Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam acara tatap muka bersama masyarakat Kabupaten Bangli, pada Minggu (26/2). (Foto: ist)
Bangli, baliilu.com – Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam acara tatap muka bersama masyarakat Kabupaten Bangli mendapatkan sambutan apresiasi yang sangat antusias oleh ribuan masyarakat yang hadir memenuhi Alun-alun Kota Bangli pada, Minggu (Redite Pon, Tambir) 26 Februari 2023 malam.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta yang didampingi Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, Ketua DPRD Kabupaten Bangli, DPRD Bali Dapil Bangli, Forkopimda, Kepala OPD Pemkab Bangli, Rektor Perguruan Tinggi, Ketua TP PKK, Ketua WHDI, Ketua Gatriwara, Kepala Unit Kerja dan Camat, Perbekel, Lurah, Ketua BPD, Bendesa Adat, Kelian Adat dan Kelian Subak Se-Kabupaten Bangli, hingga FKUB, PHDI, MDA, Panglingsir Puri, Akademisi, Seniman, Budayawan, Guru, Siswa, serta Yowana se-Kabupaten Bangli yang menyambut langsung kedatangan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Koster – Ace ini diiringi oleh gemuruh suara seni gambelan beserta Tari Berbarisan Pamendak Tamu.
Gemuruh tepuk tangan juga bersuara untuk memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang telah mampu bekerja nyata mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dituangkan ke dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru. Apresiasi pula diberikan, karena kedua pemimpin Bali yang akrab disapa Koster – Ace ini telah berhasil melaksanakan pembangunan infrastruktur monumental dan fundamental di Bali yang sebelumnya tidak pernah tercapai, namun kini tercapai dengan hasil yang nyata, diantaranya meliputi : 1) Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih di Karangasem; 2) Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung; 3) Pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi; 4) Pembangunan 3 Pelabuhan sekaligus: Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan; 5) Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng; 6) Pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng; 7) Pembangunan Bendungan Sidan di wilayah Badung-Bangli Gianyar; dan 8) Pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali, sepanjang 96 Km, menghubungkan Gilimanuk-Mengwi.
Gubernur Koster bersama Wagub Cok Ace disambut toast Arak Bali. (Foto: ist)
Mengawali acara tatap muka bersama masyarakat Kabupaten Bangli, Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan bantuan : 1) Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp. 80,71 Miliar ke Pemerintah Kabupaten Bangli; 2) Bantuan Aset Tanah sebanyak 10 Bidang Tanah seluas 3,05 Ha dan 2 Unit Bangunan seluas 15,46 Are yang dipergunakan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Bangli; 3) Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp. 4,30 Miliar kepada Pemerintah Desa se-Kabupaten Bangli untuk tambahan penghasilan Perbekel dan Perangkat Desa; 4) Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp. 50,4 Miliar kepada 168 Desa Adat se-Kabupaten Bangli; dan 5) Bantuan Keuangan Khusus sebanyak Rp. 4,87 Miliar kepada 487 Subak dan Subak Abian Se-Kabupaten Bangli.
Murdaning Jagat Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta agar terus menjalankan program pembangunan yang baik untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bangli dengan cara kerja yang cermat dan berhati-hati, karena Bangli dipenuhi dengan warisan adiluhung, seperti ada Gunung Batur, Danau Batur, hingga peninggalan – peninggalan warisan Budaya Leluhur Bali. Oleh karena itu, dalam pembangunan Bangli diperlukan konsep yang matang supaya pembangunan di Bangli bisa dilaksanakan secara holistik sesuai dengan karakteristik dan potensi alam Kabupaten Bangli. “Astungkara dalam kepemimpinan Saya bersama Tjokorda Artha Ardana Sukawati di periode selanjutnya akan terus mengarahkan pembangunan di Kabupaten Bangli, karena Bangli adalah masa depan Bali,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta yang didampingi Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar menyampaikan kehadiran Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati di Kabupaten Bangli merupakan sebuah kehormatan luar biasa. Untuk itu Saya bersama Bapak Wakil Bupati mewakili seluruh masyarakat Bangli mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster atas segala dukungannya di dalam menyukseskan di setiap program pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bangli.
Bupati Bangli menyebut bahwa sepanjang sejarah Gubernur di Bali, belum pernah ada keberpihakan pemimpin Bali seperti Bapak Wayan Koster dalam menyukseskan pembangunan di Kabupaten Bangli. Kerja yang dilakukan Bapak Wayan Koster sangat nyata, dimana : 1) Pada Tahun 2022 Kabupaten Bangli dibantu Rp. 60 Miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Semesta Provinsi Bali; 2) Tahun 2023 Kabupaten Bangli dibantu Rp. 80 Miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Provinsi Bali; dan 3) Selalu mengawal dan mengkomunikasikan di setiap usulan pembangunan di Kabupaten Bangli ke Pemerintah Pusat, sehingga Tahun 2023 ini Bangli mendapat Dana DAK Fisik sebesar Rp. 140 Miliar lebih dari APBN Pemerintah Pusat, dan ini merupakan raihan DAK tertinggi dari Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Bali. “Kami juga merasa bangga, karena di Tahun 2023 ini APBD di Kabupaten Bangli bisa menembus Rp. 1,3 Triliun yang merupakan capaian APBD terbesar sepanjang sejarah Pemerintahan di Kabupaten Bangli,” ujarnya.
Untuk itu, di hadapan seluruh masyarakat Bangli, kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas semua capaian pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali dalam kepemimpinan Bapak Wayan Koster dan Cok Ace dengan merealisasikan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru. “Bapak Gubernur Wayan Koster adalah putra terbaik Bali yang sangat visioner, sosok pekerja keras, selalu menggaungkan kerja cerdas, fokus, tulus dan lurus demi kesejahteraan masyarakat Bali,” jelasnya yang disambut tepuk tangan. (gs/bi)
Suasana Warga saat mengantre BBM di sebuah SPBU. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali terus mencermati perkembangan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pertamina, dan pelaku usaha. Kecepatan dan keberhasilan dari berbagai langkah percepatan pemulihan pasokan yang dilakukan oleh Pertamina, pasokan BBM di Bali diyakini secara bertahap akan dapat mengurangi antrian dan memenuhi permintaan masyarakat. Sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi BBM, keberlangsungan aktivitas ekonomi, serta stabilitas harga barang dan jasa di Bali.
Kepala Perwakilan Kantor BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa hasil pemantauan dan komunikasi Bank Indonesia dengan pelaku usaha menunjukkan bahwa keterbatasan pasokan BBM dalam beberapa hari terakhir terutama berdampak pada kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan serta menimbulkan keterlambatan sebagian aktivitas operasional usaha. Dampak yang dilaporkan antara lain keterlambatan layanan transportasi wisatawan, penjemputan dan pengantaran tamu hotel, serta pengiriman kebutuhan operasional seperti bahan makanan, minuman, dan jasa laundry.
Namun demikian, lanjut Achris Sarwani, aktivitas usaha secara umum masih berjalan dan belum terdapat indikasi gangguan yang signifikan terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi Bali.
Achris Sarwani menyebutkan, berdasarkan simulasi Bank Indonesia, apabila keterbatasan BBM berlangsung selama 3-5 hari, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali diprakirakan sekitar 0,014%, dan meningkat menjadi sekitar 0,019% apabila berlangsung hingga 7 hari. Mengingat proses normalisasi pasokan dan distribusi BBM tengah berlangsung, dampak terhadap perekonomian daerah diprakirakan tetap terbatas dan bersifat sementara.
Dari sisi inflasi, katanya, hasil pemantauan Bank Indonesia di sejumlah pasar tradisional dan pelaku usaha menunjukkan bahwa pasokan barang kebutuhan masyarakat masih relatif terjaga dan harga komoditas pangan secara umum masih stabil. Hingga saat ini belum terdapat indikasi tekanan harga yang meluas akibat keterbatasan BBM mengingat persediaan bahan pangan masih mencukupi. Meskipun terdapat potensi peningkatan biaya distribusi dan logistik dalam jangka pendek, dampaknya terhadap inflasi Bali diprakirakan relatif terbatas.
“Berdasarkan simulasi Bank Indonesia, keterbatasan BBM selama 3-5 hari diprakirakan berdampak sekitar 0,010% terhadap inflasi Bali, sedangkan apabila berlangsung sekitar 7 hari dampaknya diprakirakan mencapai 0,018%. Sejalan dengan percepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM yang sedang berlangsung, dampak terhadap inflasi Bali diperkirakan tetap terkendali,” ujar Achris Sarwani.
Ke depan, kata Achris Sarwani, penguatan sinergi TPID dan koordinasi dengan Pertamina menjadi langkah penting untuk menjaga kecukupan pasokan serta kelancaran distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi. Komunikasi publik yang efektif dan penyampaian informasi secara berkala juga perlu terus diperkuat untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat, menjaga ketenangan, serta menghindari pembelian secara berlebihan (panic buying). Selain langkah jangka pendek tersebut, upaya jangka menengah dan panjang untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik perlu terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan efisiensi energi dan dukungan terhadap kelestarian lingkungan Bali.
Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi langkah-langkah percepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM yang dilakukan oleh Pertamina bersama Pemerintah Daerah. Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan pasokan BBM, harga pangan, serta kelancaran distribusi barang dan jasa. Dengan dukungan pasokan tambahan yang telah tiba, optimalisasi distribusi BBM, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, dampak terhadap aktivitas perekonomian dan inflasi Bali diprakirakan tetap terbatas sehingga stabilitas ekonomi daerah dapat terus terjaga. (gs/bi)
Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang menyebabkan warga antre hingga berjam-jam di SPBU. Puan pun meminta Pertamina bersama Kementerian terkait menyiapkan intervensi dengan menambah pasokan BBM guna mengatasi kelangkaan tersebut.
“Kesulitan warga memperoleh BBM di sejumlah SPBU di Bali perlu segera diselesaikan melalui penguatan distribusi sampai titik pelayanan. Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan adanya tambahan pasokan BBM di Bali,” kata Puan, Rabu (14/10/2026). Seperti diketahui, kelangkaan BBM di Bali membuat warga harus berburu bensin hingga berjam-jam. Kondisi tersebut terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli.
Akibat kelangkaan BBM ini, terjadi antrean kendaraan yang mengular hingga 1 kilometer di banyak SPBU di Bali. Bahkan seorang warga perempuan di Badung sampai pingsan karena mengantre di SPBU hingga berjam-jam.
Adapun Pertamina mengungkap kelangkaan BBM tersebut disebabkan salah satunya karena kendala bongkar muat kapal tanker. Pertamina menyatakan akan menyiapkan tambahan pasokan BBM di Bali.
Terkait hal ini, Puan mengingatkan agar tambahan pasokan BBM juga disertai dengan perbaikan sistem distribusi. “Tambahan pasokan yang tiba juga perlu diikuti kepastian pengiriman ke SPBU, terutama wilayah yang masih mengalami kekosongan BBM dan terjadi antrean panjang,” tuturnya.
Puan pun mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina memeriksa seluruh tahapan pemulihan. Mulai dari kedatangan kapal, pembongkaran, persediaan terminal, hingga pengiriman kepada penyalur.
“Pemeriksaan harus memperjelas hambatan yang masih terjadi dan keputusan yang diperlukan untuk mempercepat pelayanan kembali normal. “Warga membutuhkan kepastian BBM dapat diperoleh di tempat pelayanan. Setiap tambahan pasokan perlu segera diterjemahkan menjadi pengiriman yang sesuai kebutuhan dan pemulihan SPBU yang dapat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Puan menilai Pertamina perlu memetakan kebutuhan berdasarkan jenis BBM dan wilayah pelayanan. “SPBU yang mengalami kekosongan berulang harus memperoleh perhatian khusus agar pengiriman berikutnya mampu menutup kebutuhan sampai pasokan lanjutan tersedia,” jelas Puan.
Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, Pemerintah harus menetapkan sasaran pemulihan yang terukur. Puan menyebut ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Pemerintah dan Pertamina.
“Evaluasi perlu melihat jumlah SPBU yang kembali melayani, lamanya kekosongan, kecukupan pasokan antarjadwal pengiriman, dan perkembangan waktu antrean. Informasi tersebut menjadi dasar penyesuaian operasi setiap hari,” paparnya.
Selama pemulihan berlangsung, Puan meminta Pemerintah menjaga akses energi untuk pelayanan darurat dan kegiatan penting masyarakat melalui mekanisme yang sah. “Penanganan harus memperhitungkan kebutuhan fasilitas kesehatan, angkutan umum, dan distribusi kebutuhan pokok sesuai jenis BBM yang digunakan,” ungkap Puan.
Tak hanya itu, Puan menilai pemulihan kelangkaan BBM juga memerlukan pembagian tanggung jawab yang jelas. “Pemerintah dan Pertamina perlu mengetahui lokasi yang masih terkendala, pihak yang menanganinya, dan kapan pelayanan diperkirakan membaik,” tegas cucu Bung Karno tersebut.
Di sisi lain, Puan mengingatkan Bali merupakan salah satu daerah pariwisata dengan penopang industri ekonomi kreatif yang berperan besar bagi roda perekonomian Negara. “Kelangkaan BBM yang tidak segera diatasi dapat berdampak terhadap perekonomian di Bali yang pada akhirnya akan memengaruhi ekonomi kerakyatan dan pembangunan ekonomi Nasional,” ucap Puan.
Puan mengatakan, DPR melalui komisi terkait akan mengawal evaluasi ketahanan pasokan Bali, termasuk kebutuhan cadangan operasional dan alternatif pengiriman ketika jadwal berubah. “Perbaikan perlu memastikan gangguan pada satu tahapan dapat diantisipasi sebelum berdampak luas terhadap pelayanan,” pungkasnya. (gs/bi)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026). (Foto: Hms Polri)
Jakarta, baliilu.com – Polri melakukan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2262/X/KEP./2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Mutasi ini mencakup sejumlah jabatan di lingkungan Divisi Hubungan Internasional, Bareskrim Polri, Korbrimob, Lemdiklat Polri, serta kepolisian kewilayahan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), mengatakan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, serta rekam jejak dan integritas personel. Hal ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara optimal,” ujar Johnny.
Sejumlah pergeseran jabatan di antaranya Brigjen Pol Herry Dian Dwiharto dari Widyaiswara Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang NCB/Interpol Divhubinter Polri. Sementara itu, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Dirtipideksus selanjutnya diemban Kombes Pol Suhasto, yang sebelumnya menjabat Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I Bareskrim Polri.
Di lingkungan Bareskrim Polri, Kombes Pol Afrisal yang sebelumnya menjabat Penyidik Madya Tingkat II diangkat menjadi Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I. Adapun Kombes Pol Dodi Ruyatman yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Jawa Timur dimutasi menjadi Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri.
Mutasi juga mencakup jabatan kewilayahan. Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan yang sebelumnya menjabat Kapolresta Banyuwangi dimutasi menjadi Dirreskrimsus Polda Jawa Timur. Jabatan Kapolresta Banyuwangi selanjutnya diemban Kombes Pol Muharman Arta, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Pekanbaru. Sementara itu, Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang yang sebelumnya menjabat Perancang Anggaran Madya Tingkat III Stamarena Polri diangkat menjadi Kapolresta Pekanbaru.
Selain itu, Kombes Pol Taufik Nurmandia yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Jambi dimutasi menjadi Dosen Kepolisian Madya Tingkat III STIK Lemdiklat Polri. Jabatan Dirreskrimsus Polda Jambi selanjutnya diemban Kombes Pol Yakhob Silvana Delareskha, yang sebelumnya menjabat Kabidseum Pusjarah Polri.
Dalam mutasi tersebut, terdapat pula penugasan terhadap personel Korbrimob Polri. Brigjen Pol Deonijiu De Fatima dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan pada BIN. Sementara itu, Brigjen Pol Leonardus Simarmata juga dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan pada BIN. Adapun Kombes Pol. Robert Da Costa dan Kombes Pol. Dr. Irfan S.D.P. Marpaung dimutasi sebagai Pamen Korbrimob Polri dalam rangka penugasan di luar struktur.
Johnny menambahkan, para pejabat yang memperoleh penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan tugas masing-masing.
Polri juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi serta pengabdian selama menjalankan tugas. Pengalaman dan kontribusi yang telah diberikan diharapkan dapat terus mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai bidang.
Melalui mutasi ini, Polri terus melakukan pembinaan sumber daya manusia dan penataan organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (gs/bi)