Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

FMIPA Unud Bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Gelar Bimtek IT

BALIILU Tayang

:

fmipa
FMIPA Unud bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar saat menggelar Bimtek IT. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Udayana melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Informasi dan Teknologi (IT) bagi 35 orang pengurus koperasi, pengawas koperasi, dan penggiat UMKM di wilayah Kota Denpasar yang dilaksanakan di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana.

Kegiatan selama 3 hari dari Senin, 9 Mei 2022 – Rabu, 11 Mei 2022 ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Madya Denpasar Dr. I Dewa Made Agung, S.E., M.Si. dan kepala-kepala bidang di dinas tersebut, Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D., Koordinator Program Studi informatika, Dr. I Ketut Gede Suhartana, S.Kom., M.Kom., mahasiswa dan peserta Bimtek.

Peserta Bimtek IT FMIPA Unud. (Foto: Ist)

Turut hadir narasumber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., mantan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si., Kadek Puja Astawa, S.E. (Content Creator), Andi Yuda Prayoga (Senior Agency Manager – Chubb), Ni Nyoman Pudak Sari (Certified Digital Marketer), Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom., M.Cs (Dosen Informatika Unud), serta perwakilan dari Bank BPD Bali. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya mendukung program transformasi teknologi bagi koperasi dan UMKM di wilayah Denpasar, sehingga mampu memenangkan persaingan di era industri 4.0 dan society 5.0. Seperti diketahui perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan masif harus diimbangi dengan penguasaan dan penggunaan teknologi itu sendiri. Penguasaan teknologi seperti internet, website, dan sosial media sebagai salah satu media digital marketing diharapkan mampu meningkatkan kinerja soko guru yang berimbas pada meningkatnya kemampuan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA menyampaikan bahwa kerja sama yang dibangun antara Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar dan FMIPA Universitas Udayana merupakan salah satu upaya bagaimana universitas mampu berkontribusi kepada masyarakat. Informatika sebagai salah satu program studi di FMIPA tentunya akan menjadi garda terdepat dalam percepatan program transformasi teknologi utamanya teknologi informasi yang juga merupakan program kerja dari pimpinan daerah. Informatika bukanlah ilmu yang baru, namun informatika merupakan salah satu ilmu yang memiliki kecepatan perkembangan yang sangat tinggi. ‘’Untuk itu sangatlah tepat jika potensi-potensi muda di bidang informatika dilibatkan dalam memperkuat segala aspek di masyarakat khususnya aspek teknologi informasi,’’ ujar Dekan.

Baca Juga  BARI Bali Kunjungi FMIPA Unud, ‘’Follow-up’’ Riset yang Sudah Terealisasi
Narasumber dan peserta Bimtek IT foto bersama. (Foto: Ist)

Dikatakan, sejak berdiri tahun 2006 dalam upaya menyikapi kebutuhan masyarakat akan program studi bidang komputer/informatika, FMIPA sangat fokus pada perkembangan terkini. FMIPA juga mendorong civitas informatika untuk selalu berada di urutan terdepan dalam urusan teknologi informasi. Watiniasih berharap apa yang dilaksanakan selama 3 hari ini dapat memberi banyak hal kepada pengelola koperasi dan UMKM di Kota Denpasar. Ia berharap pula apa yang diterima dalam Bimtek ini agar bisa disebarluaskan kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

Sebagai akhir kata Watiniasih mengucapakan banyak terima kasih atas kerja sama yang telah dilaksanakan antara Dinas Koperasi dan UMKM dengan FMIPA Unud, semoga kerja sama ini dapat terus dilaksanakan dalam berbagai kegiatan yang tidak kalah menarik dan pentingnya. Tidak lupa Watiniasih juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang digawangi I Gede Santi Astawa, S.T., M.Cs atas kerja kerasnya dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini berisi berbagai materi menarik diantaranya adalah ‘’Kebijakan Transformasi Digital Koperasi’’ oleh Kepala Dinas Koperasi Kota Denpasar I Wayan Ekadina, SE., M.Si., ‘’Memahami Fenomena Disrupsi’’ oleh  Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E. M.Si., ‘’Bangun Brand dengan Video, Praktik Membuat Video Promosi’’ oleh Kadek Puja Astawa, S.E., ‘’Memfungsikan Website sebagai Media Pemasaran Digital oleh Andi Yuda Prayoga, ‘’Memfungsikan Media Sosial sebagai Digital Marketing’’ oleh Ni Nyoman Pudak Sari, ‘’Digital Marketing Koperasi’’ oleh Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom, M.Cs. , ‘’Edukasi Transaksi Nontunai’’ oleh Bank BPD Bali, dan ‘’Menyusun Rencana, Tindak Lanjut, dan Implementasi’’ oleh Andi Yuda Prayoga dan Ni Nyoman Pudak Sari. Setelah pelaksananan Bimtek ini diharapkan koperasi dapat bertransformasi ke era digital. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1000-FMIPA-Universitas-Udayana-beserta-Dinas-Koperasi-dan-UMKM-Kota-Denpasar-gelar-Bimtek-IT.html (gs/bi)

Baca Juga  Tim PKM Prodi Magister Kimia FMIPA Unud Gelar Pengabdian di Banjar Krisnantara Tibubeneng

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Indeks Keyakinan Konsumen Bali Masih Terjaga di Tengah Gejolak Geopolitik

Published

on

By

IKK bali
Infografis optimisme konsumen di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terus berlanjut yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 127,3 (nilai indeks > 100), meskipun mengalami perlambatan atau turun sebesar 2,6% (mtm). Penurunan tersebut melandai dibandingkan dengan IKK Februari 2026 yang turun sebesar 3,6% (mtm).

Lebih lanjut, IKK Provinsi Bali masih lebih tinggi dari IKK Nasional dengan IKK sebesar 122,9. Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh kelompok pendapatan Rp 3-4 juta (138,6), Rp 5-6 juta (136,8), dan kelompok pendapatan Rp 2-3 juta (130,5). Optimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (127,2) dan informal (127,3).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui siaran pers menyatakan bahwa Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang. Perlambatan komponen IKK tertahan oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari sebelumnya 140,2 menjadi 124,7. Faktor penahan pertumbuhan IEK berasal dari penurunan seluruh komponen pembentuk IKE, antara lain indeks prakiraan penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini yang menurun sebesar 15,5% (mtm) atau sebesar 123,0, indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang yang menurun sebesar 9,6% (mtm) atau sebesar 122,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 7,9% (mtm) atau sebesar 129,0.

Responden menyatakan adanya kecenderungan penurunan perjalanan wisatawan ke Bali seiring dengan konflik perang di Timur Tengah yang meningkatkan risiko kenaikan harga avtur dan keterbatasan maskapai. Adanya sejumlah pembatalan perjalanan wisatawan ke Bali ini memberikan efek domino bagi keberlangsungan kondisi usaha di Bali sebagai wilayah yang bergantung dari sektor pariwisata.

Baca Juga  FMIPA Unud Laksanakan Akreditasi Prodi Sarjana Fisika Menuju Unggul

Meskipun demikian, Erwin Soeriadimadja menegaskan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri turut mendorong IKK Maret 2026 tumbuh lebih baik jika dibandingkan IKK Februari 2026. Optimisme tersebut sejalan dengan data Angkasapura pada bulan Maret 2026 yang menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 9,6% (mtm) atau total jumlah kunjungan sebanyak 892 ribu orang. Adapun peningkatan wisatawan didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 26,3% (mtm), lebih tinggi dibandingkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 0,8% (mtm). Peningkatan kunjungan wisatawan yang selaras dengan peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mampu menahan penurunan IKK lebih lanjut, dari IKE 121,0 menjadi 129,8 (naik 7,3%; mtm).

Erwin lanjut mengungkapkan bahwa faktor pendorong pertumbuhan IKE berasal dari peningkatan tiga komponen yaitu indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 15,0% (mtm), indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 5,5% (mtm), serta indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 3,0% (mtm).

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. TPID terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga.

Demi mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Lebih lanjut, untuk menjaga konsumsi masyarakat di tengah instabilitas geopolitik, pada tanggal 1 April 2026 Pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Stimulus tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Baca Juga  Diikuti 215 Pengelola Koperasi, Arya Wibawa Buka Diklat dan Uji Kompetensi Pengelola Koperasi

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Gercep dan Solid! Sinergi Hebat TPID Se-Bali Mampu Kendalikan Inflasi di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Perkembangan inflasi Provinsi Bali berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 April 2026 mencatatkan bahwa secara bulanan Provinsi Bali pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,50% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Februari sebesar 0,70% (mtm).

Beberapa catatan peristiwa seperti perayaan HBKN Nyepi dan Idulfitri, kenaikan harga cabai, serta kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mendorong dinamika pergerakan inflasi secara bulanan. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan menurun dari 3,89% (yoy) pada Februari 2026 menjadi 2,81% (yoy). Secara spasial, seluruh Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Maret 2026.

Singaraja mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,90% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,40 % (yoy), diikuti Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan sebesar 0,63% (yoy) atau inflasi tahunan sebesar 2,67% (yoy), selanjutnya Kabupaten Badung mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,09% (yoy). Lebih lanjut Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,42% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,02% (yoy).

Berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Maret 2026 bersumber dari kenaikan harga cabai rawit, bensin, tarif air minum PAM, canang sari, dan cabai merah. Sementara itu, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga tarif angkutan udara, emas, bawang putih, beras dan kangkung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengapresiasi berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan koordinasi bersama dalam High Level Meeting (HLM) menjelang HBKN Idulfitri dan Nyepi sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran.

“Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau yang disertai potensi El Nino, potensi kenaikan harga minyak dan komoditas dunia di tengah ketidakpastian global, serta peningkatan permintaan HBKN Galungan Kuningan,” ujarnya.

Baca Juga  BARI Bali Kunjungi FMIPA Unud, ‘’Follow-up’’ Riset yang Sudah Terealisasi

Untuk memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, yang difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat aspek regulasi. Strategi tersebut diimplementasikan utamanya melalui intensifikasi operasi pasar dengan kaidah 3T (tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran), penguatan kerja sama antar daerah baik intra-Bali maupun luar Bali, dan perluasan ekosistem ketahanan pangan hulu-hilir yang inklusif dengan melibatkan BUMDes, Perumda pangan, dan koperasi, yang diperkuat melalui regulasi pemanfaatan produk pangan lokal oleh pelaku usaha di daerah. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penerimaan Pajak Hingga Akhir Februari Tumbuh 30,4 Persen, Sektor Konsumsi Jadi Motor Utama

Published

on

By

pendapatan negara
KINERJA POSITIF: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kinerja positif pendapatan negara hingga akhir Februari 2026 di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta pada Rabu (11/3). (Foto: kemenkeu.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kinerja positif pendapatan negara hingga akhir Februari 2026. Dalam paparan APBN KiTa, Suahasil menyoroti pertumbuhan neto penerimaan pajak yang mencapai 30,4% (yoy), didorong kuat oleh tingginya aktivitas transaksi ekonomi masyarakat.

Hingga 28 Februari 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 245,1 triliun. Secara khusus, Suahasil memberikan catatan pada pertumbuhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang melonjak hingga 97%.

“PPN dan PPnBM dibayar jika ada transaksi. (Lonjakan) ini menunjukkan bahwa di perekonomian kita transaksi berjalan terus, kegiatan ekonomi, aktivitas ekonomi itu berjalan terus.,” ujar Suahasil di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta pada Rabu (11/3).

Empat sektor utama, yakni industri pengolahan, perdagangan, keuangan dan asuransi, serta pertambangan, tercatat masih menjadi kontributor mayoritas dengan sumbangan mencapai 74% dari total penerimaan pajak.

Sejalan dengan pendapatan yang kuat, pemerintah melakukan akselerasi belanja negara guna mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026. Realisasi belanja negara hingga akhir Februari mencapai Rp 493,8 triliun, tumbuh signifikan 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu pendorong utama kenaikan belanja adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 9 Maret 2026, program ini telah menjangkau 61,6 juta penerima yang terdiri dari 50 juta siswa dan 10,5 juta nonsiswa (ibu hamil, menyusui, dan lansia) dengan total serapan anggaran mencapai Rp 44 triliun.

Selain itu, Kemenkeu juga melaporkan realisasi pembayaran THR ASN, TNI, dan Polri tahun 2026. Hingga 10 Maret, pemerintah telah menyalurkan Rp 24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total alokasi Rp 55 triliun. “Kami mendorong seluruh K/L dan Pemerintah Daerah segera menuntaskan pembayaran THR agar tuntas sebelum hari raya,” tambahnya.

Baca Juga  FMIPA Clean Up 2022, Kenalkan Mahasiswa FMIPA Unud dengan TPST SAMTAKU

Di sisi lain, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia (ICP) akibat konflik di Timur Tengah. Meskipun sempat menyentuh angka di atas US$100 per barel, harga minyak menunjukkan tren volatilitas tinggi. Suahasil menegaskan bahwa APBN akan terus berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) melalui skema subsidi dan kompensasi energi untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga global.

Dalam bidang kepabeanan, terdapat peningkatan signifikan pada frekuensi penindakan rokok ilegal, dari 1.993 kali pada tahun lalu menjadi 2.872 kali penindakan di tahun 2026. Jumlah rokok ilegal yang disita naik dua kali lipat menjadi 369 juta batang.

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) telah terealisasi sebesar Rp 147,7 triliun. Pemerintah juga memberikan atensi khusus pada daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 10,65 triliun yang disalurkan dalam tiga tahap mulai Februari hingga April 2026. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca