Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Road to IISMA 2024, GEP Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Gelar Mentoring Vol.1

BALIILU Tayang

:

gep
Global Engagement Program (GEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana pada Jumat, 10 Februari 2023 melaksanakan Mentoring Vol.1 secara online. (Foto: ist)  

Denpasar, baliilu.com – Global Engagement Program (GEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana pada Jumat, 10 Februari 2023 melaksanakan Mentoring Vol.1 secara online melalui aplikasi Zoom Meeting dengan mengusung tema Initiate an International Undergraduate Program to Prepare our Student to Meet Global Challenge and Competitive in The Global Workplace.

Kegiatan mentoring ini dikemas khusus bertujuan untuk mempersiapkan sedari dini mahasiswa GEP untuk menghadapi Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) pada tahun 2024 mendatang. Acara ini merupakan program wajib yang diikuti oleh seluruh mahasiswa GEP angkatan tahun 2022.

Kegiatan Mentoring Class Vol.1 ini menghadirkan tiga pembicara yang luar biasa untuk memberikan pendampingan kepada mahasiswa GEP yang akan dipersiapkan mengikuti IISMA tahun 2024. Ketiga pembicara tersebut diantaranya Ria Aprilia sebagai IISMA Awardee 2022 di University of Sydney, Shakira Olivia yang merupakan IISMA Awardee 2022 di University College Cork – National University of Ireland, dan I Gede Nandya Oktora P., S.E., MBA., CRA., CRP., selaku Koordinator program GEP.

Ria Aprilia yang merupakan pembicara pertama membahas materi tentang panduan dan berbagai tahap yang harus dilalui mahasiswa sebagai bentuk pertimbangan untuk mengikuti IISMA. Untuk bisa lolos menjadi IISMA Awardee yang merupakan ajang pertukaran mahasiswa tingkat internasional dengan persaingan yang tidak mudah dan harus dipersiapkan dengan matang. Selain itu, ia juga memaparkan mengenai time line pendaftaran IISMA di tahun 2024 agar mahasiswa lebih terarah dalam mengikuti seleksi guna mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang.

Selanjutnya, Shakira Olivia memaparkan materi yang memberikan data mengenai peminat dua universitas tuan rumah yang mewakili setiap universitas yang menjalin kerja sama dengan Kemendikbudristek. Ia menyebutkan ada persyaratan khusus yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa sebelum mendaftar ke universitas tuan rumah yang dituju yaitu berupa skor IELTS, TOEFL iBT, dan Duolingo yang melewati batas skor minimal. Selain skor dalam tes tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa pesaing merupakan hal penting lainnya yang harus diperhatikan apabila ingin memilih universitas tuan rumah.

Baca Juga  UPT Bahasa Unud Ikuti Rapat Daring Bersama Tim British Council

Guna mendukung data yang dipaparkan, Shakira Olivia turut menjelaskan bahwa universitas terbaik dunia tidak selalu mendapat peminat terbanyak. Contohnya, Universitas Hanyang di Korea Selatan yang menerima peminat terbanyak dibandingkan Universitas Korea, meskipun Universitas Korea merupakan salah satu universitas terbaik di Korea Selatan. Hal ini dapat disebabkan dari jumlah mata kuliah di Universitas Hanyang terbilang lebih banyak dibanding Universitas Korea. Menutup pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pemilihan mata kuliah juga merupakan hal yang krusial karena menyangkut minat dan ketersediaan universitas tuan rumah. 

Melalui pembinaan ini, mahasiswa GEP mendapatkan pengetahuan baru sehingga dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang bergengsi tingkat internasional seperti IISMA. Setelah keberlangsungan acara, akan timbul berbagai harapan sebagai output bahwa program ini telah sukses diselenggarakan.

Begitupun dengan Nandya Oktora yang menyampaikan bahwa mahasiswa GEP yang nantinya akan mampu berkompetisi di dunia internasional untuk mengikuti acara mentoring yang dilakukan secara berkala agar mendapatkan insight mengenai berbagai strategi dalam memenangkan program IISMA, terutama memilih kampus tuan rumah. “Kegiatan ini sangat penting dilakukan guna mempersiapkan mahasiswa GEP dalam mengikuti IISMA dengan persiapan yang lebih matang sehingga yang lolos lebih banyak. Selain itu, GEP juga akan memberikan berbagai program spesial yang menambah eksposur global yang diharapkan membuat mahasiswa GEP semakin siap untuk menghadapi persaingan global,” ungkapnya.

Selaras dengan hal tersebut, salah satu peserta Mentoring Class yakni Putu Ari Kammani yang merupakan mahasiswa GEP dari Program Studi Akuntansi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat informatif untuk mempersiapkan diri jika ingin mengikuti IISMA. “Saya sangat bersyukur menjadi salah satu mahasiswa GEP di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang diberikan fasilitas mentoring mengenai IISMA dengan materi yang sangat mudah dipahami sehingga nantinya besar harapan saya dan mahasiswa GEP yang lainnya bisa semakin yakin dan siap untuk mengikuti tes IISMA ini. Semoga ke depannya mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana bisa lebih banyak lagi yang lolos IISMA,” ungkapnya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2587-Global-Engagement-Program-GEP-Fakultas-Ekonomi-dan-Bisnis-Universitas-Udayana-melaksanakan-Mentoring-Vol-1.html (gs/bi)

Baca Juga  Kuliah Umum Rektor UNTL di Fapet Universitas Udayana

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kisah Inspiratif Luh Rusmiati, dari Tumpukan Koran Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Published

on

By

Luh Rusmiati, pengrajin koran bekas asal Sudaji
Luh Rusmiati, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari melihat tumpukan koran bekas di rumah saudara, Luh Rusmiati justru menemukan peluang untuk berkarya. Sejak 2016, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng ini mulai belajar secara mandiri mengolah kertas bekas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Tanpa berbekal pendidikan khusus di bidang kerajinan, Sumiati mencoba membuat berbagai produk dari bahan kertas. Awalnya, ia hanya ingin membuat keranjang sederhana untuk tempat air mineral. Namun, hasil karyanya ternyata menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Awalnya saya melihat tumpukan koran di rumah saudara. Saya ingin membuat keranjang untuk tempat air mineral. Setelah ada saudara yang tertarik dan meminta dibuatkan, akhirnya berkembang dan ada yang meminta dibuatkan produk lain seperti bokor,” tuturnya saat ditemui di Galerinya, Jumat (2/10).

Dari percobaan sederhana tersebut, usaha kerajinan yang diberi nama “Gegaen Lima Craft” perlahan berkembang. Berbagai produk seperti anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci hingga perabotan berupa meja dan kursi kini dihasilkan dari kreativitasnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Rusmiati memanfaatkan berbagai jenis kertas. Koran bekas sebagian dibeli, sedangkan kertas lainnya diperoleh melalui donasi dari teman-temannya.

Menariknya, hubungan dengan para penyumbang kertas juga dilakukan melalui sistem barter. Kertas bekas yang diberikan kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan sebagian hasilnya diberikan kembali kepada mereka, seperti tempat pensil maupun nampan kecil.

“Kalau koran biasanya saya beli. Kalau kertas-kertas lainnya banyak yang dapat dari donasi teman. Kadang saya barter, mereka memberikan kertas, kemudian saya kasih tempat pensil atau nampan kecil,” jelasnya.

Ketekunan Rusmiati membuahkan hasil. Produk kerajinannya tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga pernah menembus pasar luar negeri. Pada 2017, ia sempat bekerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar. Produk berupa tatakan gelas dan nampan bahkan dibawa hingga ke Jepang dan Afrika.

Baca Juga  Tingkatkan Capaian IKU-6 Bidang Kerja Sama, Unud Gelar Sosialisasi IKU-6 dan Lapkerma

Selain itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke homestay di sekitar tempat usahanya juga tertarik membeli produk kerajinannya untuk dijadikan suvenir dan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari usaha tersebut, Rusmiati memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp 5 juta dalam satu bulan, meskipun jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Harga produknya pun cukup beragam. Untuk produk sederhana seperti gantungan kunci, harganya mulai dari sekitar Rp 5 ribu per buah. Sementara produk dengan ukuran lebih besar seperti meja dan kursi dijual dalam bentuk set dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Bagi Rusmiati, usaha ini bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan. Ia ingin kerajinan berbahan kertas bekas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya usaha ini terus berkembang. Saya juga berharap ada orang-orang di sekitar yang mau ikut bersama-sama mengembangkan usaha ini, sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar,” ungkapnya.

Upaya Rusmiati mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi juga mendapat perhatian dari pemerintah. Ia beberapa kali mendapat kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan promosi produk lokal, seperti Lovina Festival, Buleleng Festival maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Disisi lain, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, mengapresiasi semangat dan motivasi para pelaku UMKM di desanya, termasuk Rusmiati yang mampu mengolah limbah kertas menjadi karya seni bernilai ekonomi.

Menurutnya, kreativitas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  <strong>Olah Limbah Organik Jadi Ecoenzyme, Mahasiswa FKP Unud Gelar Program Bina Desa di Kedonganan</strong>

“Pemerintah Desa Sudaji sangat mendukung dan mengapresiasi semangat UMKM kami. Salah satunya pengelolaan limbah kertas yang diolah menjadi sebuah karya seni yang nantinya bisa dipasarkan di seluruh Nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Fajar mengatakan, pemerintah desa juga berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan, terutama berkaitan dengan permodalan, pemasaran dan kebutuhan pengembangan usaha lainnya. Dukungan diberikan melalui motivasi, pembinaan serta membangun hubungan dengan berbagai stakeholder yang dapat membantu kemajuan UMKM di Desa Sudaji.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM di desa semakin kuat, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, sehingga para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai Picu Kepadatan, Unit Lalulintas Polsek Dentim Turun Langsung ke TKP

Published

on

By

Polisi tangani kecelakaan di By Pass Ngurah Rai
KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kepadatan kendaraan pada jalur menuju utara.

Mendapat informasi dari masyarakat, personel Unit Lalulintas Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan di TKP sekaligus mengatur pergerakan kendaraan agar kepadatan tidak semakin meluas.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai I Made Cuta, (71), dengan mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Reno Ramadhan, (31). Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara ketika kondisi lalu lintas cukup padat. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak bagian belakang mobil.

Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada lutut kiri dan benjolan di bagian belakang kepala. Dalam kondisi sadar serta masih dapat berkomunikasi, korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD menuju Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah gangguan arus lalu lintas yang lebih panjang.

“Setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan maupun keselamatan di jalan kami tindak lanjuti dengan cepat, sehingga situasi dapat segera ditangani dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Kapolsek.

Polsek Dentim mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di tengah arus lalu lintas yang padat. (gs/bi)

Baca Juga  Mahasiswa FKP Unud Kirim Talenta Terbaik di Ajang Pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia 2023

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Published

on

By

Gerakan Kulkul PKK bersihkan Hutan Bakau Sidakarya
GERAKAN KULKUL PKK: Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Tampak gerakan Kulkul PKK di Desa Sidakarya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan dengan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya. Gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Unud Lepas 71 Mahasiswa MBKM Membangun Desa

Made Dwi Bagiasa juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca