Tuesday, 5 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

FMIPA Unud Bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Gelar Bimtek IT

BALIILU Tayang

:

fmipa
FMIPA Unud bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar saat menggelar Bimtek IT. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Udayana melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Informasi dan Teknologi (IT) bagi 35 orang pengurus koperasi, pengawas koperasi, dan penggiat UMKM di wilayah Kota Denpasar yang dilaksanakan di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana.

Kegiatan selama 3 hari dari Senin, 9 Mei 2022 – Rabu, 11 Mei 2022 ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Madya Denpasar Dr. I Dewa Made Agung, S.E., M.Si. dan kepala-kepala bidang di dinas tersebut, Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D., Koordinator Program Studi informatika, Dr. I Ketut Gede Suhartana, S.Kom., M.Kom., mahasiswa dan peserta Bimtek.

Peserta Bimtek IT FMIPA Unud. (Foto: Ist)

Turut hadir narasumber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., mantan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si., Kadek Puja Astawa, S.E. (Content Creator), Andi Yuda Prayoga (Senior Agency Manager – Chubb), Ni Nyoman Pudak Sari (Certified Digital Marketer), Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom., M.Cs (Dosen Informatika Unud), serta perwakilan dari Bank BPD Bali. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya mendukung program transformasi teknologi bagi koperasi dan UMKM di wilayah Denpasar, sehingga mampu memenangkan persaingan di era industri 4.0 dan society 5.0. Seperti diketahui perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan masif harus diimbangi dengan penguasaan dan penggunaan teknologi itu sendiri. Penguasaan teknologi seperti internet, website, dan sosial media sebagai salah satu media digital marketing diharapkan mampu meningkatkan kinerja soko guru yang berimbas pada meningkatnya kemampuan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA menyampaikan bahwa kerja sama yang dibangun antara Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar dan FMIPA Universitas Udayana merupakan salah satu upaya bagaimana universitas mampu berkontribusi kepada masyarakat. Informatika sebagai salah satu program studi di FMIPA tentunya akan menjadi garda terdepat dalam percepatan program transformasi teknologi utamanya teknologi informasi yang juga merupakan program kerja dari pimpinan daerah. Informatika bukanlah ilmu yang baru, namun informatika merupakan salah satu ilmu yang memiliki kecepatan perkembangan yang sangat tinggi. ‘’Untuk itu sangatlah tepat jika potensi-potensi muda di bidang informatika dilibatkan dalam memperkuat segala aspek di masyarakat khususnya aspek teknologi informasi,’’ ujar Dekan.

Baca Juga  FMIPA Unud dan Unsrat Manado, Jalin Kerja Sama soal Isu-isu Penelitian dan Pengabdian
Narasumber dan peserta Bimtek IT foto bersama. (Foto: Ist)

Dikatakan, sejak berdiri tahun 2006 dalam upaya menyikapi kebutuhan masyarakat akan program studi bidang komputer/informatika, FMIPA sangat fokus pada perkembangan terkini. FMIPA juga mendorong civitas informatika untuk selalu berada di urutan terdepan dalam urusan teknologi informasi. Watiniasih berharap apa yang dilaksanakan selama 3 hari ini dapat memberi banyak hal kepada pengelola koperasi dan UMKM di Kota Denpasar. Ia berharap pula apa yang diterima dalam Bimtek ini agar bisa disebarluaskan kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

Sebagai akhir kata Watiniasih mengucapakan banyak terima kasih atas kerja sama yang telah dilaksanakan antara Dinas Koperasi dan UMKM dengan FMIPA Unud, semoga kerja sama ini dapat terus dilaksanakan dalam berbagai kegiatan yang tidak kalah menarik dan pentingnya. Tidak lupa Watiniasih juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang digawangi I Gede Santi Astawa, S.T., M.Cs atas kerja kerasnya dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini berisi berbagai materi menarik diantaranya adalah ‘’Kebijakan Transformasi Digital Koperasi’’ oleh Kepala Dinas Koperasi Kota Denpasar I Wayan Ekadina, SE., M.Si., ‘’Memahami Fenomena Disrupsi’’ oleh  Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E. M.Si., ‘’Bangun Brand dengan Video, Praktik Membuat Video Promosi’’ oleh Kadek Puja Astawa, S.E., ‘’Memfungsikan Website sebagai Media Pemasaran Digital oleh Andi Yuda Prayoga, ‘’Memfungsikan Media Sosial sebagai Digital Marketing’’ oleh Ni Nyoman Pudak Sari, ‘’Digital Marketing Koperasi’’ oleh Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom, M.Cs. , ‘’Edukasi Transaksi Nontunai’’ oleh Bank BPD Bali, dan ‘’Menyusun Rencana, Tindak Lanjut, dan Implementasi’’ oleh Andi Yuda Prayoga dan Ni Nyoman Pudak Sari. Setelah pelaksananan Bimtek ini diharapkan koperasi dapat bertransformasi ke era digital. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1000-FMIPA-Universitas-Udayana-beserta-Dinas-Koperasi-dan-UMKM-Kota-Denpasar-gelar-Bimtek-IT.html (gs/bi)

Baca Juga  FMIPA Unud Laksanakan Lepas Kesan Calon Wisudawan Periode April 2022

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru

EKONOMI & BISNIS

BI Bali: Inflasi Bali Juni 2022 Didorong Peningkatan Harga Pangan

Published

on

By

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, inflasi Bali pada bulan Juni 2022 mencapai 0,92% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,71% (mtm) dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,61% (mtm).

Peningkatan inflasi di bulan Juni terutama bersumber dari kenaikan harga kelompok volatile food disusul core inflation. Sementara itu kelompok administered price mengalami deflasi. Secara tahunan, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 5,75% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 4,39% (yoy) dan inflasi nasional sebesar 4,35% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho melalui siara pers menyampaikan, bahwa kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 3,88% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei yang sebesar 0,71% (mtm). Kenaikan harga kelompok volatile food didorong oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, telur ayam ras dan daging ayam ras.

‘’Naiknya harga komoditas cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat disebabkan oleh penurunan pasokan dari produksi daerah sentra yang disebabkan cuaca kurang kondusif. Sedangkan, kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan oleh kenaikan kebutuhan bahan pangan selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,’’ ungkap Trisno. Di sisi lain, laju inflasi volatile food tertahan oleh menurunnya harga minyak goreng yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, produksi CPO dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan melakukan pelarangan ekspor CPO pada Mei 2022.

Lebih lanjut Trisno membeberkan, kelompok barang inflasi inti (core) tercatat sebesar 0,45% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,80% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi core adalah canang sari, mie, upah asisten rumah tangga, bakso siap santap, dan kopi bubuk. ‘’Peningkatan harga canang sari dipengaruhi oleh kenaikan permintaan untuk perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,’’ ujarnya.

Baca Juga  Jelang Purnatugas, Erwin Suryadarma Pamitan ke Walikota Jaya Negara

Sementara itu, kenaikan harga mie diakibatkan adanya kenaikan harga gandum sebagai bahan baku pembuatan mie, sedangkan kenaikan harga bakso diakibatkan meningkatnya harga daging ayam ras.

Di sisi lain, kata Trisno, barang administered price mencatat deflasi sebesar -0,09% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,39% (mtm). Deflasi terjadi terutama disebabkan oleh penurunan tarif angkutan antar-kota, angkutan udara, dan tarif kendaraan roda dua online.

‘’Fenomena ini didorong oleh kembali normalnya permintaan pada Juni 2022 setelah terjadi kenaikan pada bulan sebelumnya sehubungan dengan liburan Hari Raya Idul Fitri 2022,’’ ungkapnya.

Selanjutnya pada Juni 2022, tekanan inflasi diperkirakan bersumber dari kelompok administered price dan volatile food. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan tekanan harga antara lain: i)kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Juli 2022, ii) risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK)yang berpotensi mengganggu pasokan daging ternak di tengah kenaikan permintaan sapi untuk Qurban, iii) kenaikan permintaan seiring dengan musim liburan sekolah bagi wisatawan domestik dan liburan musim panas bagi wisatawan mancanegara, serta iv) risiko turunnya produksi hortikultura saat curah hujan tinggi di Provinsi Bali akibat dampak angin monsun dari Australia.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota senantiasa melakukan koordinasi dan komunikasi dalam forum High Level Meeting untuk melakukan pemantauan harga dan stok barang, melaksanakan kegiatan operasi pasar, serta peningkatan Kerja sama Antar-Daerah (KAD) untuk menjamin ketersediaan barang di Provinsi Bali. Untuk surveillance risiko PMK, dilakukan pengawasarn hewan ternak 24 jam di setiap pintu masuk baik bandara maupun pelabuhan, serta rencana vaksinasi kepada hewan ternak. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

BI Bali Inisiasi Digitalisasi Transaksi Ekonomi Berbasis Banjar

Published

on

By

banjar digital
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Komunitas Banjar Kreatif Desa dan BPD Bali meresmikan program "Banjar Digital" pertama di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Kabupaten Buleleng. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka mendorong terciptanya ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, serta untuk mendukung pemulihan ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Komunitas Banjar Kreatif Desa dan BPD Bali meresmikan program “Banjar Digital” pertama di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Kabupaten Buleleng pada Jumat, 24 Juni 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Komisi XI DPR RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Asisten II Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kepala Cabang BPD Bali Cabang Singaraja, dan berbagai lapisan masyarakat Banjar Kelod Kauh.

Banjar Digital yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini merupakan suatu program mendigitalisasikan ekosistem di lingkungan banjar/desa se-Bali yang meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam adopsi digital, termasuk pembekalan kepada UMKM lokal secara end-to-end terkait packaging produk, digital marketing dalam rangka perluasan pasar dan penggunaan alat pembayaran digital melalui QRIS. Banjar Digital juga mengembangkan penyediaan infrastruktur pembayaran digital kepada pedagang pasar dan UMKM, tempat ibadah, bank sampah, lembaga keuangan mikro serta mengoptimalisasikan peran BUMDes sebagai agen pemerintah dalam menerima pembayaran pajak dan retribusi secara digital.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa banjar secara khusus dipilih karena merupakan salah satu bentuk keunikan Bali yang berbeda dari wilayah lain. Selain itu, banjar merupakan unit terkecil dan yang paling dekat dengan masyarakat di Bali dengan wewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. Sehingga, banjar diyakini dapat menjadi motor penggerak digitalisasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan apresiasi atas dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dalam penerapan digitalisasi yang diharapkan akan semakin mendorong roda ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat banjar/desa. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan peninjauan dan experience bertransaksi langsung dengan QRIS pada beberapa produk hasil Banjar.

Baca Juga  Civitas Informatika FMIPA Unud Gelar Baksos di Pura Ulun Danu Batur Kintamani

Program Banjar Digital pertama di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Kabupaten Buleleng ini diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh banjar di Bali yang tercatat lebih dari 5.000 Banjar.

Pada akhirnya, melalui akselerasi transformasi digital berbasis banjar akan mampu meningkatkan transaksi ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mampu mengakselerasi pemulihan dan ketahanan ekonomi di Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Wagub Cok Ace Dorong Penguatan UMKM dalam Transformasi Ekonomi Bali

Bincang-bincang UKM Bersama Margie Gunawan di Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan Ubud, Kabupaten Gianyar

Published

on

By

wagub cok ace
Wagub Cok Ace dalam acara bincang-bincang UKM bersama Margie Gunawan di Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan Ubud, Kabupaten Gianyar. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah membuktikan ketangguhannya menjadi penopang perekonomian Bali yang mengalami guncangan hebat di tengah situasi pandemi Covid-19. Bercermin dari pengalaman itu, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mendorong penguatan UMKM dalam transformasi ekonomi Bali. Wagub Cok Ace mengungkapkan hal tersebut dalam acara bincang-bincang UKM bersama Margie Gunawan di Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan Ubud, Kabupaten Gianyar pada Sukra Umanis Wuku Langkir (Jumat, 24 Juni 2022).

Lebih jauh ia menerangkan, transformasi ekonomi Bali pertama kali terjadi pada kisaran tahun 1922 hingga 1924 yang dipicu kedatangan wisatawan mancanegara. Karena menjanjikan kesejahteraan, sejak saat itu ekonomi Bali secara perlahan mulai bertransformasi dari agraris ke pariwisata. Dalam perjalanannya, pariwisata berkembang pesat, namun menimbulkan sejumlah persoalan karena masih dikelola secara sporadis.

Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata dengan manfaat dan persoalan yang ditimbulkan, pandemi Covid-19 yang tiba-tiba melanda dunia memberi ruang dan waktu bagi seluruh komponen masyarakat Bali merenungkan dan mengevaluasi kembali struktur perekonomian Bali. Guru Besar ISI Denpasar ini menyebut, sektor UMKM membuktikan ketangguhannya sebagai penopang ekonomi Bali di tengah situasi pandemi. Mereka yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata menjadikan UMKM sebagai alternatif untuk menyelamatkan perekonomian keluarga. Sekalipun tak seluruhnya berkembang, Wagub Cok Ace menyebut banyak di antara pelaku UMKM baru itu yang bisa bertahan.

Bicara lebih spesifik tentang faktor yang mempengaruhi suksesnya pengelolaan UMKM, Wagub Cok Ace menyampaikan tiga modal utama yang harus diperhitungkan yaitu background, modal dan pasar. Background yang dimaksudnya adalah latar belakang yang dimiliki oleh pelaku usaha seperti pendidikan dan hobi. “Ada yang memulai usaha hanya karena hobi atau latar belakang pendidikan saja. Akan lebih berpotensi berkembang bila yang bersangkutan memiliki keduanya,” ucapnya.

Baca Juga  Tim Asesor LAM-PTKes Lakukan Asesmen Lapangan Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker FMIPA Unud

Menurutnya background seseorang akan sangat mempengaruhi warna dan metode usaha yang diterapkan pelaku UMKM. Dua hal lain yang menjadi penentu adalah perhitungan modal dan pasar yang tepat. Ia berpendapat, peluang pasar di Bali masih cukup terbuka bagi pelaku UMKM yang kreatif. Apalagi, perkembangan dunia digital memberi banyak kemudahan untuk lebih mendekatkan pelaku UMKM dengan konsumen.

Sementara dari segi permodalan, pemerintah meluncurkan sejumlah program untuk membantu UMKM. Pada bagian lain, Wagub Cok Ace menyambut baik penyelenggaraan bincang-bincang UMKM dan berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi kemajuan UMKM di Pulau Dewata.

Menambahkan penjelasan Wagub Cok Ace, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali I Wayan Ekadina menegaskan komitmen Pemprov dalam membantu UMKM. Ia dan jajarannya terbuka menerima pelaku UMKM yang hendak berkonsultasi terkait kendala yang dihadapi dalam mengelola usaha mereka.

Sementara itu, Restaurant Consultant sekaligus Advisor Warung Pulau Kelapa Margie Gunawan yang dihadirkan sebagai pembicara berbagi tips kepada pelaku UMKM.  Menurutnya, seseorang yang hendak terjun dalam dunia UMKM harus mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki serta kejelasan pangsa pasar.

Pada acara bincang-bincang, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi kepada Wagub Cok Ace. Persoalan tersebut antara lain kendala permodalan, sulitnya menembus pasar hotel hingga harga tawar yang tak sesuai. Di akhir acara, Wagub Cok Ace menerima bingkisan lukisan siluet wajah dirinya dari Yoga Pradipta. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca