Foto bersama usai FMIPA Unud pada Rabu, 22 Februari 2023, menyelenggarakan Lepas Kesan Calon Wisudawan FMIPA Periode Februari 2023 bertempat di ruang Aula Nusantara Gedung Agrokompleks Universitas Udayana. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Fakultas Ilmu Pengatahuan Alam dan Matematika (FMIPA) pada Rabu, 22 Februari 2023, menyelenggarakan Lepas Kesan Calon Wisudawan FMIPA Periode Februari 2023 bertempat di ruang Aula Nusantara Gedung Agrokompleks Universitas Udayana.
Acara rutin yang diselenggarakan menjelang wisuda yang bertujuan untuk mengukuhkan secara resmi pelepasan calon wisudawan FMIPA kepada orang tua dan masyarakat umum ini dihadiri oleh Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D., para wakil dekan, koordinator Program Studi, Ketua Unit, calon wisudawan, orang tua calon wisudawan, dan tenaga kependidikan.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. Drs, G. K. Gandhiadi, M.T., dalam laporannya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat-Nyalah kita bisa berkumpul di sini dalam acara lepas kesan calon wisudawan Fakultas MIPA Universitas Udayana periode bulan Februari tahun 2023. Gandhiadi mengatakan yudisium ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan menjelang wisuda dengan tujuan mengukuhkan secara resmi pelepasan calon wisudawan FMIPA kepada orang tua dan masyarakat umum. Selepas acara lepas kesan ini para calon alumni masih memiliki satu tugas yakni tetap merasa bangga menjadi bagian dari civitas akademika FMIPA Universitas Udayana. Kami berharap nantinya para calon alumni mampu berkontribusi di masyarakat dan juga kepada almamater yang salah satunya dengan cara memberikan masukan pada pengembangan FMIPA ke depan. Mohon kiranya nanti jika ada tracer studi agar dapat mengisi dan memberi respon bidang mana yang perlu dibenahi untuk dijadikan dasar pengembangan kemajuan FMIPA Universitas Udayana.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. Drs, G. K. Gandhiadi, M.T. (Foto: ist)
Lebih lanjut, Gandhiadi menyatakan dalam lepas kesan periode Februari 2023 ini, FMIPA meluluskan 1 orang dari s3 Biologi, 5 orang s1 Kimia, 9 orang S1 Fisika, 5 orang S1 Biologi, 12 orang S1 Matematika, 4 orang S1 Informatika. rata-rata IPK lulusan periode saat ini adalah 3,78 dengan lama masa studi 5 tahun 2 bulan. Semoga apa yang diterima di FMIPA Universitas Udayana mampu menjadi bekal dalam menghadapi masa depan.
‘’Tidak lupa kami ucapkan selamat kepada Farrel Willieardan, S.Si. yang menjadi lulusan FMIPA terbaik dengan IPK 3,86 dan masa studi 7 semester pada periode kali ini. Selamat dan tetap menginspirasi adik-adik kelasnya sehingga FMIPA Unud semakin berkibar,’’ ucap Gandhiadi.
Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. (Foto: ist)
Sementara itu, Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa satu kebanggaan bagi kami adik-adik beserta keluarga bahwa pada hari ini ada di depan menjadi alumni Fakultas MIPA dan menjadi calon alumni Universitas Udayana yang telah menyelesaikan studi selama periode waktu tertentu mendapatkan pembelajaran pengetahuan hak dan socium selama berkuliah di Fakultas MIPA Universitas Udayana dan hal ini merupakan satu kebanggaan bagi kami dan membekali adik-adik untuk bisa melangkah lebih maju.
‘’Harapan kami tentunya adik-adik yang melanjutkan studi atau bekerja di masyarakat selalu sukses dan dapat mengembangkan diri lebih lanjut lagi sehingga dapat menjadi kebanggaan dari orang tua dan almamater. Meskipun kita mengalami periode masa pandemi yang memaksa kita berkuliah secara online syukur dengan bantuan sistem yang kita miliki adik-adik bisa melakukan perkuliahan dengan baik. Kedepannya mungkin adik-adik akan diganggu dengan proses tracer studi, mohon agar dibantu mengisi data dengan baik agar proses pengembangan institusi dalam kaitannya dengan akreditasi dapat terlaksana dengan baik,’’ ujarnya.
‘’Kami mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dan juga saya ucapkan selamat kepada adik-adik, kepada orang tua yang kami banggakan dan yang kami hormati sudah mengijinkan putra-putrinya untuk menimba ilmu di Fakultas Ilmu Universitas Udayana. Bapak dan ibu semua adalah bagian dari kami juga kami besar karena perannya bapak ibu juga,’’ tutupnya seraya tidak lupa mengingatkan agar para alumni selalu menjaga nama baik almamater sehingga keluarga besar FMIPA semakin jaya.
Fakultas Ilmu Pengatahuan Alam dan Matematika (FMIPA) pada Rabu, 22 Februari 2023, menyelenggarakan Lepas Kesan Calon Wisudawan FMIPA Periode Februari 2023. (Foto: ist)
Sebagai perwakilan alumni, Farrel Willieardan, S.Si menyampaikan puji syukurnya atas selesainya studi kita di FMIPA. Tidak hanya rekan-rekan yang dapat tersenyum tetapi lihat pula orang-orang yang berada di sekeliling kita yang selama ini berjuang di belakang kita dengan menyemangati kita mendorong kita sampai tiba di tahap ini pencapaian serta kebahagiaan kita adalah sebuah kebahagiaan yang besar bagi mereka bersyukur dan bangga telah menyelesaikan salah satu amanah dari mereka senyuman yang tampak di wajah mereka adalah sebagian kecil dari seluruh kebahagiaan yang kita harapkan. Kita tentunya merasakan masa-masa sulit melaksanakan perkuliahan yang terkena pandemi Covid. Kerja keras dan ketekunan untuk menumbuhkan semangat agar dapat melewati masa-masa sulit selama menempuh perkuliahan muncul dan perlahan-lahan dapat mengurangi kekurangan yang kita alami. Saya mewakili para wisudawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan-pimpinan, dosen, staf akademik, dan tentunya teman-teman seperjuangan di Fakultas MIPA atas segala bantuan fasilitas dan ilmu pengetahuan dan pembelajaran serta persahabatan yang telah diberikan selama menempuh pendidikan di fakultas ini semoga kita dapat berjumpa lagi dengan kesuksesan masing-masing karena wisuda bukan akhir tapi awal dari segala.
Sementara itu pesan dan kesan dari perwakilan orang tua calon wisudawan yang juga merupakan orang tua dari Farrel Willieardan, S.Si, menyampaikan, ‘’Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pimpinan, dosen dan semua pihak yang telah membimbing, mendidik putra-putri kami tanpa lelah dan penuh semangat memberikan waktu tenaga dan pemikirannya sehingga anak-anak kita dapat menyelesaikan studinya dengan baik tentunya kebahagiaan ini bukan hanya milik kami para orang tua tapi juga milik kita Bersama. Akhir kata kami mengucapkan selamat atas kelulusan para wisudawan angkatan 152 ini. Tentunya sebagai orang tua kita selalu berdoa dan senantiasa memberikan dukungan. Semoga anak-anak kita dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup mereka selanjutnya dan tetap menjaga nama baik almamater berguna bagi bangsa dan negara serta masyarakat dan juga bagi keluarga. Sebagai penutup apabila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya dan teriring doa semoga kita semua selalu diberkati kesehatan dan kebahagiaan.”
PIMPIN APEL: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat pimpin apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini terkait kelangkaan BBM di wilayah Jembrana. (Foto: Hms Jembrana)
Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya kehadiran aparat di lapangan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM). Penegasan tersebut disampaikan dalam apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini di wilayah Jembrana.
Pemerintah Kabupaten Jembrana memfokuskan upaya ini untuk meringankan beban masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, agar mereka dapat kembali beraktivitas mencari nafkah.
Dalam arahannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jembrana diminta untuk bahu-membahu serta berkolaborasi dengan pihak kepolisian. Fokus pengamanan diarahkan secara khusus ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah Jembrana.
“Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” kata Bupati Jembrana Kembang Hartawan.
Aparat diinstruksikan untuk memastikan antrean berjalan tertib, mencegah aksi keserobotan yang dapat memicu kericuhan, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas guna menghindari kemacetan parah di jalan nasional akibat mengularnya antrean kendaraan.
“Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana. Kemarin saya sudah melihat teman-teman Satpol PP dan Perhubungan berupaya di lapangan untuk membantu masyarakat, dan ini saya harapkan terus berlangsung,” pungkasnya. (gs/bi)
PIMPIN RAKOR: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak cepat memastikan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Kabupaten Buleleng. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10), Bupati langsung terhubung dengan pihak Pertamina. Pembicaraan itu melibatkan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM Buleleng.
“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.
Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai pasokan BBM di Buleleng beredar simpang siur di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Pemkab Buleleng mendesak adanya jawaban yang pasti dari PT. Pertamina. Kepastian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan.
“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Bupati Sutjidra juga menyoroti pemerataan pasokan ke puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng. Menurutnya, pasokan yang diterima daerah ini belum mencukupi dalam kondisi normal. Hal inilah yang disampaikan kepada Pertamina agar Buleleng mendapat prioritas.
“Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng untuk menjadi prioritas juga,” ungkapnya.
Pemkab Buleleng turut menggandeng unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi berjalan aman begitu pasokan tiba. Dalam beberapa hari terakhir, TNI dan Polri telah membantu mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan ikut mengawasi. Namun ditekankan, bahwa ia bersama Forkopimda Buleleng memperjuangkan ke Pertamina agar pasokan BBM ke Buleleng bisa dipenuhi sesuai kebutuhan kondisi normal.
“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan adalah pasokannya,” jelas Sutjidra.
Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM. Satgas ini akan bekerja memantau pasokan sekaligus pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan ke Buleleng. Struktur, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporannya diminta segera dituntaskan.
“Satgas inilah yang akan memantau terus perkembangan pasokan dan pendistribusian BBM. Saat ini yang paling kami butuhkan adalah kepastian pasokan BBM untuk Buleleng, termasuk jumlah yang benar-benar dialokasikan,” pungkas Bupati Sutjidra.
Pemkab juga mendorong perluasan akses BBM hingga ke desa-desa melalui Pertashop. Saat ini, pasokan yang diterima gerai-gerai tersebut dinilai masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan warga. Selain itu, Pertamina diminta mengkaji pelibatan BUMDes agar distribusi menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan aspek keselamatan.
Terkait antrean, Bupati Sutjidra menyampaikan memahami kondisi warga yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan ada yang menginap di SPBU. Bupati Sutjidra juga mengucapkan terimaksih kepada masyarakat dan semua pihak, sehingga masyarakat yang mengantre BBM bisa tertib dan lancar. (gs/bi)
EVAKUASI: Tim SAR saat mengevakuasi korban yang terjatuh di jurang, di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen Karangasem, Minggu (18/10/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga lanjut usia yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).
Informasi kejadian diterima oleh petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita. “Kami di Pos SAR Karangasem menerima laporan dari Polsek Sidemen bahwa ada 1 orang warga terjatuh ke jurang kedalaman 45 meter, dan memohon bantuan evakuasi,“ jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.
Korban diketahui bernama I Made Rauh, laki-laki, berusia 70 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 45 meter. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur dari rumah korban.
Mengingat kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sangat sulit dijangkau, pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk meminta bantuan tim SAR dalam proses evakuasi jenazah korban.
Pada pukul 12.35 Wita, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.
Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit, mereka melaksanakan evakuasi dengan menggunakan sistem lifting atau pengangkatan korban dari dasar jurang. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita.
“Kendala yang kami hadapi yaitu di jurang yang kedalaman 45 meter dengan sudut 45 derajat,” terang Bhayangkara. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)