Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Belajar Sistem Pertanian Pangan di Bali, Mahasiswa Meiji University Tokyo Jepang Lakukan Kunjungan ke FP Unud

BALIILU Tayang

:

belajar
Rombongan dari Meiji University yang dipimpin oleh Asc. Prof. Fumitaka Shiotsu dari Laboratory of Crop Science Tokyo Jepang saat melakukan kunjungan ke Fakultas Pertanian Universitas Udayana mulai tanggal 9 hingga 14 Desember 2022. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Rombongan dari Meiji University yang dipimpin oleh Asc. Prof. Fumitaka Shiotsu dari Laboratory of Crop Science Tokyo Jepang melakukan kunjungan ke Fakultas Pertanian Universitas Udayana mulai tanggal 9 hingga 14 Desember 2022. Sebanyak 7 mahasiswa dari Meiji University yang terdiri atas 3 mahasiswa Master dan 4 mahasiswa S1 belajar tentang sistem pertanian pangan di Bali khususnya padi dan palawija dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana.

Kunjungan ini sebagai tindak lanjut kerja sama antara Fakultas Pertanian Unud dengan Fakultas Pertanian Meiji University, Tokyo Jepang, yang ditandatangani pada awal tahun 2020 (awal pandemi). Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke beberapa daerah pertanian di Kabupaten Tabanan, khususnya Jatiluwih, beberapa subak di Kabupaten Badung dan di Kabupaten Gianyar. 

Rombongan dari Meiji University melihat langsung tata cara budidaya tanaman padi, jenis padi yang ditanam, produktivitas, pemasaran hasil. Pengamatan juga dilakukan terhadap sistem budidaya palawija di Bali termasuk sistem tumpangsari antara jagung dan kacang tanah. Setelah kunjungan lapangan, rombongan melakukan diskusi di Lab Biopestisida Fakultas Pertanian Unud di Lt. 3 Gedung Pascasarjana Unud yaitu pada 12 Desember 2022.

Diskusi diikuti oleh Prof. Dewa Ngurah Suprapta, Prof. I Gede Putu Wirawan, Dr. IGN Alit Susanta Wirya dan I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D. Diskusi dilakukan untuk memperdalam pengamatan lapangan. Selain itu, masing-masing mahasiswa juga menyampaikan secara ringkas penelitian dan hasil yang sudah dicapai. Dua mahasiswa Master dari Meiji University melakukan penelitian tentang sistem budidaya Silabu (Satu kali tanam berkali-kali panen) yaitu sistem pemanfaatan ratoon (embong) padi untuk penanaman berikutnya. Diskusi difokuskan pada kelebihan dan kekurangan sistem Salibu, dan upaya apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil padi yang diperoleh. 

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Tegaskan Bali Siap Gelar dan Sukseskan Pemilu 2024

Pada hari terakhir kunjungan di Unud, Dr. Shiotsu dan 2 mahasiswa Magister diantar oleh Prof. Dewa Ngurah Suprapta melakukan kunjungan dan diskusi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. Sunada pada tanggal 13 Desember 2022. Diskusi difokuskan pada pengembangan sistem pertanian organik dan pengembangan sistem Salibu di Bali. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. Sunada mengatakan Bali saat ini fokus pada pengembangan sistem padi organik, dan sudah melakukan beberapa demplot untuk sistem Salibu.

“Kami berharap agar Dr. Shiotsu dan Tim dari Jepang, dan Fakultas Pertanian Unud bisa mendukung pengembangan sistem pertanian organik dan Salibu di Bali,” ujarnya.

Dr. Shiotsu pada kesempatan tersebut mempresentasikan beberapa penelitian sistem Salibu terutama di Jepang, Cina dan beberapa negara Afrika. Pada kesempatan kunjungan ke Fakultas Pertanian Unud, juga dilakukan diskusi tentang tindak lanjut kerja sama yang akan dimulai pada tahun 2023. 

“Ada 2 kegiatan yang sudah direncanakan, dan Fakultas Pertanian siap sebagai mitra yaitu pengiriman mahasiswa master Meiji University untuk meneliti selama 2 minggu di Unud dalam rangka penyelesaian tesis,” ujar Prof. Dewa Ngurah Suprapta. Lebih lanjut Prof. Suprapta mengatakan, kegiatan ini akan dimulai sekitar April 2023. Kegiatan kedua adalah kegiatan joint lecture dan joint international community services yang direncanakan pada minggu kedua bulan September 2023. Sebanyak 8 mahasiswa dan satu dosen dari Meiji University akan berkunjung ke Fakultas Pertanian Unud untuk melaksanakan kegiatan joint lecture bergabung dengan mahasiswa Fakulas Pertanian Unud memperdalam The Uniqueness of Tropical Agricultural system in Bali, Indonesia.

“Kegiatan ini rencananya akan dilakukan secara rutin setiap tahun. Kedua institusi diharapkan bisa melakukan kegiatan lainnya seperti credit earning (merdeka belajar), joint seminar/workshop, dan program double degree pada program magister,” ujarnya. Setelah melakukan berbagai kegiatan di Bali, rombongan dari Meiji University kembali ke Jepang pada 14 Desember 2022. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2380-Belajar-Tentang-Sistem-Pertanian-Pangan-di-Bali-Mahasiswa-Meiji-University-Tokyo-Jepang-Lakukan-Kunjungan-ke-Fakultas-Pertanian-Unud.html (gs/bi)

Baca Juga  Kongres AFEBI Ke-10 Digelar di Bali, Dihadiri Plt. Walikota Semarang

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Wabup Badung Resmikan TPSSS-B3 di TPST Mengwitani

Atasi Ancaman Limbah Rumah Tangga Berbahaya

Loading

Published

on

By

TPST Mengwitani
RESMIKAN: Wabup Bagus Alit Sucipta saat meresmikan Tempat Penampungan Sementara Sampah Spesifik B3 dan Limbah B3 (TPSSS-B3) di TPST Mengwitani, Rabu (3/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Di tengah meningkatnya ancaman limbah berbahaya dari rumah tangga, Pemerintah Kabupaten Badung mengambil langkah konkret dengan meluncurkan Tempat Penampungan Sementara Sampah Spesifik B3 dan Limbah B3 (TPSSS-B3) di TPST Mengwitani, Rabu (3/6). Fasilitas ini menjadi role model yang disiapkan secara khusus untuk menampung limbah rumah tangga berbahaya sebelum dikelola lebih lanjut oleh pihak berizin.

Diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, peluncuran TPSSS-B3 dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Acara ini dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra, Kadis Kehutanan dan LH Provinsi Bali, Kepala OPD Perangkat Daerah Kab. Badung, Camat se-Badung, Perbekel/Lurah se-Badung, Ketua GOW Kab. Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, pengelola TPS3R, Bank Sampah, serta pegiat lingkungan.

Wabup Bagus Alit Sucipta mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pengalaman Badung menghadapi persoalan sampah pasca penutupan TPA Suwung membuktikan bahwa masalah lingkungan dapat diatasi ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.

“Badung bukan hanya etalase pariwisata Bali, tetapi juga etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Apa yang terjadi di Badung akan cepat menjadi perhatian publik, termasuk persoalan sampah. Karena itu, menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menuturkan, kesadaran masyarakat memilah sampah dari sumber kini terus meningkat di berbagai wilayah. Menurutnya, faktor terpenting keberhasilan pengelolaan tetap berada pada perubahan perilaku masyarakat.

“Saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa memilah sampah. Mereka bahkan aktif menanyakan jadwal pengangkutan dan menyiapkan sampah dalam kondisi terpilah. Ini menunjukkan edukasi yang selama ini dilakukan mulai membuahkan hasil. Sehebat apa pun teknologi yang kita miliki, jika sampah tidak dipilah sejak dari rumah tangga, maka proses pengelolaannya tidak akan berjalan optimal. Kesadaran masyarakat adalah fondasi utama keberhasilan pengelolaan sampah,” ucapnya.

Baca Juga  Rakor Tindaklanjuti Pembangunan Infrastruktur Strategis 2026

Wabup juga mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang mewujudkan Badung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Kita akan terus menghadapi berbagai tantangan, termasuk sampah rumah tangga dan kiriman sampah saat musim angin barat. Namun saya yakin, selama pemerintah dan masyarakat tetap kompak, setiap persoalan dapat kita selesaikan bersama. Semangat gotong-royong inilah yang harus terus kita jaga,” kata Bagus Alit Sucipta.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK Badung Made Rai Warastuthi mengungkapkan, timbulan sampah spesifik rumah tangga yang mengandung B3 seperti baterai bekas, limbah elektronik, lampu neon, oli, cat, aerosol, hingga obat kadaluarsa terus meningkat.

“Selama ini masyarakat masih kesulitan menentukan tempat pembuangan limbah B3 rumah tangga. Melalui TPSSS-B3 ini, kami menyediakan fasilitas aman agar limbah berbahaya tidak bercampur sampah domestik biasa. Fasilitas ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus mendukung Program Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Badung,” jelasnya.

Ia berharap TPSSS-B3 Mengwitani dapat menjadi role model di Bali melalui kolaborasi dengan desa, TPS-3R, dan bank sampah. Rangkaian peringatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan donor darah bersama PMI Kabupaten Badung yang melibatkan petugas kebersihan serta staf DLHK. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Edukasi Dini Cegah Remaja Terjerat Narkoba, Bunda Anti Narkoba Gencarkan Sosialisasi

Published

on

By

Bunda Anti Narkoba Badung
SOSIALISASI: Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, Rabu (3/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, Rabu (3/6). Kegiatan ini menjadi langkah strategis menjangkau kalangan pelajar guna memberikan pemahaman menyeluruh mengenai dampak buruk, risiko, serta konsekuensi hukum penyalahgunaan narkotika.

Kehadiran Nyonya Rasniathi Adi Arnawa turut didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, Pengawas dan Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Mengwi, Perbekel Desa Kekeran, serta narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa sosialisasi sejak dini merupakan pilar utama paling efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Usia remaja menjadi masa transisi krusial yang rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh pergaulan.

“Usia remaja adalah masa emas pembentukan karakter, namun di sisi lain juga merupakan masa yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi seperti ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan, agar adik-adik sekalian memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menolak, menjauhi, dan berani berkata ‘tidak’ terhadap segala bentuk tawaran zat berbahaya tersebut,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran remaja, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis dan dampak narkoba, serta memperkuat ketahanan diri para siswa. Sinergitas semua pihak menjadi kunci utama memutus rantai peredaran gelap di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang bahaya narkoba, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis-jenisnya dan dampak yang ditimbulkan, serta memperkuat ketahanan diri adik-adik sekalian agar tidak terjerumus. Tidak hanya itu, kami juga ingin menegaskan bahwa ada konsekuensi hukum yang tegas, dan yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan, baik dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Kongres AFEBI Ke-10 Digelar di Bali, Dihadiri Plt. Walikota Semarang

Nyonya Rasniathi menyatakan, perang melawan narkoba memerlukan kerja sama kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan bebas narkoba. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam Saat Berenang di Tukad Campuhan

Published

on

By

tukad campuhan
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban seorang remaja yang tenggelam saat berenang di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6/2026). (Foto: Hms SAR)

Jembrana, baliilu.com – Seorang remaja dilaporkan tenggelam saat berenang di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6/2026). Korban diketahui bernama I Made Negara (14), warga Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 14.30 Wita, dengan perkiraan waktu kejadian sekitar pukul 14.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pada Rabu siang pergi berenang bersama dua orang temannya di Tukad Campuhan. Saat berada di lokasi, korban yang diketahui belum mahir berenang diduga mengalami kesulitan di dalam air hingga akhirnya tenggelam. “Ada 3 orang, yang pertama mandi dengan melompat dari sandaran dum, langsung tenggelam,” jelas Dewa Hendri, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 15.00 Wita tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana yang berjumlah 10 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan. Pada pukul 15.50 Wita, dua orang personel melaksanakan penyelaman sorti pertama di titik yang dicurigai sebagai lokasi tenggelamnya korban. “Melakukan penyelaman kurang lebih kedalaman 6 meter,” pungkasnya.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 16.07 Wita, ketika tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di kedalaman kurang lebih 6 meter di dasar Tukad Campuhan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi ke darat dan dibawa menuju Rumah Sakit Umum Negara.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana sebanyak 9 personel, Polsek Mendoyo 4 personel, Bhabinkamtibmas Mendoyo 1 personel, Babinsa Mendoyo 1 personel, BPBD Jembrana 4 personel, Tagana Jembrana 2 personel, Polair Polres Jembrana 2 personel, Potensi 115 sebanyak 1 personel, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Tegaskan Bali Siap Gelar dan Sukseskan Pemilu 2024

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca