Dalam menuntaskan Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Gubernur Bali Wayan Koster mendapat dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan Gubernur Bali di periode kedua dari mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Anggota DPR RI, Ketua DPRD Bali, Bupati/Walikota beserta Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, sampai tokoh masyarakat yang hadir mengikuti Upacara Pemelaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. (Foto: ist)
Karangasem, baliilu.com – Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih dimulai pada tahun 2021, dan peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Yang Mulia, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Ibu Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri, pada tanggal 18 Agustus 2021 secara virtual di masa pandemi Covid-19.
“Total anggaran Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih sampai tahun 2023 ini adalah Rp 911 miliar, yang bersumber dari APBN Kementrian PUPR sebanyak Rp 427 miliar dan dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp 483 miliar,” jelas Gubernur Bali Wayan Koster usai melaksanakan persembahyangan Upacara Pemelaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, pada rahina Purnama Kasanga, Senin (Soma Umanis, Medangkungan) 6 Maret 2023.
Gubernur Bali Wayan Koster bersama mantan Gubernur Bali Mangku Pastika (anggota DPD RI)
Astungkara berkat restu Ida Bhatara Lingsir di Pura Agung Besakih dan restu alam se-Bali, telah dibangun Fasilitas Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, yang meliputi : 1) Restorasi dan Pengembangan Tempat Suci, seperti a. Restorasi dan pengembangan bangunan Pura Titi Gonggang; b. Restorasi dan pengembangan bangunan Pura Manik Mas; c. Restorasi dan pengembangan bangunan Pura Melanting Manik Mas; d. Restorasi dan pengembangan bangunan Pelinggih Tulak Tanggul; dan e. Bangunan Patung Padma Bhuwana di Bencingah.
Tempat Parkir Kedungdung (Asti Mandala). Pemerintah Provinsi Bali membangun Tempat Parkir Khusus untuk Bus yang memadai dengan memiliki fasilitas : 1) Lapangan Parkir Khusus untuk Bus; 2) Kendaraan Bus hanya boleh parkir di Tempat Parkir Kedungdung (Asti Mandala), dilarang keras parkir di jalan dan di tempat lain yang bukan tempat parkir; 3) Kapasitas tempat parkir sebanyak 250 Bus; 4) Tersedia Halte Kendaraan antar jemput kawasan (Shuttle Bus Kawasan); 5) Tersedia Gedung Terminal; 6) Tersedia Stasiun Pengisian Kendaraan Bermotor Listrik Umum (SPKLU); 7) Tersedia Pos Pantau Lalu Lintas; 8) Tersedia 12 unit Toilet, termasuk 2 Toilet Khusus untuk Difabel, yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan, gratis; dan 9) Tersedia Petugas Parkir yang mengatur untuk masuk-keluar kendaraan.
Gedung Parkir Area Manik Mas (Kreta Graha Kulon). Pemerintah Provinsi Bali membangun Gedung Parkir Area Manik Mas yang memadai dan berkualitas, yaitu : 1) Terdiri dari 4 lantai: Lantai Dasar (Paling Atas), B1 (Lantai Bawah 1), B2 (Lantai Bawah 2), dan B3 (Lantai Paling Bawah 3); 2) Kendaraan Roda Empat hanya boleh parkir di Gedung Parkir Area Manik Mas (Kreta Graha Kulon), dilarang keras parkir di jalan dan di tempat lain yang bukan tempat parkir; 3) Parkir Khusus untuk Kendaraan Roda Empat dengan total kapasitas 1.541 unit, Lantai Dasar (94 unit), Lantai B1 (376 unit), Lantai B2 (449 unit), Lantai Paling Bawah B3 (507 unit); 4) Pengisian parkir dilakukan secara berurutan mulai dari Lantai Paling Bawah B3, Lantai B2, Lantai B1, dan Lantai Dasar, perpindahan lantai dilakukan setelah lantai dibawahnya penuh; 5) Semua lantai dilengkapi sistem pemantauan digital dengan indikator lampu pada setiap slot, warna hijau menunjukkan slot masih tersedia dan warna merah menunjukkan slot sudah terisi; 6) Setiap lantai parkir terdiri atas beberapa blok yang dilengkapi kode blok pada pilar; 7) Tersedia Fasilitas Tiket Parkir Elektronik untuk masuk dan keluar Gedung Parkir; 8) Tersedia Fasilitas Toilet di setiap lantai, termasuk Toilet Khusus untuk Difabel, yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan, gratis; 9) Tersedia tangga dan elevator sebagai penghubung setiap lantai; 10) Tersedia Petugas Parkir yang mengatur untuk masuk-keluar kendaraan; dan 11) Atap gedung parkir memakai Panel Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan kapasitas 400 Kwh.
Gedung Parkir Area Manik Mas (Rangga Graha Wetan), yang terdiri dari: 1) 4 lantai: Lantai Dasar (Paling Atas), B1 (Lantai Bawah 1), B2 (Lantai Bawah 2), dan B3 (Lantai Paling Bawah 3); 2) Kendaraan Roda Dua/Sepeda Motor hanya boleh parkir di Gedung Parkir Area Manik Mas (Rangga Graha Wetan), dilarang keras parkir di jalan dan di tempat lain yang bukan tempat parkir; 3) Parkir Khusus untuk Kendaraan Roda Dua/Sepeda Motor dengan total kapasitas 1.268 unit; Lantai B1 (594 unit); Lantai B2 (674 unit); 4) Pengisian parkir dilakukan secara berurutan mulai dari Lantai B2 dan Lantai B1, perpindahan lantai dilakukan setelah lantai dibawahnya penuh; 5) Setiap lantai parkir terdiri atas beberapa blok yang dilengkapi kode blok pada pilar; 6) Tersedia Fasilitas Tiket Parkir Elektronik untuk masuk dan keluar gedung parkir; 7) Tersedia Fasilitas Toilet di setiap lantai, termasuk Toilet Khusus untuk Difabel, yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan, gratis; 8) Tersedia tangga dan elevator sebagai penghubung setiap lantai; dan 9) Tersedia Petugas Parkir yang mengatur untuk masuk-keluar kendaraan.
Tersedia Fasilitas UMKM. Pemerintah Provinsi Bali membangun Fasilitas UMKM yang memadai dan berkualitas, diantaranya dengan tersedianya : 1) Fasilitas UMKM berupa Kios dan Los; 2) Fasilitas UMKM sebanyak 272 unit Kios dan 198 unit Los, yang bertempat di Area Bencingah dan Area Manik Mas; 3) Fasilitas UMKM hanya dimanfaatkan oleh warga pemilik rumah atau warung yang terdampak langsung Pembangunan Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih; 4) Pelaku UMKM memanfaatkan Kios dan Los secara gratis, hanya dikenakan biaya operasional dan perawatan Fasilitas, serta membayar biaya listrik dan air sesuai pemakaian masing-masing; 5) Produk yang dijual oleh UMKM diutamakan produk lokal khas Kabupaten Karangasem, berupa kuliner, produk kerajinan, cindera mata branding Besakih, tanaman hias, dan hasil pertanian; 6) Produk yang dijual harus berkualitas diproses melalui penilaian/kurasi oleh Badan Pengelola bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali; 7) Transaksi dapat dilakukan secara digital menggunakan Aplikasi Qris Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali); 8) Pelaku UMKM dilarang keras menggunakan bahan plastik sekali pakai (tas kresek, pipet, dan sejenisnya); 9) Pelaku UMKM berkewajiban menjaga kebersihan secara mandiri dengan menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber, memilah sampah organik dan bukan organik, serta menjaga keasrian lokasi; dan 10) Tersedia Fasilitas Toilet sebanyak 54 bilik di Area Bencingah dan 144 bilik di Area Manik Mas, termasuk Toilet Khusus untuk Difabel, yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan, serta dilengkapi dengan Wastafel, gratis.
Fasilitas pendukung yang terdiri dari : 1) Bangunan Wantilan/Pesandekan 1 unit di Area Bencingah, 2 unit di Area Manik Mas, dan 1 unit di Area Parkir Kedungdung; 2) Bangunan Bale Gong 2 unit di Area Bencingah; 3) Bangunan Wiyata Graha berkapasitas 215 tempat duduk, untuk menayangkan Video Dokumenter tentang Pura Agung Besakih; 4) Tersedia Ruangan Ganti pakaian untuk Pemedek dan Pengunjung, serta Ruang Laktasi (Ruang Menyusui) di Area Manik Mas; 5) Tersedia Kantor BPD Bali dan ATM Center; 6) Layanan Kesehatan untuk Pemedek dan Pengunjung; 7) Margi Agung, Jalan Lingkungan, dan Taman yang tertata dengan indah, dilengkapi pedestrian yang berkualitas, patung, relief, dan lampu penerangan jalan tenaga surya; 8) Tersedia Taman Gumi Banten yang berisi tanaman untuk puspa dewata, upakara, dan usadha di Area Kedungdung; 9) Tersedia Kendaraan Listrik antar jemput dari Parkir Kedungdung dan Parkir Manik Mas ke Area Bencingah; 10) Tersedia wahana kreativitas untuk Yowana (generasi muda milenial): 11) Bangunan Kantor Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih; 12) Tersedia Instalasi Pengolahan Air Limbah pada Gedung Parkir; 13) Tersedia Instalasi Pengolahan Sampah pada Gedung Parkir; 14) Tersedia Fasilitas Pemadam Kebakaran; dan 15) Tersedia Jaringan Kabel Listrik Bawah Tanah.
Gedung untuk Desa Besakih dan Desa Adat Besakih. Pemerintah Provinsi Bali membangun Gedung untuk Desa Besakih dan Desa Adat Besakih, diantaranya meliputi : 1) Gedung Kantor Desa Besakih; 2) Gedung Kantor Desa Adat Besakih; 3) Gedung Kantor Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Besakih; 4) Gedung Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Besakih; 5) Gedung Sekolah Dasar Negeri 6 Besakih; 6) Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Besakih; 7) Gedung Rumah Dinas Tenaga Medis; dan 8) Lapangan Olahraga.
Ketentuan Pemedek dan Pengunjung, yaitu : 1) Pemedek dan Pengunjung harus masuk melalui Area Manik Mas, sesuai Tatanan di Pura Agung Besakih; 2) Pemedek dan Pengunjung dilarang keras membawa/menggunakan sarana berbahan plastik sekali pakai (tas kresek, pipet, dan sejenisnya); 3) Pemedek dan Pengunjung berkewajiban membawa pulang sampah yang dihasilkan, dilarang keras membuang sampah sembarangan di Kawasan Suci Pura Agung Besakih; 4) Pemedek yang membawa sarana Upakara yang sudah diaturkan, berkewajiban membawa kembali pulang, dilarang keras membuang sampah di Kawasan Suci Pura Agung Besakih; dan 5) Pemedek dan Pengunjung berkewajiban menaati ketentuan yang dikeluarkan oleh Badan Pengelola, khusus yang berkaitan dengan pemanfaatan Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih.
Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Pemerintah Provinsi Bali telah membentuk Badan Pengelola yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2023.
Badan Pengelola mempunyai tugas dan kewenangan pokok, meliputi: merumuskan kebijakan pengelolaan Fasilitas yang ada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih; menyusun, merumuskan, melaksanakan, melaporkan, dan mempertanggungjawabkan teknis operasional Badan Pengelola; dan melaporkan seluruh pelaksanaan kegiatan kepada Dewan Penasehat. Badan Pengelola melaksanakan arahan, tugas, dan keputusan teknis terkait dengan pengelolaan Fasilitas yang ada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih.
Badan Pengelola menetapkan rincian tugas pokok dan fungsi dari pengurus dengan Keputusan Kepala Badan Pengelola. Badan Pengelola berwenang mengatur biaya jasa pelayanan kepada Pemedek, Pengunjung, dan pengguna Fasilitas untuk menjaga kelangsungan operasional dan perawatan Fasilitas kawasan.
Semua pihak harus mematuhi dengan tertib dan disiplin, serta penuh rasa tanggung jawab atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Pengelola. Kepatuhan dan komitmen semua pihak merupakan suatu kebutuhan agar tatanan untuk melaksanakan Upakara dan Upacara di Pura Agung Besakih berjalan dengan baik secara niskala-sakala.
Kerja nyata yang dilaksanakan Gubernur Wayan Koster dalam menuntaskan Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih mendapat applause tepuk tangan serta dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan Gubernur Bali di periode kedua dari mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Anggota DPR RI, Ketua DPRD Bali, Bupati/Walikota beserta Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, sampai tokoh masyarakat yang hadir mengikuti Upacara Pemelaspas Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. (gs/bi)
GERAKAN BERSIH LINGKUNGAN: Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri gerakan bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon yang digelar di Wantilan Pura Sad Kahyangan, Desa Adat Legian, Kuta, Rabu (14/10). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-23 SIP School, Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri gerakan bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon yang digelar di Wantilan Pura Sad Kahyangan, Desa Adat Legian, Kuta, Rabu (14/10). Mengusung tema Green Our Environment, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menanamkan kecintaan alam sejak usia dini.
Kegiatan lingkungan hidup ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara, Camat Kuta I Made Agus Suantara, Ketua Yayasan SIP School I Nyoman Sarjana, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung Ni Wayan Astikawati, serta Lurah dan Bendesa Adat Legian.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak yayasan, Kepala Sekolah, para guru, serta seluruh orang tua murid atas terselenggaranya kegiatan yang sangat positif serta bermakna ini. Ia menekankan bahwa menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak dini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan pariwisata berkualitas yang berwawasan budaya berkelanjutan.
“Kita tidak hanya menanam pohon, harapan kita bersama, bagaimana pohon-pohon ini dapat tumbuh menjadi pohon harapan sekaligus membentuk kultur peduli lingkungan pada diri anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Tidak sekadar seremonial belaka, gerakan ini menegaskan komitmen bersama antara pihak sekolah, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata termasuk manajemen perhotelan di kawasan Kuta, serta masyarakat luas. Seluruh pihak berkomitmen saling bekerja sama merawat pohon yang telah ditanam agar tumbuh asri, memberikan kesejukan, kenyamanan, sekaligus menjadi kebanggaan bagi wisatawan maupun warga setempat.
Sebanyak 170 anak PAUD turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang penuh keceriaan ini. Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan sumbangan bibit pohon secara simbolis dari para orang tua murid, serta penampilan kreatif dari siswa di atas panggung. Melalui pendekatan edukasi yang menyenangkan, anak-anak diajak tidak hanya untuk belajar mencintai alam sekitar, tetapi juga melatih rasa kepercayaan diri serta keberanian untuk berprestasi sejak dini.
Gerakan peduli lingkungan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten dan menjadi sumber inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di wilayah Badung, sehingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup dapat tumbuh tumbuh dan terjaga bersama generasi penerus bangsa. (gs/bi)
TERIMA KUNJUNGAN: Ketua GOW Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menerima kunjungan GOW Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (14/10). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja (kunker) dari rombongan GOW Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Penerimaan kunker tersebut berlangsung hangat di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (14/10).
Rombongan GOW Kotabaru yang dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kotabaru Nyonya Siti Hadijah bersama Kepala Dinas DP3APPKB Kabupaten Kotabaru Nyonya Nurvizab dan diterima oleh Ketua GOW Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta bersama jajaran pengurus. Pertemuan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan sinergi antar organisasi, serta berbagi strategi dalam pengelolaan organisasi kewanitaan.
Dalam sambutannya, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Badung sebagai lokasi studi banding. Pihaknya menegaskan komitmen GOW Badung untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan perempuan di berbagai lini sektor.
Yunita memaparkan berbagai program strategis yang dijalankan GOW Badung, mulai dari kegiatan internal penguatan organisasi hingga aksi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat luas. “Kami di GOW Badung rutin menyelenggarakan aksi sosial yang bersinergi dengan dinas terkait, seperti aksi bersih-bersih pantai dan penanaman pohon bersama Dinas LHK, program urban farming serta ketahanan pangan bersama Dinas Pertanian, hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat kurang mampu, disabilitas, dan lansia bersama Dinas Sosial,” ujarnya.
Selain itu, GOW Badung aktif menyasar warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan dengan memberikan bantuan alat kerja seperti mesin jahit dan modal usaha. GOW Badung juga mendukung pemeriksaan kesehatan serta operasi katarak gratis, hingga menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan berupa fruit carving dan pembuatan jamu di tingkat kecamatan untuk membina wirausaha perempuan.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Kotabaru Nyonya Siti Hadijah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyambutan yang penuh kekeluargaan dari GOW Kabupaten Badung. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk bertukar pikiran serta mempelajari program kerja inovatif dalam pemberdayaan perempuan. “Kami berharap dapat menyerap ilmu, ide, serta best practice dari Badung untuk diterapkan di Kotabaru demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif mengenai teknis pelaksanaan program kerja, penguatan jejaring organisasi, penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak, serta ditutup foto bersama. Kunjungan kerja ini dihadiri oleh 10 orang pengurus GOW Badung dan 29 orang rombongan GOW Kotabaru. (gs/bi)
TINJAU PROGRAM REVITALISASI: Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan pemanfaatan Papan Interaktif Digital di SD No. 3 Abiansemal, Rabu (14/10). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan daerah melalui pembangunan sarana prasarana serta penguatan kompetensi digital. Komitmen ini ditegaskan saat Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di SD No. 3 Abiansemal, Rabu (14/10).
Fasilitas sekolah yang mendapat program revitalisasi meliputi ruangan kepala sekolah, ruangan guru, dan ruangan perpustakaan sekolah agar peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan representatif.
Seusai peninjauan, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia beserta jajaran pemerintah pusat atas pelaksanaan program strategis revitalisasi sekolah dan penyediaan PID yang memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Presiden Republik Indonesia beserta jajaran pemerintah pusat atas pelaksanaan program ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan. Selain fasilitas fisik, pemanfaatan PID menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan untuk mendorong proses pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai perkembangan teknologi.
“Kami berharap teknologi ini benar-benar dimanfaatkan oleh para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berkualitas. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui sarana prasarana serta penguatan kompetensi guru,” tambah Bagus Alit Sucipta.
Wakil Bupati juga mengingatkan agar seluruh fasilitas yang diberikan dapat dijaga dan dirawat dengan baik. Langkah ini penting agar manfaat program mendukung keberlanjutan proses pendidikan secara optimal demi masa depan anak-anak.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana menjelaskan pada Tahun 2025, Pemkab Badung mendapat program revitalisasi sebanyak 2 SD yakni SD No. 3 Abiansemal dan SD No. 1 Bongkasa Pertiwi serta 2 SMP yakni SMP Negeri 3 Kuta Selatan dan SMP Negeri 2 Petang dengan total anggaran Rp. 1 Miliar Lebih. Perangkat PID sendiri telah tersebar ke 559 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten Badung.
“Untuk tahun 2026, Pemkab Badung mendapat revitalisasi yang menyasar 10 Sekolah Dasar, 12 PAUD, dan 2 SMP dengan kondisi tingkat kerusakan ringan,” jelasnya.
Turut hadir Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta beserta unsur tripika kecamatan dan Kepala Sekolah SD No. 3 Abiansemal I Putu Yadnyana bersama jajaran guru, siswa, dan orang tua murid. (gs/bi)