih lanjut, KDKMP diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk lokal sekaligus menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga lebih terjangkau. “Melalui pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait, Kodam IX/Udayana berkomitmen mendukung optimalisasi program tersebut guna meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kapendam. (eka/bi)